MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 92


__ADS_3

"Nenek untuk apa memanggilnya kemari? " Ucap Arion yang khawatir jika nantinya Olivia akan di bebaskan oleh neneknya, rasanya Arion tidak ingin berpisah dengan Olivia, perasan aneh menjalar di tubuh Arion baru kali ini Arion merasa takut, selain takut kehilangan neneknya dan ibunya waktu itu.


"Kenapa? apa belum puas menyiksanya? " Pertanyaan nenek angel membuat Arion merasa tercambuk.


*Bukankah aku sudah tidak menyiksanya kenapa seperti aku adalah penjahat nya di sin" Tanya Arion pada dirinya sendiri.


"Rocky cepat panggil Olivia kemari" Ucap Angel yang ingin segera melihat kondisi Olivia.


"Baik nenek, aku akan segera memanggilnya" Setelah berucap Rocky segera pergi dari hadapan neneknya keluar dan menutup pintu.


"Nek, bisakah tidak memanggil nya, biar Arion yang selesaikan masalah ini sendiri" Ucap Arion berusaha tegas tanpa menyakiti hati neneknya.


"Apa yang ingin kau lakukan kepada gadis itu, aku tau kau sudah tau kebenaran nya bukan?," Ucap nenek angel ternyata dia tau kalau Olivia bukan putri Mario Harris.


"Aku tau, tapi sebelumnya Arion tidak tau kalau dia buka putri Mario Harris nek, aku hanya tau ingin membalas perbuatan Mario Harris kepada nenek" Ucap Arion mengingat amarahnya bagaimana cara Mario Harris meracuni neneknya hingga terbaring tak berdaya cukup lama.


"Ini tidak sepenuhnya salah Mario, aku juga salah terlalu mempercayai nya, sampai tidak sadar beberapa tahun ini keuntungan rumah sakit Sudah dia gelapkan" Terang nenek angel pada Arion.


"Bagaimana bisa nenek begitu percaya pada bajing*n itu!! " Arion benar-benar geram mendengar namanya.


"Dia yang membantu nenek membangun rumah sakit, Mario adalah orang kepercayaan kakek buyutmu awalnya nenek tidak mempercayai nya, tapi dia selalu bersikap Royal pada rumah sakit kita, bahkan selalu mengutamakan rumah sakit dari pada keluarga nya, itu mengapa nenek tidak menaruh curiga, sampai nenek menyadari kalau tubuh nenek terasa tak bertenaga dan selalu merasa ada yang salah dengan tubuh nenek, nenek sengaja mengecek keadaan tubuh nenek tanpa berbicara dengan siapapun, siapa sangka ada racun di dalam tubuh nenek, tidak sangka Mario menambahkan dosis nya dan nenek harus tidur panjang " Nenek Angel menceritakan semuanya dengan lengkap


"Andreas, terimakasih kau berhasil mengembangkan penawar nya" Ucap angel saat melihat murid nya mampu menyelesaikan apa yang dia tinggalkan di laboratorium.

__ADS_1


"Nyonya terlalu memuji hanya perlu menemukan beberapa bahan tidak termasuk berhasil, aku hanya membantu " Ucap Andreas rendah diri dan tersenyum pada Angel.


"Kau murid terbaik ku" Pujian Angel membuat rasa bangga di hati Andreas.


"Nenek apa kau tau Andreas bekerja sama dengan siapa? kenapa seperti nya dia memiliki orang hebat di belakang nya, sampai sekarang aku belum menemukan nya" Arion penasaran apakah neneknya mengetahui sesuatu.


"Soal itu aku tidak tau, Arion seperti nya memang benar-benar ada orang di belakang nya"


Arion mengangguk mengerti, tebakannya tidak mungkin meleset jika hanya mengandalkan diri sendiri, Mario tidak akan bisa begitu lama bersembunyi dari nya.


Percakapan itu terhenti saat pintu di ketuk dan Rocky masuk di ikuti gadis cantik di belakang nya.


"Nenek dia sudah di sini" Ucap Rocky tersenyum.


"Selamat malam Nyonya" Olivia tersenyum dan menundukkan kepalanya, memberikan rasa hormat pada Angel.


