
Kerusakan terlihat di pos jaga depan, asapnya menutupi penglihatan Rocky guncangan nya hampir menjatuhkan Rocky yang kehebatan bertarung nya tak kalah dengan Arion.
Rocky melihat kearah Aric, Aric terlihat seperti berlutut dia tidak terlalu seimbang "Aric apa kau yakin?, ini sangat berbahaya " Rocky bertanya lagi kepada Aric dia takut jika terjadi sesuatu dengan Aric dia akan di salahkan
"Apa kau pikir aku ini lemah! " Ucap Aric yang lama-lama merasa kesal dengan pertanyaan yang terus-menerus Rocky tanyakan.
"Ya siapa yang tau? " Rocky mengangkat bahunya.
Aric ingin sekali memukul wajah Rocky yang seakan meledaknya itu andai bukan di medan perang dia benar-benar akan memukul Rocky dengan keras.
"Tunggu sebaiknya kita kembali" Aric menarik Rocky membuat Rocky ikut berlari mundur bersama Aric, untung saja mereka belum jauh berjalan dari markas.
"Ada apa, kenapa kau menarik ku kembali apa kau takut? " Tanya Rocky yang tidak habis pikir dengan Aric malah meminta nya mundur. "Apa kau berubah pikiran? " Tanya Rocky terus-menerus.
"Bodoh! mau berperang juga tidak harus siap mati kita berdua sama sekali tidak memakai apapun untuk melindungi diri" Ucap Aric yang ingat mereka berdua sama sekali tidak memproteksi dirinya, sedangkan musuh membawa senjata dan bom.
"Aku mengerti" Rocky mengajak Aric untuk mengambil dan memakai apa yang mereka butuhkan.
Saat ini mereka siap untuk bertempur , Aric berjalan tanpa ragu masuk ke dalam mobil tempur yang di desain khusus oleh Rocky dan Arion, Rocky ikut masuk bersama Aric, rocky bertugas mengemudi ke arah musuh "aku punya hadiah untuk kalian! " Senyum menyeringai dari Aric, senyum yang terlihat sama liciknya dengan Arion. Setelah lemparan granat itu Rocky segera mengemudi kembali masuk ke dalam markas dengan cepat.
"Mereka benar-benar saudara kembar" Gumam lirih Rocky sembari menggelengkan tangannya.
Boooooommmm..... terdengar suara ledakan dari Arah tempat musuh berada, sebuah granat dengan daya ledak kecil Aric lemparkan.
"Kita tinggal menunggu mereka masuk ke dalam perangkap" Ucap Aric.
__ADS_1
Benar saja setelah Aric melemparkan granat itu puluhan mobil masuk layaknya pasukan perang yang sudah bersiap.
Mobil itu berhenti di dalam markas, satu orang keluar pria paruh baya yang sangat tidak asing untuk Rocky keluar dari dalam mobil. Aric yang tidak kenal siapa yang keluar itu hanya melirik ke arah Rocky, Rocky tau Aric tidak mengenal Mario Harris, ya dia adalah Mario Harris orang yang mencelakai nenek mereka, dan juga orang yang membuat Olivia menanggung kesalahan nya di masa lalu.
"Kau akhirnya tiba! " Ucap Rocky menatap tajam Mario Harris matanya membulat sempurna tangannya mengepal menahan emosi, ingin rasanya Rocky membunuhnya sekarang juga, orang yang begitu tega meninggalkan Olivia untuk menanggung kesalahan nya, dan orang yang begitu tega meracuni orang nenek nya bertahun-tahun hingga akhirnya mengalami koma.
"Apa kedua tuan muda merindukan ku? bagaimana keadaan nenek kalian apa Tuhan sudah memanggilnya" Senyum jahat terlihat dari wajah Mario Harris
"Bangs*t!!!! beraninya kau, menyumpahi nenek ku! yang harusnya bertemu dengan Tuhan itu kau bajing*n tidak tahu malu" Ucap Rocky yang benar-benar kesal, Rocky sudah tidak tahan dia hampir melangkah kan kaki nya ingin berlari dan memberikan pukulan nya untuk Mario Harris namun di tahan oleh Aric.
"Kau punya nyali masuk ke markas ku! apa kau benar-benar ingin bertemu dengan Tuhan" Ledek Aric, Rocky sedikit terkejut ternyata Aric juga memiliki sifat seperti ini.
"Kau!" Mario Harris merasa kesal dengan ucapan Aric yang dia pikir Arion "Jangan pikir kau adalah pemimpin Leviathan aku akan takut padamu, hei tuan penguasa sombong kekuasaan mu akan segera berakhir" Ucap Mario Harris dengan yakin.
