MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 131


__ADS_3

Aric merasa bosan dia juga belum mengantuk dia akhirnya pergi ke balkon kamarnya menatap langit berbintang kemudian mengambil ponselnya, dia membuka kunci HP nya dan terlihat wajah cantik Fiona terpampang di HP Aric.


Aric tanpa sadar menggerakkan tangannya seakan ingin mengusap wajah cantik di layar ponsel nya "Apa yang sedang kau lakukan di sana Fiona? " Aric bertanya pada gambar yang tak Mungkin bisa menjawab


"Hahaha apa yang sedang aku lakukan apa aku gila? " Aric mungkin tidak menyadari dia mungkin sedang merindukan gadis yang selalu dia cintai itu.


Aric mengacak rambut nya sembari menertawakan dirinya yang mengatakan paman nya pengecut bahkan dia juga sama pengecut nya, dia hanya bisa menyimpan cintanya dalam diam "Aric kau begitu pengecut" Aric menertawai dirinya dan mencela dirinya sendiri


Sesaat setelah menatap lagi foto di layar ponsel itu, Aric memutuskan untuk memastikan layar HP yang menyala itu dan mengembalikan ponsel itu kembali ke sakunya


Namun baru saja akan memasukkan HP nya tiba-tiba HP nya berbunyi, Aric menatap layar HP nya wajahnya terlihat terkejut, Arion bahkan mengusap matanya seakan tidak percaya siapa yang sedang menelponnya


Dengan semangat Aric mengatur suaranya "Ekhmm-ekhmm halo... halo ekhemm" Dia sedang melakukan gladiresik sebelum mengangkat panggilan itu


Setelah Aric siap dia segera mengangkat telepon itu dan terdengarlah suara gadis cantik di seberang telepon


📞Fiona: 'Apa kau sedang sibuk? kenapa lama sekali mengangkat telepon ku, kau bahkan melupakan sahabat mu karena terlalu asik di negara A " Ucap Fiona di seberang telepon dengan nada gadis yang sedang merajuk


*Sahabat " Gumam Aric yang merasa tertampar *Apakah selamanya aku hanya akan menjadi sahabat mu" Ucapan itu hanya tertelan di mulutnya sendiri bahkan tidak bisa terlontar


📞Fiona: 'Kak Aric apa kau masih di sana? apa kau mendengar ku? halo? " Fiona terus berbicara sedangkan Aric sedang meluruskan pikirannya


📞Aric: ' ya aku masih di sini, kau jangan khawatir, ada apa menelpon ku? " Tanya Aric mencoba untuk bersikap tenang


📞Fiona: 'Apa aku tidak boleh menelpon mu? " suara Fiona terdengar merajuk


📞Aric: ' jika kau mencari Arion dia tidak bersamaku " Aric langsung saja mengucapkan apa yang dia pikirkan Fiona menelpon tentu untuk menanyakan Arion


📞Fiona: 'Akh...kau benar-benar bisa menebak pikiran ku, tapi bukan hanya itu alasan aku menelpon mu " Ucap Fiona yang nadanya kini sudah berubah begitu terdengar manis


📞Aric: 'Lalu ada apa lagi? " Tiba-tiba firasat Aric tidak enak

__ADS_1


📞Fiona: Aku akan ke sana bersama paman dan bibi, Aku akan segera bertemu dengan kak Arion" Suara Fiona kini terdengar sangat gembira sedangkan Aric terdiam benar saja firasat nya menjadi kenyataan ini benar-benar berita buruk


*Papa dan mama akan kemari? kenapa aku tidak tau? " Ucap Aric dalam hati dia ingin Menanyakan pada Papa nya nanti apa maksud perkataan Fiona


📞Aric: 'Kau sebaik nya tidak perlu ikut " Ucapan Aric itu membuat Fiona bingung kenapa Aric terdengar tidak senang jika dia ke negara A


📞Fiona: ' kenapa? apa aku tidak akan di Terima di sana" Ucap Fiona kesal lagi pula alister dan paman tersayang nya ada di negara Asia bagaimana dia tidak boleh ke sana


Aric tidak bisa menjawab, dia tidak mungkin mengatakan jika Fiona tetap kemari mungkin dia akan merasakan sakit hati, karena Arion sudah terang-terangan mengejar Olivia


📞 Fiona: ' kenapa diam? ah sudahlah kau memang tidak ingin mendukung hubungan ku dan kakak Arion kau menyebalkan! " Ucap Fiona yang langsung mematikan panggilan nya


"Bukan beg... " belum sempat menjawab penggilingan sudah terputus "Fiona aku hanya ingin menjaga perasaan mu aku tidak ingin melihat mu sedih ketika nanti kau melihat Arion yang terang-terangan mengejar Olivia. " Aric berbicara seraya menatap ponselnya yang sudah terlihat foto Fiona


****


Di sisi lain..


