MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 248


__ADS_3

Malam ini Aric dan Fiona memilih untuk makan malam di luar.


Aric memilih tempat yang begitu mewah, kali ini dengan jas dan gaun resmi mereka melangkah masuk.


"Sayang haruskah kita pulang? " Tanya Aric ketika mereka sudah duduk di kursi yang sudah Aric pesan itu.


"Apa yang kau katakan kak? " Ucap Fiona terkejut dengan perkataan Aric.


"Kau begitu cantik malam ini, aku tidak ingin membagikannya pada orang lain" Ucap Aric membuat Fiona tertawa kecil.


"Tuan muda Aric kau dari mana belajar menggoda wanita seperti itu ha! " Fiona menarik hidung mancung Aric membuat Aric meringis kesakitan.


"Nona Fiona aku tidak sedang menggoda tapi aku sedang mengatakan yang sebenarnya kalau wanitaku benar-benar cantik membuat kita tidak rela ada yang memandangi mu selain aku" Aric menggenggam tangan Fiona dan mengecupnya.


Wajah Fiona tersipu malu namun sesi menggombal berakhir saat pelayan itu menghampiri mereka berdua, untuk memberikan menu kepada mereka.


Tanpa berbicara panjang Aric memesan makanan yang paling terkenal di sana.


Tidak butuh waktu lama menu segera di hidangkan mulai dari hidangan pembuka (appetizer), hidangan utama (main course), hidangan penutup (dessert), makanan itu di sajikan sesuai dengan urutan nya.


Setelah selesai makan Aric ingin langsung mengajak Fiona pulang, namun Fiona tidak ingin cepat pulang dan meninggalkan momen berdua mereka dengan cepat, alhasil Fiona memaksa Aric untuk menemaninya pergi ke pantai, Aric yang meliputi Fiona memakai gaun resmi sebenarnya menolak usul Fiona yang mendadak itu tapi apa daya, dia sangat mencintai wanitanya benar-benar tidak bisa menolak.


Fiona melepaskan sepatu hak tinggi nya, dan mulai berjalan kecil merasakan pasir malam di kakinya.


"Fio malam semakin larut pakailah" Aric memakaikan jas miliknya pada tubuh Fiona.


"Terimakasih sayang, kak Aric? " Fiona menatap dalam Aric, membuat Aric tidak fokus dengan suasana yang dingin dan penerangan yang remang-remang itu membuat Aric sedikit gerah.


"Iya ada apa sayang? " Tanya Aric yang kemudian menarik tubuh Fiona kepelukan nya membuat jarak wajah di antara mereka hanya beberapa centi saja.


"Kak Aric apakah aku terlalu serakah? " pertanyaan tiba-tiba Fiona itu membuat Aric bingung.

__ADS_1


"Serakah? apa maksud mu sayang" Tanya Aric khawatir, Aric berfikir apakah Fiona dalam masalah.


"Iya, aku ingin memilikimu sekarang, esok dan selamanya dan tidak akan membagikannya pada orang lain" Fiona tersenyum setelah mengucapkan kalimat menggodanya itu


"Heh, darimana wanitaku belajar menggoda karena sudah menggodaku aku tidak akan melepaskan nya " Aric mencium bibir mungil Fiona pelukan nya semakin erat ciumannya semakin panas bahkan hampir membuat Fiona tidak bisa bernafas.


Ciuman panas itu berlanjut Aric tidak melepaskan Fiona sedikit pun, bahkan lidah Aric sedang menari indah di dalam sana, Fiona tidak bisa menahan lagi dia benar-benar tidak bisa bernafas, tubuhnya pun semakin panas.


Fiona mukul pelan dada Aric, membuat Aric mengerti Fiona sudah kewalahan dengan permainan nya, Aric melepaskan ciumannya dan terdengar nafas terengah-engah dari keduanya. "Haruskan aku melakukan lebih malam ini sayang"


Deg bisikan Aric itu membuat jantung Fiona tak karuan dia tidak tau harus menjawab apa meski mereka akan menikah tapi dia tidak siap untuk melakukan malam pertama nya sekarang.


