MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 57


__ADS_3

Arion terus berontak dia ingin menemui Aric, dia terus berteriak dan bilang semua salahnya saat perawat tak mengizinkan nya dia keluar.


"Arion kau kenapa sayang, tenanglah" Tiara yang baru datang dengan lembut mengusap kepala putranya.


"Mama bawa aku bertemu dengan Aric! " Ucapan nya lantang.


"Arion, kau belum sembuh belum bisa menemui Aric" Ucap Tiara berkilah, karena kondisi Aric belum bisa di nyatakan baik-baik saja, dia masih koma dan belum sadarkan diri, dia tidak ingin Arion merasa semakin bersalah.


"Mama bohong! aku tau Aric pasti tidak dalam kondisi baik-baik saja, maka itu Arion tidak di perbolehkan melihat nya! " Ucap Arion sesuai dengan kebenaran tapi Tiara yang mendengar itu mencoba untuk tenang.


"Arion kau salah, Aric masih butuh istirahat dia sudah mulai membaik" Ucap Tiara dia tidak bermaksud berbohong tapi dia tidak ingin hati Arion semakin merasa bersalah.


Arion tiba-tiba duduk dan menarik pisau buah di tangannya " Biarkan aku melihat kondisi Aric atau aku akan melukai diriku" Ucap Arion yang nekat mengancam Mamanya.


"A.. Arion apa yang kau lakukan? ja.. jangan buat Mama takut" Tiara terkejut melihat sikap nekat Arion


"Mama Arion hanya ingin melihat Aric memastikan dia baik-baik saja" Ucap Arion melemah.


"Baiklah, kita pergi menemui Aric tapi lepaskan dulu pisaunya" Ucap Rayyan yang baru saja tiba. Rayyan berjalan mendekati putranya merebut pisau di tangan Arion melepaskan pisau itu.


Dengan kursi roda Arion di bawa melihat saudara kembarnya Aric. Kursi roda memasuki ruangan yang lebih tertutup dari ruangannya.


Arion melihat tubuh Aric terbaring membuatnya menahan amarah kepada dirinya dia mengepalkan tangannya kuat.


"Aric tidak baik-baik saja bukan? " Ucap Arion menatap ke dua orang Tuanya bergantian


"Dia sama kuatnya dengan mu dia akan baik-baik saja" Ucap Tiara berusaha menghibur Putra nya


"Dengan luka di tubuh nya karena reruntuhan apa kau pikir dia akan baik-baik saja! aku bukan anak kecil yang bisa kalian bohongi! " Arion seperti Papa nya sangat jenius tidak mungkin untuk nya tidak mengerti keadaan Aric saat ini.


"Aric akan baik-baik saja! " Ucap Rayyan meyakinkan Arion, tidak dia tidak hanya meyakinkan Arion tapi juga meyakinkan dirinya sendiri.


Arion semakin mengeraskan tangannya dia benar-benar kecewa dengan dirinya sendiri, seandainya dia sadar lebih cepat kalau gedung itu terdapat boom, Aric tidak akan terluka separah ini. "Ini semua salahku! salahku!! ini semua salahku" Tiba-tiba


BUGH!!!!


Arion dengan keras memukul wajahnya sendiri sampai menyebabkan ujung bibirnya mengeluarkan darah.


"Apa yang kau lakukan Arion!! " Ucap Rayyan meninggi

__ADS_1


"Aku hanya memberikan pelajaran untuk diriku yang tidak berguna! " Ucapan Arion tersenyum penuh arti, membuat Rayyan dan Tiara ketakutan.


"Mama bawa Arion kembali ke kamarnya! "


"Tidak! aku masih mau di sini! Tidak! " Ucap Arion


"Arion kita kembali dulu ya, nanti kita ke sini lagi" Ucap Tiara lembut


"Jika kau tidak menurut kau tidak boleh datang lagi! Arion kau mengerti! kau tau siapa Papa bukan" Rayyan menekan Arion dengan Auranya Arion tau Papanya sama kerasnya dengan dirinya, dia orang yang selalu menepati kata-kata nya, Akhirnya Arion menerima keputusan Papanya dan kembali ke kamarnya.


