MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 227


__ADS_3

Arion langsung bergegas masuk kedalam kamar dan apa yang dia lihat membuat wajahnya terlihat kesal


"Ap.. apa yang terja.. " Ucapan Arion terhenti saat istrinya menaruh tangannya di bibirnya sebagai isyarat untuk Arion diam.


"Ssst, jangan berisik" Ucap Olivia yang kemudian berjalan ke arah suaminya.


"Bukankah ini kamar kita? kenapa Aleena tidur di sini? " Tanya Arion kesal mengingat jika Aleena tidur di kamar mereka, dia tidak bisa bermain dengan istrinya yang sudah dia dambakan dari tadi.


"Dia seperti nya lelah Boo, biarkan dia tidur di sini ya" Suara Olivia terdengar pelan.


"Tidak aku akan memindahkan dia ke kamarnya" Ucap Arion sembari ingin melangkahkan kakinya menuju ranjang, namun tangan Arion di tarik


"Boo jangan lakukan itu, kasihan jika dia tiba-tiba terbangun" Olivia menggelengkan kepalanya pelan dengan raut wajah yang memohon membuat Arion tidak bisa berkata lagi.


"Baiklah, hanya kali ini" Ucap Arion dengan wajah yang tidak senang.


"Boo jangan marah, hanya kali ini" Olivia Merayu suaminya.


"Hmm" Arion terlihat sedang merajuk membuat Olivia akhirnya berinisiatif mencium bibir Arion cukup lama namun saat Olivia ingin melepaskan ciuman itu, Arion malah membuat lidahnya menari di dalam mulut Olivia, membuat Olivia hampir tidak bisa bernafas.


Olivia mencoba ingin memukul Arion namun Arion sudah tau situasi nya akan seperti itu, jadi Arion dengan cepat menangkap tangan Olivia.


Kali ini Arion tidak akan mudah untuk melepaskan Olivia, perlahan Arion menuntun tubuh Olivia berjalan ke sofa yang berada di sisi depan ranjang, Arion perlahan membaringkan tubuh Olivia.


Arion mulai menyusupkan tangannya ke arah benda kenyal yang terasa semakin membesar, namin Olivia menahan tangan suaminya dan menggelengkan kepalanya, Olivia takut kalau Aleena akan tiba-tiba bangun, namun Arion tidak menghiraukan nya Arion sudah menahan dari tadi untuk memakan istrinya itu.


Saat Arion ingin menghempas baju yang Olivia pakai tiba-tiba Aleena mengigau kan sesuatu.


Arion yang mendengar suara adiknya akhirnya hanya bisa mengakhiri permainannya, Olivia juga segera merapikan diri dan berjalan cepat ke arah Aleena, Olivia mengusap perlahan kepala Aleena dan terlihat wajah Aleena yang tadi tidak enak kini mulai tenang.


"Hah, aku ke kamar mandi dulu" Ucap Arion dengan wajah yang tidak enak, bagaimanapun sesuatu yang ada di bawah sudah tegak berdiri dengan sempurna.

__ADS_1


Olivia tidak tega melihat suaminya yang menahan terus hasratnya, agar tidak membangunkan Aleena Olivia dengan pelan turun dari ranjang sebisa mungkin tidak membuat gerakan dan suara yang besar.


Olivia tanpa mengetuk pintu dia masuk ke kamar mandi, dan seperti yang Olivia bayangkan suaminya sedang menenangkan junior nya itu.


"Ke..kenapa kau di sini sa..sayang? " Tanya Arion dengan wajah gugup, Olivia tidak berkata apa-apa dia langsung berjongkok untuk membantu menuntaskan yang harus di tuntaskan.


Alhasil wajah Arion terlihat sangat menikmati Arion terus memejamkan matanya merasakan sesuatu yang lembut membelai junior nya, sampai akhirnya Arion tidak tahan menyemburkan sesuatu di ikuti lenguhan panjang dari Arion.


Setelah permainan di kamar mandi itu, Arion memutuskan untuk tidur di sofa dan Olivia tidur bersama dengan Aleena di ranjang.


Pagi menyapa


Aric memegang ponselnya yang terus berbunyi saat dia berganti pakaian, dia melihat puluhan panggilan tak terjawab dari kekasih nya.


"Apakah dia akan marah" Ucap Aric yang mencoba menelpon balik Fiona, namun nomor Fiona sibuk. "Gawat apalah dia marah" Aric terlihat panik.


