
Arion terdiam sejenak dia mencoba mengingat apa yang terjadi kepada nya dulu, namun sekeras apa dia mencoba dia tidak mengingat apapun, Arion tersenyum penuh arti. "Apa kalian mencoba menipu ku? "
"Sayang, Mama tidak mencoba menipu mu, itulah kenyataan nya, Mama bahkan berani bersumpah" Air mata Tiara masih mengalir, dia benar-benar tidak tau bagaimana anaknya tumbuh dengan dendam yang mendalam pada keluarga nya sendiri.
"Wajar saja jika kau tidak mengingat nya Arion, ingatan itu telah di hapus, jika kamu ingin aku bisa membawamu mengingat nya kembali" Ucap Rayyan.
"Hah! Apa kau sedang berusaha menipu ku? atau kau ingin membuat ingatan palsu di Kepala ku! Tuan Rayyan ternyata begitu picik! " Ucap Arion dengan wajah mengejek.
Aric tak tahan lagi "Mama duduklah dengan baik" Ucap Aric yang kemudian berdiri dan berjalan ke arah Arion "Arion kau terus berfikiran buruk tentang Mama dan Papa, jika kau ingin bukti aku bisa membuktikan nya" Ucap Aric dia melepaskan kancing kemeja nya, dia berbalik memperlihatkan punggung nya pada Arion, di sana masih ada bekas luka 19 tahun yang lalu saat tragedi itu terjadi.
Mata Arion membulat kepala nya sedikit berputar ada sedikit bayangan yang lewat di pikiran nya namun Arion menolak untuk mengingat nya menggelengkan Kepala nya, dia berjalan menjauh.
Arion membuka pintunya sesuai dugaannya pintu sudah di buka, Arion berjalan keluar.
Tiara menangis sejadi-jadinya anaknya masih belum memaafkannya "Harus bagaimana? " Tiara berusaha turun dari ranjangnya melepaskan infus di tangannya berjalan pelan ingin menangkap punggung Arion, namun apalah daya kakinya sangat lemas, dia terjatuh namun Aric segera menangkap Mamanya
"Mama" Aric tak tau lagi harus berkata apa, dia melihat Mama nya telah hancur
"Lepaskan Mama Aric Mama ingin memperbaiki hubungan Mama dengan kakak mu, Mama ingin memeluknya dan mengatakan Mama sangat merindukan nya" Ucap Tiara dalam isak nya.
Aric memeluk Mamanya mencoba menenangkan nya " Mama Arion mungkin butuh waktu untuk menerima penjelasan kita ma" mempererat pelukannya pada ibu nya.
"Sayang tenanglah, Arion butuh waktu sendiri untuk memikirkan nya, kau tenanglah " Ucap Rayyan yang berjalan ke arah Tiara dan mengambil istrinya dari Anaknya menggendong nya kembali ke Ranjangnya. "Tenanglah di samping Arion ada gadis baik seperti mu, aku rasa dia akan mampu membawa kembali hati Arion" Bisik Rayyan yang tiba-tiba teringat dengan Olivia mata jernih Olivia membuat nya teringat dengan mata tiara saat dulu gadis yang baik yang mampu merebut hati banyak orang.
Arion menutup pintunya dan menatap Daniel "Di mana barang-barang milikku? "
__ADS_1
"Kau benar-benar keras kepala" Ucap Daniel mereka semua di luar sudah tau apa yang terjadi di dalam.
"Apa kau sudah puas menonton pertunjukan! " Arion menyadarinya kamera kecil yang di tempelkan di dekat pintu mungkin sebelum menguncinya Daniel menaruh di sana.
"Sayang sekali darah sepupu ku itu begitu kental dalam dirimu, seandainya darah Tiara kau tidak akan jadi seperti ini" Bagaimana pun sikap Arion ini sama keras kepala nya seperti kakek dan papanya
" Berisik! jangan jadi pecundang kembalikan barang milik ku" Mengulurkan tangan menunggu barang nya di kembalikan.
"Aku tidak akan mengingkari janjiku" Ucap Daniel yang memberikan HP dan dompet Arion.
