MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 210


__ADS_3

"Jangan pura-pura lagi!! apa kau merasa hebat karena sudah mendapatkan Arion, aku tidak menyangka dia tidak membunuhmu malah menjadikan mu istri! kau dan ibumu adalah ******!! kalian berdua pantas mati! " Selena mengarahkan pisaunya pada Olivia


Olivia tanpa sadar menangkap tangan Selena itu, "Ibu tenanglah tenang" Ucap Olivia.


"Aku tidak bisa tenang sebelum kau mati!! " Selena menekan lebih kuat tangannya, namun tanpa sadar Olivia segera menepis tangan Selena membuat pisau itu terlempar menjauh dari mereka.


"Kau berani melawan! apa kau benar-benar ingin mati" Selena mencoba mencekik Olivia namun lagi-lagi tubuh Olivia bergerak dan mendorong Selena sampai terjatuh.


"Kau!! " Selena tidak menyangka Olivia yang dulu hanya diam saat di siksa Kini berani melawan. Selena segera bangkit Selena ingin mengambil pisau di atas meja, namun Olivia dengan sigap mengambil terlebih dulu pisau itu.


"Ibu jangan lakukan ini, kau harus sadari Ibu" Selena mendengar ucapan Olivia malah bertambah muak dan ingin segera membunuh Olivia.


Namun saat Selena mendekat seseorang berlari dan mengunci tubuh Selena "Olivia kau tidak apa-apa? " Ucap Rania yang baru saja tiba.


Namun Rania terkejut karena Olivia memegang pisau buah di tangannya, namun Rania tersenyum "Bagus kau sudah belajar dari pengalaman sebelumnya, seperti nya aku harus mengajari mu cara melindungi diri" Ucap Rania.


Olivia tersadar dia segera menaruh pisaunya di meja 'Apa yang baru saja aku lakukan' Olivia tidak percaya dengan keberanian yang ada pada dirinya.


"Kau tunggu di sini, aku akan menyerahkan dia pada kakak ku" Rania menarik paksa Selena.


Selena memberontak tidak mau namun Rania mempererat kuncian nya dan segera memberikan Selena pada anak buahnya dan menelepon sang kakak.


"Rania, kau berhasil menangkapnya? " Ucap Rafael pada Rania.


"Kakak bagaimana bisa kakak kehilangan jejaknya dan hampir saja dia mencelakai Olivia, dan kalian berdua bagaimana bisa sampai kecolongan" Rania menatap dua penjaga itu.


"Kalian harus di hukum, ikut aku kembali ke markas" Ucap Rafael kedua penjaga yang membawa Selena itu terlihat ketakutan, namun mereka terlihat pasrah dan mengikuti Rafael.


Setelah kepergian Rafael, Rania menelepon anak buah kakaknya yang lain untuk segera menggantikan kedua penjaga itu.


Rania masuk kembali dan melihat Olivia yang ingin bangun dari tempat tidurnya "Olivia apa yang kau lakukan? " Tanya Rania segera berlari mendekat ke arah Olivia.


"Itu.. " Olivia menunjuk Lemon-lemon yang berserakan karena di lempar oleh Rania tadi. "Aku ingin mengambilnya" Ucap Olivia tersenyum.


"Hais... duduk saja aku akan mengambilnya untuk mu, lagi pula seberapa inginnya kau makan buah yang asam itu" Rania menggelengkan kepalanya dia hanya membayangkan saja buah itu menyentuh mulutnya dia sudah merasa mulutnya penuh dengan air.


Rania mengambil satu persatu lemon yang dia beli dan mencucinya, baru meletakkan nya di piring dan memotongnya untuk Olivia "Ini" Rania mendekatkan piring berisi lemon itu pada Olivia, dan tiba-tiba menariknya kembali "Apa kau yakin akan memakannya, Olivia ini terlihat sangat asam" Rania sudah merasa keasaman padahal dia tidak mencicipi nya.

__ADS_1


Olivia menarik piring itu dari tangan Rania dan memakan nya dengan santai "Ini tidak terlalu asam, enak" Olivia tersenyum bahagia, mimik wajah Olivia menunjukkan seperti orang yang sedang makan permen.


"Benarkah tidak asam? " Rania yang melihat Olivia tidak keasaman merasa penasaran.


"Benar ini tidak asam, ambil dan cobalah" Olivia mengambil satu potong lemon itu dan di berikan pada Rania.