Setelah Arion kembali, Rayyan Segera menemui dokter yang menjaga Arion lima hari ini, yang sebenarnya memantau dalam ruangan Aric


"Seperti nya rasa bersalah nya benar-benar dalam, jika terjadi sesuatu pada Tuan Muda Aric mungkin Tuan muda Arion juga akan membunuh dirinya sendiri" Ucap Dokter kejiwaan itu


"Bagaimana anak sekecil dia memiliki fikiran seperti itu"


"Tuan Rayyan, Trauma tidak pernah memandang usia, dan lagi Tuan Arion seperti nya sangat ingin melindungi Tuan Aric"


"Ya bagaimanapun juga dia adalah kakaknya seperti nya dia ingin melakukan tugasnya dengan baik" Ucap Rayyan


"Saya mengerti itu, terlihat jelas dia sangat kecewa kenapa bukan dia yang melindungi Tuan Aric"


"kita lakukan metode hipnoterapi, kita akan menghapus ingatan Tuan Arion tentang kejadian ini, kalau bisa membawanya pergi sampai Tuan Aric sadarkan diri" Ucap dokter itu


Rayyan kemudian teringat akan Mertuanya dia sudah berjanji untuk mengantarkan Aric ke sana "Baiklah lakukan itu" Ucap Rayyan


Dua hari berlalu setelah percakapan Rayyan dan Dokter itu, Arion melupakan kejadian yang terjadi.


"Mama kapan Arion akan pulang, hanya luka karena terjatuh Arion tidak apa-apa" Ucap Arion dia tidak mengingat kejadian besar yang terjadi dia hanya tau di kakinya ada luka itu karena dia bermain dengan Aric dan terjatuh.


"Ya sayang hari ini kita pulang"


"Baiklah, aku sudah tidak sabar bertemu dengan Aric, dan lagi kenapa dia tidak menjenguk ku saat aku di rumah sakit dia benar-benar kejam" Ucap Arion


"Di.. Dia" Tiara bingung harus menjawab apa


"Dia sedang ingin memberimu kejutan Arion" Ucap Rayyan yang baru datang.


"Papa, hah! kejutan seperti anak perempuan saja" Cibir Arion

__ADS_1


"Dari mana kau bisa berkata kejam seperti itu Arion, kejutan bukan hanya untuk anak perempuan" Ucap Tiara.


"Sudahlah sayang, ayo kita segera pulang " Ucap Rayyan


Mereka bertiga kini sudah di dalam mobil


"Arion sebelum pulang kau harus minum obat dulu" Ucap Rayyan


"Tidak! aku sudah minum obat, obat apa lagi yang harus aku minum? " Arion agak bingung dengan sikap Rayyan


"Ini Adalah vitamin sayang, Papa membelikan nya khusus untuk mu" Tiara merayu Arion


Tapi Arion tak bergeming "Aku tidak ingin meminum nya" Menampik tangan Rayyan yang memberikan obat pada Arion


"Ini demi kebaikan mu, Arion" Ucap Rayyan, Arion mulai curiga dengan sikap kedua orang tuanya yang ingin memaksa nya meminum obat yang tidak pernah dia minum dua hari ini.


"Kebaikan apa?! apa yang kau rencanakan Papa? " Menatap curiga pada Papanya


"Minum! atau aku bantu minumkan! " Ucap Rayyan yang membuat Arion memberontak!


"Diam kau harus minum Arion! " Dengan paksaan Arion menelan obat itu dan membuat nya mulai kehilangan kesadaran


"Maafkan Papa Arion, ini demi kebaikan jiwamu" Ucap Rayyan yang menetes kan air matanya begitupun dengan Tiara yang tidak tega harus membohongi anaknya


Rayyan melajukan mobilnya ke bandara, saat bertemu dengan Angel Rayyan hanya mengatakan kalau Aric sakit dan Arion yang menggantikan tinggal dengannya, Angel tidak tau apa yang terjadi pada Aric, setau angel alasan kenapa Arion yang ikut dengannya karena Aric sedang sakit dan harus di dampingi oleh Tiara dan Rayyan.


FLASBACK OFF


"Maafkan Papa, Papa terpaksa memaksa mu meminum obat itu" Ucap Rayyan menghapus Air matanya


"Mama, minta maaf padamu sayang" Tiara menangis air matanya terus mengalir. " Maafkan Mama " menatap Arion berharap untuk Arion bisa memaafkan nya dan Rayyan


#Akankah Arion memaafkannya


Yok jangan lupa kakak tinggal kan jejak


Like, komen, rate, vote, and gift


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2