
Arion segera berlari dan
Dooooooorrrr.... terdengar satu tembakan
"Tuan kau tidak apa-apa?, " Ucap Dion yang melihat tuannya berdarah karena menghalangi pistol yang ingin menembak mati Mario.
Namun karena kecepatan Arion yang mendorong Mario dan dion peluru itu hanya melukai lengan Arion tidak sampai bersarang di sana. "Hanya luka kecil kau bawa masuk Mario ke dalam mobil" Ucap Arion dengan dirinya yang sudah berlari mengejar orang yang menembaknya dari kejauhan.
"Brengs*k pengecut!! " Ucap Arion yang melihat satu orang yang menembaknya masuk kedalam mobil mengemudi menjauh dari Arion, Arion yang terluka tidak bisa mengejar.
Dion menghampiri Arion menggunakan mobil, Arion tanpa basa-basi langsung saja masuk ke dalam mobil dengan menutup luka di lengannya yang masih di penuhi dengan darah segar yang mengalir.
"Bos lukamu" Ucap Dion khawatir dia ingin menghentikan mobilnya, dan menutup luka Arion namun di tahan oleh Arion.
"Kau ingin apa, jangan hentikan mobilnya lekas bawa kembali dia ke markas, luka ku ini aku bisa menahannya! " Ucap Arion dengan menunjukkan wajah yang serius, tentu saja itu membuat Dion tidak berani menentang perkataan Arion
Dion segera mengemudikan mobilnya dan menambah kecepatan nya, kini mereka sudah sampai di markas, markas sudah terlihat bersih tanpa ada satu pun anak buah Mario harris, Rocky sudah membereskan semuanya.
Rocky juga sudah membawa anak buahnya yang terluka parah ke rumah sakit terdekat milik keluarga Mars, untuk anak buah mereka yang terkena luka ringan di bawa pergi ke camp pelatihan.
Rocky, Rafael dan Aric yang melihat Dion dan Arion datang segera menghampiri mereka, mata mereka bertiga kini tertuju pada lengan Arion yang terluka.
"Kau terluka? " Ucap Rocky dan Aric secara bersamaan.
"Hentikan perhatian kalian, itu membuatku jijik" Ucap Arion bergidik ngeri, dan berlalu meninggalkan mereka, berjalan lebih dulu, Ucapan Arion itu membuat mereka melihat satu sama lain dan ikut bergidik ngeri.
Sedangkan Dion dengan susah payah membawa Mario yang lebih besar darinya "Hei Rafael bantu aku! " Ucap Dion yang melihat Rafael hanya berdiri di sana, Rafael dengan sigap membantu Dion.
__ADS_1
Dion membawa Mario ke penjara tempat di mana nanti Andreas bisa mengecek tubuh Mario Harris.
Sedangkan Arion segera mengambil pembalut luka, dia ingin menekan pendarahan di lengan nya, Rocky yang melihat itu segera membantu Arion, itu sudah menjadi hal biasa untuk Rocky selama dia bersama dengan Arion di dunia bawah dirinya sudah beberapa kali membantu Arion membalut lukanya, begitupun sebaliknya.
"Kau menghalangi sebuah tembakan? " Tanya Rocky yang sudah melihat luka Arion
"Ya seperti yang kau lihat! " Arion menjawab dengan santainya tanpa merasa sakit saat Rocky mengusap darahnya dan mengobati lukanya.
"Haruskah ini di jahit seperti nya lukanya lumayan dalam"
"Tidak perlu ini akan baik-baik saja, kau balut saja" Ucap Arion begitu yakin
"Kau ini, jika terjadi sesuatu jangan mengeluh padaku" Rocky segara membalut lukanya dengan wajah yang lumayan terlihat kesal
Melihat keakraban antara Rocky dan Arion membuat Aric malah merasa dirinya yang orang luar di antara mereka, dia bahkan tidak dekat dengan saudara kembarnya itu.
Pagi menyapa..
Arion segera bangun dari tidur nya, dia mengambil ponselnya yang dia letakan di sampingnya, dia melihat ada pesan dari bodyguard nya yang mengatakan semalam alister terus mencoba untuk masuk ke kamar Olivia, melihat laporan itu Arion bergegas bangun, dia segera membersihkan dirinya.