"Hahaha, aku hanya bercanda aku akan minta hak ku setelah aku menikahi mu" Aric mencium kening Fiona, ada perasaan lega di diri Fiona tapi juga terlintas perasaan tidak rela menyudahi permainan malam ini.


Di sisi lain Aleena tengah berdiri di depan kamar Andreas yang tidak di kunci dia sebenarnya tidak sengaja lewat dan dia mendengar ucapan Andreas pada Arion yang membuat Aleena terdiam terpatung.


"Apa kau yakin tentang itu Andreas? " Tanya Arion tentang apa yang barusan Andreas katakan.


"Aku yakin, aku melihat dia mencarinya di hpnya" Ucap Andreas.


'Tidak mungkin, kenapa? ' Ucap Aleena dalam hati.


"Aleena apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Olivia yang melihat Olivia berdiri diam di depan pintu kamar Andreas.


Aleena hanya diam dia tidak mendengar ucapan Olivia seperti nya pikirannya melayang dan meninggalkan raganya.


"Aleena.. Aleena" Panggil Olivia yang tidak mendapat jawaban dari Aleena membuat Olivia berjalan mendekat kearah Aleena dan menepuk pundak Aleena.


"Aleena ada apa denganmu? " Tanya Olivia yang menepuk pelan pundak Aleena membuat Aleena tersadar.


"Kak Olivia kau mengagetkan ku" Ucap Aleena yang melihat tiba-tiba Olivia ada di samping nya.

__ADS_1


"Ah, respon ini seperti nya sedikit terlambat aku sudah memanggilmu beberapa kali" Jelas Olivia.


"Benarkah? " Tanya Aleena pada Olivia.


"Benar sekali, Kau kenapa Aleena? " Tanya Olivia yang akhirnya melihat kiri kanan dan terdiam ketika mendengar suara suaminya dalam kamar Andreas.


"Aku tidak apa-apa kak" Ucap Aleena


"Kau sedang menguping? " Tanya Olivia


"Sttt" Aleena menarik gangan Olivia dan membawa Olivia masuk ke dalam kamarnya.


Rocky masuk ke dalam kamar dia baru saja pulang setelah di tahan lama oleh Davian yang mengajaknya keluar tadi "Apa yang sedang kalian lakukan? " Tanya Rocky yang melihat Arion ada di kamarnya.


"Seperti yang kau lihat" Ucap Arion yang masih duduk dan menatap tajam Rocky.


Rocky melihat kearah Andreas, melihat suasana hati Arion, Rocky menebak bahwa Andreas mengatakan hal yang tidak sengaja dia lihat di HP Rocky waktu itu.


"Aaah, apa dokter ini sudah mengadu padamu? " Tanya Rocky yang menatap Arion.


Tatapan Arion semakin tajam karena ucapan Rocky yang seperti nya membenarkan ucapan Andreas "Jadi apa itu benar? " Tanya Arion dengan tatapan tajam dan wajah yang terlihat begitu serius.


"Tenanglah jangan khawatir aku belum sepenuhnya ingin melakukan itu" Ucap Rocky dengan santai dan berjalan duduk.


"Aku tidak akan pernah menyetujui tentang kau melakukan itu" Ucap Arion dengan serius.


"Kau tidak bisa melarang ku, ya tapi aku belum sepenuhnya yakin, jadi jangan terlalu membesarkan masalah ini"


"Membesarkan masalah! jika nenek tau apa kau yakin dia akan menerima keputusan mu itu! "


"Arion biarkan aku menjalani pilihan ku sendiri, aku hanya ingin kau mendengarkan ku saat kau sudah resmi mengumumkan Olivia sebagai istrimu, aku hanya minta satu permintaan sebagai hadiah ku yang selalu setia padamu" Ucapan Rocky tidak bisa di balas oleh Arion dan Andreas, Arion hanya diam begitu pula dengan Andreas.

__ADS_1


"Hah! jangan terlalu di pikirkan aku sendiri tidak tau apakah aku akan melakukan nya atau tidak " Rocky berjalan ke arah kamar mandi.


Duuuuk.. "Sial, kau sebenarnya sudah memikirkan nya bukan Rocky" Arion mengepalkan tangannya melihat ke arah pintu kamar mandi yang baru saja di tutup itu.


__ADS_2