
"Tu.. Tuan sa.. Ak.. " Olivia benar-benar gugup Arion membuka sedikit bibir Olivia membuat Olivia tidak bisa melanjutkan kata-kata nya.
"Kau lupa harus memanggilku apa istriku? " Arion mendekatkan wajahnya ciuman selamat pagi tak dapat di hindari lagi, Arion mengakses dengan cepat semua yang ada di dalam sana, lidah mereka pun terpaut satu sama lain. ciuman yang sangat panas di pagi hari.
Saat Arion melepaskan ciuman nya terdengar suara terengah-engah dari Olivia yang seperti hampir kehabisan nafasnya, Olivia berfikir jika dia terus di kamar Arion pasti akan terjadi masalah seperti tadi malam, Olivia memikirkan cara untuk segera pergi dari kamar Arion sebelum ada yang menyadari kalau dirinya tidak ada di tempatnya.
"My boo, bisakah aku pergi? " Suara Olivia sedikit manja walau masih terdengar bergetar karena gugup.
"Eehh, apa yang aku dapatkan jika aku melepaskan mu?" Arion pagi ini terlihat begitu menggoda sangat menggoda. "Atau sebaiknya kita lanjutkan permainan semalam istriku" Bisikan lembut di telinga Olivia itu membuat tubuh Olivia seperti terkena sengatan listrik wajahnya sangat merah karena malu.
Di dalam diri Olivia sekarang sedang ada pergulatan, sentuhan dan tindakan Arion sangat menggoda ada rasa ingin terus berada di situasi ini, namun di sisi lain ada rasa takut tertangkap basah berada di kamar Arion, Olivia belum siap untuk mengungkapkan hubungan nya dengan Arion.
"Kau diam berarti aku bisa melakukan nya" Tangan Arion langsung beraksi dengan sendirinya berjalan ke tempat kenyal yang dia sukai namun tangan Olivia menahannya membuat Arion terkejut.
"Tidak boleh sekarang my boo, tunggu saatnya ok" Tiba-tiba Olivia mencium Arion membuat Arion terkejut dan senang, ciuman yang di mulai dari Olivia, Olivia berusaha mendominasi Arion. Setelah Olivia melepaskan ciuman itu Olivia membisikkan sesuatu "Sisanya aku serahkan saat ibuku sudah membaik, tunggu aku my boo, huuuh" Olivia meniup telinga Arion dia benar-benar menggoda sang penguasa sombong, saat Arion terpaku dengan sikap Olivia, saat itu Olivia segera meloloskan diri
Arion tersadar dirinya baru saja di tipu Olivia, namun bukannya marah Arion malah tersenyum "Kau memang wanitaku" Olivia adalah orang pertama yang mampu menipu Arion dengan sangat sempurna seperti menghanyutkan nya lalu meninggalkan nya begitu saja.
__ADS_1
"Kau sebaiknya bersabar" Arion sedang berbicara pada pusaka berharganya yang mulai terbangun meski tidak sepenuhnya.
Olivia berlari menuju dapur di sana ternyata sudah ada Rania yang menatapnya penuh tanya, Olivia bergegas masuk ke dalam kamar membersihkan dirinya, baru selesai mengganti baju, Rania sudah menunggu nya di ranjang.
"Kau semalam di mana? bukankah kau harus istirahat Olivia, tapi kau malah tidak kembali! " Rania menyelidiki Olivia bukan karena penasaran tapi karena dia khawatir tadi malam dia sudah mencari Olivia namun tidak menemukan nya.
"Itu.. aku berada di kamar nenek Angel, ak.. aku terfikir untuk melihat nya dan aku ketiduran di sana" Ucap Olivia berbohong dia sangat gugup, dia tidak pandai mengatakan kebohongan.
