
"Kenapa harus malu bagaimana jika kita tunjukkan kehebatan kita pada mereka" Arion langsung menyerang Olivia, bibir mereka sudah terpaut satu sama lain.
Arion melepas ciumannya kini dia sudah beralih ke leher jenjang istrinya, meski Olivia masih merasa ragu berkat sentuhan ajaib suaminya keraguannya hilang, kini panas sudah menyebar dalam tubuhnya.
Arion berusaha melepaskan helai demi helai pakaian yang menempel di tubuh Olivia, Arion melakukan nya dengan sangat lembut dan hati-hati.
Kali ini Arion ingin Olivia juga lebih Agresif, Arion mengarahkan tangan Olivia untuk melepaskan baju milik nya, meski awalnya Olivia tidak mau namun dorongan yang Arion lakukan membuat Olivia tanpa ragu melepaskan pakaian suaminya itu.
Pakaian Arion sudah di tanggalkan terlihat badan bagus milik Arion itu bahkan Olivia wanita polos itu tidak bisa untuk tidak meraba nya, semua yang melihat nya pasti ingin menyentuh nya, tubuh Arion benar sempurna.
Olivia tanpa sadar terus mengusap dada bidang Arion bahkan beberapa kali Olivia menyengkramnya saat Arion tengah bermain di benda lembut dan kenyal milik Olivia.
Perlahan Arion melepaskan permainan nya via menuntun Olivia untuk menanggalkan pakaian bawahnya, Olivia merasa bingung saat Arion berdiri di depannya dengan menarik tangannya mengalahkannya pada Ikat pinggang Arion.
"Haruskah? " Olivia menatap tubuh Arion dari bawah karena Arion dalam posisi berdiri.
"Apa kau malu? " Tanya Arion yang sebenarnya sudah tau jawabannya Olivia tentu saja malu "Lakukan".
Arion menuntun tangan Olivia, akhirnya Olivia berhasil meninggalkannya, terlihat sesuatu yang tengah berdiri menantang di depan Olivia.
Olivia terpana dengan ukurannya, ini kali pertama dia melihat nya dengan seksama, Arion mengarahkan tangan Olivia untuk bermain.
Sampai akhirnya Arion tidak tahan, dia kemudian menghentikan Olivia dan membaringkan nya di ranjang, Arion sekarang yang mendominasi dia memberikan servis yang luar biasa pada istrinya.
Sampai Olivia tidak bisa menahan suaranya yang sudah mendesak untuk keluar, lenguhan itu seakan bergema di seluruh lautan.
Arion semakin tidak tahan mendengar suara Olivia yang terdengar menggoda di telinganya , Arion mengalahkan pusaka berharganya ke arah gua yang sudah basah itu.
Arion begitu lembut dia tidak ingin membuat Olivia takut melakukan nya justru Arion ingin membuat Olivia merasa candu pada permainan panas nya.
" Olivia " Ucap Arion di sela gencatan senjata nya.
"Emmm akhhh" Hanya suara itu yang mampu keluar dari mulut Olivia.
Arion berhasil menerobos pertahanan Olivia, perlahan tapi pasti Arion melancarkan aksinya, membuat Olivia mabuk kepayang karena skillnya.
__ADS_1
"Boo pelan sedikit boo, akhhhh " Suara Olivia itu terdengar seperti permintaan untuk nya melakukan lagi dan lagi, lebih dan lebih dalam dan lebih dalam.
Arion dan Olivia tengah di terpa kenikmatan yang tiada tara, berbagai gaya Arion lakukan malam ini, Arion memeluk pinggang Olivia,tubuh Olivia bertumpu pada tangannya yang mungil dengan satu hentakan.
"Akkk kkkk Hhhhh hhh hhh hhh hhh" Mereka mencapai puncak kenikmatan.
****
Rocky melajukan mobilnya menuju ke tempat di mana dia dan Silvia berjanji bertemu.
Rocky bahkan sampai pergi ke butik untuk mengganti pakaian nya dan membersihkan tubuhnya.
Dia berjalan ke sebuah restoran mewah yang privasi nya sangat terjaga.
Rocky masuk dan melihat Silvia tengah menunggu nya "Kau sudah lama? " Tanya Rocky.
