
"Kau tidak akan bisa kabur Nona cantik kau sebaiknya menurut pada kamu" Ucap laki-laki kesatu itu
"Tu.. tuan saya hanya tersesat biarkan saya pergi" Ucap Olivia yang sudah terlihat ketakutan.
"Membiarkan mu pergi, tidak akan kita akan pergi bersama merasakan surga dunia" Ucap laki-laki itu yang berjongkok di hadapan Olivia menarik paksa topengnya "Kau sangat cantik" Ucapnya terpesona saat melihat wajah Olivia membuat nya ingin menyentuh dagu Olivia namun belum sempat menyentuhnya tangannya sudah berhenti saat mendengar suara keras di hadapannya
"Wanitaku siapa yang berani sentuh! besar sekali nyali kalian " Suara laki-laki itu membuat dua laki-laki itu ketakutan apa lagi saat melihat wajahnya
"Tu.. tuan maafkan kami, kami tidak tau kalau dia wanita mu, ampuni kami tuan" Mereka brdua terlihat sangat ketakutan
"Dion urus mereka beri mereka pelajaran" Ucap Arion yang tanpa ba-bi-bu langsung membawa Olivia dalam gendongan nya membuat Olivia menatap wajah tampan yang menyelamatkan nya
"Aku sudah bilang jangan kemana-mana! ini bukan rumah sakit yang berisikan orang sakit yang tidak bisa berbuat apa-apa!!" Ucap kesal Arion dia hampir tidak bisa bernafas saat mendapati Olivia tidak ada di tempat dia berdiri sebelumnya, membuat Arion mengerahkan anak buahnya yang berada di sekitar lokasi untuk menemukan Olivia untung Rafael mampu menemukan Olivia dari CCTV.
"Ma.. maaf" Ucap bibir Olivia yang bergetar matanya sudah tak bisa membendung air mata yang akhirnya membasahi wajah cantik nya, dia benar-benar ketakutan bayangan dulu teringat kembali saat Arion ingin melemparkan nya pada 20 pemuda.
Melihat Olivia yang gemetaran serta mata dan wajah yang sudah berlinang air mata membuat Arion tidak tega untuk lanjut memarahinya, Arion hanya bersyukur dia bisa datang tepat waktu.
Arion membawa Olivia kembali ke dalam mobil, Arion melajukan sendiri mobilnya, sedangkan dion, Rafael dan anak buah nya sedang membereskan dua laki-laki yang berani ingin menyentuh wanita sang penguasa
Olivia masih saja menangis meski Olivia berusaha menyeka dan menahan tangisnya tapi ketakutan yang dia rasakan masih terasa nyata.
Arion diam dia berusaha mencari kata di pikiran nya kata untuk menghibur Olivia, tapi sekian lama dia berfikir dia tidak berhasil menemukan kata-kata lembut yang terangkai.
Akhirnya sepanjang perjalanan hanya diam membisu sampai Olivia tertidur dalam tangisnya
Arion sudah sampai di kediaman nya dia tidak tega membangunkan Olivia yang tertidur pulas, Arion menatap wajah yang penuh dengan air mata itu, Arion mengambil sapu tangan nya dan menyeka air mata itu
__ADS_1
"Apa yang kau takutkan Olivia, kau tidak perlu takut apapun karena aku akan melindungi mu" Kalimat itu tiba-tiba bisa terucap dari mulut Arion.
Cukup lama Arion terus memandang wajah cantik Olivia, "Susan kenapa? " Kalimat itu terdengar dari mulut Olivia yang seperti nya sedang mengigau
"Susan? " Ucap Arion lagi dia tengah berfikir nama yang Olivia ucapkan seperti nya pernah dia dengar, tapi Arion tidak memperdulikan nya hari semakin larut dia tidak bisa terus di mobil dia takut Olivia akan kedinginan.
Arion turun dari mobil membawa Olivia dalam gendongan nya dan masuk kedalam rumahnya.
Arion terus menggendong Olivia tanpa sadar dia membawa Olivia masuk ke dalam kamarnya membaringkan tubuhnya, Tidak ada orang yang di perbolehkan tidur di ranjang nya , tapi ada kata kecuali untuk Olivia.
Arion bergegas membersihkan diri, setelah membersihkan diri dia dengan sendirinya tidur di sisi ranjang yang berbeda dengan Olivia, Arion pun terlelap.