"Baguslah" Ucap Arion berjalan
Rocky menelan ludahnya dia merasa ada yang tidak beres kenapa dia tidak langsung mencarinya malah ingin pergi begitu saja.
"Arion" Panggil Rocky namun Arion tak menengok padanya membuat Rocky semakin khawatir "Arion kau meninggalkan ku" Berlari menahan pundak Arion.
Arion menghentikan langkahnya "Untuk apa membawamu? kau ingin tinggal tinggal lah aku rasa kau sangat senang di keluarga ini! " Ucapan Arion tanpa ekspresi membuat Rocky menelan ludahnya begitu kasar
"Ka...Kau mengusirku? " Ucap Rocky bergetar dia tau dia benar-benar ikut campur dalam semua kejadian yang terjadi, membawa Arion ke sini memaksa bertemu orang tuanya dan banyak lagi, mungkin kali ini Rocky benar-benar tidak bisa Arion maafkan.
"Aku hanya menghormati keputusan mu" Ucap Arion dingin
"Arion maafkan aku, aku melakukan ini semua demi kebaikan mu, bukankah sebenarnya di dalam hatimu kau ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu bukan? aku telah membantumu" Ucap Rocky terdengar frustasi
"He! sejak kapan aku mengatakan semua itu, kau sendiri yang berfikir seperti itu" Ucap Arion meski ucapan Rocky tidak semuanya salah tapi tabu bagi Arion mengakui semua itu.
__ADS_1
"Arion jangan lakukan ini, aku adalah keluarga mu bukan kita adalah keluarga Mars, aku minta maaf aku rela kau membawaku ke Afrika asal jangan putuskan tapi persaudaraan kita" Rocky berusaha memohon.
Arion berjalan meninggalkan Rocky tanpa menjawab sepatah katapun, sedangkan Olivia dia melihat ada kesedihan, kebingungan di mata Arion membuatnya bingung dan memilih diam.
"Arion" Cuman Rocky dia hanya bisa diam tak bergerak dari tempatnya.
Olivia dan Arion kini sudah berada di taksi, suasana jadi hening saat Arion menundukkan kepalanya, terdengar suara lirih
*Apa tuan sedang menangis? " Ucap Olivia dalam hati ingin melihat dengan seksama ke arah Arion tapi Olivia tidak memimilik keberanian itu namun tiba-tiba
Arion menundukkan kepala nya menaruh keningnya di bahu Olivia, Olivia bingung tapi dia merasa ada yang jatuh membasahi nya.
Olivia memberanikan diri mengusap punggung Arion, terus mengusapnya dengan lembut "Ini semua akan baik-baik saja" Ucap Olivia lembut
Entah mengapa Arion merasa tenang saat Olivia mengusap punggung nya. "Tuan apa tidak bisa untuk memaafkan mereka? walaupun cara mereka salah tapi itu untuk kebaikan Tuan saat itu" Olivia tanpa sadar mengatakan apa yang ada dipikirannya.
Arion hanya diam dia kemudian menghapus air matanya melihat pada Olivia " Kau tidak mengerti apa-apa " Ucap Arion dingin.
Olivia menghembus kan nafasnya "Aku memang mengerti apa yang Tuan alami tapi, aku mengerti bagaimana rasanya di tinggalkan orang yang selama ini kita sayang" Ucap Olivia
Arion melihat mata Olivia yang memancarkan kesedihan membuat Arion mengingat sesuatu, *Gadis ini apa sedang memikirkan Andreas?! " Tiba-tiba kesedihan Arion berubah menjadi kemarahan
Arion menarik Olivia dalam pelukannya, membuat Olivia berakhir di dada Arion, Olivia menatap Arion dengan ekspresi kebingungan, satu tangan Arion menyusup kebelakang telinga Olivia dengan cepat mengecup bibir Olivia, menekan kepala Olivia semakin dalam membuat Olivia terkejut dengan sikap Arion, Olivia teringat ada supir taksi di sini bagaimana kalau supir itu salah paham , Olivia mencoba mendorong tubuh Arion, memukul dada Arion berulang membuat Arion tersadar dan melepaskan ciuman nya
*Apa yang ku lakukan? kenapa aku sangat tidak suka wanita ini memikirkan orang lain" Ucap Arion dalam hati
__ADS_1