MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 217


__ADS_3

Mereka semua kini berada di meja makan, setelah makan siang Arion bergegas pergi di ikuti oleh Aric.


"Kau mau kemana? " Tanya Aric.


"Aku harus kembali ke kantor banyak hal yang harus aku kerjakan" Arion membuka pintu mobilnya di ikuti oleh Aric yang ikut masuk ke dalam mobil "Apa yang kau lakukan di sini? "


"Aku ingin membantu mu, lagi pula aku tidak ada pekerjaan" Ucapan Aric sembari memakai sabuk pengaman.


" Terserah saja asal kau tidak mengganggu pekerjaan ku" Arion melajukan mobilnya kembali ke kantornya.


Sesampainya di kantor mata Arion terbelalak ketika seseorang yang dia kenal sudah kembali bekerja tanpa sepengetahuan nya "Dion apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Arion terkejut.


"Tentu saja bekerja tuan muda" Dion tersenyum canggung.


"Bagaimana dengan luka mu apakah sudah membaik? " Tanya Aric memotong pembicaraan mereka.


"Seperti yang tuan lihat" Dion sudah baik hanya saja kakinya masih sedikit sakit jadi membuatnya agak sukar berjalan.


"Jika belum sepenuhnya membaik tidak udah masuk, semua urusan sudah aku selesaikan tidak perlu memaksa tubuh rusak mu itu" Seperti biasa Arion tidak ada maksud jahat hanya saja ucapannya benar-benar menyakitkan


"Aku sudah lebih baik tuan, tapi bagaimana keadaan Rocky? " Dion baru mengetahui masalah Rocky dari Andreas saat dia melakukan pemeriksaan di rumah sakit.


"Kau pasti sudah tau dia tidak baik-baik saja" Ucap Arion yang akhirnya Memilih masuk ketimbang berdiri di depan ruangannya.


Arion duduk di depan laptop nya, mengotak atik sebentar "Kau bisa melihat nya" Arion ternyata memasang kamera pengawas di ruangan Rocky.


Terlihat Rocky hanya menatap jendelanya dengan tatapan kosong, mereka semua hanya seperti melihat rangka tanpa jiwa.


"Dia lebih parah dari pada saat Silvia pergi" Dion ingat sekali saat itu meski Rocky terpukul tapi dia masih memilih untuk menghibur dirinya dengan minum-minum tidak seperti sekarang yang malah menutup dirinya


Arion sedikit terkejut mendengar ucapan Dion, Arion merasa dia tidak tau apa-apa tentang sepupu yang selalu di sisinya dan mendukung nya itu.


"Kehilangan orang yang di sayang memang menyakitkan tapi di khianati orang yang di percaya itu dapat menghancurkan semuanya" Ucap Aric yang sedikit menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tuan bisakah aku menemuinya? " Tanya Dion yang memang tidak tau kabar sahabat nya itu selama di rumah sakit.


"Besok aku akan ke sana, kau boleh ikut" Ucapan Arion mendapat anggukan dari Dion


"Baik tuan saya ikut" Ucap Dion dengan wajah tanpa keraguan 'Rocky kau harus melepaskan belenggu masa lalu' Dion berbicara dalam diam


Arion menyelesaikan pekerjaan nya dan kembali ke rumah, setelah membersihkan diri Arion dan semua nya makan malam bersama


Setelah selesai makan malam, saat ini Aric dan Arion berada di balkon kamar Aric "Kenapa menyuruhku kemari? " Tanya Arion yang berdiri tepat di samping Aric.


"Arion aku ingin mengatakan satu hal, lusa aku, Fiona dan Alister akan kembali "


"Tidak masalah aku juga akan ikut" Jawaban Arion itu berhasil membuat Aric terkejut.


"Kau akan pulang, apa aku tidak salah dengar? "


"Tidak, aku juga akan membawa nenek kembali " Jawab Arion santai.


"Oh aku sudah menduganya, tapi soal Rocky? "


"Apa dia mau? "


"Soal itu aku sudah belajar cara membawa paksa seseorang pergi dari negara nya" Arion teringat dirinya yang tiba-tiba berada di keluarga Aditama berkat kerja sama Daniel dan Rocky seperti nya Arion akan menggunakan cara yang sama untuk membawa Rocky keluar dari dunianya yang sekarang.


