
"Tapi aku bilang suster suda... " Ucapan Olivia terhenti saat matanya melihat dua orang yang tak ingin dia temui..
Arion melihat apa yang Olivia lihat, dia meyakinkan Olivia dia akan baik-baik saja Arion melihat wajah Olivia seketika berubah menjadi pucat seperti orang yang sedang ketakutan "Ada aku kau tenang dan jangan takut" Arion mengusap pundak Olivia.
Entah kenapa Olivia merasa sangat tenang dengan perbuatan kecil yang Arion lakukan, Olivia mengatur nafasnya saat melihat Andreas dan ibunya berjalan ke arahnya
Mata Olivia melihat tangan ibu Andreas yang sudah di gips dan di gendong, Olivia sedikit melirik ke arah Arion, seakan bertanya apa itu ulah Arion untuk membalas perlakuan ibunya Andreas terhadap nya
Ternyata Olivia tidak bisa membohongi perasaan nya, dia masih takut untuk melihat ke arah ibunya Andreas, tubuhnya mulai bergetar terlihat dia sangat takut.
Ibu Andreas dan Andreas berjalan semakin dekat ke arahnya, tiba-tiba tanpa di duga ibu Andreas menundukkan kepalanya dan meminta maaf pada Olivia "Maafkan ibu Olivia, ibu telah salah paham terhadapmu selama ini, maafkan ibu maaf" Ucapnya terdengar tulus.
Olivia tersenyum "Su...sudahlah Nyonya jangan terlalu di pikirkan yang berlalu biarlah berlalu" Olivia tidak berani memanggil ibu Andreas dengan sebutan tante dia takut itu akan membuat ibu Andreas bertindak kasar lagi, Olivia berfikir mungkin ibu Andreas bersikap baik padanya karena ada Arion di belakang nya.
"Olivia maafkan ibuku, ibu ku benar-benar menyesal atas apa yang pernah dia lakukan terhadap mu di masa lalu, aku juga sudah memberitahukan rahasia itu" Ucap Andreas
"Iya Olivia ibu sudah tau semuanya, maafkan ibu yang sudah menyakiti mu dan ibumu, ibu benar-benar minta maaf, apa perlu ibu bersimpuh agar kau memaafkan ku" Ibu Andreas ingin bersimpuh tapi Olivia berdiri dengan susah payah dan menahannya
"Jangan lakukan ini, saya sudah memaafkan semuanya yang terjadi" Olivia melepaskan tangannya dari tubuh ibunya Andreas dan kembali duduk di kursi roda
"Terimakasih nak, kau sangat baik" Ucap ibu Andreas menyesal sangat menyesal kenapa dia bisa salah paham dan membuat wanita yang begitu baik dan lembut berpisah dengan putranya.
"Kalau sudah tidak ada yang ingin di bicarakan, minggir" Ucap Arion tegas, tanpa mendengar jawaban dia langsung mendorong kursi roda Olivia menjauh dari Andreas dan ibunya
Andreas melihat punggung keduanya "Semoga kalian berbahagia" Ucap lirih nan pilu keluar dari mulut Andreas
Ibu Andreas menundukkan kepalanya dia melihat kesedihan yang dalam di mata putranya dan itu dosa sebabkan olehnya, dan untuk membuat Olivia kembali pada Putra nya adalah hal yang mustahil "Andreas maafkan ibu" Ucap menyesal ibu Andreas, dia benar-benar menyesal telah menyakiti penyelamat dan juga menyakiti putranya
__ADS_1
"Sudahlah ibu ini semua sudah terjadi, dia memang bukan jodohku" Ucap Andreas dengan berat hati, meski Andreas berusaha mengikhlaskan Olivia dengan Arion tak bisa di pungkiri hatinya masih terasa sangat sesak saat melihat kedekatan mereka, seperti nya butuh waktu untuk benar-benar Andreas mengikhlaskan Olivia pergi dari hidupnya, bagaimanapun Olivia adalah cinta pertama nya.
Di dalam ruangan Olivia, Arion memberikan wajah yang begitu masam, seperti nya dia sedang tidak senang.
