MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 177


__ADS_3

"Tadi malam seperti nya aku melihat mu di tarik tuan muda kedalam kamar" Duaar ucapan Rania benar-benar membuat Olivia tidak tau lagu harus bicara apa.. "Apa kau benar-benar tidur bersama tuan muda? " Rania menatap Olivia menunggu jawaban.


"A.. aku" Olivia menelan ludahnya dengan sulit dia tidak tau harus menjawab apa. "Ak.. aku tidak mungkin itu.. ak" Olivia terlihat gugup membuat Rania semakin curiga dia menatap Olivia penuh arti.


"Kak Rania tadi malam kak Olivia tidur dengan ku, kakak jangan salah paham" Aleena tersenyum begitu manis membuat Rania mengangguk percaya, untuk ragu pun Rania tidak bisa karena dia hanya bawahan tidak baik meragukan adik dari tuannya.


"Hahaha nona Aleena aku hanya bercanda aku juga tau Olivia tidak mungkin macam-macam dengan tuan muda " Rania tertawa karena memang sebenarnya Rania hanya mengerjai Olivia.


"Kalau begitu kak Rania, aku pinjam dulu kak Olivia ya" Aleena menarik tangan Olivia dan membawanya ke kamar Olivia sendiri, Aleena menutup pintunya.


"Kakak katakan padaku apa kau tidur di kamar kak Arion? ayo katakan katakan" Aleena sangat bersemangat sifatnya ini kadang-kadang terlihat seperti si Rocky yang sedang penasaran.


Olivia tidak bisa menyembunyikan lagi dari Aleena, Olivia hanya bisa mengangguk malu-malu.


"Benarkah, apa aku akan segera menjadi tante, tunggu haruskah aku menjadi aunty atau bibi panggilan apa yang bagus akhhhh " Aleena terus mengoceh tidak sabar membuat Olivia semakin malu.


"Aleena kenapa kau berfikir akan segera menjadi tante? ini bukankah terlalu dini? " Ucap Olivia yang tidak tau apa yang sedang gadis kecil itu pikirkan.


"Bukankah jika dia orang tidur bersama dia akan menghasilkan bayi? jadi kak Olivia sudah tidur dengan kak Arion aku harus segera bersiap menjadi tante bukan? " Aleena mengatakan itu dengan tampang polosnya membuat Olivia bingung sendiri.


"Anu Aleena ini dari mana kau belajar seperti ini? seperti nya kau salah sangka aku belum tentu akan mengandung bayi ok, ja.. jadi jangan bicara sembarangan" Olivia hanya bisa memikirkan jawaban ini, karena menurut Olivia kesempatan mendapatkan bayi hanya dengan berhubungan Satu kali itu jarang terjadi.


"Jadi aku belum tentu akan menjadi tante? " Tanya Aleena dengan ekspresi yang terlihat kecewa.

__ADS_1


"Ya se.. seperti itu, sudah ya Aleena aku akan bersiap untuk pergi, Aleena ingin di sini atau menunggu di luar? " Tanya Olivia.


"Aku akan keluar saja kakak bersiaplah" Tampang Aleena masih terlihat sangat kecewa 'Kedepannya harus menyuruh kakak Arion terus tidur dengan kak Olivia kalau tidak keponakan ku tidak akan hadir " Ucap gadis kecil itu.


"Baiklah aku juga akan segera keluar setelah selesai" ucap Olivia, Aleena mengangguk dan berjalan keluar dia tidak lupa menutup pintunya.


"Haaah selamat, Aleena perkataan mu sangat berbahaya, lagi pula aku apakah pantas mengandung dari anak tuan muda" Olivia tanpa sadar mengusap perutnya dia tidak tau apa yang dia pikirkan padahal dia dan Arion sudah berbuat sejauh itu tapi rasa takut Olivia untuk mengakui Arion masih ada.


Olivia segera membersihkan diri, dia berganti pakaian yang sedikit longgar namun dia baru sadar lehernya penuh dengan tanda merah "Ya Tuhan bagaimana aku menutupi ini semua tunggu apa nyonya dan Aleena melihat ini tadi? semoga saja tidak, seperti nya tidak kan mereka tidak bertanya pasti tidak melihat nya " Ucap Olivia pada dirinya sendiri, Olivia segera menutupi tanda merah itu dengan make-up milik Rania.


