MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 249


__ADS_3

Malam itu Aleena menceritakan semua yang dia dengar saat dia berada di depan pintu kamar Andreas, Olivia mendengarkan semua yang Aleena sampaikan.


Tak terasa Olivia sedikit meneteskan air matanya "Aleena apa benar apa yang kau katakan ini? " Tanya Olivia.


Aleena mengangguk dan menatap Olivia Aleena juga meneteskan air matanya "Aku mendengar semuanya dengan jelas kak, akankah kak Rocky benar-benar melakukan nya?" Ucap Aleena dengan memeluk kakak iparnya itu.


"Tenanglah Aleena, kak Arion mu tidak akan membiarkan hal itu terjadi, yakinlah meski dia seperti itu selalu berbeda pendapat dengan Rocky tapi dia juga menyayangi Rocky dia tidak akan membiarkan nya melakukan hal seperti itu" Olivia meyakinkan Aleena untuk tidak perlu khawatir.


"Semoga saja kak Arion bisa mencegahnya, ak.. aku tidak mau kak Rocky melakukan hal ceroboh" Ucap Aleena yang seakan-akan dia akan tinggal bersama dengan Rocky padahal dia sendiri dan Rocky tinggal berbeda negara nantinya.


"Tenanglah Aleena tenang, ini sudah malam lebih baik kau tidur, biar kakak Olivia temani ok" Olivia memeluk Aleena dan menggosok bahu mungil gadis kecil itu.


Aleena mengangguk dia tidak punya pilihan lain selain menuruti ucapan Olivia, Aleena di antar ke atas ranjang oleh Olivia, Olivia juga ikut berbaring di sana.


Aleena memeluk Olivia dengan Olivia yang mengusap lembut kepala Aleena, perlahan-lahan pandangan Olivia mulai kabur dia seperti nya ikut ketiduran di kamar Aleena.


Olivia merasa tubuhnya melayang-layang membuatnya perlahan membuka mata dan melihat sosok Arion yang menggendong nya "Boo apa kita berada di langit? " Pertanyaan konyol Olivia itu membuat Arion tersenyum gemas.


"Kita akan segera sampai di langit" Arion tidak menyanggah ucapan Olivia melainkan mengikuti alur yang Olivia katakan.


"Hhmm baguslah emm emm" Olivia memejamkan matanya lagi membuat Arion tak hentinya mengembangkan senyumnya.


Arion membaringkan perlahan tubuh Olivia ke ranjang milik mereka, Arion mengecup kening istrinya itu dan sedikit memainkan pipinya mencubit pelan "Kau benar-benar menggemaskan" Arion menarik selimut dan menutupi tubuh istrinya dan dirinya mulai berbaring di samping istrinya. "Selamat malam sayang" Tentu saja ucapan Arion tidak ada jawabannya karena Olivia sudah berada di langit ketujuh lebih dulu karena sudah tertidur lelap.


Andreas sudah tertidur sedangkan Rocky masih menatap langit-langit kamarnya memikirkan semuanya di malam itu.


Pagi menyapa


Olivia bangun dan membuka matanya dia melihat sekeliling dan menemukan suami tampannya berada di sisinya, membuatnya mengernyitkan dahi mengingat tentang semalam "Bukankah aku tidur dengan Aleena? " Tanya Olivia pada dirinya sendiri dan melihat sekeliling.

__ADS_1


"Aku berada di kamar? " Olivia tersenyum dan menatap wahai tampan suaminya itu "Kau menggendong ku kembali ke kamar?, dasar" Olivia tersenyum dan ingin mencubit hidung mancung suaminya itu, namun tangannya tiba-tiba di raih dan di tarik membuat wajah nya sedikit maju lebih dekat ke arah Arion.


Arion mengecup bibir Olivia "Kau seharusnya melakukan seperti ini sayang" Suara khas bangun tidur Arion benar-benar enak di dengar, membuat Olivia tertegun setelah kecupan itu.


"Kau sudah bangun? " Tanya Olivia.


"Kalau aku tidak bangun pasti aku sudah kehilangan hidung ku" Ucap Arion dengan nada menyindir.


"Huh siapa juga yang mau hidung mu" Ucap Olivia dengan gaya merajuk nya menggembungkan pipinya.


