
Arion hanya diam dengan bibir sedikit terangkat layak nya orang yang sedang menghina musuh nya "Aku pastikan kau yang akan mati! " Ucap Arion tanpa ragu.
"Pengecut kalau berani kau ke mari! lihat bagaimana aku menghabisi mu! " Rocky melemaskan kedua tangannya layaknya seorang petinju yang siap bertanding.
"Orang seperti mu tidak layak untuk melawan ku" Suara orang berjubah itu terdengar dong seluruh ruangan.
"Haaa!!! berani sekali kau! jangan omong besar kalau berani datanglah kemari dan rasakan tinjuanku! " Rocky terlihat menggebu-gebu karena provokasi suara orang berjubah itu.
"Baiklah! " Terdengar suara tembok tergeser terlihat 20 orang dengan tubuh besar masuk dari ruang di sebalik tembok.
Arion melirik dan mengangkat ujung bibirnya, entah apa yang sedang Arion pikirkan, namun saat Arion terdiam dan fokus, Alis terangkat tiba-tiba berdiri di depan nya dan mendorong nya mundur.
"Hei apa yang kau lakukan" Arion tidak Terima Alister mendorong nya mundur.
"Kau sedang terluka biar aku dan Rocky yang menghadapi mereka kak" Alister sebentar mengangguk dan menengok pada Arion kemudian fokus dengan orang bertubuh besar yang sudah berada di depan nya.
"Jangan bercanda! siapa yang ingin kau lindungi" Ucap Arion tegas.
Andreas menepuk pundak Arion "Benar kata Alister kau sedang terluka, baiknya membantu dari belakang bersamaku, Arion simpan tenaga mu sampai kita tau keberadaan si berengs*k itu! " Bisik Andreas menenangkan Arion, dia tau gengsi Arion terlalu tinggi tapi Andreas juga tau Arion tengah terluka jika luka nya terbuka lagi dan mengalami pendarahan sedangkan mereka sedang di kurung di ruangan itu akan berbahaya jika itu terjadi.
Sepuluh orang pertama mulai menyerang, Alister dan Rocky bersiap, namun saat mereka berdua berkelahi sepuluh orang lainnya ikut menyerang, dua berbanding dua puluh dengan tubuh dua kali lipat lebih besar.
Rocky dengan kecepatan tangannya menumbangkan beberapa orang "Hanya seperti ini mereka akan tetap bangun".
" Mereka ini manusia kah! " Ailister sudah menjatuhkan beberapa orang lawan tapi mereka tidak terlihat terluka dan mereka segera bangkit lagi.
"Hahaha kalian terlihat kelelahan, bagaimana manusia buatan ku sangat hebat bukan, meskipun mereka belum sempurna aku masih bisa menggunakan mereka" Tawa renyah dan mengejek terdengar di seluruh ruangan.
"Andreas " Arion mengisyaratkan mata pada sahabat nya itu dan Andreas terlihat berfikir.
Selain dokter yang handal Andreas juga ahli kimia yang tak di ragukan, orang buatan seperti itu Andreas pasti tau kelemahan nya, Andreas tengah berfikir keras.
Bra aaaakkk kkk tubuh Alister terlempar ke arah dinding "Ukhuk-ukhuk, Sialan! " Alister segera bangun.
__ADS_1
Alister akan bangkit namun terlihat satu orang bertubuh besar itu berlari ke arahnya seakan ingin menubruk nya.
Andreas masih berfikir dan memegang kepalanya, Arion melihat Alister dalam bahaya dan sekilas menengok ke arah Andreas "Ah kepala" Arion membidikan pistolnya dan Dooooorrrrr peluru itu berhasil bersarang di Kepala nya dan orang itu jatuh dan tidak bangkit lagi.
"Serang Kepala nya Rocky! " Teriak Arion dan Andreas bersama-sama.
Mendengar itu Rocky memberikan bogem mentahnya ke arah kepala lawan, Akhirnya mereka jatuh dan hanya pingsan.
Alister juga ikut bangkit dan menyerang, Arion mulai mengeluarkan pistolnya yang lain, dan ikut bertarung, Andreas pun sama bersiap untuk menembak.
Terlihat dua puluh orang itu mati sia-sia di hadapan mereka berempat, Alister dan Rocky terlihat terengah-engah dan terduduk "Melawan mereka seperti melawan dua ribu orang, tubuh dan ototnya sangat keras" Keluh Alister.
