
Takkkk...... terdengar suara handphone terjatuh, membuat Rocky, Arion dan Olivia melihat ke arah suara, mereka bertiga terlihat terkejut saat menatap ke arah suara tepat di depan pintu masuk yang sedikit terbuka.
"Tidak ada orang, coba aku lihat keluar" Ucap Rocky yang berjalan dan melihat keluar, dia tidak melihat siapapun.
"Bagaimana Rocky apa ada orang! " Arion mengikuti Rocky dan mendapatkan gelengan dari Rocky, namun Arion memilih tetap berjalan untuk melihat dengan pasti.
"Aneh padahal jelas-jelas mendengar ada benda jatuh, bunyinya juga seperti sebuah handphone" Jelas Rocky yang melihat di lantai juga tidak ada benda yang terjatuh.
"Sudahlah mungkin ada kucing yang menabrak pintu yang sedikit terbuka itu kemudian dia lari" Olivia lebih memilih untuk berusaha berpositif thinking.
"Sudahlah mungkin yang Olivia katakan benar" Arion kembali menuju tempat istrinya merangkul pinggang nya dan membawanya meninggalkan Rocky sendirian.
"Apakah dia masih Arion yang selalu curiga terhadap masalah kecil sekalipun, bagaimana dia bisa langsung setuju dengan ucapan istrinya, dasar suami takut istri" Ledek Rocky tanpa berani berbicara kencang, jika Arion mendengar ejekannya dia bisa berakhir di Afrika.
"Sudahlah lebih baik aku menemui nenek" Rocky bergegas berjalan kembali masuk tidak lupa dia menutup pintu nya dengan rapat.
Rocky berjalan ke kamar nenek Angel, dan melihat Aleena dan Tiara sedang di sana tentu saja Arion dan Olivia juga berada di sana.
"Kalian sudah kemari" Ucapan Tiara masih di dengar Rocky yang baru tiba sebenarnya ucapan itu ubah Olivia dan Arion.
Arion mengangguk "Tante Rocky juga sudah datang lo" Rocky berbicara sambil menunjuk dirinya sendiri benar-benar bertingkah sok menggemaskan.
"Kalau begitu aku dan Aleena akan turun dan sarapan, mungkin ada yang ingin kalian bicarakan dengan nenek sebelum kami pergi" Tiara tau ini mungkin sebenarnya hal sulit untuk mereka berdua karena bagaimana pun, mereka selama ini hidup hanya bertiga dan saling menjaga, meski perpisahan nya bukan untuk selamanya tapi mereka pasti tetap akan merasa kehilangan.
Tiara mendorong Aleena perlahan hingga mereka sudah menghilang di balik pintu, "Kalau begitu aku akan membantu nyonya tiara menyiapkan sarapan" Ucap Olivia gugup belum terbiasa memanggil Mama.
"Mama, kau harus mulai memanggilnya Mama sayang" Arion mempererat rangkulan nya membuat Rocky hanya menghela nafas.
__ADS_1
'Tuhan biarkan jiwa jomblo ku damainya jangan biarkan aku memberontak dan menghancurkan keromantisan tiada akhir ini ' Rocky sedang mengadu pada Tuhannya di dalam hatinya.
"Maaf, ak.. aku agak belum terbiasa boo, kalau begitu aku pergi dulu menyusul ma.. ma.. kau berbincang lah dengan Rocky dan nenek, nenek Olivia ke dapur dulu ya" Olivia pamit pada angel dan mendapatkan anggukan dari Angel.
Olivia segera pergi tidak lupa dia menutup pintu nya, dan menyisakan mereka bertiga di dalam kamar. "Nenek apa tidak apa pergi dengan kondisi nenek seperti ini? " Meski Rocky khawatir neneknya di sini akan menjadi target penyerangan tapi Rocky juga khawatir dengan tubuh neneknya jika melewati perjalanan yang cukup panjang.
"Tidak masalah Rocky jangan khawatir, paman mu itu sangat hebat dia pasti bisa menjagaku, lagi pula aku sangat merindukan suamiku jadi sudah wajar aku pergi menjenguknya bukan" Ucapan Angel tidak bisa di bantah oleh Rocky.
