MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 186


__ADS_3

"Itu... aku" Ucapan Silvia terhenti membuat Rocky sangat penasaran


"Katakan saja Silvia ada apa? " Rocky terlihat begitu bersabar pada Silvia.


"Aku seperti nya tidak akan tinggal di sana, aku sudah mendapatkan rumah sewa yang bagus, jadi untuk masalah menginap aku tidak bisa"


"Rumah sewa? bukankah kau hanya tinggal sendiri bukan kah repot tidak ada yang bisa membantu mu" Rocky seperti nya masih ingin Silvia tinggal di kediaman mars.


"Aku juga mendapat kah pembantu sewa juga jadi aku tidak akan repot" Silvia meyakinkan dia baik-baik saja jika tidak tinggal di kediaman Mars.


"Jadi begitu, kalau itu sudah menjadi keputusan mu, tidak masalah" Rocky menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti dengan keinginan Silvia, dia tidak akan memaksa.


"Tapi aku masih boleh main ke rumahkan, aku ingin bertemu nenek dan Arion " Mendengar Silvia menyebut nama Arion, Rocky langsung melihat dengan seksama ekspresi Silvia, dan terlihat sekali Silvia begitu tenang.


'Apa dia sudah mengubur perasaan nya pada Arion? ' Ucap Rocky dalam hati yang merasa Silvia tidak biasanya sepatu itu, karena Silvia selalu antusias jika menyangkut Arion.


"Rocky Hei kau melamun Rocky " Silvia melambaikan tangannya di depan wajah Rocky, membuat Rocky terbangun dari lamunannya.


"Sorry aku sedang memikirkan sesuatu" jawab Rocky singkat.


"Jadi apa aku masih boleh bermain ke rumah mu? " Silvia tersenyum begitu manis.


"Tentu saja kenapa tidak pintu rumah keluarga Mars selalu terbuka untuk mu" Rocky menikmati minumannya lagi dengan menatap Silvia.


"Terimakasih aku pasti akan datang ke rumah mu jangan menyesalinya " Canda silvia dengan wajah menggodanya.


"Tidak akan, nenek juga akan senang melihat mu, kau sudah lama menghilang ".


" Begitukah? apa nenek masih mengenaliku? " Silvia tidak yakin nenek Angel masih mengenalinya.


"Tentu saja, setidaknya kau pernah belajar medis dengan nenek, nenek tentu ingat denganmu" Silvia hanya mengangguk mendengar ucapan Rocky.


Mereka banyak berbincang Rocky juga meminta alamat rumah sewa yang Silvia tempati.


Mereka mengobrol tentang masa lalu dan masa sekarang meraka benar-benar berbicara tanpa jeda sampai Rocky melihat jam di tangannya "Ini sudah larut malam aku akan mengantarmu pulang" Ucap Rocky.


"Baiklah, aku tentu tidak bisa menolak ajakanmu bukan? "

__ADS_1


"Tentu saja tidak ada wanita yang bisa menolak ku" Jawab Rocky dengan sombong namun dengan nada bergurau.


"Ya ya tidak ada yang bisa menolak pesona tuan Rocky" Silvia terlihat meledek Rocky.


Rocky akhirnya mengantarkan Silvia ke penginapan tempat dia tidur malam ini sebelum dia pindah ke rumah sewa barunya.


****


Pagi menyapa, Olivia mengerjapkan matanya, Olivia membuka matanya perlahan pemandangan pertama yang Olivia lihat adalah senyum suaminya, Arion seperti nya menunggu Olivia untuk bangun


"Kau sudah bangun sayang? " senyuman Arion terus mengembang di wajahnya dan tatapan nya tidak lepas dari wajah cantik Olivia yang baru bangun tidur itu.


Olivia reflek menutup wajahnya karena malu, wajah bantalnya terlihat oleh Arion. Namun Arion menarik tangan Olivia "Kenapa menutupi wajahmu? " Tanya Arion.


"Aku malu" Jawab jujur Olivia dengan wajahnya yang menunduk.


"Bodoh, kau terlihat sangat cantik seperti ini" Ucap Arion sembari mengangkat dagu Olivia membuat Olivia menatap Arion, Arion perlahan mengecup bibir Olivia membuat Olivia terkejut dan ingin mendorong Arion namun tangan Olivia itu malah di pegang erat oleh Arion, Arion kemudian melepaskan ciumannya "Morning kiss mu sangat buruk" Suara Arion terdengar begitu menggoda.


"Ja.. jangan main-main lagi, jam berapa sekarang? " Tanya Olivia yang teringat kalau hari ini keluarga Arion akan kembali ke negaranya


"Tidak tau" Jawab santai Arion yang malah memeluk Olivia dengan erat.


