MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 173


__ADS_3

keduanya berpelukan melepas peluh bersama. setelah olahraga yang cukup lama Arion memeluk Olivia dan mengecup keningnya "Terimakasih sayang, kau akan jadi wanita pertama dan terakhir ku" Ucap Arion, ucapan itu membuat Olivia tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


Melihat itu Arion mempererat pelukannya, pada akhirnya mereka berpelukan sepanjang malam karena kelelahan tanpa sadar mereka langsung terlelap.


Pagi menyapa, Olivia merasa tubuhnya sangat berat, perlahan dia membuka matanya dan melihat wajah tampan yang dulu membencinya kini tepat ada di hadapan nya, kejadian semalam pun seakan berputar di kepala nya, dia benar-benar malu dengan apa yang terjadi semalam."Apa yang telah kau lakukan Olivia " Gumam Olivia pada dirinya sendiri Olivia terlihat menutupi wajahnya dengan satu tangannya.


Olivia merasa bingung bagaimana nanti dia menghadapi Arion, maka dari itu Olivia memutuskan untuk segera bangun dan pergi dengan diam-diam sebelum Arion bangun.


Olivia perlahan memindahkan tangan Arion yang dari semalam terus memeluknya, dia juga menggeser tubuh Arion agar dia bisa turun dari ranjang.


Olivia perlahan menggeser tubuhnya tapi ada rasa nyeri terasa di daerah kewanitaan nya "Emm sakit" Gumam lirih Olivia tapi Olivia tetap berusaha menggerakkan tubuh nya hingga dirinya berhasil menggeser tubuhnya sampai duduk di tepi ranjang, tapi saat akan berdiri.


"Kau mau kemana? " Tanya Arion yang entah sejak kapan sudah bangun dan kini telah berhasil memeluk Olivia yang ingin kabur diam-diam itu.


"Akhhh " Olivia sangat terkejut dengan pelukan dan suara Arion yang tiba-tiba, suara khasnya bangun tidur Arion membuat jantung Olivia tiba-tiba berdetak cepat.


"Ak.. aku ingin keluar sebelum ada yang melihat" Ucap Olivia dengan nafas yang menggambarkan dirinya sedang gugup.


"Kau ingin keluar tanpa menggunakan apapun" Ucapan Arion membuat Olivia terkejut dan baru sadar dia benar-benar tidak menggunakan apapun dengan cepat Olivia menarik selimut yang tidak jauh dari nya dan menutupi tubuhnya.


"Kenapa harus di tutup bukankah lebih bagus seperti tadi" Goda Arion yang membuat wajah Olivia sangat merah sekarang karena Olivia benar-benar lupa kalau dirinya tadi berasa di bawah selimut tanpa menggunakan apapun.


"Tidak.. tidak aku harus segera pergi sebelum ada yang melihat ku" Ucap Olivia dengan gugup dan benar-benar takut ada yang melihat nya berada di kamar Arion.


"Memang nya kenapa jika ada yang melihat, kita tinggal bilang kalau kita sudah menikah" Ucapan Arion itu membuat Olivia melirik sekilas wajah yang berada di belakang nya.


Olivia mengatur nafasnya "Tidak boleh" Ucap Olivia tegas dia bukannya tidak mau di kenal sebagai nyonya Arion hanya saja Olivia merasa dirinya tidak pantas untuk Arion yang begitu sempurna.

__ADS_1


"Kenapa? apa karena kau tidak ingin Alister tau? " Ucap Arion yang melepaskan pelukannya menarik celana pendek di sebelahnya dan memakainya. Arion berjalan mengambil semua pakaian yang semalam dia lepaskan dari tubuh Olivia untung saja Arion tidak merobek nya.


"Bukan itu, hanya saja" Olivia tidak bisa mengucapkan apa yang dia rasakan, dia memang merasa dia dan Arion dari dunia yang berbeda mana mungkin bisa bersatu.


"Hanya saja apa? " Arion menyerahkan pakaian Olivia dan membelakangi Olivia dia tau Olivia tidak bersedia Arion melihat tubuhnya lagi.


Olivia menerima apa yang Arion berikan dan memakainya dengan cepat dia hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan Arion.


"Hanya saja apa?! " Nada Arion terdengar tinggi membuat Olivia sedikit terkejut. Namun Olivia masih saja bungkam "Hah sudah ku duga jawaban nya hanya satu kau tidak ingin Alister tau kenyataan tentang kita bukan! " Arion tersenyum tapi senyuman nya begitu mengerikan.


