MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 257


__ADS_3

Setelah pernikahan , Aric dan Fiona memilih untuk bulan madu ke luar negeri.


Sedangkan Arion dan Olivia bersiap untuk kembali ke negaranya.


"Kak Olivia apa kau benar-benar akan pergi? " Tanya Aleena.


"Iya Aleena sayang, kak Arion sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan nya dia harus kembali" Jelas Olivia


"Tidak mau tidak boleh kak Olivia harus tetap di sini, lagipula kak Olivia sedang hamil tidak baik untuk kak Olivia naik pesawat bukan" Aleena memberikan banyak Alasan agar Olivia tidak kembali ke negara nya.


"Tidak bisa Aleena, kakak harus kembali" Olivia terus mengemasi beberapa barang nya dan Arion.


"Biar kak Arion saja yang kembali kak Olivia tidak boleh" Ucap Aleena menghentikan tangan Olivia yang sedang berkemas.


Arion yang sedari tadi diam memandang laptop nya kini ikut bersuara "Gadis kecil dengar! kak Olivia mu itu milik ku, dia harus ada di mana aku berada kau mengerti! " Arion menutup laptop nya dan berjalan ke arah istrinya "Benarkan sayang" Arion memeluk Olivia dia benar-benar semakin posesif, Arion mencoba melepaskan tangan Aleena dari Olivia.


"Tidak mau, tidak boleh Aleena mau kamu Olivia tetap di sini, Aleena akan kesepian jika sendirian" Aleena bersikap memelas.


Olivia melihat ke arah Aleena dengan melepaskan tangan Arion yang memeluknya secara Arion perlahan " Aleena dengar kita masih bisa saling memberi kabar lagi pula sekarang semua serba mudah, nanti jika Aleena libur Aleena bisa mengunjungi kakak atau sebaliknya" Olivia mengusap pipi Aleena.


Arion memasang wajah tidak suka dan menarik Olivia kembali ke pelukan nya "Benar yang di katakan sayangku" Sikap posesif Arion semakin parah karena efek ngidam.


"Baiklah aku mengerti, tapi kak Olivia jangan lupa memberikan kabar selalu"


"Tidak bisa, dia hanya bisa melakukan nya kalau tidak sibuk" Ucap Arion membuat Aleena menatap kearah Arion penuh selidik.


"Memang kak Olivia sibuk apa? " Tanya Aleena.


"Tentu saja sibuk mengurusi ku! " Arion mengatakan nya dengan tegas membuat Aleena kesal.


"Kalau begitu kak Olivia jangan mengurus kak Arion saja, agar bisa selalu berkirim kabar denganku" Aleena tidak mau kalah dengan kakaknya.


"Ha! apa maksud mu dia istriku" Arion mempererat pelukannya menunjukkan taringnya, kalau dia adalah pemilik Olivia sebenarnya.


"Kalian berdua sudah jangan berdebat lagi, aku akan mengatur semuanya dengan baik ok, boo berhenti mempersulit Aleena" Ucap Olivia kepada suaminya.

__ADS_1


"Kak Arion yang mulai" Ucapan Aleena


"Aku? kau yang ingin merebut istriku bagaimana aku bisa diam" Ucap Arion


Olivia hanya bisa diam tidak bisa melerai keduanya yang berdebat tidak ada hentinya.


Hingga suara ketukan pintu membuat semua diam "Olivia ibumu datang" Ucap Tiara di balik pintu.


"Ah iya ma, terimakasih kami akan segera turun" Ucap Olivia.


"Apakah kita harus turun? " Tanya Arion.


"Tentu ibu sudah datang"


"Ahhh haruskah aku bertemu pak tua itu lagi, sudah cukup pak tua satu kenapa ada pak tua dua" Ucap Arion mengeluh


"Boo kau harusnya tidak boleh memanggil mereka seperti , panggil Ayah dan papa" Jelas Olivia yang tentu saja tidak di dengar oleh Arion.


Olivia menyudahi aktivitas nya dan kemudian turun bersama Aleena dan Arion.


"Olivia, bagaimana kondisi mu? " Tanya Ranti saat memeluk putrinya.


