
"Aku tau kau mencintai Silvia, kalau begitu apa kau mau membalaskan dendamnya dan membunuh Arion?! "
"Ak.. aku" Rocky terlihat ragu
"Ayo Rocky ini saatnya kau menunjukkan seberapa cintanya dirimu pada Silvia, Rocky lakukan jika kau mau membunuh Arion aku akan membebaskan ikatan mu " Ucap silia menghasut Rocky.
"Bagaimana Arion apa kau siap di bunuh oleh sepupu mu sendiri hah! " Teriak orang berjubah yang sedari tadi menonton pertunjukan yang menurutnya cukup menarik.
"Ak.. aku tidak akan membunuhnya aku percaya Arion tidak membunuh Silvia"
"Bodoh! dialah pembunuhan Silvia, Rocky jangan tertipu olehnya" Silia terus menghasut Rocky.
"Aku tidak percaya" Ucap Rocky dengan lantang.
"Bodoh! kau benar-benar bodoh kau masih saja percaya dengan sepupu brengs*k mu itu, jika itu mau mu akan ku kirim kau ke neraka!! " Silia akan menyalakan koreknya namun dia terhenti saat mendengar suara lantang Arion
"Game over! " Ucap Arion yang memegang pundaknya yang sudah penuh dengan darah, dia menatap tangannya yang penuh darah dan menjilatnya. "Sekarang waktuku untuk mengakhiri semua ini" Arion berdiri dengan tangan mengambil dua pisau kecil yang dia sembunyikan.
"Apa yang akan kau lakukan, Arion kau ingin sepupu mu dan istrimu mati Ha! "
"Kalian tidak menyadari sesuatu hah" Tiba-tiba sebuah asap menyelimuti tempat itu dan tidak terlihat apa-apa.
Orang berjubah itu panik namun kabut buatan itu tidak bertahan lama tapi cukup efektif untuk membalikan keadaan.
Saat semua terlihat "Lepaskan aku lepas" Teriak Silvia yang sudah dalam ke adaan terikat.
Rocky sedikit terkejut namun segera mengerti saat di belakang nya sudah berdiri sangat dokter yang sedari kemarin di curigai olehnya. " Andreas "
"Yo seperti nya kau dalam keadaan tidak baik" Andreas sedikit mengejek.
"Kalian sudah merencanakan ini? " Pertanyaan Arion hanya di jawab tawa kecil dari Andreas dan gerakan bahu dari Arion. "Dari awal aku hanya badut di sini sialan kalian berdua" Ucap Rocky yang kesal.
"Hahaha kau pikir kau akan menang, tidak semudah itu jika Andreas bisa naik ke atas aku juga bisa turun ke bawah" Orang berjubah itu loncat seperti nya saat kabut terjadi dia susah payah mengikat tubuhnya, saat dia akan loncat.
"Andreas berikan padaku" Teriak Arion, Andreas mengerti dia melemparkan pistol ke arah Arion, dan menembak tepat di punggung orang berjubah itu.
Orang berjubah itu turun dan berusaha kabur. "Arion dia kabur" Rocky ingin mengejar namun di tahan oleh Arion.
"Biarkan saja, dia tidak bisa lari dari genggaman ku" Ucap Arion yang membuat Rocky mengerti.
Arion segera berlari dan melepaskan ikatan Olivia dan menggendong Olivia.
__ADS_1
"Arion kau terluka biar aku saja yang menggendong Olivia" Ucap Andreas spontan karena melihat luka di tubuh dan kaki Arion.
"Kau ingin mencari kesempatan dalam kesempitan, apa kau cari mati! " Arion menatap tajam Andreas.
"Ayo yo, jangan berfikir negatif aku hanya menawarkan bantuan saj.. " Ucapan Andreas terpotong.
"Tidak! jangan harap kau bisa menyentuh istriku" Arion langsung menggendong pergi Olivia dalam keadaan tubuhnya yang penuh luka, jika orang biasa bahkan tidak sanggup membawa tubuhnya tapi ini adalah Arion sang penguasa sombong.
Arion menghentikan langkah nya "Kau bawa saja wanita itu" Arion melihat ke arah Silia
"Aku mengerti" Andreas segera membawa Silia pergi untuk dua penjaga yang berada di belakang Silia, Andreas sudah menyuntik mati mereka berdua dalam kabut tadi.
"Biar aku saja" Ucap Rocky.
"Tidak boleh jangan biarkan Rocky menyentuhnya, aku tidak ingin perasaan nya tumbuh dan membuat kita celaka" setelah berbicara Arion melangkahkan kakinya pergi.