"Ini tidak ada urusan nya dengan Alister, kenapa kau selalu menghubungkan nya dengan Alister! " Jawab tegas Olivia.


"Ja, jelaskan padaku! kenapa kau tidak ingin mempublikasikan hubungan kita! kenapa? " Arion terus mendesak Olivia membuat Olivia bingung dia berdiri ingin berjalan satu langkah tapi sesuatu yang terasa nyeri.


Arion ingin menghentikan langkah Olivia tapi sebelum di hentikan Olivia bahkan menghentikan langkahnya karena merasakan sedikit sakit di area milik nya.


Arion melihat wajah Olivia yang terlihat tidak baik-baik saja, membuat Arion khawatir "Kau baik-baik saja? " Tanya Arion.


"Kau tidak terlihat baik-baik saja" Ucap Arion yang langsung menggendong Olivia kembali lagi ke ranjang miliknya.


"Apa yang kau lakukan? " Ucap Olivia terkejut saat tubuhnya kembali di baringkan di ranjang.


"Apa aku semalam terlalu kasar? kau seperti nya kesakitan " Ucapan Arion itu membuat Olivia sangat malu


"Aku baik-baik saja" Olivia ingin bangun dari ranjang nya


"Kau diam di sini! tidak usah keluar jika tidak ingin ada yang melihat! aku akan membawakan sarapan untuk mu ke kamar" Ucap Arion yang tidak bisa Olivia bantah tatapan mendominasi dari Arion membuat Olivia tidak berani melawan pada akhirnya Olivia menuruti ucapan Arion.

__ADS_1


Arion segera mandi dan mengganti pakaiannya kemudian dia keluar dari kamarnya sedangkan Olivia hanya bisa diam di ranjang.


Arion turun ke dapur melihat bibi margareth dan Rania sadang menyiapkan sarapan. Rania melihat Arion yang duduk di meja makan." Bibi Siapkan sarapan ku, aku ingin sarapan di kamar! " Ucapan Arion itu membuat bibi margareth bingung, dia sudah turun kemana ingin sarapan di kamar.


Bibi margareth terdiam sejenak kemudian menjawab "Ba.. baik tuan" Ucap bibi margareth dengan cepat menyiapkan sarapan di nampan.


Bibi margareth selesai menyiapkan makanan nya dan Arion membawanya ke kamar nya bibi margareth dan Rania menatap punggung Arion dengan perasaan heran.


"Ada apa bi? " Tanya Tiara dan Rayyan yang baru masuk dari taman mereka tadi menikmati matahari terbit.


"Tidak ada apa-apa Nyonya" Jawab Margaret yang mendapat respon mengangguk dari tiara.


Arion perlahan membuka pintu dan menutup pintu nya "Kau sarapan dulu" Ucap Arion yang mendapat anggukan dari Olivia.


Olivia ingin bangun dan turun "Tidak perlu turun duduk saja, aku akan menyuapi mu, lagi pula kau seperti ini karena perbuatan ku" Ucapan Arion ini tidak terdengar seperti penguasa sombong bukan.


"Aku.. aku bisa makan sendir.. " Ucapan Olivia berhenti ketika santun sendok nasi sudah berada di depan mulutnya.


"Aaa.. " Ucap Arion masih menyodorkan sendok berisi nasi itu Olivia terpaksa memakannya karena merasa tidak enak.


"Boo apa kau sudah makan? " tanya Olivia hanya panggilan boo saja mampu membuat Arion senang bukan kepalang ingin rasanya dia berteriak namun dia berusaha tenang dan memasang wajah dinginnya.


"Sudah aku sudah makan.. kruyuk.... " Ucapannya tak sesuai dengan apa yang di rasakan perut nya, perutnya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi saat ini Arion merasa harga dirinya telah jatuh.


"Kau bohong, kau juga harus makan" Olivia mengambil alih sendok nya dan berbalik menyuapi Arion "Aaaa" Ucap Olivia Arion menerima dengan senang suapan Olivia.


Setelah selesai makan, HP Arion berbunyi terlihat nama Rafael terlihat di layar HP nya.

__ADS_1


"Ada apa? katakan! aku sedang sibuk" Ucap Arion yang mengatakan sibuk nyatanya hanya sedang Suap-suapan dengan istrinya.


"Tuan gawat! " Ucap Rafael dari Seberang....


__ADS_2