"Iya sayang kau tak perlu khawatir pada Olivia, harusnya kau khawatir pada menantu mu yang sedang ngidam itu" Daniel terang-terangan sedang meledek Arion.


Arion menatap tajam Daniel, dia tidak bisa membantah memang kenyataan nya dia benar-benar sedang terkena sindrom itu.


Daniel membalas dengan tatapan yang penuh ejekan, membuat Arion semakin terlihat kesal.


"Sayang jangan katakan itu, Arion adalah pria hebat dia bisa menahannya tidak mudah untuk seorang laki-laki mengalami ngidam. " Ranti membela mantu kesayangan nya.


"Jangan katakan itu di hadapan bocah tengik itu dia akan besar kepala"


"Paman Daniel ah maksud ku ayah bagaimana jika kau berikan aku satu adik dan rasakan apa yang aku rasakan! " Ucap Arion menaik-naikan alisnya kali ini giliran Arion yang meledek Daniel.


"Ha! apa katamu jika ibumu hamil aku juga tidak akan mengalami ngidam seperti mu" Ucap Daniel dengan begitu sombong nya.

__ADS_1


"Sayang apa yang kau katakan, hah! " Ranti sedikit menyiku Daniel, wajah Ranti memerah Ranti bahkan tidak memikirkan untuk punya anak di usianya yang tak lagi muda.


Daniel memamerkan gigi putihnya, dia sendiri baru terpikir tentang memiliki anak.


"Olivia apakah kau benar-benar akan kembali? " Tanya Ranti


"Iya ma, nanti malam kami akan berangkat" Ucap Olivia


"Apa kau tidak lelah, lebih baik menundanya" Ucap Ranti yang khawatir


"Tenang bu, Olivia tidak lelah dokter juga sudah mengizinkan tidak apa-apa ibu Olivia akan baik-baik saja ibu jangan khawatir ok"


"Bagaimana ibu tidak khawatir, kembali ke sana butuh waktu berjam-jam di atas pesawat kau sedang hamil"


"Tenang saja ibu Ranti, ibu dan dokter Zulfa ada mereka bisa merawat Olivia dengan baik Arion juga akan menjaga Olivia" Ucap Tiara yang datang membawakan minum di ikuti asisten rumah tangga yang membawakan cemilan.


Ranti mengangguk mendengar ucapan besannya.


"Jangan khawatir di sana ada dua dokter yang menjaga Olivia, setelah urusan ku di sini selesai, kita juga akan kembali ke sana" Ucap Daniel menenangkan istrinya itu.


"Emm aku mengerti, Arion jangan lupakan janjimu untuk menjaga Olivia"


"Tidak akan pernah melupakan nya ibu tenang saja"


"Aku mengerti"


"Soal resepsi pernikahan Dion sudah mengaturnya, hampir lima puluh persen sudah hampir selesai, mungkin dua minggu ke depan kita bisa mengadakan resepsi"


"Apakah kakak yakin? apa mual kakak tidak akan jadi masalah" Semua orang tau mual yang di alami Arion di pagi dan malam hari cukup merepotkan.


"Berisik! aku bisa mengatasinya, aku ingin segera mengenalkan Nyonya Arion ke publik" Ucap Arion dengan merangkul istrinya


"Benar kau harus memperjelas hubungan kalian agar mereka semua tidak salah paham saat kelak kau tiba-tiba membawa anak mu" Ucap Tiara


"Aku tau itu" Ucap Arion yang sebenarnya sudah lama ingin mengumumkan nya hanya saja Olivia yang waktu itu belum yakin dan bersedia.

__ADS_1


Aleena melihat seseorang berada di taman belakang "Ma aku ingin ke taman " Ucap Aleena sebelum dia pergi, mamanya hanya mengangguk tanpa mengiyakan.


Aleena terlihat terburu-buru dan sedikit berlari saat dia sampai benar saja dia melihat Rocky di sana tapi dia tidak sendiri "Apa yang kalian lakukan? " Ucap Aleena yang melihat Rocky dengan seseorang saling berhadapan dan begitu dekat.


__ADS_2