MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 161


__ADS_3

Olivia menutup dirinya dengan selimut tentu saja dia tidak bisa keluar dengan pakaian yang terlalu acak-acakan bukan, alhasil Olivia memilih menutup dirinya dengan selimut sepenuhnya.


Sedangkan Arion berjalan ke arah pintu, tentu saja wajahnya kini terlihat sangat menyeramkan bagaimana tidak dia telah di ganggu saat dia sedang tinggi.


Arion membuka pintu kamarnya dan terlihat Rocky yang kini tidak bisa bernafas daat melihat wajah menakutkan Arion "A.. Arion se.. seperti nya aku menganggu" Ucap Rocky yang saat ini benar-benar merinding melihat tampilan Arion.


"Ada apa! " Kalimat singkat itu mampu mencekat nafas Rocky, dia serasa berhenti bernafas saat itu juga.


"Seperti nya lebih baik ak.. aku pergi" Rocky merasa jika dia masih di depan Arion dia akan mati dalam hitungan detik, dia ingin melangkah pergi tapi terlambat Arion sudah menarik pakaian nya.


"Katakan! " Satu kata itu benar-benar membuat Rocky kehabisan nafas dia seharusnya tidak perlu memberitahu Arion dan menyelesaikan nya sendiri.


"It.. itu, ah seperti nya lebih baik aku tanganni sendiri, tuan muda Arion yang terhormat silahkan lanjutkan" Rocky tau betul apa yang Arion lakukan dan ada siapa di dalam kamar karena Arion langsung menutup pintunya begitu Arion keluar, terlebih lagi si Jhoni sedang berdiri tegak.


"Berisik! jangan menguji kesabaran ku sialan! " Arion tidak bisa lebih berbaik hati lagi lebih baik Rocky berkata langsung.


"Itu Fiona menghilang dan.. " Rocky belum menyelesaikan ucapannya namun mata Arion kini seakan ingin mencabik-cabik Rocky. bukan hanya tidak bisa bernafas kali ini kaki Rocky terasa lemas.


"Apa urusan nya denganku! bodoh sialan!! " Arion menggenggam erat tangan nya menarik kasar dan dia benar-benar merobek baju Rocky.


"Te.. tenanglah Arion, ak.. aku tidak tau kau se.. pokoknya aku hanya mengikuti instruksi dari Aleena dia menyuruhmu membantu menemukan Fiona, dan lagi Mario haris mencoba bunuh diri dengan menggigit pergelangan tangan nya sendiri." Ucapan Rocky itu membuat amarah Arion sedikit reda, bagaimana bisa orang berfikir ingin bunuh diri dengan mengigit pergelangan tangannya sendiri.

__ADS_1


"Dia benar-benar setia dengan orang yang ada di belakang nya itu, bodoh! " Arion memijat kepalanya dia merasakan kepala nya sangat berat.


Rocky melihat situasi nya tidak tepat, lebih baik dia pergi dari hadapan Arion sebelum Arion memakannya hidup-hidup. "Mario sudah di tangani oleh Andreas tapi entah sejak kapan dia berusaha menggigit tangannya, untuk urusan Fiona cukup aku saja yang membantu mencari nya, kalau begitu tuan penguasa silahkan lanjut kan urusan anda" Rocky segera pergi tanpa melihat ekspresi dan jawaban Arion.


"Dasar! Mario ini benar-benar gila! " Arion mengusap wajahnya kasar, dia kembali masuk ke kamarnya dan berjalan ke arah ranjang di mana Olivia berada, baru saja berjalan firasat Arion tidak enak. Benar saja istri tercintanya sudah tidur pulas.


"Ck! kau ini hah... senang sekali menyiksa ku Olivia benar-benar" Arion memandang ke arah pusaka berharganya yang masih dalam keadaan tegak berdiri, namun melihat Olivia yang terlelap Arion tentu saja tidak tega untuk memaksa melakukannya. "Hah sudahlah" Arion berjalan ke kamar mandinya, air dingin perlahan meredakan suhu tubuhnya "Olivia kau benar-benar membuatku gila! "


Di sisi lain


"Di mana kau Fiona?! " Aric melihat sekeliling nya perlahan air membasahi tubuhnya "Hujankah? " Aric mengadahkan tangan dan mendongak tetesan air semakin terasa membasahi tubuh nya.


