MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 191


__ADS_3

Siang berlalu mereka semua makan bersama tak terkecuali Silvia, makan siang di kuasai dengan rasa canggung. Setelah makan siang semua orang mengantarkan Tiara , Aleena, Angel dan Rayyan ke bandara.


"Nyonya apa kau yakin aku tidak perlu ikut? " Tanya Olivia saat mendorong Angel di kursi roda menuju pesawat.


Angel menggeleng pelan sembari mengusap tangan Olivia yang sedang mendorong "Tidak perlu Olivia, sekarang kau punya kewajiban lain" Jawaban Angel itu membuat Olivia tersipu sekaligus teringat bahwa Arion masih marah padanya, Olivia sedikit melirik ke arah Arion yang berjalan di depan bersama Rocky dan Silvia.


"Kak Olivia" Aleena menarik ujung pakaian Olivia "Kak Olivia harus waspada terhadap Silvia itu, Aleena tidak menyukainya, benar-benar kesal! " Ucap Aleena yang melihat Silvia terus mengobrol dengan Rocky dan sesekali tersenyum pada Arion.


Olivia hanya bisa mengangguk dan mengiyakan ucapan Aleena, "Baiklah akan kakak ingat, kak Olivia akan menjaga kak Rocky untuk Aleena " Ucap Olivia yang membuat Aleena terkejut dan sedikit tidak senang, tapi ada sedikit rasa senang, perasaan yang aneh.


"Ya! untuk apa kak Olivia menjaganya harusnya kak Olivia menjaga kak Arion untuk ku, apa urusan nya denganku " Ucap Aleena sedikit malu-malu.


"Kakak hanya asal bicara maaf ya, jangan marah ok" Melihat Aleena menggembungkan pipinya membuat Olivia tidak enak hati, sebenarnya Olivia mengatakan itu karena setiap Aleena dan Rocky bersama mereka akan bertengkar kecil, jadi Olivia merasa saat kemunculan Silvia membuat Aleena kesepian karena tidak bercanda dengan Rocky.


"Baiklah kali ini aku maafkan, tapi jangan di ulangi ya" Aleena melipat tangannya di depan dadanya bergaya seperti remaja dia menatap punggung Rocky yang terlihat dekat dengan Silvia 'Siapa yang peduli padanya cih! ' Ucap Aleena dalam hati yang terus menggembungkan pipinya merasa kesal tanpa akhir.


Angel hanya diam menyimak ucapan kedua cucunya itu tanpa merespon apapun, mungkin bagi Angel itu hanya lelucon anak muda.


Aleena melihat Silvia bergurau dengan Rocky dan tertawa, membuat Aleena tanpa sadar merasa kesal dan menggenggam tangannya, Aleena tanpa sadar melangkahkan kakinya dan berjalan mendahului Olivia dan Angel.


Dia mengejar kakaknya dan berjalan di samping Arion "Yah kakak sayang sekali kenapa tidak mengajak kak Dion" Ucapan Aleena mengingatkan Arion pesan Aleena waktu itu.


"Dia sibuk tidak bisa di ganggu! " Ucap ketus Arion, bagi Arion Aleena masih sangat kecil tidak bisa terus menyukai Dion.


"Aah.. padahal aku ingin kak Dion mengantarku" Suara Aleena terdengar sengaja di perkeras.


"Tidakkah cukup aku yang mengantar mu" Arion menaruh tangannya di atas kepala Aleena dengan bentuk meninju dan sedikit menekan.


"Kak Arion apa yang kau lakukan, sa.. sakit sakit " Aleena memukul-mukul tangan Arion di atas kepalanya.


"Kau gadis kecil! " Arion gemas pada Aleena dan menggendong nya.


"Aku mau kak Dion" Aleena mengulurkan lidahnya. dan sedikit melirik pada Rocky, pada akhirnya Rocky hanya terus berbicara dengan Silvia.

__ADS_1


"Tidak boleh! " Aleena hanya diam tidak mendengar jawaban Arion, dia memilih menyenderkan kepala nya di bahu Arion.


Fiona dan Aric ada di barisan belakang, Fiona tiba-tiba melepaskan tangan Aric "Ada apa? " Tanya Aric yang tidak suka Fiona tiba-tiba melepaskan gandengan tangannya.


"Sebentar aku akan bicara dengan Olivia" Ucap Fiona penuh semangat dengan mata berbinar-binar.


"Baiklah terserah kau saja" Ucap Aric yang sebenarnya enggan di tinggal Fiona tapi hanya berbicara dengan Olivia Aric berusaha untuk tidak keberatan.