Arion membantu Olivia turun dari kursi rodanya dan membaringkan nya di atas ranjang rumah sakit
Olivia merasa suasana nya menjadi dingin, dan sikap Arion terlihat sangat berbeda "Tu.. apa kau lapar? " Olivia tidak tau harus memanggil Arion apa
Arion menaruh tangannya di pundak Olivia, menatap dengan tatapan tajam, membuat Olivia tidak bisa bernafas dengan baik "Katakan kau punya rahasia apa dengan Andreas! kau ingat kau adalah istriku tidak boleh ada rahasia di antara kita" Ucap Arion dengan wajah yang sangat kesal dan cemburu
Olivia tersenyum, tidak dia tertawa kecil melihat sikap Arion yang marah hanya dengan sebuah masalah kecil "Jadi kau marah karena itu? aku pikir kau sedang lapar" Udah Olivia yang masih tertawa kecil
"Aku serius katakan apa yang kalian rahasiakan" Ucap Arion serius dia tidak mau mengubah ekspresi nya, meskipun dia sebenarnya ingin tersenyum melihat wanitanya tertawa kecil di depannya, pemandangan yang sebenarnya membuat hati Arion meleleh tapi Arion tidak menunjukkan nya.
"Itu hanya rahasia tentang, aku yang mendonorkan darah pada ibunya saat ibunya mengalami kecelakaan, itu bukan rahasia besar" Ucap Olivia dengan mata yang terlihat jujur
Arion menghela nafasnya dia ternyata hanya terlalu banyak berfikir "Hanya itu? " Tanya Arion memastikan
"Bagus ke depannya tidak boleh ada rahasia antara kita kau mengerti? " Arion mengangkat dagu Olivia untuk menatap nya
"Aku menger... " Ucapan Olivia terhenti karena bibir yang lembut sudah menutup bibirnya, lagi dan lagi Arion tak merasa bosan dengan bibir mungil nan manis itu
"Kalian dari mana saj... " Ucapan Rocky terhenti saat doa sudah menerobos ruangan dan melihat pemandangan yang membuat mata jomblo nya merasa sakit
Olivia segera mendorong tubuh Arion menjauh darinya membuat Arion kesal pada Rocky yang masuk begitu saja, menganggu pekerjaan nya yang belum selesai, pekerjaan memuaskan Olivia dan hasratnya
"Kau dasar pengganggu! " Ucap Arion kesal
__ADS_1
"Ekhm.. kalian apa kalian sudah resmi berpacaran? " Ucap Rocky yang melihat Olivia terlihat lebih nyaman saat bersama Arion
"Tidak kami sudah menikah" Ucap Arion santai dengan wajah datarnya
"Ha! tunggu apa apa yang kau bilang, me.. menikah? kau coba membodohi ku? " Ucap Rocky kepada Arion
"Tidak percaya ya terserah! " Ucap dingin Arion yang duduk dengan Santi di kursi di sisi ranjang.
"Olivia benarkah? apa itu benar? " Jiwa bergosip Rocky muncul seketika dia mendekat ke arah Olivia namun saat dia hampir duduk di tepi ranjang rawat Olivia dia di hentikan oleh Arion
"Berdiri saja! jangan terlalu dekat dengan istri orang" Ucap Arion dia dengan sombong nya terus memamerkan kalau Olivia adalah istrinya.
"Olivia, kau apakah benar? " Tanya Rocky memastikan dan Duaaaarrr... Olivia mengangguk mengiyakan perkataan Arion itu membuat Rocky benar-benar terkejut
"Ta.. tapi bisakah kau merahasiakan ini Rocky" Ucap Olivia
Rocky melihat kearah Arion dan Arion memberikan isyarat dengan mengangguk "Kenapa harus di rahasiakan? ini adalah berita baik" Ucap Rocky penasaran alasan apa di balik kenapa hubungan mereka di rahasiakan
"Itu biarkan ibu sembuh dulu, aku ingin sebelum yang lain tau ibuku tahu terlebih dulu" Ucal Olivia
"Ini juga bagus, kita belum menangkap siapa yang membantu Mario Harris jika dia tau Olivia adalah istriku mereka pasti akan menargetkan nya" Ucap Arion yang membuat Rocky mengangguk dia pikir ucapan Arion masuk akal
"Ok aku akan merahasiakan nya" Ucap Rocky
"Rahasia apa? kalian merahasiakan sesuatu? " Tanya Aric yang baru saja masuk bersama Dion
"Ck bukan urusan mu! " Ucap Arion
__ADS_1
"Terserah saja, Arion aku ingin berbicara denganmu" Ucap Aric
"Baiklah, kita bisa keluar" Ucap Arion, Arion berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan keluar di ikuti oleh Aric dan Rocky, Rocky penasaran apa yang ingin Aric katakan pada Arion jadi Rocky mengikuti mereka keluar.