MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 182


__ADS_3

Silvia menepuk pundak Rocky dan tersenyum itu membuat Rocky begitu terkejut sekaligus senang. "Tapi apakah Arion akan setuju? apa dia juga masih sendiri?" pertanyaan Silvia itu seketika membuat rasa senang Rocky sirna.


"Dia pasti akan setuju, dan lagi dia masih sendiri Dion saja tidak ada waktu bagaimana dengan tuan mudanya" Ucap Rocky dengan wajah yang Pura-pura tersenyum.


"Oh iya Silvia kau pergi tanpa kabar waktu itu, lalu kenapa sekarang kau kembali? " pertanyaan dion ini sangat menohok membuat Rocky terkejut, seperti nya Dion benar-benar tidak menyukai Silvia ini.


"A.. aku bagaimana ya mengatakan nya" Silvia terlihat berfikir dia menaruh tangannya di dagu.


"Katakan saja? " Ucap Rocky yang terlihat penasaran apa alasan Silvia kembali.


"Hehe aku memulai bisnis kecil sebuah butik, ada seorang teman lama di sini yang mengajak ku untuk membuka butik di kota ini, awalnya aku tidak ingin kalian tau aku kembali tapi ternyata aku ketahun" Ucap Silvia dengan senyum di wajahnya dan sedikit menggunakan gaya lucu.


"Hee apa kau menjadi seorang desainer?" Tanya Dion, Rocky melihat Dion tumben sekali dirinya banyak bicara apalagi di depan wanita.


"Ya bisa dibilang seperti itu" Silvia menggosok tengkuknya yang tak gatal.


Tak lama HP Silvia berbunyi dia membalas pesan di hpnya kemudian sedikit meminum jus yang dia pesan "Seperti nya akun harus pergi, rekan bisnisku memberikan pesan, aku harus melihat tempat untuk lokasi butik ku" Silvia segera membereskan barangnya memasukan HP nya dan menenteng tasnya.


"Tunggu dulu Silvia, bisakah aku meminta kontak mu, bukankah kau akan tinggal bersama ku" Ucap Rocky mengeluarkan hp nya.


"Baiklah kemarikan HP mu" Silvia mencatat nomor teleponnya dengan benar, dan juga memberikan nama di sana. "Ok, aku pergi dulu ya" Ucap Silvia setelah selesai mencatat nomor nya di HP Rocky


"Baiklah aku akan mengirim pesan nanti" Ucap Rocky yang terlihat bersemangat.


Setelah kepergian Silvia. "Hee apalah kau akan mengejarnya kali ini? " Tanya Dion tanpa basa-basi


"Sa, lihat saja nanti" Ucap Rocky sembari mengirimkan stiker lucu ke nomor Silvia, dan memasukan kembali HP nya di kantung.


"Apa kau yakin! " Dion seperti meragukan sesuatu, dan terlihat sedari tadi Dion seperti wartawan yang banyak bertanya.


"Yakin tentang apa? " Tanya Rocky pura-pura tidak tau kemana arah pembicaraan Dion itu.

__ADS_1


"Kau ini! tentu saja tentang membawa Silvia ke rumah! Apa Arion tidak masalah tentang ini" Tanya Dion yang tau betul Arion sangat anti dengan Silvia mungkin karena sebelumnya Silvia sangat menempel pada Arion. Dan Arion tidak menyadari jika Silvia menyukainya sampai kejadian itu terjadi.


"Hmm aku juga tidak tau, seperti nya akan jadi masalah" Ucap Rocky dengan tampang tanpa rasa bersalah.


"Bodohkah kau ini! kau tau betul alasan yang membuat Silvia menghilang bukan, dan kau malah membawanya pulang, apa kau pikir Arion akan senang dan mengucapkan Terimakasih padamu! " Dion terlihat sangat kesal dia sampai ingin memukul Rocky sampai pingsan namun itu hanya bisa Dion tahan.


"Itu seperti nya tidak akan terjadi, tapi tidak masalahkan mendamaikan masalalu" Rocky dengan santainya menikmati minuman yang dia pesan.


"Sudah selesai aku memang tidak bisa berbicara dengan sebuah tembok, lakukan apa yang ingin kau lakukan jika tuan muda marah, kau harus Terima sendiri akibatnya"


"Tidak mau aku akan menyeret mu ke dasar jurang bersamaku"


"Berani kau bicara seperti itu, jangan salahkan aku jika aku memukul wajah bodoh mu itu" Dion benar-benar sangat kesal dengan sahabat nya itu.


