
"Nyonya apa yang Nyonya katakan? " Ucap Olivia canggung "Seperti nya Nyonya harus beristirahat" Ucap Olivia ingin segera mengakhiri pembahasan yang tidak ingin dia bahas.
"Olivia aku serius, Arion tidak sekejam yang terlihat dia hanya kehilangan hatinya di waktu kecil, setelah bangun aku melihat dia seperti berubah mungkin itu karena kehadiran mu Olivia" Nenek Angel menatap Olivia penuh harap
"Nyo.. Nyonya salah paham tuan muda bahkan sangat membenciku, bagaimana bisa Nyonya berfikir kami bisa menikah, rumah tangga tanpa cinta akan jadi apa nantinya" Ucap Olivia yang sangat yakin Arion dia sangat membenci dirinya begitupun Olivia yang tidak bisa memaafkan sedikit banyak perkataan kejamnya terhadap Olivia.
"Aku tidak melihat nya seperti itu, dia seperti nya menyukaimu Olivia, nenek yakin kau bisa membuat Arion kembali memiliki hati" Angel meraih tangan Olivia menggenggam nya penuh harap.
"Nyonya anda benar-benar salah, menyukai ku? itu sangat mustahil" Olivia yakin akan pendapat nya bagaimana orang yang selalu menganggap nya barang atau hewan peliharaan bisa menyukainya itu jelas tidak mungkin.
"Aku memang sudah tua Olivia, tapi mata ki tidak pernah salah" Ucap Angel tersenyum pada Olivia.
Tapi Olivia tidak percaya sama sekali dengan ucapan Angel dia tau betul bagaimana Arion memperlakukan nya.
"Nyonya " Ucap seseorang yang baru saja masuk, mereka tidak mendengar langkah kakinya karena asik mengobrol.
"Andreas kau sudah datang? " Angel tersenyum pada Andreas yang ikut tersenyum
"Baru saja, bagaimana keadaannya Nyonya apa ada yang terasa tidak nyaman? " Ucap Andreas berjalan ke arah Angel.
"Andreas sejak kapan kau begitu sungkan padaku panggil nenek saja seperti dulu" Angel sudah menganggap Andreas sama seperti Arion dan Rocky.
"Baiklah, nenek apa ada yang tidak nyaman? " Andreas menyentuh tangan Angel memeriksa nadinya, sedangkan Olivia menjaga jarak dan mengambil nampan yang berisikan mangkuk dan gelas kosong itu.
"Nyonya dan dokter Andreas saya permisi dulu untuk mengembalikan ini ke dapur" Olivia bergegas meninggalkan Andreas dan Angel dia benar-benar ingin menjaga jarak antara dia dan Andreas.
Andreas menghela nafasnya tanpa sadar kepalanya mengikuti punggung yang sudah menjauh itu *Olivia kau sengaja menghindari ku? " Ucap Andreas dalam hati raut wajahnya terlihat sangat kecewa.
__ADS_1
Angel menangkap ekspresi sedih dari wajah Andreas " Andreas ada apa? " Tanya Angel pura-pura tidak mengetahui apapun meski sebenarnya dia tau jelas Andreas menyukai Olivia bahkan pernah berpacaran dengannya.
Andreas memaksakan senyumnya "Tidak ada nenek, kita lakukan pemeriksaan dasar ya" Andreas berusaha bersikap profesional dia segera melakukan tugas nya dan menahan rasa ingin mengejar Olivia, dia sudah mendengar semuanya bahkan nenek Angel merestui hubungan Olivia dan Arion itu membuat dada Andreas merasa sesak ingin rasanya Andreas mendekap Olivia dan membawanya lari dari keluarga Mars, dan hidup bahagia berdua dengannya.
Olivia kembali ke dapur di sana dia tidak melihat Rania atau bibi margareth mungkin mereka berdua sedang berbelanja untuk kebutuhan dapur.
Olivia mencuci mangkuk dan gelas yang baru saja Angel pakai, setelah mencuci Olivia berjalan ke lemari pendingin dia melihat ada sesuatu yang menempel di sana dan mengambil nya "Sebuah note? " Olivia kemudian membacanya
Isi note: Berjalan menuju taman
"Ini apakah note untuk ku? atau sebuah candaan? " Ucap Olivia berbicara dengan diri sendiri, tapi dia penasaran ada apa di taman dan akhirnya Olivia pun mengikuti petunjuk dari note itu.
