
Setelah mereka selesai makan, anak buah Arion yang bertugas berjaga segera membersihkan nya, sedang kan Arion membawa Olivia keluar untuk berjalan-jalan.
"Apa terasa dingin? " Ucap Arion yang sebenarnya khawatir mengajak Olivia berjalan malam-malam seperti ini, tapi Arion sudah memakaikan jas nya pada Olivia.
Olivia menggelengkan kepalanya "Tidak terlalu dingin tapi bagaimana denganmu apa tidak dingin? " Ucap Olivia yang tidak enak melihat Arion hanya memakai kemeja.
"It's ok" Ucap Arion singkat, dia masih mendorong kursi roda Olivia, Arion membawa Olivia masuk ke dalam lift membawa Olivia pergi ke lantai atas rumah sakit.
Arion dan Olivia kini berada di atap rumah sakit, mereka melihat pemandangan yang begitu indah bintang yang terlihat sangat dekat bertaburan di atas langit.
"Indah nya, sudah lama aku tidak menikmati indahnya langit malam" Ucap Olivia dengan wajah yang sudah di penuhi dengan senyum
"Kau menyukainya? " Tanya Arion, meski tanpa bertanya Arion tau Olivia sangat menyukai nya
"Tentu saja ini sangat indah, sangat sangat indah" Olivia benar-benar menikmati lukisan Tuhan malam ini
"Tidak seindah senyum milik istriku" Entah sejak kapan Arion sangat pandai merayu seperti ini
Pipi Olivia sudah bersemu merah, mendengar ucapan suaminya itu, tapi dia tidak bisa mengatakan apapun lagi.
Sejenak suasana terlihat hening, mereka sama-sama memandang indahnya langit berbintang itu.
Saat Olivia masih asik memandang bintang di sana tiba-tiba sesuatu melingkar di leher Olivia, Olivia sangat terkejut melihat liontin berbentuk naga itu "Ini? " Olivia mendongak Menatap Arion.
"Ini adalah kalung milik ku, ini adalah simbol pemimpin Leviathan, jika kau dalam masalah kau bisa menggunakan nya untuk meminta bantuan, selain musuhku mereka semua akan membantumu" Ucap Arion yang menyerahkan kalung miliknya kepada Olivia, hanya ada 4 orang yang memiliki kalung ini, Arion, Rocky, Dion dan Rafael.
"Kenapa memberikan nya kepadaku? " Olivia menatap Arion menunggu jawaban keluar dari mulutnya
"Dasar bodoh! kau adalah istriku, melindungi mu adalah kewajiban ku, jika aku tidak di sampingmu ini akan menggantikan ku menjagamu" Arion mengusap lembut kepala Olivia itu benar-benar terasa hangat di hati Olivia.
"Terimakasih suamiku" Ucap malu-malu Olivia itu mampu membuat Arion terdiam jantungnya berdegup dengan cepat saat Olivia memanggilnya suami.
__ADS_1
"Ekhemm-ekhmm apa yang kau katakan aku tidak dengar" Ucap Arion sengaja dia ingin mendengar lagi Olivia memanggilnya suami.
"Kalau begitu mendekat lah, kemari" Olivia mendongak melihat Arion, Arion berdiri di samping nya dan sedikit berjongkok menyamakan tinggi nya dan Olivia yang duduk di kursi roda.
"Terimakasih su-a-mi ku, cup" Satu kecupan singkat mendarat di pipi Arion.
Arion tersenyum penuh arti "Jika ingin berterimakasih dengan cara ini, jangan ragu-ragu" Arion langsung saja melahap bibir mungil milik Olivia itu.
Ciuman yang sangat intens itu terjadi cukup lama, hawa dingin memicu perasaan ingin melakukan hal lebih namun tiba-tiba HP Arion berbunyi, itu membuat Olivia tersadar dari permainan Arion yang begitu panas.
Arion menyudahi ciuman itu dan melihat nama Rocky mengirim pesan padanya "Dia ini! " Ucap Arion kesal karena meski dia tidak ada di dekatnya dia masih saja jadi pengganggu, Arion sangat kesal sebelum membaca pesan dari rocky, namun setelah membawanya.
"Olivia kita kembali" Wajah Arion langsung berubah auranya pun seakan mengikuti, membuat Olivia sedikit takut.
