MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 239


__ADS_3

"Ada apa ini? aku mendengar tentang dokter kandungan, apa ada yang hamil? " Tanya Olivia polos tanpa sadar dia yang sedang di bicarakan.


"Ha! tunggu jadi itu maksud mu, apa benar-benar ada" Arion baru menyadari ucapan Andreas setelah Olivia mengucapkan kata hamil, Arion segera berdiri dan memeluk Olivia seraya mengelus perut Olivia, membuat Olivia sedikit kaget dan bingung.


"Boo ada apa ini? "


"Apakah benar aku akan mendapatkan cucu, tidak menyangka aku sudah semakin tua" Rayyan mengusap dagunya dengan gaya sombong nya.


"Tunggu dulu, kenapa kalian berfikir aku hamil? " Olivia tidak merasa memiliki tanda seperti morning sickness (mual di pagi hari), jadi dia bingung bagaimana mereka bisa begitu mudah menyimpulkan kalau dia hamil.


"Sayang bukankah tadi kau merasa mual?, terasa ada yang berputar-putar di perut mu" Tiara yang juga dokter memberikan petunjuk.


"Soal itu, mungkin hanya asam lambung, tadi malam aku juga merasa seperti itu" Ingat Olivia saat Arion memberikan buah mangga padanya.


"Sayang ibu hamil itu spesial, terkadang saat ibu sedang hamil dia bisa membenci apa yang awalnya dia suka, ibu tau kau suka buah mangga dan lemon kau akan langsung memakannya saat melihat nya tanpa berfikir panjang, dan sekarang apa yang terjadi" Jelas Tiara lagi membuat Olivia tanpa sadar menaruh tangannya di atas tangan suaminya dan mengusap perutnya bersama-sama.


"Mungkinkah itu benar? " Tak terasa air mata menetes lembut ke pipi Olivia tangisan bahagia seorang ibu muda.


"Soal itu kalian harus pastikan langsung ke rumah sakit bertemu dengan dokter spesialis kandungan" Ucap Rayyan yang di balas anggukan dari keduanya.


"Baiklah kalian boleh pergi memeriksakan nya tapi ayo kita sarapan dulu " Ucap Tiara mengingatkan bahwa mereka mengabaikan makanan yang sudah dia buat bersama Ranti dan Olivia tentu di bantu asisten rumah tangga.


Mereka semua menyelesaikan sarapannya dan bersiap dengan aktivitas masing-masing.


Arion dan Olivia pergi ke rumah sakit kali ini Andreas bertugas menjadi supir, sebenarnya tidak juga karena Andreas sendiri yang ingin ikut dia ingin melihat cara kerja rumah sakit yang berada di negara lain. Meski dengan perjuangan yang sangat Alot karena Arion seratus persen menolak permintaannya pada awalnya namun nenek angel membantu Andreas berbicara membuat Arion tidak bisa menolak permintaan nenek Angel.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Arion menyuruh Olivia menidurkan kepalanya di pangkuan Arion membuat Olivia hanya menatap ke arahnya, Arion mengusap lembut pipi Olivia.


"Boo bisakah aku duduk, aku tidak sakit kenapa harus tiduran seperti ini? " Olivia ingin duduk seperti biasa.


"Tidak, kau harus beristirahat dengan cukup" Alasan Arion, tentu saja alasan Arion yang sebenarnya adalah Arion tidak mau Olivia menatap ke depan ke arah Andreas yang masih mengemudi.


"Tapi spekulasi mereka belum tentu benar ada tanda lain pada ibu hamil tapi aku tidak merasakan apapun" Olivia masih sedikit ragu meski dalam hatinya dia ingin meyakini kalau dia benar-benar sedang berbadan dua.


Sebenarnya Arion juga masih ada keraguan meski begitu dia juga memiliki filling kuat kalau yang di katakan kedua ibunya benar.


Saat ini mobil yang mereka tumpangi sudah berada di rumah sakit yang berada di bawah grup Aditama.


Arion, Olivia dan Andreas berjalan memasuki rumah sakit baru saja melangkah mereka bertemu dengan dokter zulfa yang sudah menunggu mereka sejak tadi, dokter zulfa sudah di hubungi dari pagi oleh Rayyan.


"Nona, tuan" Sapa Zulfa yang juga dokter di rumah sakit itu. "Dokter Andreas" Sapa Zulfa dengan penuh senyum.


