
Saat ini Fiona dan Alister sedang berburu oleh-oleh untuk kedua orang tua mereka.
Alister sudah terlihat kelelahan mengikuti kakaknya yang tidak ada habisnya membeli banyak barang untuk oleh-oleh "Kak apa kau yakin hanya membeli oleh-oleh? "
"Apa maksud mu? " Fiona menatap tajam adik laki-laki nya itu.
"Aku takut pesawat kita akan jatuh kalau kau membeli oleh-oleh lagi" Jawab Alister sembari menghela nafasnya.
"Apa kau bilang! apa kau tidak ingin membelikan papi dan mami oleh-oleh, ini masih kurang kita juga harus memberikan nya pada paman kai dan yang lainnya" Jawab Fiona enteng.
"Hah terserah lah , tapi bisakah aku menunggu di mobil saja kak, aku benar-benar lelah"
"Tidak boleh! jika kau beristirahat siapa yang akan membawa barangku"
"Kak apa kau ingin menyiksa ku? " Alister mencoba tatapan berbinar agar kakaknya merasa kasihan padanya.
"Tidak, aku ini sedang memberimu pelatihan agar kau nanti terbiasa menemani kekasihmu belanja" Fiona tiba-tiba teringat adiknya baru saja patah hati dan dia mengatakan hal itu. Fiona reflek menutup mulutnya.
"Apa semua wanita seperti mu kak? kalau begitu aku tidak akan mencari wanita seperti mu" Alister tersenyum dia tidak ingin kakaknya merasa tidak enak padanya, jadi Alister menunjukkan sikapnya kalau dia sudah merelakan sepenuhnya Olivia.
"Hah! apa yang kau katakan! " Fiona berjalan ke arah adiknya kemudian memukul pelan kepala adiknya " Wanita seperti ku ini sangat sempurna " Fiona bertolak pinggang bersikap begitu bangga membuat Alister tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Baiklah aku akan mencari yang seperti kakak, tapi tidak dengan hobby belanjanya " Ledek Alister.
"Hei jika wanita mu tidak suka belanja lalu siapa yang akan menghabiskan uangmu"
"Tentu saja kakak"
"Bagus kau adalah adik berbakti hehe" Fiona segera berjalan lagi dan mengambil lagi banyak oleh-oleh di troli yang Alister dorong.
"Dasar! sudahlah " Alister hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah kakaknya yang semakin menjauh darinya. 'Wanitaku? apakah aku akan memiliki nya? ' Ucap Alister dalam hati, seperti nya dia belum mau membuka hati lagi.
*****
__ADS_1
Olivia ingin mengikuti mereka namun tangannya tiba-tiba di tarik membuat Olivia berhenti dan menengok ke arah Arion, tatapan mata Arion membuat Olivia merinding "B.. boo kau tidak apa-ap... " Ucapan nya terhenti saat bibir Arion sudah menyesap lembut bibir Olivia....
Olivia membulatkan matanya karena terkejut akan serangan tiba-tiba yang Arion lakukan, Olivia mencoba mendorong Arion, namun Arion malah menekan kuat kepala Olivia membuat ciuman mereka semakin dalam.
Olivia hampir kehabisan nafasnya dia akhirnya memukul pelan dada Arion, membuat Arion melepaskan ciumannya dari Olivia.
"Hah hah hah.. apa yang kau lakukan Boo? " Olivia berbicara sedikit terengah-engah.
"Ini hukuman karena kau memangkas rambut orang lain"
Olivia hanya bisa tersenyum, karena sifat posesif suaminya itu, tak di sangka Olivia perlahan berjinjit dan mencium bibir Arion, karena Olivia sudah memulai Arion tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
Ciuman panas yang kedua kalinya berlangsung lebih lama sampai seseorang membuka pintu "Gawat seperti nya aku datang di saat yang tidak tepat" Ucap Aric yang langsung menutup pintu nya tapi karena kelakuan nya Arion harus mendapat gigitan di bibirnya.
Saat mendengar pintu di buka Olivia panik dan menggigit bibir Arion agar mengakhiri ciuman mereka.