"Tenang saja, Arion tidak akan marah" Rocky tiba-tiba berwajah serius dan meyakinkan membuat Dion hanya bisa pasrah dengan keadaan.


"Kita lupakan masalah Silvia, sekarang tujuan utama kita adalah Susan, kita melupakan dia karena kau"


"Kembali ke mobil dulu laptop ku ada di sana" Jawab Dion yang mendapat anggukan dari Rocky, Rocky membayar bill nya dan tidak lupa memberikan uang lebih untuk pelayan di sana.


Mereka sudah sampai di mobilnya, Dion segera membuka laptop nya melihat lokasi Susan, Susan ternyata masih ada di penginapan itu "Dia masih di sana? apa kita akan kembali kesana? " Tanya Dion.


"Tidak perlu, Rafael sudah mengawasinya jika memang dia masih di sana, kita bisa menangkap nya saat dia lengah"


"Tapi kita harus tau kondisi di sana, dan secepatnya menangkap Susan"


"Itu memang benar, aku akan mengirim orang kepercayaan ku untuk masuk ke sana, jika kita kembali mungkin saja ada yang melihat kita tadi dan curiga untuk apa kita kembali dua kali kesana"


"Baiklah menyuruh orang kepercayaan mu juga bukan ide buruk, jadi kita kemana? "


"Kau kembalilah ke kantor, aku ingin ke rumah sakit sebentar melihat kondisi Aric".

__ADS_1


"Aku mengerti" Rocky langsung menjalankan mobilnya mengantarkan Dion kembali ke kantor.


Tak lama setelah Olivia pergi HP Arion berdering satu pesan masuk. Arion ingin mengambil HP nya di sakunya namun tiba-tiba Papanya datang menghampirinya membuatnya mengurungkan niatnya. "Ada apa? " Tanya Arion.


"Di mana aric? " Arion tau mungkin papanya sudah tau kebenaran nya, meski jangkauan papanya di negara A tidak terlalu baik tapi mendapatkan informasi tentang putranya bukan hal sulit.


"Apa kau sudah tau? " Tanya Arion tanpa basa-basi.


"Hmm, bagaimana keadaan nya? " Rayyan benar-benar sudah tau kalau putranya di rawat di rumah sakit.


"Dia sudah lebih baik, mungkin akan segera pulang jangan khawatir aku akan menemukan pelakunya dan tidak akan membiarkan hidup ataupun mati"


Rayyan tersenyum tidak hanya kesombongan nya yang di wariskan ke Arion ternyata kekejamannya sama persis dengan dirinya di masa lalu "Bagus aku tunggu omong kosong mu"


"Kau ini, siapa yang omong kosong, aku akan membalas 100 kali lipat dari kesakitan yang Aric rasakan"


"Baiklah-baiklah terserah kau saja, aku hanya memberitahu mu besok kami akan kembali, apakah aku harus membawa Olivia" Ucap Rayyan


"Kenapa kau harus membawanya" Arion langsung menatap tajam papanya itu, tatapan penuh curiga dan cemburu.


'Dia benar-benar pencemburu' Ledek Rayyan dalam hati, dia tidak sadar sikap cemburu Arion yang berlebihan itu juga di wariskan olehnya. "Hanya ingin menjaga keamanan menantuku, bagi musuh mu wanita mu adalah kelemahan mu jadi lebih aman jika Olivia ikut bersama ku" Ucapan Rayyan memang tak salah dia mengkhawatirkan Olivia namun Arion pasti tidak akan rela.


"Tidak! aku bisa menjaganya dengan biak! kau tidak perlu khawatir" Arion terlihat sangat serius saat membicarakan keselamatan Olivia.


"Kalau begitu bagus, aku pegang ucapan mu, jika terjadi sesuatu pada menantuku, aku khawatir aku tidak bisa menahan amarahku" Rayyan memukul pundak Arion dan pergi meninggalkan Arion.


"Tunggu dulu bukankah aku ini putranya kenapa dia malah terlihat seperti ayah mertuaku! benar-benar" Arion sangat kesal dia tanpa sadar mengikuti langkah kaki papanya namun tiba-tiba dia teringat bahwa tadi HP nya berbunyi, dia tidak bisa mengabaikan pesan siapa tau itu adalah pesan penting.


Arion menghentikan langkahnya dan merogoh sakunya dia melihat pesan dari Dion [Aku dan Rocky bertemu Silvia].


"Silvia? " Gumam Arion setelah membaca pesan itu

__ADS_1


__ADS_2