"Dokter Zulfa kebetulan sekali kita bertemu di sini" Ucap Olivia yang tidak tau bahwa dokter Zulfa bukan sengaja bertemu mereka namun dia menunggu mereka sedari tadi.


"Ah, iya nona Olivia, apakah nona sakit? kenapa tidak menghubungi saya saja" Seperti permintaan Rayyan Zulfa tidak boleh mengatakan yang sebenarnya kalau dia sudah tau Olivia akan ke dokter spesialis kandungan.


Olivia bergeser mendekat ke arah Zulfa"Emm, se.. sebenarnya ibu dan mama menyuruh ku untuk memeriksakan kandungan, ta.. tapi aku belum tau apa aku benar-benar hamil, karena memang beberapa bulan ini siklus haid ku tidak lancar" Bisik Olivia yang tidak enak berbicara seperti itu secara terang-terangan.


"Oh begitulah kalau begitu saya akan mengantarkan nona Olivia, mari ikut saya" Ucap Zulfa


Mereka sudah berada di depan ruang dokter kandungan tentu yang masuk hanya Olivia dan Arion, sedangkan Andreas menunggu di luar sampai akhirnya.

__ADS_1


"Dokter Andreas apakah dokter ingin berkeliling saya bisa menemani anda" Ucap zulfa


"Kalau tidak merepotkan, apakah dokter Zulfa tidak sibuk? " Andreas tentu saja senang kalau di ajak berkeliling rumah sakit tapi dia tidak enak jika sampai mengganggu pekerjaan Zulfa.


"Sebenarnya saya tidak ada shift hari ini, tapi karena tuan Rayyan menelepon saya untuk menemani dan menjaga tuan Arion dan nona Olivia jadi say.. Ah celaka" Zulfa refleks menutup mulut nya saat sadar dia sudah membocorkan kebenaran nya pada Andreas.


Andreas tertawa kecil dia tau apa yang Zulfa katakan itu sebenarnya tidak boleh di katakan "Tenang saja aku akan merahasiakan nya" Andreas membuat gerakan mengunci mulutnya membuat Zulfa tersenyum malu "Tapi sebagai gantinya kau harus mengajak ku berkeliling rumah sakit ini tanpa terlewat satu tempat pun" Andreas tersenyum, senyuman yang begitu manis membuat wajah tampan dan tenangnya semakin mempesona.


"Ya tentu saja" Zulfa tersenyum tak kalah manis menambah imut raut wajahnya yang sedikit memerah.


Mereka berdua mulai berkeliling ke setiap ruangan yang ada di rumah sakit itu, sebenarnya Andreas ingin langsung melihat ruang operasi dan peralatan nya tapi dia mengurungkan niatnya itu, entah mengapa dia merasa nyaman dan nyambung ketika ngobrol dengan Zulfa jadi itu salah satu alasan kenapa Andreas memilih untuk berkeliling dari pada langsung melihat ruang operasi.


Olivia melakukan tahap pemeriksaan, dan sedang menunggu hasilnya sedangkan Arion enggan melepaskan genggaman tangannya pada istrinya padahal dokter kandungan yang ada di depannya adalah wanita yang terlihat lebih tua dari mereka namun sifat posesif Arion tidak bisa di sembuhkan, penyakit turunan ini benar-benar kuat.


"Boo bisakah kah lepaskan tanganku" Bisik Olivia yang tidak enak karena dokter kandungan di depannya terus melirik ke arah mereka.


"Kenapa? kau tidak suka? " Wajah Arion yang biasanya dingin tiba-tiba terlihat manja membuat Olivia tidak bisa menolak keimutan nya


"Em bukan itu tapi.. " Ucapan Olivia terhenti saat Arion malah membawa tangan Olivia kedalam sakunya


"Aku tidak akan melepaskannya" Arion mengedipkan matanya menggoda istrinya itu


Olivia selalu luluh dengan tingkah kekanak-kanakan Arion yang hanya di perlihatkan padanya "Terserahlah" Olivia hanya bisa pasrah dengan keadaan nya sekarang


Sampai akhirnya sudah keluar, dokter membuka kertas yang merupakan hasil pemeriksaan Olivia, dokter menarik nafasnya dan mulai membaca hasilnya "Tuan Arion nona Olivia hasil pemeriksaan nya nona Olivia.....

__ADS_1


__ADS_2