"Nenek bagaimanapun jaga kesehatan mu di sana jangan terlalu bersedih jika bertemu dengan kakek Roy, karena aku khawatir kakek Roy akan tertawa melihat kerutan nenek yang sudah banyak" Rocky mencoba bercanda untuk mencairkan suasana, sebenarnya Rocky sedikit tidak rela membiarkan Angel pergi.
"Rocky kau ini sedang meledek nenek! jika nenek tidak berkerut nenek tentu akan di panggil sista bukan nenek" Angel merespon canda Rocky yang mendapat gelak tawa dari keduanya namun tiba-tiba Rocky memeluk angel.
"Kau jangan seperti anak kecil, apa kau sedih aku akan pergi jauh dari kalian" Angel mengusap punggung cucunya itu.
"Tentu saja! ini kali pertama nenek pergi jauh setelah bangun dari koma" Rocky mempererat pelukannya.
"Dasar, benar-benar anak kecil" Angel tersenyum terharu dia tau Rocky dan Arion berat mengijinkan nya pergi
"Arion kau juga ingin di peluk nenek kemarilah" Angel tau betul Arion sangat khawatir melepaskan nya pergi.
"Ini aku tidak memintanya, nenek yang menyuruhku tentu aku tidak bisa menolak" Arion bersikap tsundere lagi, dia tidak mau mengakui jika dia pasti akan sedih di tinggal neneknya.
Setelah sesi peluk memeluk nenek angel akhirnya membuka pembicaraan "Rocky apa kau tau Arion sudah menikah dengan Olivia" Pertanyaan itu hanya di jawab dengan senyum kuda dari Rocky.
"Kalian ini benar-benar kenapa tidak ada yang menceritakan nya padaku" Rajuk nenek Angel
"Aku hanya menuruti ucapan Arion nek, lebih baik nenek salahkah Arion saja ".
__ADS_1
" Kau ini benar-benar tidak tau malu" Kesal Arion kepada Rocky.
"Hah sudah lah kalian jangan bertengkar, lagi pula ini sudah terjadi, jadi Arion tanggung jawab mu bertambah jaga dan sayangi Olivia dia gadis baik sangat sulit untuk mencari wanita seperti itu di jaman sekarang" Pesan nenek angel
"Tanpa di minta aku akan selalu menjaga dan mencintainya" Arion mengatakan semua itu dengan tulus dan penuh ke jujuran.
"Rocky kau harus mencari calon istri seperti Olivia" Angel menasehati Rocky.
"Dari pada mencari bagaimana jika kita berbagi istri, bagaimana menurutmu Arion" Rocky memainkan alisnya ke atas seakan menunggu jawaban Arion.
"Apa kau sudah menyiapkan peti mati mu! berani sekali kau memikirkan hal ini kau sudah bosen dengan nyawamu!! " Arion menatap tajam Rocky, Rocky merasa dadanya seperti di tikam oleh tatapan Arion
"Arion tenanglah aku hanya bercanda" Ucap Rocky yang menyesal telah bercanda menggunakan Olivia 'Olivia kau memang pawang iblis handal' Rocky memuji Olivia dalam hati.
"Berani mengatakan nya lagi jangan harap. kau masih bisa bernafas " Arion tidak ada kata bercanda jika menyangkut Olivia.
"Ya ya aku tau, dasar tuan kejam! "
"Sudahlah kalian berdua, Arion Rocky kalian berdua jangan terjadi sesuatu saat aku pergi ya" Angel merasa akan ada bahaya saat dirinya pergi.
"Memang nya bisa terjadi apa pada tuan muda sombong ini" jawab Rocky.
"Nenek itu mengkhawatirkan mu yang tidak pandai dalam apa pun" Arion membalas ledekan Rocky.
"Kalian benar-benar, sudahlah ingat kalian harus menjaga satu sama lain, berjanjilah pada nenek"
"Kami berjanji" mereka menjawab dengan cepat, meski Rocky dan Arion terkesan saling ledek dan tak perduli namun sebenarnya mereka saling menjaga satu sama lain.
__ADS_1
Arion dan Rocky turun, Arion menggendong neneknya yang ingin duduk di ruang keluarga.
Terlihat saat Arion dan Rocky turun dia melihat Silvia ada di ruang tamu "Silvia untuk apa dia kesini? " Ucapan lirih Rocky yang tidak mendapat respon dari Arion.