"Mandi, baiklah ayo" Arion langsung terlihat semangat dia menarik Olivia ke tepi dan bersiap ingin menggendong Olivia.


"Tu.. tunggu apa yang kau lakukan boo? " Tanya Olivia saat tubuhnya sudah hampir terangkat oleh Arion.


"Tentu saja mandi bersama, bukankah itu yang kau mau sayang" Arion mengedipkan katanya dia sedang menggoda istrinya itu.


"Tidak...tidak, bukan itu maksud ku, maksud ku adal.. " Ucapan Olivia terhenti saat tubuhnya mulai terangkat ke atas dan berada di gendongan Arion.


"Aku tidak mendengar apa pun" Arion pura-pura tidak mendengar ucapan Olivia.


"Boo turunkan aku turunkan " Olivia tau akan berakhir seperti apa saat dirinya dan Arion mandi bersama.


"Aku akan menurunkan nya di saat yang tepat " Arion terus membawa Olivia ke kamar mandi.


Dan benar saja akhir dari adegan itu adalah Arion dan Olivia bercocok tanam, Arion benar-benar giat menebar benihnya agar segera mendapat Arion junior bahkan permainan malam tadi di ulang kembali di kamar mandi.

__ADS_1


****


Semua orang tengah sibuk membereskan barang Angel, sedangkan Rocky baru saja selesai membersihkan diri dan pergi ke ruang makan di sana hanya ada Rayyan yang sedang sarapan tanpa Tiara dan Aleena.


Rocky menarik kursi makan dan duduk "Paman di mana yang lain? " Tanya Rocky pada Rayyan yang menikmati kopi di pagi harinya.


"Bersiap" Jawab singkat Rayyan membuat Rocky mengerti dari mana sikap dingin Arion ya tentu saja dari papanya.


"Ah aku lupa kalian akan pergi hari ini, apa penerbangan nya di pagi hari? " Rocky mengambil sandwich ke piringnya.


"Siang atau sore ini, tidak terlalu terburu-buru toh kami pulang menggunakan pesawat kami sendiri" Ucap sombong Rayyan yang membuat Rocky paham lagi sifat sombong Arion tentu saja bawaan dari sang papa.


"Kalau begitu aku akan menemui nenek sebelum nenek pergi " Ucap Rocky yang menyudahi sarapannya.


"Rocky" Panggil singkat Rayyan pada Rocky itu membuat Rocky menghentikan langkahnya.


"Ya paman? ada apa? " Tanya Rocky yang menatap pamannya itu.


"Terimakasih " Kali ini Rocky terkejut sifat Rayyan tidak se tsundere Arion, Arion bahkan tidak pernah berterimakasih pada nya.


"Ahh ini terimakasih untuk apa paman? seperti nya aku tidak melakukan hal yang patut membuat paman berterimakasih" Rocky menggosok tengkuk nya yang tak gatal sembari kebingungan.


"Hahaha kau ini, terimakasih telah menjaga Arion selama ini, aku tau kau anak yang baik" Rayyan menepuk pundak Rocky terlalu kuat membuat Rocky meringis.


"Paman kita keluarga tidak perlu sungkan lagi pula akau tidak menjaganya tapi kami saling menjaga" Ucapan Rocky itu membuat Rayyan tersenyum senang, 'Paman kau memiliki cucu yang baik' Ucap Rayyan dalam hati.


"Aku tau, Rocky kapan-kapan datang ke negara ku dan kau bisa memilih senjata yang ku rakit sendiri untuk mu" Rocky mendengar ini tentu saja sangat senang.


"Baiklah paman, jangan ingkari kata-kata mu ya"


"Tentu saja, aku tidak pernah mengingkari perkataan ku" Ucap Rayyan dengan wajahnya yang begitu sombong.


"Baiklah kalau begitu aku akan bertemu dengan nenek dulu" Rocky berjalan ke kamar Angel.


Baru saja melangkah ke ruang tamu terlihat pasangan pengantin baru baru saja datang "Wih seperti nya pasangan baru kita sudah go public ni" Ucap Rocky yang melibatkan Arion dan Olivia masuk ke dalam rumah.


"Berisik sekali apa urusan nya dengan mu! " Ucap Ario yang memeluk erat istrinya itu.

__ADS_1


"Hei hei jangan lupa siapa yang membantu kalian bersatu hah! " Rocky memberikan mimik wajah kesalnya.


Takkkk...... terdengar suara handphone terjatuh, membuat Rocky, Arion dan Olivia melihat ke arah suara, mereka bertiga terlihat terkejut saat menatap ke arah suara tepat di depan pintu masuk yang sedikit terbuka.


__ADS_2