MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 164


__ADS_3

Di sisi lain Arion sedang berada di markasnya


"Bagaimana ini bisa terjadi? apa kalian bodoh! " Teriak Arion dengan lantang membuat semua yang mendengar suaranya bergidik ngeri!!


"Arion tenanglah" Rocky berusaha menenangkan Arion, dan menepuk pundak Arion.


"Tenang! melihat kalian semua begitu bodoh bagaimana aku bisa tenang! kalian hanya harus menjaga Mario Harris tapi kenapa kalian bisa kecolongan!!, Bodohkah kalian semua! "


Bra aaaakkk kkkk.......


Arion berhasil menghancurkan kursi dengan satu tendangannya, membuat semua orang diam tak ada yang berani bicara bahkan menghela atau menarik nafas pun tidak sanggup mereka lakukan.


"Arion aku minta maaf ini salahku, harusnya aku tidak membawanya ke rumah sakit hanya saja dia ternyata tidak hanya menggigit lengan nya tapi dia juga melukai kepala bagian belakang nya, jika aku terlambat menolong nya dia akan mati, tapi" Andreas menyesali tindakan nya yang membawa Mario kerumah sakit tanpa menunggu persetujuan Arion, tapi Andreas yang sebagai dokter teladan tidak bisa melihat pasien yang menderita begitu saja, jadi tanpa pikir panjang Andreas membawa Mario ke rumah sakit karena peralatan yang ada di markas kurang memadai untuk melakukan tindakan.


"Sudahlah Andreas ini juga bukan salahmu, lagi pula Mario belum mati, masih ada kesempatan untuk membuatnya bangun bukan" Ucapan Rocky menenangkan Andreas yang terlihat begitu menyalahkan dirinya atas Mario yang tiba-tiba di racuni, meski tidak sampai meninggal tapi itu membuat Mario jatuh dalam tidur panjang.


"Untuk apa membuatnya bangun! jika dia sudah memilih kematian biarkan saja dia menjemput kematian nya! " Arion tidak ingin mempertahankan sampah tidak berguna "Lagi pula kita masih ada satu orang bodoh di tangan kita! " Arion tersenyum, senyum yang begitu mengguncang jiwa senyum seorang yang terlihat begitu licik.


"The? apa kita harus membunuh Mario" Tanya Rocky


"Tentu, tapi aku ingin dia mati sesuai keinginan nya, Andreas jika kau tidak bisa membangunkannya cukup buatnya dalam keadaan bisa merasakan sakit dan suntikan racun sedikit demi sedikit kedalam tubuhnya, beri dia waktu untuk kehilangan nafasnya, jangan biarkan dia mati dengan mudah! " Ini dia sifat asli Arion dia tidak berbelas kasih dengan musuhnya makan dari itu dia bisa menjadi penguasa di dunia bawah, hampir semua orang tau namanya.


"Aku mengerti, aku akan lakukan sesuai keinginan mu" Ucap Andreas

__ADS_1


"Dan kalian semua jaga Mario Harris dengan benar!" Arion berjalan meninggalkan mereka semua untuk melihat kondisi Mario Harris, Mario Harris langsung di bawa kembali ke markas setelah Andreas tau Mario sudah di racuni dengan racun yang menyebabkan Mario koma.


Andreas menatap punggung Arion dengan tatapan yang menggambarkan rasa bersalahnya, dia menganggap tindakan nya menganggu rencana Arion, Rocky melihat Andreas dia tau Andreas merasa bersalah


Rocky berjalan ke arah Andreas menepuk bahu Andreas "Jangan salahkan dirimu, kau membuat keputusan yang benar, semua sudah terjadi lagi pula hanya seorang Mario Harris tidak akan menghalangi dia menemukan kebenaran nya, kau tentu tau dia bukan" Rocky menguatkan Andreas, meski Arion harus membuat rencana baru karena Mario yang di racuni tapi Rocky tau Arion tidak bisa di halangi hanya dengan kematian Mario.


Arion berjalan melihat wajah Mario Harris "Benar-benar merepotkan! tapi aku sangat baik aku akan memberikan kematian sesuai keinginan mu! " Arion mencengkram kuat wajah Mario Harris terlihat Arion benar-benar membenci Mario Harris dan muak dengannya, saat Arion melepaskan tangannya terlihat tetesan darah menetes dari pipi Mario Harris.


Rocky dan Andreas sudah berada di belakang Arion "Rocky keluarkan susan dari penjara gelap, seperti nya kita harus mendapatkan sesuatu darinya sekarang" Arion dengan cepat membuat rencana baru.


****


Olivia sudah selesai dengan pekerjaan nya, hari ini dia tidak menjaga Nyonya Angel karena Tiara ada di sana menggantikan nya. Dan tidak ada pekerjaan yang bisa dia kerjakan akhirnya Olivia memilih untuk duduk di taman bunga di kediaman Mars.


