MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 53


__ADS_3

Olivia terus berjalan di belakang Arion sampai Arion berjalan ke arah tangga, Olivia dengan setengah berlari memegang tangan Arion. Membuat Arion terkejut dan menatap tangan yang menahannya kemudian menatap ke arah Olivia.


Melihat tatapan Arion Olivia menelan ludahnya "Bisakah kita naik lift saja" Gumam lirih Olivia sedikit takut.


Tanpa di sangka Arion berjalan ke arah lift tanpa melepaskan pegangan tangan Olivia padanya membuat Olivia berjalan mengikutinya.


Sesampainya di dalam lift "Sampai kapan kau memegangi tanganku" Ucap Arion membuat Olivia terkejut dan segera melepaskan nya


"Ma.. Maaf Tuan saya tidak sengaja" Ucap Olivia kikuk dia takut Arion akan mencekik nya seperti yang Arion lakukan saat dia marah dengan Olivia.


"Sudahlah aku tau tanganku sangat nyaman untuk kau genggam" Ucap Arion dengan nada sombong nya.


Seketika suasana jadi hening sampai akhir nya pintu lift terbuka sesuai dengan nomor lantai yang Arion tuju.


Olivia sedikit terkejut saat Arion berjalan ke arah VVIP, Olivia tersenyum melihat Arion berjalan ke arah sana.


Arion menengok ke arah Olivia karena tak mendengar langkah mengikutinya "Apa yang kau lakukan di situ? kenapa kau tersenyum?! " Menatap curiga ke arah Arion. *Gadis ini tersenyum karena apa? apa karena aku yang datang ke ruang VVIP gadis aneh dia bahkan bisa bahagia dengan kebahagiaan orang lain" Ucap Arion dalam hati.


"Kau masih mau berdiri di situ! " Ucap Arion


"Tidak Tuan Muda" Ucap Olivia segera berjalan ke arah Arion "Tuan ingin menemui Nyonya? " Ucapan itu terlontar dari mulut Olivia tanpa sadar, Olivia segera menutup mulut nya.


"Tidak, aku mau menjemput Rocki dia masih di sana! aku tidak akan membiarkan dia terus berlama-lama di sini! " Ucapan Arion berkilah dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya, kalau sebenarnya dia ingin melihat kondisi ibunya apakah benar-benar sudah baik.


"Oh saya pikir" Ucap Olivia yang mengira dirinya telah salah paham ternyata Arion hanya ingin menjemput Rocki.


Arion mempercepat langkahnya dia melihat di depan ruangan itu hanya ada Rocky, Davian dan Aleena, adik kecil Arion.


"Kakak " Teriak nya berlari sambil memeluk kaki Arion gadis cantik itu menjulurkan kedua tangannya membuat Arion kebingungan.


Olivia tersenyum "Tuan Muda dia minta untuk kau gendong" Bisik Olivia membuat Arion mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


Aleena masih mengulurkan kedua tangannya entah mengapa Arion tiba-tiba mengangkat tubuh kecil itu ke gendongannya, dan gadis kecil itu menyandarkan kepalanya di leher sang kakak.


"Aleena paling suka di gendong kakak Arion" Ucapannya sembari menunjukan senyum manisnya mengalungkan tangannya di leher kakaknya itu.


Semua orang terkejut meskipun mereka adik kakak kandung tapi ini pertemuan keduanya bagaimana Aleena bisa begitu nyaman dengan Arion, bahkan Davian saja jika ingin menggendong Aleena harus memberikan sogokan.


Arion hanya diam tak tau harus berbicara apa, Arion benar-benar kaku, Arion menurunkan Aleena "Sudah ya" Ucapnya


Aleena mengangguk "Hari ini sudah cukup, tapi besok Aleena mau di gendong kakak Arion lagi" Ucapnya yang tak tahu bahwa kakak nya itu ingin segera pergi dari sana.


Aleena menggandeng tangan Arion "Kakak datang untuk menemui Mama kan, Ayo Aleena ikut" Ucap Aleena menarik tangan Arion.


Namun Arion tak bergeming, melepaskan genggaman tangan kecil itu "Aku harus kembali ke rumah ku" Ucapnya sedikit di tekan suaranya


"Rumah? ini rumah kakak? keluarga kakak adalah rumah kakak untuk pulang, kakak sudah pulang kenapa mengatakan ingin pulang? " Ucap gadis cantik itu tersenyum


Entah mengapa perkataan Aleena membuat Arion sadikit merasa sedih, fakta bahwa kedua orang tuanya tak menginginkan nya masih melekat di pikirannya


"Aleena kemari" Ucapan Davian kakak sepupunya itu.