Olivia berjalan ke arah taman menemukan Satu tangkai mawar merah tergeletak di jalan, Olivia memungutnya ada note lagi di sana
Isi note: berjalan ke arah kursi taman
Isi note: Pejamkan matamu, hitung sampai 100
"Apa ini permainan anak-anak? apa aku sedang di kerjai? " Pertanyaan itu terus berputar di kepala Olivia tapi anehnya Olivia tetap melakukan apa yang di tuliskan di note itu
Olivia mulai berhitung, dan sesekali memaki dirinya bodoh dalam hati, di pikiran nya mungkin ini permainan yang Rocky kerjakan untuk mengerjai nya.
Selesai menghitung Olivia membuka matanya dia membuka matanya pelan dan tidak ada apa-apa di depannya "Olivia apa yang kau lakukan hah " Olivia menertawai dirinya sendiri yang bisa-bisa nya terjebak oleh permainan note yang dia pikir akan berakhir dengan romantis.
"Sudahlah harusnya aku tidak bermain-main aku harus berkerja" Ucap Olivia yang membalik tubuhnya dan dia menabrak tubuh laki-laki yang sedari tadi berdiri di belakangnya membuat Olivia terpental hampir jatuh kebelakang untung saja laki-laki itu dengan sigap menangkap Olivia membuat Olivia berada di pelukan nya.
Olivia mengerjapkan matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat, Olivia dengan lucunya Mengedipkan matanya berulang-ulang memastikan apa yang dia lihat nyata atau hanya halusinasi saja.
__ADS_1
Tanpa sadar Olivia meraba wajah tampan di hadapan nya dan mencubit nya " Hei apa yang kau lakukan? " Suara itu mampu mengejutkan nya dan mendorong tubuh Olivia, Olivia panik dan hampir terjatuh namun laki-laki itu dengan sigap memeluknya lebih erat tubuh Olivia, Dua mata saling pandang untuk sekian detik
Deg.... Deg....
Detak jantung yang berdetak kian cepat terasa pada jantung keduanya sampai akhirnya Olivia tersadar dan mendorong tubuh laki-laki itu dan dia sedikit mundur ingin menjauh.
"Maafkan saya tuan, saya tidak tau anda ada di belakang saya" Ucap sopan Olivia yang melihat dengan jelas siapa laki-laki itu dia adalah sang penguasa sombong Arion.
Arion hanya diam dia sendiri tidak tau respon apa yang harus dia berikan.
Di sisi lain Rocky hanya bisa menepuk kepalanya melihat tingkah kaku Arion
Melihat Arion yang tetap diam membuat Olivia berfikir Arion mungkin marah dengannya dan lebih baik dia kabur "Kalau begitu saya pergi dulu" Olivia bersiap melangkah pergi namun tiba-tiba tangannya di tahan oleh Arion
Olivia menghentikan langkahnya dan kemudian "Bawa ini! " Ucap Arion dan langsung saja pergi membuat Olivia bertanya-tanya apa maksud dari ini semua.
"Bunga, balon, coklat? Apa maksud nya? " Olivia nampak bingung
Sedangkan Arion hanya bisa menghela nafasnya panjang "Apa yang aku lakukan! ini benar-benar konyol"
"Arion bagaimana bisa kau langsung pergi begitu saja! kau bahkan tidak mengucapkan apapun" Ucap Rocky yang tidak bisa berkata-kata lagi dengan sikap Arion yang bahkan tidak bisa menunjukkan ketulusannya pada Olivia.
"Apa yang harus aku katakan aku sudah memberikan semuanya, barang yang kau bilang untuk menunjukkan ketulusan ku" Jawab datar Arion
"Ah sudahlah kau sama sekali tidak bisa romantis, jika nanti Olivia lebih memilih Alister yang begitu romantis kau jangan menangis kepadaku" Ucap kesal Rocky dia mengatur skenario yang begitu romantis tapi tidak bisa di eksekusi dengan baik oleh Arion benar-benar mengecewakan.
"Itu tidak akan terjadi" Ucap Arion yakin, Rocky hanya bisa menggelengkan kepala
__ADS_1