
"Ini? tidak mungkin " Tangan Andreas bergetar melihat video CCTV ibunya yang berada di kamar rawat Olivia, Andreas mendengar dengan jelas ucapan ibunya dan melihat dengan begitu jelas bagaimana ibunya memperlakukan Olivia bahkan ibunya menampar keras pipi Olivia, Andreas telah salah menilai Olivia, ternyata orang di balik Andreas kehilangan Olivia adalah ibunya sendiri bukan karena Olivia yang meninggalkan nya tapi ibunya sendiri yang mendorong wanita yang di cintai anaknya untuk pergi meninggalkan nya
"Olivia maafkan aku" Ucap Andreas lirih dia ingin beranjak pergi namun di tahan oleh Arion
"Dia sudah tidur! jangan mengganggu nya, sekarang kau tak perlu memikirkan nya lagi, dia adalah milik ku untuk urusan nya kini menjadi urusan mu, masa lalu seperti mu tidak pantas hadir kembali hanya untuk membuatnya terus merasa sakit akan kehadiran mu karena teringat masa lalu, Andreas lepas kan dia aku akan membahagiakan dan menjaganya! kau tau aku! " Arion menepuk pundak Andreas dia masih memberikan muka kepada Andreas karena mengingat Andreas adalah sahabat pertama nya di negara A sahabat yang dia kenal sedari kecil tentu saja Arion sebenarnya tidak ingin bermusuhan dengannya
Andreas tidak tau apa yang kini dia rasakan sesak, sedih ada banyak penyesalan di benaknya ada banyak cacian untuk dirinya sendiri, dia mengusap kasar wajah nya dia ingin berteriak sekeras mungkin banyak tekanan di dadanya, antara mengikhlaskan atau memperjuangkan.
Arion ingin berjalan menjauh tapi tiba-tiba "Di mana ibuku? " Tanya Andreas yang masih teringat akan ibunya
"Kenapa? aku tidak akan membunuhnya, hanya membalas " Arion tersenyum penuh arti
"Dia ibuku biar aku yang mengurus nya" Ucap Andreas meski dia marah kepada ibunya tapi dia sebagai seorang anak dia juga tidak tega jika si penguasa kejam yang bertindak mungkin saja ibunya bisa cacat di buatnya
Arion tersenyum sinis "Bagaimana kau akan mengurus nya! memasung nya? " Sindir Arion
"Jika itu yang kau mau aku akan memasung nya" Andreas tidak mungkin tega memasung ibu kandung nya dia hanya mengiyakan perkataan Arion agar ibunya di bebaskan
"Hahaha, tidak perlu kau hanya perlu mengurus tangan dan kakinya saja, itu sudah cukup" Ucap Arion berlalu pergi
Deg.....
Mendengar perkataan Arion Andreas mengerti Arion sudah bertindak mungkin tangan dan kaki ibunya sudah di patah kan secara paksa oleh Arion "Ibu aku kecewa dengan mu tapi kau masih ibuku" Ucap Andreas sedih tapi dia juga merasa Arion memang lebih pantas dengan Olivia di banding dirinya yang begitu lemah, Arion bisa dengan mudah menjaga Olivia "Olivia" Andreas menekan dadanya yang sesak memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya antara dia dan Olivia
Namun lamunan Andreas segera buyar saat dia melihat Arion semakin jauh melangkah, dia harus mengikuti Arion untuk bisa bertemu dengan ibunya.
Alister tidak meninggalkan rumah sakit dia masih setia duduk bersama Daniel yang terlihat memiliki banyak beban.
