MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 82


__ADS_3

Di ruang makan


Semua orang sedang menunggu kedatangan Arion, namun sudah belasan menit berlalu tapi Arion tak kunjung muncul begitupun dengan Olivia, membuat Rocky panik, apa terjadi sesuatu dengan Olivia, apa Arion menyusahkan Olivia lagi seperti di awal. kedatangan Olivia.


Rocky bergegas bangun dari duduknya dan berlari kecil ke tangga, membuat semua orang menatap Rocky


"Kau mau kemana? " Tanya Davian yang melihat Rocky terburu-buru bangun dari duduknya


"Tidak ada, kalian makan saja tunggu tidak. usah tunggu aku dan Arion" Rocky tau mereka semua sudah lapar.


Rocky bergegas menaiki Anak tangga itu sembari berdoa "Jangan sampai Arion melakukan hal bodoh, lindungi Olivia Tuhan " Ucap Rocky lirih dan terus menaiki satu persatu Anak tangga


Rocky sampai di depan kamar Arion dia langsung saja masuk tanpa ada aba-aba, dan melihat pemandangan romantis itu, Olivia yang sedang mengeringkan rambut Arion seperti seorang istri yang membantu suaminya.


"Apa yang kalian lakukan" Ucap Rocky terengah-engah


"Kau bisa melihat nya sendiri" Arion mengangkat tangannya membuat Olivia mengerti dan rambutnya juga sudah kering jadi Olivia menghentikan aktivitasnya mengeringkan rambut itu.


"Bukan itu kau apa tidak tau kami sudah kelaparan menunggu kedatangan mu dan kau malah bermesraan di sini" Ucap Rocky kesal, terlihat Arion menarik sudut bibirnya. sedang Olivia ingin rasanya membantahnya, Tapi sebenarnya ada rasa syukur melihat apa yang dia lihat asalkan tidak terjadi apa apa pada oleh itu tidak masalah bagi Rocky.


"Oh, aku tidak tau " Ucap Arion benar-benar menyebalkan.


"Ayo keluar yang lain sudah lapar! "


"Hmm, keluarlah aku akan menyusul" Arion bangkit dari duduknya, Rocky pun berjalan keluar di ikuti Arion yang berjalan menuju pintu yang baru saja Rocky lewati, Arion menengok ke arah Olivia "Bereskan kamarku! sebelum kau turun" Ucap Arion yang mendapati anggukan dari Olivia.


Olivia menatap punggung yang menjauh pergi dia segera membersihkan kamar Arion, yang pertama dia lakukan tentu saja menyimpan hairdryer nya.


Rocky dan Arion turun bahkan makanan sudah hampir dingin dan mereka belum sentuh meski Rocky mengatakan tidak apa untuk makan lebih dulu.


"Apakah tuan muda habis bersenang-senang" Sindir Davian langsung saat melihat Sepupu nya yang akan duduk.


"Itu urusan ku tidak perlu kau tau" Arion mengambil makanan ke piringnya dan mulai memakannya semua orang saling lirik dan mulai makan masing-masing..


Setelah makan.


"Haruskah kita pergi sekarang" Ucap Davian bersemangat

__ADS_1


"Tentu kita bisa berolahraga dulu sebelum bersenang-senang " Ucap Rocky yang memiliki sebuah ide "Arion kau ikut ya"


"Untuk apa? " Tanyanya dingin


"Bersenang-senang" Ucap Rocky memainkan alisnya.


"Terserah lah" Dia tidak menolak aja kan Rocky untuk pergi bersama dengan mereka.


"Kalau begitu ayo pergi" Ucap Rocky


Rocky, Arion, Alister, Davian dan Daffin bersiap untuk pergi sedangkan Arion berjalan menuju kamar neneknya.


"Dia tidak ikut" Melirik saudara kembarnya


"Dia ingin menghabiskan waktu bersama nenek, biarkan saja Arion lagi pula Aric sebelumnya tidak ada kesempatan untuk menjaganya, biar dia melepaskan rindu pada nenek" Arion hanya diam dan terus berjalan keluar dadi rumahnya.


Aric mengetuk pintu memastikan apa ada orang di kamar neneknya.


Tok... Tok... Tok....


"Terimakasih, Arion menyiapkan dokter jaga 24 untuk nenek? dia cucu yang baik" Ucap Aric tersenyum membalas senyum ramah Andreas tadi


"Meski dia sedikit dingin dan sombong, dia sangat menyayangi neneknya" Ucap Andreas menanggapi ucapan Aric


Aric mengangguk " Dokter apakah nenek bisa sadarkan diri? "


"Itu tergantung dengan kemauan nya Tuan, mungkin dengan adanya tuan dan beberapa tuan muda lain bisa merangsang ny untuk segera bangun" Jelas Aric, meski saat Arion tidak ada nenek Angel pernah ada di tahan kehilangan detak jantung tapi kondisi nya sekarang sangat stabil kemungkinan untuk bangun pasti persentase nya akan lebih banyak.