"Nah Olivia, kau tidak lupakan setelah ini kau harus ikut denganku" Bisik Fiona pada Olivia.


Olivia sedikit melihat ke arah Fiona "Itu.. apakah tuan Arion mengijinkan nya? ".


" Tentu saja, kak Arion memperbolehkan nya, apa kau tidak percaya aku bahkan merekam perkataan ku" Fiona memang sudah bertanya karena marah Arion memperbolehkan Fiona membawa Olivia.


"Benarkah? baiklah kalau begitu" Entah mengapa mendengar Arion memperbolehkan nya pergi begitu saja membuat hatinya merasa sakit , karena bagaimanapun biasanya Arion tidak akan mengijinkan nya begitu saja.


"Yosh, setelah ini kau ikut mobil ku ok" Fiona terlihat bersemangat dan Olivia hanya pasrah mengangguk.


Fiona kembali ke sisi kekasihnya " Apa yang kau bicarakan dengan Olivia! " Aric tidak mendengar percakapan pelan Olivia dan Fiona, maka dari itu dia bertanya.


"Katakan atau aku akan mencium mu" Ancaman Aric itu membuat Fiona tak sanggup menelan ludahnya, bagaimanapun itu tempat umum meski tidak ramai tapi masih ada orang di bandara.


Aric mendekatkan wajahnya sedikit demi sedikit membuat Fiona terpojok " Baiklah baiklah aku katakan, aku kan sudah bilang akan memberikan hadiah pada Alister jadi aku mengajak Olivia pulang dengan mobil kita"


Aric tidak menarik wajahnya namun dia mencium singkat bibir Fiona. "Hee, apakah kekasihku akan jadi mak comblang? " Tanya Aric


"Ka.. kau mencium ku, menyebalkan" Fiona melihat ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada yang melihat kelakuan Aric itu.


"Kenapa menyebalkan, apa aku kurang lama mencium mu" Goda Aric yang membuat pipi Fiona merah merona.


"Tidak, jangan lakukan di sini"


"Baiklah kita lakukan di rumah" Aric menarik tangan Fiona untuk berjalan dengannya menyusul yang lain.

__ADS_1


'Apakah dari dulu kak Aric semesum ini! ' Fiona menutup wajahnya dengan satu tangan dan menggelengkan kepalanya untuk menenangkan hatinya.


Saat ini pesawat sudah lepas landas meninggalkan mereka yang mengantarnya,


Arion, Rocky dan Silvia satu mobil, sedangkan Olivia satu mobil dengan Aric dan Fiona.


Rocky sudah dengar kalau Olivia pergi dengan Aric dan Fiona "Apa kau benar-benar mengizinkan nya? " Bisik Rocky yang ada di belakang kemudi, sedang Arion duduk di sampingnya.


Arion hanya diam membisu, memikirkan apa harus dia semarah itu pada Olivia "Sial! " Ucap Arion mengacak rambutnya.


"Apa aku harus mengejar mereka? " Bisik Rocky.


"Kalian berbicara apa? " Tanya Silvia yang mulai mendekat ke kursi depan.


"Ahaha tidak ada apa-apa, hari ini aku dan Arion ada urusan haruskah aku mengantarmu pulang? " Tanya Rocky.


"Apa aku tidak bisa ikut? " Silvia menyenderkan kepalanya di antar kursi Arion dan Rocky.


"Tidak! " Arion langsung menjawab sebelum Rocky. Rocky hanya bisa menghela nafas.


Di sisi lain, Fiona tengah asik dengan HP nya sedangkan Olivia masih memikirkan sikap Arion yang terkesan membiarkannya begitu saja.


"Olivia, Olivia" Panggil Fiona, membuat Olivia tersadar.


"Ah, apa kita sudah sampai? " Tanya Olivia.


"Kita mampir ke sini sebentar ya" Fiona turun di sebuah butik, Olivia hanya mengikuti Fiona.


Fiona dan Olivia masuk, sedangkan Aric hanya menunggu di dalam mobil "Apa yang akan Fiona lakukan? " Ucap Aric yang sama sekali tidak tau rencana Fiona.


Fiona dan Olivia keluar dari salon dengan Olivia yang sudah di make over, dan terlihat benar-benar cantik dan Anggun.


"Kak antar kita ke sini ya" Fiona menunjukan alamat yang akan di tuju.

__ADS_1


"Ini? " Aric sedikit ragu namun hanya bisa menuruti ucapan Fiona 'Jika Arion tau apakah dia akan marah? ' Ucap Aric dalam hati.


__ADS_2