"Nenek mengenalnya? " Tanya Arion terkejut


"Apa kau sudah melupakan gadis kecil yang berusaha menolong mu saat jatuh ke dalam kolam renang, di pesta ulang tahun pertama mu di sini? " Ucapan Angel membuat semua orang terkejut


Andreas dan Rocky menatap Olivia, mereka ada di sana saat ulang tahun Arion itu, saat mereka berdua panik ada seorang gadis kecil menceburkan diri tanpa tau dia juga tidak akan kuat membawa pria kecil itu ke atas. membuat keduanya harus tenggelam bersama.


"Gadis kecil itu dia? " Arion tidak percaya dia menyiksa gadis kecil yang menarik perhatian nya, sebenarnya dia terjatuh karena menatap gadis itu saat berlari dan tidak melihat ada kolam renang sebesar itu dan membuatnya terjatuh.

__ADS_1


"Benar, Olivia kemari" Tersenyum dan menyuruh Olivia mendekat pada nya, Olivia dengan takut mendekati nenek Angel dia tidak tau apa yang akan di lakukan nenek Angel terhadap nya.


Arion segera pergi dari kursinya, begitupun dengan Aric yang sedari tadi menyimak, dia memilih sedikit menjauh dan menyimak kembali.


Olivia tidak duduk di kursi dia mengambil tangan Angel dan berjongkok " Nyonya maafkan kesalahan Ayah saya, saya tau karena di butakan oleh harta dia sampai melukaimu nyonya, untuk nya aku rela bersimpuh dan minta maaf, sekali lagi berikan maafmu pada ayah saya nyonya " Olivia tak dapat membendung air matanya dia ingin meminta ampun dan berharap bisa di lepaskan dari belenggu nama barang penebus dosa yang Arion sematkan padanya.


*Gadis lugu ini, masih belum tau bahwa ayah yang dia belanya bukan ayah kandung nya, gadis yang malang, jika aku tidak tau penyiksaan itu aku akan berfikir Mario adalah ayahnya, Mario itu bersikap sangat baik saat berada di rumah sakit dengan membawa kedua putrinya, benar-benar laki-laki menjijikkan membuat Olivia di kenal sebagai anak tertuanya" Angel pernah melihat betapa kerasnya Mario menampar wajah cantik Olivia di ruangan nya wakil direktur saat Mario sedang bertugas.


"Jangan meminta maaf Olivia, bukan kamu yang bersalah, berhenti ayo berdiri" Angel dengan susah payah menarik Olivia untuk berdiri, Olivia tidak bisa menyia-nyiakan tenaga Angel yang berusaha menyuruhnya berdiri.


Olivia berdiri dengan air mata yang masih membasahi wajah cantik nya itu "Bagaimanapun dia, dia adalah Ayah saya sudah kewajiban saya untuk meminta maaf atas namanya, mohon nyonya mau memaafkan ayah saya"


Semua orang menggelengkan Kepala nya, melihat kasihan ke arah Olivia sekaligus kagum, gadis itu bahkan meminta maaf atas nama ayah yang tidak pernah menganggapnya seorang anak.


Ada rasa menyesal di hati Arion, dia merasa bersalah atas perlakuan nya di masa lalu pada Olivia, tanpa mencari kebenaran nya dia menyiksa Olivia begitu saja.


"Olivia kau tidak harus menanggung beban dari kesalahan orang lain, kau harus hidup untuk dirimu sendiri" Ucap Angel memeluk Olivia dengan penuh kasih sayang mengusap lembut punggung nya, membuat Olivia merasakan sebuah pelukan hangat yang sudah lama tidak dia rasakan.


"Jadi bisakah saya pergi dari sini? " Ucap. Olivia ragu-ragu saat Angel melepaskan pelukannya dan menatapnya.


"Bole... " Ucapan Angel tidak terdengar karena suara laki-laki yang dengan tegas berbicara itu.


"Tidak! kau tidak boleh pergi dari sini" Ucap Arion lantang membuat semua orang menatapnya

__ADS_1


"Arion, kenapa? kau sudah tau dia tidak bersalah kenapa masih menahannya? " Tanya Angel menatap Arion dengan tatapan butuh jawaban.


"Karena?? " Arion terlihat sedang berfikir.


__ADS_2