"Ya ya, istriku tidak akan melakukan nya, kalau begitu kita lakukan yang lain bagaimana? " Arion memainkan alisnya menunggu jawaban istrinya itu.


"Tidak boleh, kita tidak boleh terlalu sering melakukan nya atau kita akan menyakiti nya" Olivia mengusap perut ratanya.


"Ya kau benar-benar berhasil mengganggu, lihat bagaimana nanti aku menghukum mu nanti" Arion mengancam anaknya sendiri yang masih ada dalam kandungan.


"Boo! hentikan jangan mengancamnya terus" Olivia melipat tangannya menunjukkan dia sedang kesal dan merajuk.


" Booo" Olivia memperingati suaminya.


"ya ya sayang baiklah aku bercanda" Arion memeluk istrinya yang semakin lama akan semakin merajuk itu, Arion memilih berhenti menggodanya.


"Boo" Panggil Olivia


"Ya sayang, ada apa? " Tanya Arion menatap wajah istrinya itu


"Tadi malam Aleena mendengar percakapan mu dan Andreas dia bahkan menangis menceritakan semuanya padaku, sebenarnya ada apa dengan Rocky, kenapa dia berfikir seperti itu? "


Arion terlihat menghela nafasnya "Aku tidak tau, dia mengatakan padaku dia belum tentu melakukan nya, dan aku juga tidak akan membiarkan dia melakukan nya" Ucapan Arion itu cukup membuat Olivia tenang karena dari awal Olivia yakin Arion tidak akan pernah membiarkan Rocky melakukan hal itu

__ADS_1


"Aku percaya padamu, tapi Boo jangan lakukan hal yang bisa merusak persaudaraan kalian" Nasehat Olivia pada Arion.


"Aku tau itu, tapi jika diam saja apakah harus membiarkan dia melakukan nya"


"Boo, aku akan mendukung setiap keputusan mu asal tidak menyakiti Rocky"


"Hah aku bisa cemburu jika kau mengatakan seperti itu, apa aku boleh menyakiti diriku sendiri tapi tidak boleh menyakiti Rocky"


"Boo, jangan bercanda kau tau siapa yang menempati hatiku, Rocky adalah saudara dan teman yang baik untuk ku jadi seperti dia yang tidak mau aku di sakiti aku juga mau dia baik-baik" Ucap Olivia


"Aku tau istriku memang baik terhadap semua orang" Arion memeluk istrinya "Tentang Rocky akan aku ambil keputusan saat waktunya tiba, jangan terlalu di pikirkan ok" Arion memeluk tubuh istrinya.


Pagi menyapa semua orang sudah duduk di meja makan tak terkecuali satu tamu yang sudah datang dari pagi buta.


"Apa kau tidur di halaman bagaimana kau sudah kemari sepagi ini" Sindir Rayyan saat melihat Daniel sudah berada di meja makan.


"Berisik! apa urusan nya denganmu! " Jawaban Rayyan hampir tepat semalam Daniel yang pulang sudah larut memutuskan tidur di mobil di minimarket terdekat.


"Pak tua kau berjuang keras, tapi aku sebagai menantu tidak akan merestui mu" Ucapan Rayyan yang berjalan bersama Olivia, hari ini Olivia tidak membantu di dapur seperti nya dia mulai mual ketika mendapati bau bumbu yang baru di masak.


"Aku tidak perlu restu mu! lagi pula Olivia sudah merestui ku! " Ucapan sombong Daniel.


"Boo, jangan berkata begitu " Olivia sedikit menyenggol suaminya.


Ranti hanya diam menahan rasa malu dan tidak enak pada mereka semua.


"Hei kalian berdua apa yang kalian lakukan lihat lah ibu Ranti menjadi tidak nyaman" Tegur Tiara yang membuat ayah dan anak berhenti memojokan Daniel.


Setelah sarapan pagi Daniel menunggu Ranti untuk bersiap-siap, setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah keluarga aditama.

__ADS_1


Daniel segera melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat, saat mobil Daniel terparkir dan Ranti turun dari mobil mata Ranti tidak bisa berkedip dia melihat sesuatu yang ada di depannya dan bergantian menatap ke arah Daniel "Ini? " Tanya Ranti terlihat terkejut.


__ADS_2