MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 125


__ADS_3

Mobil yang membawa Arion kini sudah berada di kediaman nya terparkir secara rapi, Arion turun terlebih dulu namun sebum dia turun " Kau tunggu di sini! aku akan segera kembali" Ucap Arion pada Rafael


"Baik tuan" Rafael sembari mengangguk dia mengerti atas instruksi yang Arion berikan


Arion segera pergi dari halaman nya berjalan menuju pintu utama, setelah masuk ke dalam rumah dia bergegas untuk menemui neneknya


Dia membuka pintu kamar Angel terlihat Angel sedang menerangkan sesuatu pada Aric, terlihat pula Aric memegang buku pengobatan yang Angel buat sendiri, Angel memiliki kebiasaan jika dia menemui sebuah penyakit yang baru pertama dia temui dia akan menulis nya dan meriset sendiri kemudian membuat obatnya sendiri tanpa di publikasikan


Arion menatap buku itu yang tidak lepas dari genggaman Aric "Apa kau tertarik pada dunia medis? " Tanya Arion yang entah kenapa dia tiba-tiba menjadi penasaran


"Tidak! hanya iseng bertanya pada nenek" Jawab Aric santai menutup bukunya


"Arion, seperti nya akhir-akhir ini kau sangat sibuk" Tanya Angel yang lebih sering melihat Aric sekarang ketimbang melihat Arion


Arion hanya diam dan menggenggam tangan neneknya, Aric kemudian mundur memberikan ruang untuk mereka dia memilih duduk di tepi ranjang di samping kaki Angel.


"Sudahlah aku tau kau sangat sibuk, yang jelas jangan lupa untuk menjaga kesehatan" Angel mengusap kepala Arion dengan penuh kasih sayang tanpa sadar Arion pun tersenyum dan mengangguk hanya di depan Angel sikap manja Arion akan keluar


Setelah mendengar neneknya berbicara Arion teringat apa maksud kepulangan nya "Nenek apa kau bisa menjawab pertanyaan ku? " Tanya Arion kepada sang nenek, terlihat wajahnya kita sudah terlihat sangat serius


"Tentang apa? kau terlihat tidak baik? " Angel merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati cucunya.


"Sebenarnya istri Mario ini siapa?! apakah ibu Olivia orang ketiga? " tanya Arion pada Angel


"Soal ini.. " Angel terlihat ragu


"Kenapa? apa nenek tau sesuatu? " Tanya Arion

__ADS_1


"Kebetulan kau menanyakan ini, nenek akan bercerita sesuatu, Mario Harris ini adalah orang yang pernah menolong kakek justin mu sehingga nenek sangat mempercayai nya, namun di ujung kematian kakek mu dia bilang selama ini dia merasa Mario Harris bukan orang yang sama yang menolongnya waktu itu namun apa daya bukti kartu nama yang tertinggal di meja rumah sakit adalah milik keluarga Harris, kakek mu sudah mencari tahu dan dia menemukan Mario Harris adalah putra keluarga Harris dan membawanya untuk membantu nenek di rumah sakit"


"Apa kakek tidak menyelidiki nya dengan benar! " Tanya Arion serius


"Tentang itu mungkin saja kakek mu tertipu dengan Mario Harris, karena setelah kematian nya nenek mendengar sebuah rumor kalau Mario Harris sebelumnya memiliki kakak kandung laki-laki yang menikahi kekasihnya yang sudah ternodai di malam pertunangan nya, dan setelah menikah kakak Mario Harris seperti hilang di telan bumi bahkan keberadaan nya di dalam keluarga Harris pun tidak di temukan datanya, seperti sengaja di hapus dan di hilangkan apalagi setelah kematian ibu dan ayah Mario Harris" Ucap Angel


"Wah kakak Mario Harris benar-benar laki-laki sejati dia masih mau menikahi tunangannya yang tidur dengan laki-laki lain, dan bahkan laki-laki yang meniduri ibunya Olivia tidak mencarinya benar-benar bukan laki-laki ck! ck! jika dia keluarga ku aku akan benar-benar merasa malu" Ucap Aric berkomentar


"Tidak akan ada laki-laki di keluarga kita yang begitu pengecut, meniduri wanita tanpa bertanggung jawab! " Ucap Arion dengan sombong nya yang mendapat anggukan dari Aric tanda setuju dengan pernyataan Arion