"Kakak hujan, lebih baik kita mencari kak Fiona menggunakan mobil" Usul Aleena yang mendapatkan anggukan dari Aric. Mereka memutuskan mencari Fiona dengan mobil, sebenarnya Aric tidak ingin menggunakan mobil tanpa dia tidak mau melibatkan Aleena apalagi sampai Aleena harus sakit karena kehujanan.


Hujan semakin lebat membuat Aric susah melihat karena kaca mobil yang terus di banjiri air hujan "Sial! kenapa harus hujan! " Aric memukul stir mobilnya, dia terlihat sangat frustasi.


"Tenanglah kak, kak. Fiona bukan orang biasa dia pasti akan baik-baik saja tenanglah kak" Aleena melihat kakaknya yang begitu khawatir kepada Fiona, walau Aleena tidak tau kenapa mereka sampai bertengkar dan menyebabkan Fiona pergi dari mobil tapi Aleena sangat tau kakaknya itu sangat perduli dengan Fiona.


"Ini semua salahku, harus nya aku tetap diam! " Aric menyesalinya dia menyesali perkataan jujurnya "Harusnya aku terus jadi pengecut saja, yang mencintaimu di balik layar Fiona aku tidak ingin membuat mu terluka. Ini yang aku takutkan saat kau tau kebenaran nya kau akan pergi, dan membuat jarak di antara kita! " Aric membenturkan kepalanya ke stir mobil nya.


"Kakak tenangkan dirimu! apa kau ingin membunuhku! " Perkataan Aleena itu membuat Aric menghentikan laju mobilnya.

__ADS_1


"Aku benar-benar pecundang! kenapa hanya dia yang di berikan kekuatan untuk berterus terang kenapa aku bukan Arion!, kenapa?!!!! " Aric berteriak dia mengucapkan apa yang selama ini dia cemaskan, meskipun Aric tumbuh dengan sehat kejadian masa lalu mempengaruhi dirinya. Membuatnya selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan.


Aleena melihat keputusasaan kakaknya dia menggenggam tangan kakaknya itu, membuat Aric melihat kearah Aleena "Kak Aric apa kau menyukai kak Fiona? "


"Kenapa tiba-tiba menanyakan ini? " Aric tidak mengerti kenapa adiknya berbicara seperti itu.


"Jika kau tidak ingin jadi pengecut! sekarang waktunya tunjukkan keberadaan kakak! kak Aric berjuanglah untuk cintamu! " Aleena memeluk kakaknya, pelukan itu membuat Aric sedikit tenang dan mulai jernih untuk berfikir.


"Baiklah! sudah saatnya membuang kata pengecut itu" Ucap Aric yang sudah sangat yakin untuk memperjuangkan Fiona untuk nya dan berhenti hanya mencintai nya dalam diam dalam bayangan semu.


Seseorang mengetuk pintu mobil Aric membuat Aric menurunkan kacanya dia melihat Alister yang sudah basah kuyup "Keluar kau! " Alister terlihat marah


Aric membuka pintunya dan keluar, baru saja keluar satu pukulan mendarat di pipi Aric


Bugh.......


"Alister apa yang kau lakukan, tenanglah" Ucap Rocky yang berlari dan menahan Alister yang ingin memberikan bogem mentah lagi pada Aric.


"Tenang! kau bilang aku harus tenang! karena dia sekarang kakak ku hilang! kau bilang aku harus tenang! " Alister menghempas Rocky berjalan ke arah Aric dan memberinya pukulan lagi


BuGh...... BuGh...

__ADS_1


Aric tidak melawan karena Aric sendiri dia merasa bersalah karena kebodohan nya yang tidak ingin menyakiti Fiona tapi ternyata saat Fiona tau kenyataan nya itu lebih menyakiti Fiona.


Aleena keluar dari mobil "Cukup!! apa kak Fiona akan di ketemukan dengan kalian berkelahi seperti ini! apa kalian ini anak-anak" Teriak Aleena dengan lantang mendengar Aleena Alister terdiam


__ADS_2