"Aleena hanya boleh ada satu orang yang menemani Mama di dalam" Ucap Davian menjelaskan


"Kalau begitu suruh Papa keluar, Mama sangat merindukan Kakak Arion Mama pasti akan bangun jika yang menunggu Mama itu kak Arion" Ucapan Aleena.


Rayyan yang melihat Arion dari jendela kemudian melepaskan tangannya dari istrinya dan berjalan keluar.


"Kau di sini? temui Mama mu sekali lagi" Ucap Rayyan terdengar dingin di telinga Arion.


"Kau sedang apa? menyuruhku? aku siapa mu hingga kau berani menyuruhku seperti itu Tuan Rayyan Baskoro Aditama! " Ucap Arion benar-benar angkuh kepada sang papa.


"Arion kau boleh membenciku keluarga Aditama atau kami semua tapi jangan kau benci Mama mu yang telah melahirkan mu, temui dia, dia benar-benar merindukan mu" Ucap Rayyan kali ini terdengar memohon dan menekan egonya.

__ADS_1


"Bukan urusan ku! " Ucap Arion menatap keberadaan Rocki menatapnya tajam seakan menyuruh Rocki untuk mengikutinya.


Arion berbalik, "Kakak" Menahan ujung kemeja Arion Aleena tidak tau kenapa kakaknya sangat membenci keluarga nya tapi yang Aleena tau Mama nya sangat merindukan Arion, dia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mempertemukan Mama nya dan kakaknya itu.


"Anak kecil! aku sudah bilang aku bukan kakak mu! " Ucap Arion sedikit meninggi namun masih mencoba lembut.


"Kau adalah kakak ku, orang yang Mama rindukan setiap malam" Ucapnya sambil berlinang air mata, entah mengapa hati Arion sedikit tidak tega melihat gadis kecil itu menangis. Tiba-tiba gadis kecil itu menekuk kedua kakinya berdiri dengan lututnya di bawah Arion "A..Aleena mohon temui Mama sebentar saja " Ucapnya dengan suara bergetar karena air mata yang sudah banjir di wajah mungil gadis kecil itu


"Aleena" Ucap lirih Davian dan Rayyan yang tidak menyangka Aleena akan melakukan sampai sejauh itu.


Rocki berjalan ke arah Aleena dan ikut belutut bersama Aleena "Temui Bibi lagi, aku rela kau membawaku ke Afrika" Ucap Rocki yang membuat Arion keheranan karena Rocki paling takut jika dia di lempar ke Afrika oleh Arion.


"Heh! kau benar-benar penghianat Rocki lihat aku akan mengabulkan permintaan mu" Ucap Arion tak bergeming melihat dua orang berlutut di hadapan nya.


"Anak kecil bangunlah walaupun kau mencium kaki ku aku juga tidak akan menemui Mama mu itu" Ucap Arion dia benar-benar keras kepala.


Rayyan yang melihat putri kecilnya bahkan merendahkan diri pada kakaknya kemudian berjalan ke arah Aleena "Sayang berdiri dia tidak akan mengabulkan perkataan mu" Ucap Rayyan membujuk Aleena untuk bangun Davian pun sama membujuk sepupu kecilnya itu.


"Aleena tidak akan berdiri Papa, Mama bilang kakak Arion meski sedikit dingin ,kejam dan sombong. Tapi dia orang yang peduli dengan orang yang dia sayang dia seperti Papa." Ucap Aleena yang membuat Rayyan dan Arion terdiam.


"Arion masuklah, aku akan mengembalikan semua barang mu tapi temui Mama mu" Ucap Daniel yang baru tiba dengan Daffin.


"Aku setuju" Ucap Arion tanpa ragu, tak di sangka Arion masih sempat membawa Aleena untuk berdiri "Aku akan menemui Mama mu, anak kecil" Mengusap kepala Aleena


Arion melewati Rocki yang masih berdiri "Apa aku tidak ingin kau tolong untuk berdiri" Ucap Rocki mencairkan suasana


"Kau tetap seperti itu sampai aku keluar! " Ucap Arion yang membuat semua orang kasihan pada Rocki


"Arion kau tega sekali"


"Baik berdirilah tapi aku akan mengabulkan perkataan mu tadi, Siap-siap ke Afrika Menjinakkan Singa di sana" Ucap Arion yang membuat Rocki bergidik ngeri

__ADS_1


"Baiklah aku akan tetap seperti ini sampai kau keluar" Ucap Rocki yang terdengar memelas "Nasib mu sungguh sial Rocki, bukannya terlihat seperti pahlawan kau malah terlihat sangat malang" Ucap Rocki pada dirinya sendiri. Aleena tersenyum mendengar ucapan Rocki dan memeluknya


"Terimakasih paman sudah membantuku" Aleena mengobati hati Rocki yang terluka karena sikap dingin Arion.


__ADS_2