
Daniel yang sudah mendapatkan kabar kalau target sudah di bawa Arion, dia segera pergi tanpa menunggu dokter datang untuk memeriksa kaki Olivia
"Olivia kau diam di sini jangan kemana-mana dokter akan segera tiba, untuk urusan ibumu kau jangan khawatir Ok, dia akan baik-baik saja dan akan segera sembuh" Daniel meyakinkan Olivia sebelum pergi Daniel bahkan mengusap lembut rambutnya, entah mengapa itu membuat Olivia sedikit tenang
Olivia mengangguk "Terimakasih tuan sudah membantu merawat ibuku, bahkan memberiku perhatian" Ucap Olivia tersenyum manis
"Tidak masalah, kau baik-baik tunggu dokter tiba aku akan pergi" Ucap Daniel yang segera melangkah kan kakinya keluar dari ruangan Olivia
Daniel segera keluar dari rumah sakit di sana sudah ada mobil yang menunggu nya di luar, Daniel segera masuk
"Paman, apa kau tidak memiliki anak buah yang bisa kau andalkan, kenapa selalu menganggu ku" Ucap Alister saat Daniel masuk kedalam mobilnya dia sudah mengeluh
"Berisik!! jalankan mobilnya sekarang! " Ucapan Daniel begitu tegas wajah begitu dingin, Alister tau Daniel sedang dalam Mood yang buruk
"Baiklah aku mengerti" Ucap Alister yang segera melajukan mobilnya pergi dari rumah sakit
"Kita kemana paman? " Tanya Alister kepada Daniel yang bahkan memintanya datang dan mengantar tanpa menyebutkan lokasi
"Ke markas Arion " Hanya ucapan singkat itu yang keluar dari mulut Daniel, dia masih berurusan dengan HP nya seperti nya dia sedang menghubungi kai.
"Untuk apa kita ke markas nya? " Tanya Alister yang tidak tau apa-apa
"Kau akan tahu setelah kita sampai di sana! kenapa kau berisik dan cerewet seperti perempuan " Ucap Daniel yang merasa Alister banyak tanya
"Paman kau jangan terlalu kejam padaku, aku ini sudah menjadi supir mu selama kau di sini," Ucapan Alister tidak di tanggapi oleh Daniel yang masih fokus pada HP nya
"Oh iya paman, kau pergi ke rumah sakit keluarga Mars apa kau benar-benar sakit parah" Alister masih saja penasaran kenapa dia selalu menjemput Daniel di rumah sakit
"Tidak" Daniel benar-benar sedang fokus pada layar di depannya
"Lalu kenapa kau selalu berada di rumah sakit" pertanyaan Alister ini sudah sering dia tanyakan tapi tidak pernah mendapat jawaban
__ADS_1
"Aku dan Rocky baru saja keluar dari api bersama Olivia dan ibunya" Perkataan Daniel itu langsung membuat Alister menekan rem mobilnya membuat mobil Alister mengerem mendadak secara mengejutkan, untung saja Jalanan sepi jika tidak pasti akan terjadi kecelakaan beruntun
"A.. apa yang paman katakan, Olivia terjebak di ruangan yang terbakar ba.. bagaimana bisa dan kenapa paman baru mengatakan nya, aku harus segera menjenguknya aku ingin melihat keadaannya" Ucap Alister khawatir
Dia melihat spion mobilnya Alister ingin pulang balik ke rumah sakit namun di tahan oleh Daniel
"Kau bisa menemui nya setelah kita melihat dalang di balik pembakaran itu, apa kau tidak ingin membalas mereka yang menyakiti Olivia" Daniel benar-benar pandai membuat kata-kata sehingga Alister mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah sakit
Alister mengerti Daniel ke markas Arion ternyata untuk mengetahui siapa dalang dari pembakaran "Baiklah aku mengerti" Ucap Alister yang melajukan mobilnya ke markas Arion
Alister akhirnya memarkirkan mobilnya ke Markas Arion, mereka menerobos masuk ke dalam Daniel melihat beberapa orang berjaga
"Dimana Tuan mu, aku ingin bertemu! " Ucap Daniel pada penjaga
"Tunggu sebentar saya akan bertanya apa anda bisa masuk atau tidak" satu penjaga bergegas memberitahu Arion, penjaga itu tentu saja tau siapa Daniel, sebelum Arion yang memegang kerajaan Mars Daniel yang menduduki dunia bawah di negara A
Penjaga itu mengetuk pintu ruangan rahasia, dan Rocky yang membukakan pintu " Ada apa? " Tanya Rocky
Rocky melihat kearah Arion menunggu jawaban dari Arion, "Suruh dia masuk! " Arion menjawab pertanyaan yang bahkan tidak di ucapkan Rocky tapi dia mengerti Rocky menunggu persetujuan darinya.