"Ha itu karena efek dari obat, obat ini Tengah di kembangkan di negara J mungkin mereka menculik dokter nya dan memaksanya membuatkan nya untuk mereka, karena obat ini belum sempurna masih dalam penelitian." Jelas Andreas
"Hahaha kalian boleh juga, Seperti dugaan ku tapi Arion ini belum berakhir! " Kraaaakkkkkkkkk terlihat tembok itu kini di tumbuhi oleh puluhan pistol.
"Arion ini? " Rocky segera berdiri dia terlihat panik melihat pistol yang mengarah ke arah mereka.
"Dia sangat kejam" Alister ikut berdiri dan menatap pistol yang bersiap menyerang meraka itu.
"Tubuh kita mungkin akan kuat menampung dua sampai empat peluru, tapi jika mengenai kepala atau jantung kita akan langsung mati" Rocky meracau sedangkan Arion terus berfikir.
"Sa Arion temui Tuhan mu di neraka! Hahaha" Orang berjubah itu tertawa.
Arion masih menutup "Menghancurkan nya tidak bisa, tidak mungkin Arion berfikir " gumam Arion sampai bunyi tembakan terdengar.
Arion awas "Rocky mendorong Arion dan terjatuh, Arion baru menyadari pistolnya hanya membidik dari pinggang ke atas " Kalian semua tiarap!! " Ucap Arion membuat mereka bertiga reflek tiarap.
"Rocky kau baik-baik saja" Arion merangkak ke arah Rocky dan melihat luka tembak Rocky "Hanya menggores lengan, ini baik-baik saja" Ucapan Rocky.
"Kecepatan peluru mereka berbeda, tidak semua pistol menembak secara bersamaan" Ucap Arion.
"Lalu? " Rocky menatap pada Arion, Arion tersenyum.
__ADS_1
"Dia itu bodoh, pistol yang dia pakai berbeda jenis tentu saja isi pelurunya berbeda" Ucap Arion.
Alister mengerti "Bagus kita ada kesempatan untuk langsung menyerang ke arah tembok itu, sebelah kanan" Ucap Alister.
"Lima! " Teriak Arion yang di mengerti oleh mereka semua mereka merangkak ke arah kanan dan berdiri dengan tegak karena di bagian kanan pelurunya sudah habis.
"Kau memang benar-benar pecundang" Arion menertawakan kebodohan dari musuh nya itu, jika ingin menggunakan perangkap dinding pistol harusnya seluruh dinding di tanami pistol dan tentu saja dengan jenis yang sama.
"Berisik! kau akan menyesal lihatlah aku masih punya keju... " ucapan nya terhenti saat Arion menaruh benda kecil di bawah dinding itu
"Lari dan tiarap" Ucap Arion dan bunyi ledakan terdengar boooooommm hanya ledakan kecil, Arion tentu saja sudah bersiap dengan semua jenis senjata pada dirinya.
"Arion kau benar-benar berani" Rocky tidak habis fikir Arion akan mengebom ruangan itu, meski daya ledak nya rendah tapi tetap saja telinga mereka menjadi peka sementara.
"Ka.. kau gila" Ucap orang berjubah itu yang melihat tindakan Arion yang berani.
"Aku masih bisa lebih gila lagi, contoh nya aku bisa membunuh dan menguliti orang yang berani menantang ku" Arion membidikan pistol nya ke arah CCTV yang tersembunyi yang dari tadi mengawasinya.
Dooorrr.... Dooor.... Doorrrr dengan inu orang berjubah tidak bisa melihat keberadaan mereka.
Mereka berjalan masuk ke tembok itu yang sedikit tertutup reruntuhan.
"Kau yakin dia ada di balik tembok ini? " Tanya Rocky.
"Tidak" Jawab Arion yang membuat tiga orang terkejut.
"Tidak? lalu kenapa kau menghancurkan nya Arion" Rocky menutup sebagian wajahnya.
"Karena dia ada di ruangan lain di ujung ruangan ini" Ucap Arion yang terus berjalan.
"Hei dari mana kau tau? " tanya Rocky.
"Dari insting membunuhku" Arion tersenyum penuh arti
__ADS_1
"Jawaban apa itu bukankah itu belum tentu benar" Keluh Rocky yang meski mengeluh tetap saja berjalan di belakang Arion
Arion berhenti berjalan dan menengok ke arah Rocky "Instingku tidak pernah salah" Arion menatap tajam ke arah Rocky.