Arion meregangkan Kepala, matanya menatap orang orang yang sudah berjalan mendekat kearah mereka, Arion tanpa berbicara memainkan matanya seakan memberikan kode pada Andreas untuk tetap berada di sampingnya.


"Ck! kalian cari mati!" Ucap Arion menyeringai dengan tatapan menghina yang membuat mereka kesal


"Haha inikah pemimpin Leviathan yang di takuti? ck! tidak sesuai harapan" Ucap pemimpin kelompok itu yang baru melihat sekali Arion namun sudah mendengar rumor bahwa Arion adalah sang penguasa sombong dari dunia bawah.


"Kau sudah tau dia pemimpin Leviathan tapi kenapa kau berani melawan! " Teriak Andreas


"Era Leviathan akan segera berakhir! " Ucap pemimpin itu yang menodongkan pistolnya ke arah Arion


Arion hanya diam saja dia mengamati berapa orang yang membawa senjata dan berapa orang yang hanya menggunakan tangan kosong.


"Ingin menyingkirkan Leviathan apa kau sedang bermimpi?! " Ucapan Arion terdengar penuh hinaan

__ADS_1


"Berisik! titip salam kepada dewa maut! " Ucap pemimpin kelompok itu


"Apa kau tahu, Leviathan tidak bisa di bunuh apalagi hanya makhluk kecil seperti mu! " Ucap Arion yang melempar pisaunya tepat di dada pemimpin itu, kecepatan tangannya sangat cepat sehingga tidak terlihat saat Arion melempar pisau itu


Bahkan tanpa di sadari pemimpin kelompok itu, Arion sudah berada tepat di hadapan nya dan menendang jauh pistol yang dia pegang kemudian menodong pistolnya ke arah pemimpin kelompok "Lambat! " Menatap tajam pemimpin kelompok itu


Semua orang berdecak kagum tidak bisa berkutik, bahkan pemimpin kelompok itu masih terlihat bingung dengan kecepatan yang di miliki Arion


"Ada pesan terakhir? " Arion menarik pelatuknya namun Arion merasa ini tidak menarik jadi


Pemimpin itu mengambil tangan Arion dan membuang arah tembakan dan tidak mengenainya kemudian membuang pistol yang Arion pegang


Arion tersenyum "Ini akan jauh lebih menarik" Arion sengaja membuat dirinya terlihat lengah sebenarnya dia hanya ingin bermain


"Andreas 2 kanan, depan 3, bebek hitam kiri belakang, " Teriakan Arion itu tidak di mengerti oleh orang lain namun Andreas sangat tahu apa yang Arion maksud itu semua kode orang yang memegang senjata


"Aku mengerti" Andreas mengambil satu lagi pistolnya yang dia simpan di saku dua pistol yang siap untuk di tarik pelatuknya


Arion juga mengambil pistol nya yang dia sembunyikan di balik kemeja nya, mereka berdua menembak bersama-sama orang yang membawa senjata api


Dor... dor... dor... suara tembakan terdengar berkali-kali, Arion dan Andreas sama-sama menyeringai karena tembakan jitu mereka berdua


"Kepar*t!!!! teriak" pemimpin yang mulai menyerang Arion bersama anak buah yang tersisa begitupun dengan Andreas yang sudah di kepung beberapa orang


"Andreas kau jangan sampai mati!" Ucap Arion sembari menangkis pukulan dari pemimpin itu, saat seperti ini Arion masih bisa meledek sahabat nya seperti nya mereka berdua menikmati pertarungan ini


"Kau yang jangan mati, atau Olivia akan menjadi milik ku" Andreas membalas lelucon Arion


"Sialan kau, berani menyentuh wanitaku meskipun menjadi hantu aku akan membunuhmu" Ucap Arion


*Hah, Arion aku serahkan Olivia padamu " Ucap Andreas dalam hati dia berusaha merelakan Olivia

__ADS_1


__ADS_2