"Baiklah terimakasih, aku akan berbicara dengan nenek sebentar" Ucap Aric


"Silahkan tuan, apa perlu saya keluar? " Tanya Andreas yang ingin memberikan ruang privasi untuk Aric.


"Terimakasih, merepotkan kalau begitu dokter" Ucap sopan Aric.


Andreas keluar "Dia lebih tenang di banding Arion" Ucapnya setelah menutup pintu.


Olivia berjalan ke arah pintu dia tentu saja melakukan pekerjaan nya kembali sebagai seorang perawat, Olivia melihat Andreas berada di depan pintu kamar Angel, Olivia tetap tenang dan melewati Andreas tanpa menatapnya "Olivia kau mau kemana? " Andreas segera menarik tangan Olivia.

__ADS_1


"Aku pikir hari ini aku bekerja dengan dokter more, kenapa dokter Andreas" Ucapnya sembari melepaskan tangan Andreas


"More sedang ada operasi aku menggantikan nya berjaga, dan lagi kita harus tunggu di sini ada tuan Aric di dalam" Ucap Andreas yang merasa senang memiliki kesempatan berdua dengan Olivia.


Di dalam kamar


Aric menatap lekat wajah yang mulai menua itu "Nenek" Ucapnya sedikit berat orang yang selalu berbicara dengannya lewat telpon dan videocall kini berada di depan matanya. "Nenek Aric sudah datang, bisakah nenek melihat Aric sebentar saja" Aric menggenggam tangan neneknya dan sesekali menciumnya.


Aric terus berbicara banyak hal kepada neneknya, menceritakan semua yang terjadi saat Arion datang ke keluarga Aditama pertama kalinya, memberikan kabar bahwa nenek Shina dan kakek Miko telah tiada.


Terlihat ekspresi Aric terkadang tersenyum, tertawa bahkan menangis dia benar-benar menceritakan semuanya pada neneknya.


Olivia dan Andreas terjebak sunyi cukup lama, sampai Andreas membuka suara. "Olivia apa kau masih ingat tempat ini" Menunjukkan dari sebuah cafe tempat mereka menghabiskan waktu berdua setelah kuliah.


"Tidak ingat" Olivia menahan dirinya untuk tidak mengenang kembali masa lalunya.


"Olivia jangan begitu dingin terhadapku, aku masih kekasihmu" Andreas terus mengatakan dirinya adalah kekasih Olivia dia benar-benar tidak mau memutuskan hubungan mereka.


"Dokter Andreas sudah cukup! kita tidak memiliki ikatan apapun sekarang, jangan bicarakan masa lalu saat bekerja aku mohon" Ucap Olivia menahan sesak di hatinya.


Bagai tersayat mendengar ucapan Olivia hati Andreas merasa begitu sakit, dia tidak ingin melepaskan Olivia, tapi Olivia terus menjauh darinya.


Olivia ingin pergi namun tubuhnya tertahan oleh pelukan Andreas "Aku tau kau masih mencintaiku Olivia, berikan aku kesempatan untuk meyakinkan ibuku" Ucap Andreas


Olivia langsung teringat bagaimana cara ibu Andreas memaksa nya pergi dari Andreas siksaan itu begitu membekas di hati Olivia "Tidak!! aku tidak ingin memberikan kesempatan apa pun, ikuti perintah ibumu bukankah kau sudah di jodohkan dokter, pergilah jangan ganggu hidup ku lagi!! aku mohon" Tanpa sadar bulir air mata terjatuh di wajah cantik Olivia.


"Aku tidak mencintai nya Olivia! aku bisa membatalkan perjodohan nya demi kamu" Ucap Andreas tak kalah sedihnya


"Tidak! kita sudah berakhir, Lepaskan aku atau aku akan berteriak! " Olivia tidak bisa melepaskan dirinya dari pelukan Andreas akhirnya dia mengancam Andreas.


"Teriak saja, aku tidak akan melepaskan mu"


"Dokter hentikan ini kau menyakitiku" Ucapan itu mampu melepaskan pelukan yang begitu erat itu.


"Maaf aku tidak bermaksud menyakiti mu, Olivia aku hanya ingin kita bersama lagi" Ucap Andreas memohon suara pilu terdengar.


"Kita tidak bisa" Ucap Olivia yang memilih pergi dari sana, membuat Andreas terduduk lemas dan merutuki kebodohan nya yang memaksa Olivia dan menyakiti fisiknya. "Apa aku harus menyerah" Gumamnya menatap punggung gadis yang dia cintai itu

__ADS_1


__ADS_2