Namun saat dia mematikan telepon nya, panggilan masuk dari Fiona tentu saja Aric segera mengangkat nya.


"Halo, Fiona jangan marah tadi aku sedang berganti pakaian dan tidak bisa langsung mengangkat telepon mu, aku juga sudah berusaha menelpon balik kamu tapi sedang sibuk" Tanpa sadar Aric menjelaskan tanpa Fiona minta membuat Fiona tertawa di seberang telepon.


"Ekhm , baiklah aku akan datang sayang" Ucap Aric yang terdengar senang.


"Baiklah aku akan bilang pada papi, sampai jumpa nanti malam sayang" Fiona mengakhiri panggilan nya.


"Tidak mungkin hanya makan malam, lebih baik aku bersiap untuk keadaan darurat" Ucap Aric setelah mengantungi HP nya.


Setelah sarapan Arion bergegas menemui nenek Angel untuk mengobrol dan mengobati rasa rindu Arion, Tentu saja Arion tidak sendiri dia membawa sang istri untuk ikut dengan nya.


Rayyan dan Aric bersiap untuk ke kantor untuk mengurus banyak dokumen saat mereka baru saja keluar Rayyan dan Aric merasa ada seseorang yang mengawasi mereka "Pa apa kau merasa seperti di awasi? " Aric berbicara dengan suara lirih.


Rayyan mengangguk dia juga merasakan hal yang sama yang Aric rasakan "Haruskah kita membereskan nya? " Tanya Aric.

__ADS_1


"Tidak perlu, jika bukan orang yang dekat dengan kita dia tidak akan bisa mengelabuhi para penjaga bukan" Rayyan tersenyum penuh arti.


"Apa maksud Papa, apakah dia orang yang kita kenal? "


"Tentu saja" Arion berjalan ke arah mobil "Apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Rayyan saat menemukan seseorang bersembunyi di balik mobil.


"Aku tidak sengaja berlari sampai kesini" Jawaban Daniel membuat Rayyan dan Aric menatap tak percaya.


"Benarkah paman" Aric memainkan alisnya dia tentu tau alasan kenapa pamannya itu datang ke rumahnya, meski dia tidak tau kenapa dia harus mengendap-endap.


"Tunggu kau di sini ingin menggoda istriku! kau berani! " Tatapan Rayyan terlihat menakutkan.


"Apa yang kau bilang, aku kesini tidak ingin menjadi perebut istri orang kau tau! jangan sembarangan berbicara Rayyan" Ucap Daniel kesal karena ucapan Rayyan.


"Pa kau salah paham, paman kesini untuk menemui calon bibiku" Aric merawat suasana nya menjadi tidak baik jadi dia menyela memecah suasana.


"Calon bibi? siapa? apakah dia sudah bisa menyentuh wanita? " Rayyan bertanya bakal ibu-ibu komplek yang penasaran dengan sebuah gosip.


"Diam! aku kesini hanya kebetulan, kebetulan saja aku berlari ke arah sini, sudahlah aku akan pulang" Ucap Daniel yang sudah mati kutu.


"Paman yakin ingin pulang, aku tadi lihat bibi Ranti ada di taman sendirian menatap bunga-bunga seperti nya dia kesepia... " Aric belum sempat menyelesaikan ucapannya namun Daniel sudah pergi meninggalkan Rayyan dan Aric.


"He! jadi dia jatuh cinta dengan ibunya Olivia? tapi ini aneh dia bukan orang yang mudah dekat dengan wanita, bagaimana dia bisa terlihat sangat menyukai Ranti itu? "


"Papa, apa papa tau alasan paman tidak menikah"


"A itu, tentu saja tau"


"Jika papa sudah tau papa tentu saja mengerti alasan paman Daniel bisa dekat dengan bibi Ranti"


"Tunggu dulu, apakah Ranti adalah wanita di masa lalu Daniel? " Pertanyaan Rayyan itu mendapatkan anggukan dari Aric.

__ADS_1


"Tunggu dulu, bagaimana ini apakah besan ku akan menjadi sepupu ku? bagaimana bisa apakah berarti Arion menikahi sepupu nya? " Rayyan terlihat berfikir.


"Sudahlah jangan di pikirkan pa, lebih baik kita ke kantor sekarang" Aric berjalan masuk ke dalam mobil sedangkan Rayyan masih terpaku dengan pikiran nya.


__ADS_2