"Ha! mimpimu terlalu tinggi pria tua busuk!" Aric menyeringai menertawakan ucapan Mario Harris, Mario Harris saat ini benar-benar sangat muak dan kesal pada Aric
"Hahaha, tembak saja jika terdengar satu suara tembakan akan ada satu peluru bersarang di tubuh putri mu itu! " Aric mengancam Mario Harris
Mario Harris tertawa meremehkan "Hahaha inikah pemimpin Leviathan kenapa dia menjadi pengecut membuat seorang wanita sebagai tameng! kau tidak seperti rumor yang beredar, kau ternyata sangat pengecut! "
"Pengecut atau tidak kau bisa merasakan nya saat bertarung denganku! " Ucap Aric meremas tangannya bersiap akan menghajar Mario Harris.
"Baiklah" Mario masih ingin menembak kan pistolnya ke arah Aric namun tiba-tiba dia menyimpan pistolnya kembali.
Aric dan Rocky saling pandang, mereka merasa aneh kenapa Mario Harris tidak jadi menembak apa benar takut dengan ancaman Aric atau ada hal lain.
__ADS_1
"Kalian semua serang! " Mario menyuruh anak buahnya menyerang, dan seperti nya mereka semua membawa senjata tajam."Matilah kau Arion! " Teriak Mario Harris saat melihat anak buahnya sudah berjalan menyerang Rocky dan Aric, namun anak buah Arion yang melihat bosnya akan di serang mereka langsung menghadang.
Aric dan Rocky saat itu menyelinap dan mendekati Mario namun tak di duga 4 orang sudah melindungi Mario Harris.
"Kau ingin menyentuhku lewati mereka" Ucap Mario Harris, Mario Harris tersenyum pernah arti dan kembali ke dalam mobil.
"Bukankah dia sangat santai! beraninya meremehkan kita" Ucap Rocky geram dia ingin menghampiri Mario namun di tahan dua orang yang mendorong Rocky, Rocky hampir terjatuh.
Rocky langsung melihat ke arah orang yang mendorong nya, "Beraninya kau" Ucap Rocky melayang kan pukulan nya, namun pukulannya hanya di abaikan.
"Apa ini kekuatan petinggi Leviathan, lemah! " Teriak pria itu menarik tangan Rocky menguncinya membanting nya dengan kuat
"Rocky! " Teriak Aric yang membuat dua orang di depannya menyerangnya bertubi-tubi Aric masih menghindar dia belum tau kenapa Rocky dengan cepat di jatuhkan.
"Sialan beraninya kau! " Rocky mulai menyerang namun berkali-kali ke dua orang di depannya itu tidak menghindar itu membuat Rocky sedikit ke lelahan.
Aric dan Rocky sama lelahnya, mereka bedua di kepung, saat ini Rocky dan Aric saling membelakangi "Mereka ini apa tidak bisa merasakan sakit! bahkan saat bibir mereka sudah memar" Ucap Aric yang berhasil memberikan luka di sudut bibir lawannya.
"Seperti nya aku tau, mereka minum obat yang membuat mereka merasa kebal, tapi kau berhasil melukai bagian wajahnya, berarti mereka hanya tidak merasakan sakit tapi masih bisa di lukai, hah obat yang belum jadi seperti ini saja berani dia pakai untuk melawan ku" Ucap Rocky yang yakin dengan perkataan nya. Rocky menarik pisau lipatnya dari sakunya.
"Hati-hati Rocky kekuatan mereka bukan kekuatan manusia" Aric merasa mereka bukan hanya tidak merasa sakit tapi tidak merasa kelelahan stamina mereka melebihi stamina Rocky dan Aric.
"Aku tau!! " Teriak Rocky yang sudah mulai menyerang namun tak di sangka serangan Rocky begitu mudah di patahkan pisau lipat itu sudah dulu bengkok kan dengan mudah. Rocky kurang waspada membuat satu pukulan berhasil mendarat di tubuhnya pukulan yang terasa sangat kuat, Rocky tersungkur.
Aric terus menghindar, dia berhasil melukai wajah salah satu dari lawannya, namun Aric tidak tau satu lawan Rocky menguncinya dari belakang, Aric terus memberontak tapi sangat sulit untuk lepas.
__ADS_1
Saat ini Mario Harris turun lagi membawa dua pistol di tangannya "Ini begitu mudah! kalian ini terlalu lemah bagaimana bisa menjadi penguasa dunia bawah begitu lama" Mario Harris berjalan mendekat dan menodong kan pistol ke arah mereka. "Beri salam ke pada dewa kematian! " Ucap Mario Harris ingin menarik pelatuk nya.