Olivia juga mengganti bajunya dengan pakaian yang berkerah dia terpaksa tidak mengikat rambutnya."Ini sudah aman " Ucap Olivia tersenyum dia sedikit malu mengingat bagaimana dia mendapat kan tanda itu.


Olivia keluar dari kamar dia bergegas ke kamar Angel dan membantu Tiara menyiapkan angel, mereka sudah siap Rayyan membantu ibu mertuanya turun dari tangga dan Olivia sudah menyiapkan kursi roda, Olivia mengatur nafasnya dia perlahan mendorong kursi roda yang di duduki Angel.


Olivia mendorong nya dengan hati-hati dia juga masih merasa sedikit nyeri meskipun sudah tidak senyeri tadi.


"Apa aku bisa melakukan itu, aku di sini untuk bekerja" Bisik balik Olivia yang membuat Arion menggenggam erat dorongan kursi roda itu.


"Itu kenapa seharusnya mereka semua tau kau itu istriku! " Bisik Arion lagi yang membuat Olivia dengan cepat menggelengkan kepala, Arion tau respon itu yang akan Olivia berikan. "Baiklah ingatkan aku untuk menghukum mu nanti!" Bisikan Arion ini mampu membuat Olivia membayangkan hukuman apa yang akan dia dapatkan.


"Kalian berdua sedang berbisik apa? " Tanya Tiara yang penasaran tiba-tiba Arion mengambil alih pekerjaan Olivia.


"Tidak ada ma" Arion tidak menanggapi lebih lanjut dia hanya mendorong neneknya sembari berbincang meninggalkan Tiara, Rayyan Aleena dan Olivia di belakang nya.

__ADS_1


"Nek apa kau ingin pergi keluar? " Tebak Arion sebelum neneknya mengatakan ingin keluar dia sudah tau.


"Benar sayang, nenek sangat lelah berada di kamar" Ucap angel


"Bagaimana jika melihat danau tempatnya tidak jauh dan juga pemandangan nya sangat bagus cuaca juga sangat mendukung" Ucap Arion, seperti biasa Arion sangat nyaman berbicara dengan neneknya


"Apa kau sedang memanfaatkan nenek mu untuk berkencan dengan Olivia" ledek sangat nenek yang tepat sasaran, Arion tentu saja memanfaatkan situasi ini untuk memperpendek jarak antara dia dan Olivia, dan membuat Olivia benar-benar jatuh cinta padanya.


"Apa aku ketahuan" Arion tertawa dengan sang nenek tanpa sadar mata Olivia mengamati itu, Olivia pun ikut tersenyum pria setampan itu apakah benar-benar suaminya.


"Lanjutkan Arion dapatkan hati Olivia, tidak banyak gadis sebaik dia nenek juga menyukainya" Ucapan Angel itu menjadi semangat bagi Arion. Arion mengangguk-angguk.


Di sisi lain


Dion dan Rocky sudah sampai di sebuah penginapan letaknya tidak jauh dari kota besar.


"Benarkah Susan di sini? " Ucap Rocky yang sedikit tidak percaya, karena penginapan itu bukan tempat sembunyi uang bagus menurut Rocky letaknya tidak terpencil dan mudah di akses.


"Apakah musuh Tuan Muda sangat meremehkan kemampuan kita! bersembunyi di sini apa mereka ingin menyerahkan diri" Ucap dion yang mungkin sepemikiran dengan Rocky tempat yang mereka datangi tidaklah seperti tempat persembunyian.


"Sa.. lebih baik kita masuk dan cari keberadaan Susan" Ucap Rocky yang ingin turun dari mobil namun di hentikan oleh Dion


"Apa kau gila ingin langsung turun kau tidak tau seberapa banyak musuh di dalam! jika ingin mengantarkan nyawa jangan mengajak ku, lebih baik kita awasi dulu, tunggu aku akan merantau CCTV-nya" Ucapan Dion mengeluarkan laptop nya bergegas memasuki keamanan penginapan itu.

__ADS_1


Dion dengan cepat berhasil mengendalikan CCTV-nya, Saat Dion menjelajah ke setiap sudut matanya menemukan sosok yang sai tidak asing untuk nya "Dia" Rocky tanpa pikir panjang berjalan keluar dan setengah berlari.


Saat Dion menyadari Dion membulatkan matanya saat melihat apa yang Rocky lihat "Dia"


__ADS_2