Aric sedikit mengerti dia mengangguk, menyetujui apa yang ada di pikiran Arion sekarang.


"Kau hanya ingin berbicara ini? " Tanya Arion yang sudah mulai tidak tahan untuk bertemu dengan istrinya.


"Iya"


"Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku"


"Apa kau sudah mengantuk? " Tidak biasanya Arion terburu-buru ke kamar pada jam seperti ini.

__ADS_1


"Kau masih single kau tidak akan tau apa rasanya orang yang sudah menikah" Ledek Arion membuat Aric kesal


Arion segera pergi dan kembali ke kamarnya "Lihat saja sebentar lagi tidak hanya kau yang punya istri" Gerutu Aric saat melihat Arion melangkah pergi.


Di kamar Arion Olivia menatap jendela yang langsung melihat kearah bintang-bintang, meski bintang tak banyak seperti di desa bintang itu sudah mampu membuat Olivia merasa tenang.


"Apa yang sedang kau lakukan sayang? " Suara itu membuat Olivia menengok ke arah belakang nya.


"Tidak ada hanya sedang melihat indahnya malam" Olivia tersenyum kepada Arion yng berjalan mendekat ke arah Olivia, Arion memeluk Olivia dari belakang.


"Yang indah bukan malam tapi orang yang sedang berada di pelukan ku ini" Arion mencium pundak Olivia, desir nafas Arion membuat jantung nya berdetak kencang.


"Sejak kapan seorang tuan muda Arion bisa berbicara seromantis ini" Olivia melirik ke arah suaminya itu mata keduanya saling bertemu.


"Sejak seseorang seperti mu mengacaukan hidupku" Arion memutar tubuh istrinya untuk menghadap ke arahnya, mata mereka saling bertemu.


"Ap.. apa maksud mu? boo apa aku seorang pengacau? " Olivia masih menatap mata suaminya.


"Ya kau adalah seorang pengacau yang hebat, hanya kau yang bisa membuat hidup ku begini, kau selalu bisa membuatku marah ketika melihat mu bersama orang lain, hanya kau yang bisa membuatku tidak bisa berfikir dengan logis, perasaan kacau itu hanya kau yang bisa melakukan nya padaku" Arion mendekat kan wajahnya dan mencium Olivia dengan lembut.


Ciuman Arion semakin lama semakin panas tangan Arion pun tak tinggal diam, perlahan kancing piama tidur itu terbuka, tangan Arion menyelinap masuk untuk bermain dengan benda empuk nan kenyal di tubuh Olivia.


Arion menurunkan ciumannya ke leher Olivia, memberikan beberapa tanda di sana, membuat Olivia tidak bisa untuk menahan mengeluarkan lenguhan lirih yang membuat Arion semakin bersemangat.


Arion tidak tahan untuk melihat ekspresi Olivia yang semakin menggodanya alhasil Arion segera menggendong Olivia ke ranjang mereka, perlahan Arion membaringkan tubuh Olivia ke ranjang membuat Arion semakin leluasa untuk merajai tubuh Olivia.


Arion kembali mencium Olivia kali ini ciumannya semakin panas sampai akhirnya di melepas kaus yang melekat di tubuhnya dia kembali memberikan tanda di leher jenjang Olivia sembari tangannya berusaha menanggalkan piama yang Olivia pakai.


Keringat membasahi ke duanya pergulatan panas tak bisa di hindari, saat tubuh Arion bergerak naik turun di ikuti suara lembut Olivia yang menambah panas suasana kamar itu.


Sampai akhirnya Arion memeluk erat tubuh Olivia bersamaan dengan Olivia yang mencengkram kuat ranjangnya.


Suara lenguhan Olivia dan nafas panjang Arion mengakhiri permainan panas itu.

__ADS_1


Keduanya terbaring lemas di ranjang besar itu, Arion membawa Olivia ke pelukan nya, karena kelelahan akhirnya mereka tertidur pulas.


__ADS_2