Rania mengambilnya "Apa kau yakin, dari baunya ini sangat asam" Rania terlihat ragu untuk mencoba nya.


"Cobalah jangan hanya melihat dan membau saja" Olivia terus menyesap lemon di tangannya.


Rania akhirnya menyesap sedikit lemon yang dia pegang, wajah nya langsung berubah "Yak ini benar-benar asam, apa lidahmu sudah mati rasa Olivia" Rania segera mengambil air mineral di meja dan meminumnya.


"Rania, ekspresi mu itu apa tidak berlebihan"


"Hah kau yang aneh begini asam tapi kau bisa berekspresi seperti menyesap permen manis" Rania menggelengkan kepala nya.


"Orang ini memang tidak masam" Olivia terus menyesap Lemon nya, membuat Rania bergidik dan merasa keasaman.


****


"Dari reaksi mu seperti nya kau belum tau tentang itu! " Arion menyeringai.


"Persetan! belum tentu itu anak ku! " Ucap Roberto.


"Kau benar-benar bajing*n Roberto dia begitu setia membela mu bahkan menjadi pengkhianat, kau bahkan tidak mempercayai nya benar-benar kasihan Raisa".


" Setia! wanita bodoh seperti dia tidak mungkin bisa setia kalian saja bisa di khianati itu bukan anak ku, kalian hanya ingin menggertak ku dengan anak itu bukan! jika ingin membunuh nya bunuh saja"


Arion menggelengkan kepalanya "Kau memang benar-benar tidak pantas untuk hidup! kalian berikan ini padanya " Arion mengambil obat yang dia siapkan sedari tadi.


"Tidak aku tidak akan meminumnya tidak" Roberto menutup rapat mulutnya saat anak buah Arion mencoba Meminumkan nya.


"Kau tidak mau minum aku bisa menyuntikkan nya" Andreas berjalan ke arah Roberto dan menyuntikkan obat itu.


"Roberto ini adalah pembalasan karena kau sudah membuat rencana untuk meracuni nenek ku!, dan ini " Arion mengambil pistol nya dan mengarahkan pada Roberto "Ini untuk membalas peluru yang menembus tubuh saudara kembar ku!"


Doooooorrrrr.............

__ADS_1


Suara tembakan mendarat di dada Roberto, Arion menembak lagi beberapa kali.


Arion membuang pistolnya dia mengambil pisau yang dia sudah siapkan, beberapa pisau, Arion melemparkan satu persatu ke tubuh Roberto


Jlebb.. jleb.... jleb.... lemparan Arion tidak ada yang meleset "Ini untuk membalas apa yang kau telah lakukan pada Dion! "


Roberto mulai kehilangan banyak darah, diapun mulai berteriak kesakitan, obat yang Andreas suntikan sudah mulai bereaksi.


"Aaaaaaaa, aaaaaaaaaaaa, a.. apa yang kalian lakukan padaku, obat apa ini " Roberto terus mengerang kesakitan.


"Obat ini aku yang ciptakan, obat ini akan menghancurkan seluruh organ tubuhmu perlahan-lahan" Ucap Andreas.


"Be.. berikan aku penawarnya, bunuh saja aku dengan satu tembakan hentikan obat ini hentikan Aaaaaaaaa hentikan" Roberto terus berteriak kesakitan.


"Tidak akan!, kau harus membayar semua kejahatan yang kau buat! Roberto" Ucapan Arion


"Andreas ka.. kau sepupu ku tolong berikan penawarnya Aaaaa ja.. jantungku Aaaaa Andreas tolong" Andreas hanya menggelengkan kepalanya.


"Ini adalah akibat dari ulahmu sendiri Roberto"


"Andreas, Arion ak.. aku membenci kalian Aaaaaaaaaa " Roberto terus berteriak.


"Tuan" Rafael baru saja tiba


"Tuan Roberto " Ucap Selena yang melihat Roberto kesakitan.


"Sudah ku duga itu kau" Arion melihat sekilas Selena.


"Lepaskan tuan Roberto, lepaskan"


"Kenapa kau mencemaskan orang lain, kau harus nya mencemaskan nyawamu! " Ucap Arion.


"Tuan, dia menyerang Nona Olivia dengan pisau" Ucap Rafael itu membuat Arion panik.


"Rafael bunuh dia, aku akan melihat istri ku! " Arion bergegas pergi meninggalkan Rafael yang belum selesai melaporkan kejadiannya.


"Olivia kau jangan sampai terjadi sesuatu padamu" Arion segera berlari ke mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2