Arion lupa dirinya terluka dia sudah membasahi lukanya, sudah terlambat untuk menyalahkan dirinya bagaimana pun luka itu sudah terkena Air, dia hanya bisa mengobati dan membalut ulang lukanya.
Arion kemudian ke luar dari kamar nya dia melihat Rocky dan Aric masih tertidur dengan pulas sedangkan Andreas baru saja masuk, semalaman suntuk dia memeriksa tubuh Mario Harris, ketika Andreas datang Arion sudah terlelap jadi Arion tidak tau Andreas datang.
"Kau sudah di sini? " Tanya Arion pada Andreas yang baru saja mendudukkan dirinya.
Andreas mengangguk "Aku menemukan sebuah GPS di tubuh Mario Harris, bebrapa racun juga di tanam di tubuhnya, aku sudah mengeluarkan semuanya" Jelas Andreas pada Arion.
__ADS_1
"Aku tau itu, lalu kau sudah mengeluarkan semuanya? " Tanya Arion kepada Andreas
Andreas mengangguk kecil terlihat masih ragu untuk menjawab "Aku akan memeriksanya lagi setelah aku beristirahat, aku takut karena aku yang kelelahan aku melewati sesuatu di tubuh Mario" Ucap Andreas, bagaimana pun Andreas baru selesai melakukan operasi dia langsung datang setelah menerima pesan dari Arion.
"Pakai ranjang ku, tapi ingat untuk mengganti sprei nya setelah kau memakainya! " Ucap Arion yang ingin melangkahkan kakinya pergi.
"Hei kau mau kemana? Rocky bilang kau terluka" Udah Andreas yang sebenarnya masih ingin memeriksa luka di lengan Arion.
Arion tidak jadi melangkah dia melihat lukanya "Ini hanya luka kecil, ada urusan yang lebih penting sekarang" Arion langsung teringat pesan bodyguard, dia takut Alister menerobos pagi ini saat dia tidak ada dan berdua bersama istri nya, memikirkan nya saja mampu membuat Arion kesal bukan main
Andreas melihat wajah Arion terlihat marah "Apa kau perlu bantuan ku, seperti nya Rocky dan tuan Aric masih tertidur, aku bisa menemani mu menangani urusanm... " Ucapan Andreas berhenti di sana saat Arion sudah mulai bicara
"Tidak perlu! kau di sini saja! " Arion buru-buru melangkah, Arion mana mungkin mengizinkan Andreas ikut, di mata Arion Andreas juga masih menjadi rival terberatnya karena dia pernah hadir di masa lalu istrinya.
Andreas menggelengkan kepalanya, aneh bagi Andreas biasanya Arion tidak pernah melarang orang mengikuti nya saat terjadi masalah "Ada apa dengan nya, aku ini hanya ingin membantu" Ucap Andreas
"Membantu apa, kau ini apa tidak bisa membaca suasana dia itu ingin segera menemui Olivia" Ucap Rocky tiba-tiba membuat Andreas terkejut bukan main
"Ka.. kau mengejutkan ku" Ucap Andreas yang tidak menyadari kalau Rocky sudah bangun dan mendengarkan pembicaraan mereka.
Arion segera melajukan mobilnya ke rumah sakit, Arion tidak bisa tenang di sepanjang jalan dia tidak ingin Alister mengambil kesempatan saat dia tidak ada.
Arion kini sudah sampai di parkiran rumah sakit dia segera bergegas ke ruangan Olivia benar saja dua bodyguard nya sudah di ikat oleh Alister dan Olivia tidak ada di kamarnya, Arion segera membebaskan kedua bodyguard nya yang di ikat dan di tutup mulutnya "Hei kalian berdua di mana Olivia? "
"Nona di bawa pergi tuan Alister saat Nona masih tidur" Ucapan bodyguard itu membuat Arion sangat marah.
"Alister kau berani menyentuh Olivia akan ku bunuh kau dan keluarga mu!! " Arion mengepalkan tangannya
__ADS_1