"Ah seperti itu, kau masih sakit tidak seharusnya kau bekerja, Olivia kau ini terlalu memikirkan orang lain, sekali saja pikirkan dirimu" Untung saja semalam Rania lupa untuk melihat di kamar nenek Angel kalau tidak kebohongan Olivia akan terbongkar dengan mudah. Olivia hanya bisa memberikan deretan gigi rapinya dia tersenyum begitu canggung.
Setelah perbincangan itu merek memutuskan untuk pergi ke dapur membantu bibi margareth, mereka menyiapkan sarapan tepat waktu, Olivia juga sudah siap dengan sarapan di tangannya untuk di bawa ke kamar Angel.
"Mama aku ada rapat penting, mama dan semuanya lanjutkan tanpa kami" Arion menarik Rocky segera pergi keluar dari rumah kediaman keluarga Mars itu.
Aric menatap Fiona, tatapan mereka terasa sangat canggung seperti orang yang baru saja saling mengenal.
Setelah makan Aric menarik Fiona ke taman belakang, awalnya Fiona menolak namun Aric terus menariknya, mereka sudah sampai di tengah taman bunga mereka berdiri sekarang.
__ADS_1
"Fiona berikan kalung milik Arion itu" Ucapan Aric membuat Fiona terkejut.
"Kenapa aku harus memberikan nya padamu kak Aric? " Fiona sedikit enggan memberikan kalung itu, tapi tatapan Aric sangat serius saat meminta kembali kalung Arion
"Berikan saja" Fiona tidak bisa menolak permintaan Aric nada bicara Aric benar-benar tidak seperti biasanya.
Fiona mengambil kalung yang terus dia bawa kemana-mana itu, Fiona mengulurkan tangannya untuk memberikan kalung itu untuk Aric, Aric menerimanya lalu memutar badan Fiona, membuat Fiona tidak mengerti apa yang Aric lakukan tapi tiba-tiba sesuatu terasa melingkar di lehernya "Ini kalung yang harusnya kau pakai Fiona" Bisik Aric yang langsung saja pergi setelah berhasil melingkarkan kalung berukirkan namanya, Aric pagi tadi meminta kalung miliknya yang ada di tangan Arion, tentu saja tidak dengan tangan kosong, Aric menukarkan salah satu hotel miliknya yang berada di negara asalnya.
Fiona entah mengapa merasa senang dan tanpa sadar menggenggam kalung yang baru saja di pakainya itu.
Di balik tembok Aric menyenderkan tubuhnya dan menghela nafasnya "Apa yang aku lakukan sudah benar? apa aku benar-benar harus di ajari oleh gadis kecil" Aric ingat sekali apa yang di katakan Aleena pagi tadi yang di pertengahan subuh sudah berada di kamarnya untuk membangunkannya dan memberikan rencana itu dan seperti nya berhasil mungkin saja perlahan Fiona akan melupakan kekecewaan nya itu.
"Kau sudah bekerja keras ya kakak" Ucapan gadis kecil itu mengagetkan Aric membuat aric mengusap dadanya.
"Aleena dari mana kau belajar tricks seperti ini? kau masih berusia 6 tahun tidak seharusnya berfikir begitu dalam" Aric tidak habis pikir gadis sekecil Aleena bisa sangat peka dengan perasaan cinta.
"Soal itu, kakak tidak perlu tau, yang harus kakak tau kakak harus terus mendekati kakak Fiona, atau kakak akan melewatkan nya, yo kakak semangat" Aleena benar-benar terlalu peka untuk urusan percintaan, semua ini di mulai saat pertama kali dia membaca. Dia membaca novel romantis yang ada di kamar pamannya dulu TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA SOMBONG, dan itu membuat Aleena ketagihan untuk membaca novel yang berlatarkan kisah percintaan tuan muda yang sombong ataupun kejam.
__ADS_1
Di sisi lain
"Bagaimana ini bisa terjadi? apa kalian bodoh! " Teriak Arion dengan lantang membuat semua yang mendengar suaranya bergidik ngeri!!