"Heh! ternyata istriku sudah berani" Arion mengusap bibir yang di gigit oleh istrinya itu
"Apa? aku tidak mendengar nya, apa yang kau katakan? " Arion menarik Olivia kedalam pelukan yang erat membuat Olivia tidak bisa menelan ludahnya.
"Maaf Boo aku tidak sengaj.. " Lagi-lagi ucapan Olivia terhenti, tapi kali ini Arion tidak mencium Olivia tapi dia menggendong Olivia membuat Olivia panik.
Olivia langsung terpikir adegan dewasa yang sering mereka lakukan "Boo Boo ja.. jangan lakukan di sini" Ucap Olivia polos.
"Sejak kapan istriku ini menjadi sangat mesum" Arion tertawa kecil dan menggendong keluar Olivia.
"Boo aku bisa berjalan sendiri, turunkan aku" Olivia merasa malu saat mereka berpapasan dengan beberapa suster yang melihat kearah mereka.
"Kenapa aku harus menurunkan mu? "
"Boo se.. semua orang menatap kemari" Jawab Olivia
"Kalau begitu biarkan semua orang menatap kita, agar mereka tau kau adalah milik ku! " Olivia hanya bisa pasrah, dia tidak bisa melawan Arion lagi dan akhirnya Olivia menyembunyikan wajahnya di dada Arion.
__ADS_1
Saat mereka sudah sampai di mobil, semua mata menuju ke arah meraka.
"Apa yang terjadi pada Olivia, Arion! " Daniel langsung menghampiri Mereka berdua.
"Bukan urusan mu pak tua!, kau pergi saja ke mobilmu " Arion begitu saja melewati Daniel.
"Bocah teknik kurang ajar, hei katakan Olivia kenapa? " Daniel mengikuti Arion namun di cegah oleh Aric.
"Paman, Olivia tidak apa-apa" Ucap Aric.
"Dari mana kau tau? Arion bahkan menggendong nya" Daniel terlihat khawatir pada Olivia calon anak tirinya itu.
"Itu.. sudahlah paman percaya pada ku" Aric tidak mungkin berkata dirinya baru saja melihat Arion dan Olivia berciuman dan akhirnya hanya bisa mendorong masuk Daniel ke dalam mobil Dion.
Arion menurunkan Olivia di kursi mobil, Olivia merasa malu karena hanya bisa diam saat paman Daniel menanyakan keadaan nya. tapi kalau dia melihat ke arah Daniel dia akan lebih merasa malu.
"Kenapa diam? apa kau sedang memikirkan laki-laki lain? apa aku perlu menghukum mu sayang" Ucap Arion saat Arion sudah duduk di belakang kursi pengemudi.
Olivia menggelengkan kepalanya, Arion mendekat kearah Olivia dan membisikkan sesuatu di telinga Olivia "Sayang ingat, aku tidak akan pernah membiarkan kau memikirkan siapapun kecuali aku " Di akhir ucapannya Arion meniup telinga Olivia membuat Olivia bergidik ngeri.
"Bagaimana jika aku memikirkan ibuku? " Olivia sengaja menggoda suaminya itu.
"Tidak boleh lebih dari lima menit setelah itu pikirkan aku lagi" Arion memegang dagu Olivia untuk menatap ke arahnya.
"Bagaimana jika aku memikirkan nya lebih dari lima menit? " Olivia sekarang semakin berani menggoda suami posesif nya itu.
"Kalau kau berani, aku yakin kau pasti akan menyukai hukuman ku"
"Hu.. hukuman apa? " Olivia melihat ke arah Arion, yang tiba-tiba berwajah serius, membuat Olivia berpikir apa mungkin suaminya akan benar-benar menghukum nya.
Arion menatap Olivia semakin dalam dan perlahan membelai wajah cantik Olivia, membuat Olivia seakan tak bisa bernafas "Hukuman nya adalah kau tidak akan bisa berjalan karena servis ku yang memuaskan" Arion menjilat bibir Olivia membuat jantung Olivia berdetak cepat.
"Kyaaaa Boo kau mesum! " Olivia mendorong Arion dan langsung menutup wajahnya yang mulai memerah, sedangkan Arion sangat puas melihat ekspresi istrinya yang berhasil dia goda.
__ADS_1