Silvia menggelengkan kepalanya "Tidak aku juga baru sampai, ayo kita pergi ke meja kita" Ucap Silvia yang sudah membuat reservasi di sana.
Silvia memilih tempat makan yang ada di lantai dua tepatnya di sebuah balkon yang pemandangan nya langsung ke arah kota, gemerlap lampu menemani makan malam mereka.
"Kau banyak berubah Silvia" Ucap Rocky yang membuat Silvia menatapnya.
"Benarkah? aku rasa aku tidak berubah? " Silvia tersenyum pada Rocky aku masih Silvia yang sama.
"Kau berubah menjadi lebih cantik, apakah hat.. " Rocky menghentikan kalimatnya.
"Apakah apa? apa kau ingin bertanya sesuatu Rocky? " Tanya Silvia yang sedikit penasaran dengan kalimat Rocky.
"Tidak ada hehe sudahlah jangan di bahas lagi" Ucap Rocky menggosok tengkuknya yang tak gatal.
"Kau masih seperti dulu, selalu ragu-ragu di hadapanku? tanyakan saja Rocky jangan khawatir aku akan menjawabnya " Silvia menarik tangan Rocky.
Tidak di pungkiri hati Rocky masih berdetak cepat di hadapan Silvia, meski Rocky sudah mengubur perasaan nya sejak lama. "Tidak ada lupakan saja ok" Rocky mengatur nafasnya agar dia tetap tenang dan tidak gegabah.
"He, ayo katakan apa pertanyaan nya aku penasaran, ayolah Rocky kau ingin aku tidak bisa tidur malam ini, Rocky ayo katakan beri tahu aku" Silvia mengusap tangan Rocky dengan manja membuat Rocky sedikit heran.
__ADS_1
"Baiklah aku akan katakan, apakah hatimu juga tidak berubah? " Pertanyaan itu seketika membuat Silvia melepaskan tangan Rocky dan menatap Rocky tanpa ragu.
"Apa kau bertanya apa aku masih menyukai Arion? " Tanya Silvia dengan tenang, dulu jika Rocky berbicara tentang Arion Silvia akan menjadi gugup dan mukanya memerah. "Aku sudah tidak memiliki perasan apapun lagi pada nya, tenang saja" Silvia tersenyum ke arah Rocky.
Rocky sedikit tak percaya namun tak di pungkiri Rocky agak senang dan lega mendengar perkataan Silvia itu.
Di tengah perbincangan mereka pesanan yang Silvia pesan telah tiba, mereka terlihat seperti dinner romantis yang di tutup dengan menikmati anggur mahal di restoran itu.
Silvia menatap langit berbintang malam ini "Langitnya masih sama seperti dulu" Rocky menatap Silvia Rocky merasa Silvia benar-benar berubah.
"Benarkah? aku bahkan tidak pernah memandang langit malam" Ucap Rocky yang membuat Silvia gugup.
"Benarkah, apa kau di sibukan dengan pekerjaan? kau sesekali harus menyenangkan hatimu Rocky" Silvia memberikan senyuman termanis nya untuk menyemangati Rocky.
"Hahaha aku malah terlalu banyak bersantai Silvia kau juga tau bagaimana posisiku ini"
"Apakah kau masih suka bermalas-malasan" Ledek Silvia.
"Aku ini tidak pernah bermalas-malasan ya aku adalah laki-laki yang sangat suka bekerja" Ucap Rocky dengan penuh percaya diri.
"Ya ya ya, aku percaya Rocky adalah laki-laki yang sangat bekerja keras"
"Kau seperti nya mengejek ku" Rocky berpura-pura marah membuat Silvia tertawa kecil, tawa Silvia membuat Rocky tak henti tersenyum.
"Rocky aku ingin bicara" Silvia terlihat serius kali ini, dia begitu cepat mengubah ekspresi nya.
"Bicara, bicaralah aku akan mendengarkan mu dengan baik" Ucap Rocky yang ikut serius dan menatap mata silvia.
"Ini tentang ucapan mu tadi siang"
"Ucapan ku tadi siang? " Rocky sedikit lupa apa yang dia ucapkan pada Silvia.
"Tentang menginap di rumahmu"
"Oh tentang itu, apa lagi yang perlu di bicarakan? " Tanya Rocky.
__ADS_1
"Itu... aku" Ucapan Silvia terhenti membuat Rocky sangat penasaran