Mereka segera kembali ke ruangan di depan ruangan ada Dion dan dua bodyguard "Kau jaga Nona mu dengan benar, Dion ayi pergi" Ucap Arion yang baru saja menyerahkan Olivia kepada bodyguard nya
Arion dan Dion bergegas pergi, itu membuat Olivia entah mengapa sedikit kecewa "Kemana tuanmu akan pergi? " Tanya Olivia penasaran pada dua bodyguard itu
"Tidak perlu aku bisa sendiri" Ucap Oleh yang terlihat memaksakan senyumnya *Ada apa ini Olivia kau apakah tidak rela dia pergi? " Olivia bertanya pada diri nya sendiri yang bahkan dia juga tidak tau jawabannya.
Setelah tau situasi nya Dion melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia menerobos kemacetan dengan memakai suara sirine polisi untuk mempercepat laju mobilnya, Arion memiliki hak ini karena dialah sang penguasa.
Di sisi lain Rocky melihat komputer yang ada di tangan Rafael. "Apakah tidak tertangkap kejadian yang terjadi di luar sana? " Ucap Rocky
"Tidak ada, hanya terlihat ledakan" Ucapan Rafael
Aric melihat keanehan dalam vidio "Kau minggir biar aku lihat" Ucap Aric yang menyuruh Rafael untuk mundur.
Aric dengan cepat menggerakkan jarinya kecepatan nya sangat cepat mungkin untuk urusan merentas dia lebih hebat di banding Arion "Sistem mu telah dikacaukan lihat" Aric terus berurusan dengan tulisan berderet yang membuat sakit mata orang yang tidak mengerti dunia komputer.
"Sial mereka begitu banyak, ini akan membahayakan Arion saat datang" Ucap Rocky yang tiba-tiba menyesal karena mengirim pesan pada Arion.
__ADS_1
"Mereka seperti nya memasang bom di banyak tempat, ini bom yang tidak terlalu besar daya rusaknya hanya suaranya yang keras, seperti nya Susan yang kau ceritakan tadi masih berguna untuk mereka, mereka tidak akan membunuh kita yang ada di dalam markas. " Tebak Aric
"Mereka menunggu di luar apa mereka tau Arion tidak di sini, jadi apakah targetnya adalah Arion? " Rocky kali ini terlihat khawatir meski Arion sangat hebat serangan mendadak sangat tidak bisa di prediksi.
"Jika mereka mengira Arion tidak di sini, berarti mereka tidak melihat kedatangan kita bukan? "
"Apa yang kau pikirkan Aric? " Rocky sedikit tidak mengerti
"Aku bisa berpura-pura menjadi Arion dan menggiring mereka masuk untuk menyerang ku, itu akan membuat celah untuk Arion masuk tanpa terluka" Ucap Aric yang membuat Rocky mengerti apa yang Aric bicarakan
"Ini apa kau yakin? " Rocky sedikit ragu meski cara merentas Aric sangat bagus, Rocky tidak tau bagaimana dengan seni beladiri nya
"Kau yang mengajak ku bermain tapi kenapa kau sekarang yang merasa takut? " Ledek Aric
"Aku tidak takut, hanya saja apa kau yakin ini permainan yang bisa membahayakan nyawamu, aku takut aku akan di salahkan nanti jika kau ikut bermain" Ledek balik Rocky
"Apa kau pikir aku ini anak ingusan! sialan! " Umpat Aric
"Baiklah kau bisa memancing mereka masuk, Rafael sedang memberikan informasi pada anak buah kami yang berada di camp rahasia untuk balik mengepung mereka, kau harus bertahan sampai mereka semua tiba" Udah Rocky
"Tidak masalah, ini cukup menarik aku juga sudah lama tidak berolahraga" Aric tersenyum penuh arti
"Baiklah kita keluar sekarang" Ucap Rocky mereka berdua keluar sedangkan Rafael sedang menjalankan rencana yang Rocky buat
Aric hanya mengangguk dan mengikuti langkah Rocky keluar dari ruang rahasia itu
"Tuan Rocky beberapa anak buah kita terluka parah karena terkena ledakan" Ucap anak buah Rocky saat mereka keluar.
"Obati mereka di ruang bawah tanah, selain yang terluka kalian semua ikut denganku" Ucap Rocky
Rocky dan Aric memimpin mereka semua keluar, tapi baru saja melangkah kan kaki keluar
__ADS_1
Boooooooommmmmmm..... Bunyi ledakan terdengar