__ADS_1
"Kau tidak pergi? " Tanya Daniel
"Tidak aku ingin menemaninya" Ucap Alister yang ingin menemani Olivia padahal dari jauh Arion terus memantau kamar Olivia dan dua bodyguard sudah datang untuk berjaga di ruangan Olivia
"Apa kau tidak bisa melihat sudah ada dua orang sebesar ini berdiri di depan pintu apa masih memerlukan mu" Ucap Daniel meremehkan Alister
"Mereka hanya bisa menjaga dari luar mereka hanya terikat fisik, tapi aku" Alister tidak melanjutkan kata-kata nya
"Apa kau ingin bilang kau terikat dari hati! kau bahkan belum menembaknya" ledek Daniel "Tapi aku lebih merestui mu dari pada Arion, dia terlalu tinggi jika Olivia bersamanya pasti akan bahaya untuk Olivia" Ucap Daniel entah itu adalah larangan untuk Arion dan Olivia bersama atau sebuah pujian bahwa Arion lebih hebat dari Alister
"Paman kau ini sedang mengatai ku? tidak lebih hebat dari Arion" Ucap kesal Alister "Dan lagi paman bahkan tidak berhak untuk memberikan restu" Ledek Alister
"Untuk sekarang tidak berhak, tapi ah sudahlah kau lanjutkan menunggu di sini aku akan pergi" Ucap Daniel dan berdiri dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Alister yang masih bertanya-tanya apa maksud pamannya itu
Daniel berjalan ke ruangan khusus tempat Ranti di rawat, Daniel melihat dia orang berjaga di depan ruangan Ranti
Daniel baru saja masuk di sana tentu ada dokter More di ruangan kecil yang di seka agar tidak mengganggu ketenangan Ranti
Daniel duduk di kursi di depan meja More "Bagaimana apa ada perkembangan? " Tanya Daniel yang mendapatkan pandangan dari More
More mengambil sebuah berkas dan mulai membacanya " Selain obat seperti nya Nyonya Ranti ini sudsh mengalami hipnosis, hipnosis bisa membuat seseorang keliru menginterpretasikan memorinya"
"Apa maksud mu? " Tanya Daniel yang ingin tau maksud More secara spesifik
"Sebelum meminum obat seperti nya nyonya Ranti beberapa kali sudah melakukan hipnoterapi sehingga membuat memori nya kacau, ini mungkin yang menjadi alasan kenapa nyonya Ranti sampai di bawah ke rumah sakit" Jelas More
"Lalu apakah dia bisa sembuh secepatnya? " Tanya Daniel
__ADS_1
"Aku akan memanggil psikiater yang bagus di negara ini, dan membantu memulihkan memori nya, untuk obat yang dia minum aku harus menetralisir nya perlahan karena Pasien sudah terlalu lama meminum obat ini" Ucapan More
"Bagus lakukan yang terbaik, jika membutuhkan bantuan ku aku siap! " Ucapan Daniel penuh dengan tanggung jawab
"Saya mengerti tuan, tapi untuk saat ini hanya dengan terapi dan obat dan juga waktu pasien mungkin akan segera pulih"
Mendengar ucapan More Daniel merasa sangat bersemangat "Apa aku bisa menemuinya? " Tanya More
"Tentu tapi jangan sampai mengganggunya pasien sedang istirahat"
"Aku tau! " Daniel berjalan dengan pelan menuju ranjang milik Ranti dari kejauhan dia melihat Ranti yang sudah terlelap, Daniel menarik kursi perlahan dan duduk di samping Ranti "Kau akan baik-baik saja, aku akan bertanggung jawab atas dirimu dan anakmu, meski Olivia bukan anak kandung ku aku akan menjaganya seperti putriku sebagai penebus dosa aku telah merenggut kesucian mu, hanya saja aku penasaran siapa ayah Olivia? apa dia Mario Harris jika dia benar ayahnya kenapa dia begitu kejam pada mu dan Olivia" Daniel merasa marah ketika menyebut nama Mario
Daniel terus berbincang dengan Ranti tentu saja tanpa mendapat jawaban namun di sela perbincangan nya dia teringat Angel yang sebelumnya begitu percaya pada Mario harus itu " Tunggu tante Angel pasti tau siapa ayah Olivia" Ucap Daniel yang akhirnya memutuskan untuk pergi dan pulang ke kediaman Mars
Setelah menaiki taksi Daniel akhir nya samping di kediaman Mars dia bergegas berlari ke kamar Angel, saat dia masuk dia melihat Aric dan Angel masih berbincang meski malam sudah larut
"Sukurlah tante belum tidur" Ucapan Daniel membuat Angel bingung
"Ada apa Daniel? " Ucapan angel yang melihat Daniel masuk dengan terengah-engah
Daniel terlihat seperti abg bingung dia mengacak rambutnya dan tertawa canggung membuat Aric juga bertanya ada apa dengan pamannya itu.
"Apa kau tau siapa ayah sebenarnya Olivia? " Tanya Daniel akhirnya to the poin sembari berjalan duduk di kursi setelah mengusir Aric dengan tatapan matanya
"Mungkin laki-laki brengs*k yang merebut keperawanan ibunya Olivia di malam pertunangan nya" Ucapan Aric yang sudah mendengar cerita nenek nya tadi
"Sembarangan! aku tidak brengs*k " Ucap Daniel tanpa sadar mampu membuat Angel dan Aric terperangah mendengar ucapan Daniel
__ADS_1
"Tunggu apa maksud perkataan mu paman? " Aric menatap penuh selidik