"Kau dengar itu Rocky, bagaimana pun dia memiliki wajah yang sama dengan Silvia" Andreas menepuk pundak Rocky.
Andreas kemudian menarik paksa Silia untuk berjalan mengikutinya, sedangkan Rocky terdiam sejenak dan mengikuti mereka.
Arion berhenti, dia melihat apakah api dari kamar yang menyekap Olivia menyebar, ternyata tidak apinya malah sudah padam.
Sebelum Arion keluar "Tuan kau baik-baik saja" Terlihat Rafael dan Rania berlari ke arahnya dengan banyak anak buah.
"Tuan biarkan Olivia saya yang bawa, tuan terlihat tidak baik" Rania melihat luka di pundak Arion.
"Berisik, dia wanitaku hanya aku yang boleh menggendong nya" Arion langsung berjalan meninggalkan Rania dan Rafael.
"Tunggu tuan kenapa semarah itu aku hanya menawarkan bantuan" Keluh Rania.
"Itulah sikap laki-laki yang ingin melindungi wanitanya" Rafael mengusap Kepala adiknya.
****
Mereka semua telah kembali ke markas Arion. Olivia sudah di obati oleh Rania, Arion juga sudah mendapatkan penanganan dari Andreas.
Begitu pula Aric yang harus mengalami pendarahan kembali pada lukanya, Aric sudah di bawa ke rumah sakit dan di temani oleh Fiona.
Sedangkan Silia sudah di tempatkan di penjara bawah tanah bersama dengan pengkhianat yang sudah Andreas tangkap.
Saat ini Arion tengah berada di kamar pribadi yang ada di Markas nya "Maafkan aku sayang, aku telah melibatkan mu dan membiarkan mu merasakan semua sakit ini" Arion mengecup tangan Olivia.
__ADS_1
Hatinya sakit melihat luka yang begitu banyak di sekujur tubuh Olivia "Aku akan membalas mereka yang menyakiti mu dua kali lipat Olivia" Arion menggenggam erat tangan Olivia.
"Arion" Andreas masuk ke dalam kamar pribadi Arion yang ada di markasnya.
"Ada apa? " tanya Arion tanpa melihat Andreas.
"Bagaimana jika membawa Olivia ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang lebih efektif
" Terserah saja, lakukan terbaik untuk Olivia, tapi masalah itu serahkan pada Rania dan Rafael kita masih punya satu ekor kelinci yang harus di tangkap " Arion mulai bangkit dia tidak bisa membuang waktunya lagi.
"Aku mengerti, kita berangkat sekarang"
"Tentu saja, Rania" Teriak Arion Rania yang tadi keluar saat Arion masuk kini di panggil masuk kembali.
"Iya tuan" Jawab Rania saat sudah berada di dalam kamar.
"Bawa Olivia ke rumah sakit, minta Rafael untuk berjaga di sana kau juga di larang meninggalkan nya sendiri apa kau mengerti"
"Saya mengerti tuan" Mendengar Jawaban Rania, Arion merasa tenang meninggalkan Olivia
Arion dan Andreas bergegas keluar baru saja keluar Alister dan Rocky sudah menunggu mereka.
"Kau mau kemana? Arion" Tanya Rocky.
"Melacak kelinci yang berusaha kabur" Jawab enteng Arion.
"Tunggu jadi kau sudah tau siapa orang berjubah itu? " Tanya Rocky penasaran.
"Tentu saja, apa kau lupa siapa aku! aku hanya lengah sedikit sehingga melibatkan Olivia, aku terlalu meremehkan musuhku sehingga tidak menyadari bahwa kediaman mars bisa menjadi perangkap untuk ku" masalah Olivia di culik, itu tidak terfikir kan oleh Arion karena menurut Arion kediaman nya itu aman.
"Jadi apa kau sudah tau penghianat nya? " Tanya Rocky lagi.
"Tentu saja, mereka sudah duduk dengan aman di penjara kita" Ucapan Arion membuat Rocky mengerti kenapa Andreas datang terlambat karena Andreas membereskan penghianat nya dulu.
"Jadi siapa mereka? " Rocky terlihat penasaran dia tidak bisa menebak siapa orang nya.
"Kau akan tau saat kita sudah menangkap kelinci jelek yang kabur"
"Bagaimana kita menangkapnya Arion? apa kau tau dia di mana? "
"Tentu saja, Andreas keluar kan HP mu" Arion tersenyum licik, sebenarnya peluru yang dia tembakan di punggung orang berjubah itu sudah di modifikasi dan di berikan alat pelacak.
__ADS_1
"Lihat bagaimana aku akan menghukum kalian yang berani mencelakai keluarga ku! "