"Kakak tidak melamun hanya saja kakak tidak ada pekerjaan jadi kakak duduk di sini" Jelas Olivia pada Aleena yang selalu saja menanyakan tentang semua hal


"Kalau begitu bagaimana jika pergi jalan-jalan dengan Aleena, Aleena belum puas berkeliling di kota ini kak" Rengek Aleena, Aleena memiliki jiwa ingin tau yang tinggi.


"Seperti nya tidak bisa Aleena, tuan Arion tidak akan mengijinkan saya keluar begitu saja" jawab Olivia yang memang benar, Olivia tidak bisa seenaknya datang dan pergi dari rumah itu.


"Soal itu, biar Aleena yang bilang, kak Olivia tenang saja cukup menemani Aleena, Sebentar Aleena akan mengajak kak Aric untuk mengantarkan kita" Aleena tentu akan mengajak Fiona juga karena yang Aleena tau kakak Aric nya sedang mengejar Fiona, Aleena akan memberikan banyak kesempatan untuk mereka berdua, sedangkan dia akan bersenang-senang dengan Olivia itu semua yang ada di pikiran Aleena sekarang.


"Tapi" Olivia tidak ingin membuat masalah tapi Aleena terus menggenggam tangan Olivia memohon, dan pada akhir nya Olivia tentu saja tidak bisa menolak Aleena.

__ADS_1


"Yeeeyyy kalau begitu Aleena akan mencari kak Aric " Aleena melepas genggaman tangannya pada Olivia, Olivia mengangguk


"Kak Olivia juga akan berganti pakaian" Olivia berdiri mereka masuk ke dalam rumah, Olivia pergi ke kamarnya dan Aleena pergi mencari kakaknya.


Aleena, Aric dan Fiona sudah siap. Olivia juga sudah siap tapi saat mereka akan berangkat, "Kak Alister kenapa kakak ada di dalam mobil? " Aleena tidak menyangka jika Alister juga akan ikut.


"Ah Aleena maafkan kak Fiona, kakak yang mengajak Alister kakak pikir akan lebih seru jika banyak orang" Fiona yang tidak tau tentang Arion dan Olivia tentu saja mendukung adiknya untuk mendekati Olivia, dan saat Aleena mengatakan mereka akan pergi berjalan-jalan Fiona langsung mengajak adiknya itu karena Fiona tau Aleena akan mengajak Olivia.


Aleena mendengus kesal tapi apa boleh buat jika Alister sudah ikut, Aleena hanya perlu menjauhkan Alister dari Olivia agar tidak terjadi perpecahan antara dia dan kakaknya Arion, karena Aleena hanya bilang akan pergi bersama Aric, Fiona dan Olivia. Jika Arion tau Alister bersama mereka entah apa yang akan terjadi.


"Ayolah Aleena hanya bertambah aku saja" Alister tersenyum sembari mengedipkan matanya pada Aleena.


"Sudahlah mau bagaimana lagi" Aleena hanya bisa pasrah dan semoga kakak Arion nya tidak tau.


Aleena mengajak mereka semua pergi ke Mall dia ingin berbelanja oleh-oleh untuk sahabat nya lebih awal sebenarnya Aleena tidak tau harus mengajak mereka kemana karena tempat yang tadinya Aleena ingin datangi adalah pantai untuk menciptakan suasana romantis untuk Aric dan Fiona, tapi karena kedatangan Alister Aleena segera merubah tempat nya karena takut yang membuat momen romantis bukan hanya Aric dan Fiona tapi Alister juga mencari kesempatan untuk mendapatkan momen romantis dengan Olivia.


Mereka akhirnya memutuskan bermain Timezone sebelum berbelanja, mereka berjalan ke tempat bermain street basketball


"Baiklah ayo kita bertanding" Ucap Alister yang terlihat sangat antusias, "Kak Fiona kau satu tim dengan kak Aric aku akan satu tim dengan Olivia bagaimana? " Tantang Alister yang mendapatkan persetujuan dari Fiona dan Aric.


"Ta.. tapi aku tidak pandai dalam Basket" Ucap Olivia yang segera melambaikan tangannya "Alister sebaiknya jangan lakukan pertandingan nya " Olivia takut menjadi beban dan membuat Alister kalah


"Iyo, tidak masalah aku bisa mengajarimu" Ucap Alister yang mengambil bola basket nya dan memberikan nya pada Olivia menyuruh Olivia memegangnya dan Alister dari belakang membantu Olivia menyesuaikan postur tubuhnya.

__ADS_1


Aleena menepuk jidat nya, jika Arion melihat pemandangan seperti Alister memeluk Olivia ini, bagaimana nasib nya nanti, Aleena harus berfikir cara untuk menjauhkan Olivia dari Alister 'Aleena berfikir! ' Ucap Aleena pada dirinya


__ADS_2