Pagi menyapa Olivia mengerjapkan matanya dia melihat Arion berada di samping nya, dia segera menutup mulutnya agar tidak bersuara, dia duduk dan segera keluar dari kamar Arion.
Setelah menutup pintu, Olivia bersandar sebentar dia tengah menenangkan jantungnya yang sebenarnya sudah berdetak keras sedari tadi. "Bagaimana bisa aku tidur di ranjang tuan" Gumam Olivia yang wajah nya kian memerah memikirkan nya.
"Rocky" Ucap Olivia pelan saat dia mendapati wajah Rocky di hadapannya ada sedikit kelegaan jika itu Rocky.
"Hei sepagi ini apa yang kau lakukan di depan kamar Arion dengan menggunakan gaun pesta? " Tanya Rocky yang tiba-tiba wajahnya seakan berubah seperti wartawan yang haus akan berita.
"So.. soal itu ak. aku tadi malam " Olivia gugup dia bingung ingin mengatakan apa, namun tiba-tiba pintu kamar terbuka wajah baru bangun tidur itu tidak mengurangi ketampanan nya.
Segera melepaskan tangan Rocky dari pergelangan tangan Olivia "Lepaskan tangan mu!, semalam dia menemani ku ke pesta" Ucapan Arion mampu membuat Rocky terkejut dia segera berbalik dan menatap sepupunya, penuh dengan tanda tanya.
"Lalu kenapa dia masih memakai baju pesta apa kalian? " Rocky membayangkan hal yang tidak-tidak, hal itu di ketahui oleh Arion dari raut wajah Rocky.
Arion memukul kepala Rocky "Buughh... Hentikan lamunan kotor mu" Pukulan Arion mampu menyadarkan Rocky.
__ADS_1
Olivia dengan hati-hati pergi meninggalkan dua sepupu yang sedang bercanda itu
Rocky ingin memukul balik sepupunya tapi Arion memundurkan tubuhnya,pukulan itu meleset "Kau memukul ku, hei kau harus menceritakan apa yang terjadi" Ucap Rocky terus Mencecar Arion " Kalau tidak Olivia kau.. "Rocky menengok ke arah Olivia namun Olivia sudah kabur sedari tadi.
Rocky melihat sepatu ada di bawah ranjang Arion, membuat Rocky tiba-tiba mengubah ekspresi wajahnya " Apa kau meniduri nya? " Ucap Rocky dengan serius menatap sepupunya.
"Apa otak mu sudah rusak! aku hanya tidur bersamanya" Ucap Arion polos membuat kedua mata Rocky hampir lepas dari tempatnya.
"Arion kau gila? kau ingin memaksanya menikah denganmu dengan cara kotor seperti itu! akan ku beritahukan kepada nenek" Rocky tau nenek Angel sangat melarang mereka untuk meniduri perempuan sebelum ada kejelasan hubungan.
"Hei kau jangan berfikir sembarangan!! aku hanya menidurkan nya di ranjang, aku juga tidur kami tidak melakukan apapun! kau pikir aku laki-laki pengecut yang akan melakukan trik kotor seperti itu" Ucap Arion serius.
Rocky menatap Arion "Kau tidak memperkosa nya bukan, jika kau melakukan hal itu aku orang pertama yang akan memukulmu ingat itu" Ucap Rocky yang terlihat tak kalah serius.
"Kau lihat apa dia tadi menangis, atau ketakutan melihat ku tidak bukan, aku benar-benar tidak melakukan nya" Ucap Arion
"Bagus kalau begitu, Olivia gadis yang baik jangan lukai dirinya"
"Kau tidak perlu mengajariku! dia wanitaku aku akan menjaganya dengan baik" Ucapan itu tanpa sadar keluar dari mulut Arion membuat Rocky terkejut.
"Apa aku tidak salah dengar! dia wanita mu? " Ucap Rocky memastikan
"Kalung itu sudah aku berikan padanya, dia adalah wanitaku" Ucapan Arion serius
Rocky benar-benar tidak percaya Arion melakukan nya, Rocky tersenyum dia ikut bahagia dengan Arion yang sudah mulai membuka hatinya untuk Olivia.
"Rocky periksa siapa itu susan! " Ucap Arion pada Rocky.
__ADS_1
Rocky sedikit mengernyitkan dahinya dan mengingat nama Susan yang tidak asing di telinganya "Susan? " Rocky mengulangi nama yang Arion sebutkan.