"Baik tuan" Ucap penjaga itu yang bergegas pergi
Daniel menunggu cukup membuat kakinya pegal karena berdiri, sampai penjaga itu kembali.
"Tuan silahkan ikut saya" Ucap penjaga itu yang akan menunjukkan jalan ke ruangan rahasia Arion yang tidak banyak penjaga yang tahu, hanya penjaga yang sudah lama dan lulus tes yang tau tempat rahasia yang Arion buat di dalam markasnya
"Dia benar-benar membuat ruangan yang begitu dalam dan penuh jebakan" Ucapan Alister memuji markas yang Arion buat
"Dia sama dengan Papa nya terlahir dengan kejeniusan yang berlebihan" Daniel tanpa sadar memuji rivalnya sejak kecil
"He, ternyata paman begitu dekat dengan paman Rayyan" Terlihat Alister seperti mengejek Daniel, karena semua orang tau Daniel dan Rayyan bagaikan api dan air
__ADS_1
"Berisik! " Daniel. segera mempercepat jalannya dan akhirnya mereka sampai di ruangan rahasia yang bahkan bisa memiliki sensor dan peringatan
"Tuan jangan menyentuh sembarangan" Ucap penjaga itu yang takut sistem penembak otomatis akan aktif karena Daniel menyentuh pintu ruangan itu
"Paman kau apa sedang menguji teknologi yang Arion buat" Ucap Rocky yang untung saja langsung membuka pintu
Daniel tanpa berkata langsung masuk dan di ikuti oleh Alister sedangkan penjaga segera pergi dari sana
Arion mendengar dua langkah kaki, tentu saja itu membuatnya tau tanpa melihat jika Daniel membawa Alister
"Di mana orang yang sudah mencelakai Ranti" Ucap Daniel yang terlihat sangat marah
"Orang nya sudah bunuh diri, satu lagi dia sedang berada di ruangan gelap"
"Siapa mereka sebenarnya apakah Mario? " Tanya Daniel Mengepalkan Tangan nya
"Dia adalah putrinya Mario Harris paman, dan seperti nya soal pembakaran ini Mario Harris bahkan tidak tau" Ucap Rocky menjelaskan
"Ban*s*t! beraninya dia, biarkan aku bertemu dengan pelac*r itu" Daniel benar-benar kesal dan marah
"Jangan tergesa-gesa kita sudah menangkap anak rubah, kita tentu saja harus menangkap rubah Dewasa sebelum menghukum nya" Ucap Arion yang sudah memiliki rencana sendiri, dia berdiri dan berjalan pergi namun kemudian berhenti "Jika ingin tau situasi nya kau tanyakan pada Rocky, aku tau kau sangat ingin ikut campur tapi di sini adalah wilayah ku kalian hanya bisa mengikuti caraku! jangan jadi penghalang" Ucapan Arion itu benar-benar mengingatkan Daniel pada Rayyan yang selalu bersikap dominan dan sombong
"Ck! tidak ada bedanya meraka benar-benar menyebalkan" Ucap Daniel bergumam melihat pantulan Rayyan ada di diri Arion
Arion segera pergi diikuti oleh Rafael sesuai perintah Rocky, Rocky tidak mau Arion bekerja sendiri
Arion dan Rafael sudah berada di mobil "Tuan kita mau kemana? " Tanya Rafael
"Kita pulang ke rumah" Jawab Arion, mendengar jawaban Arion Rafael segera melajukan mobilnya
Di sepanjang perjalanan Arion terus berfikir *Nenek pasti tau masalalu keluarga Harris ini, aku harus segera bertanya padanya" Ucap Arion dia penasaran sebutan bukan istri yang sebenarnya apa maksud nya itu
__ADS_1