"Soal ini aku akan selidiki dengan jelas, apa maksud Mario Harris ini, jika ibunya Olivia tidak berguna dia pasti sudah membunuhnya dan Olivia sejak lama" Ucap Arion


"Mungkin saja Olivia dan ibunya masih memiliki manfaat untuk Mario" Jawab Aric


"Ingin memanfaatkan wanitaku dan mertuaku mimpi saja" Ucap Arion serius, pengakuan yang tanpa sadar Arion ucapkan itu mampu membuat angel dan Aric terkejut


"Berisik! aku pergi dulu! jaga nenek dengan baik" Ucap Arion dengan wajah yang terlihat tersipu malu karena di ledek saudara kembar dan neneknya itu


****


Di sisi lain Olivia masih di ruangan nya menahan kakinya yang terasa sakit, tiba-tiba pintu terbuka


"Olivia kau baik-baik saja" Ucap Andreas, ya Andreas bergegas datang setelah mendapat kabar dari More, apalagi setelah suster bilang Olivia kakinya terkilir


"Saya baik-baik saja dokter terimakasih atas perhatian nya" Ucap Olivia dingin, dia masih teringat ucapan Andreas yang meragukannya


"Kau masih marah? " Ucap Andreas mendekat kearah Olivia

__ADS_1


Olivia menarik ujung Bibirnya "Untuk apa saya marah? " Ucap Olivia masih saja terlihat dan terdengar dingin


"Olivia meski kau benar-benar menerima uang itu aku akan melupakan nya, kita mulai semuanya dari nol" Ucap Andreas sembari mengambil obat oles untuk kaki Olivia dari kotak yang dia bawa


Olivia menghela nafasnya, dalam pikiran nya dia benar-benar kecewa ternyata Andreas benar-benar tidak mempercayai nya, hubungan nya selama ini bahkan tidak bisa menyakinkan Andreas kalau Olivia bukan orang yang seperti itu


"Terimakasih dokter, lebih baik anda jangan berharap pada wanita yang mampu menggadaikan cintanya demi uang" Ucap Olivia dengan dada yang sesak


"Olivia.. " Andreas tidak bisa berkata lagi dia memilih mengobati dan membalut kaki Olivia


Hening terasa begitu lama di ruangan itu, sampai Andreas menyudahi sesi membalut kaki Olivia "Kau jangan banyak bergerak Olivia atau nanti kakimu akan membengkak" Andreas berusaha menunjukkan perhatian nya


"Terimakasih atas perhatian dokter, tapi saya mengerti cara merawat diri saya" Ucap dingin Olivia


Andreas tidak tahan melihat sikap dingin Olivia terhadap nya dia memeluk Olivia, Olivia berusaha mendorong nya


"Tuan jaga sikap anda! lepaskan saya! " Olivia kini benar-benar merasa muak dengan Andreas, Andreas yang di satu sisi menunjukkan rasa cintanya taput di sisi lain dia sangat meragukan Olivia lalu apakah ini bisa di sebut cinta! dalam cinta percaya adalah sebuah pilar jika salah satu pihak tidak percaya apa masih bisa di sebut cinta.


"Olivia berhenti menganggap ku orang asing" Andreas ingin memeluk Olivia erat tapi Olivia dengan sekuat tenaga mendorong Andreas,


"Tuan segera pergi, saya perlu istirahat anda dokter tentu anda mengerti bukan" sindir Olivia setelah dapat melepaskan dirinya dari pelukan Andreas


Andreas terlihat kecewa tapi dia mengerti Olivia perlu istirahat "Baiklah istirahat lah dengan baik, aku akan kembali nanti" Ucap Andreas


"Tidak perlu dokter, terimakasih" Olivia segera membaringkan dirinya dan membalikan badannya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut


Andreas menatap Olivia dengan tatapan sedih, ingin rasanya Andreas memeluk Olivia lagi tapi dia mengurungkan niatnya agar Olivia lekas sembuh, Andreas pergi dari kamar Olivia.

__ADS_1


Namun beberapa saat pintu terbuka lagi, itu membuat Olivia berfikir Andreas kembali dia segera membalik badannya duduk dan ingin mengusirnya namun ternyata itu bukan Andreas, Olivia segera menundukkan wajahnya.


__ADS_2