MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 150


__ADS_3

Perjalanan sangat panjang tak terasa satu hari telah mereka lalui.


Rayyan, Tiara, Aleena dan Fiona kini telah sampai di bandara Negara A. Tiara menghela nafasnya dia tidak sabar untuk bertemu dengan ibunya dan juga kedua anaknya.


Tapi sesudah mereka turun mereka belum melihat orang yang menjemput kedatangan mereka, sampai seseorang berlari terengah-engah kearah mereka.


"Hah hah hah.. Paman apa kalian sudah lama" Ucap Rocky sembari mengatur nafasnya karena buru-buru berlari masuk mencari keberadaan Rayyan.


"Kau terlambat! " Ucap Rayyan dingin, Rocky tersenyum canggung dan menggosok tengkuknya yang tak gatal.


"Maaf Paman" Rocky segera menyambar tas yang di bawa Rayyan "Ayo paman kita pulang" Ucap Rocky masih dengan senyum canggung nya.


"Di mana kak Arion dan kak Aric kenapa mereka tidak menjemput ku" Aleena menggembungkan pipinya yang sudah bulat.


"Mereka... " Rocky tidak tau harus menjawab apa sebenarnya kedua putranya lupa kalau orang tuanya hari ini datang, Aric sedari pagi sudah pergi ke markas dengan Andreas, seperti nya Aric tertarik dengan dunia medis.


Sedangkan Arion dari pagi juga sudah pergi dengan Dion, seperti nya dia buru-buru pergi ke kantor.


Dan menyisakan Rocky yang di ingatkan Olivia hari ini Rayyan dan keluarga nya akan tiba di bandara, sebenarnya Rocky penasaran dari mana Olivia tau kalau Rayyan akan datang.


"Sudahlah Aleena nanti juga kita akan bertemu dengan kakak kakak mu di rumah, mungkin mereka sedang sibuk" Tiara mencairkan suasana suram anak perempuan nya dia mengusap pucuk kepala Aleena.


"Tapi ma.. " Aleena masih menggembung kan pipinya dia benar-benar kesal kedua kakaknya tidak ada yang menjemput nya di bandara.


"Sudahlah Aleena jangan marah lagi, nanti kau hukum saja kedua kakak mu itu" Ucap Fiona yang memberikan ide pada Aleena.


"Lihat saja aku pasti akan menghukum mereka" Kesal Aleena


Mereka akhirnya meninggal kan bandara dengan Rocky yang mengemudi "Nak Rocky sebelum kita pulang bisakah kita menjenguk kakek mu dan kakek buyut mu, di hari pemakaman mereka aku tidak bisa menghadirinya aku ingin berkunjung dan mengenalkan Aleena pada mereka" Ucap tiara pada Rocky yang mendapatkan anggukan dari Rocky.


Rocky melajukan mobilnya ke pemakaman, setelah sampai Rocky turun dan menunjukkan jalan, Tiara menghela nafasnya saat batu nisan terukir nama Justin dan kakek nya di sana


Tiara meletakkan bunga yang dia beli di perjalanan tadi, dia mulai membersihkan makam dan berbincang di sana sedangkan Rayyan hanya mengamati istrinya.

__ADS_1


"Tidak menyangka paman Justin akan meninggal dengan cara yang lumayan tragis" Ucap Rayyan yang membuat hati Rocky begitu sedih, seperti luka lama yang tertusuk kembali


"Haaah ini sudah jalannya paman" Ucap Rocky yang tidak bisa berkata-kata lagi.


"Apa kau ada menyelidiki tentang kematian kakek mu Rocky? " Tanya Rayyan pada Rocky yang terlihat menggelengkan kepala.


"Tidak paman, tapi nenek sudah mengatakan jika itu murni kecelakaan" Ucap Rocky mengikuti perkataan nenek Angel waktu itu


"Ya bagi kita orang kalangan atas meninggal tiba-tiba apalagi karena kecelakaan seharusnya itu di selidiki" Ucap Rayyan yang sebenarnya ingin menyelidiki kasus kematian paman Justin tapi tidak bisa karena aksesnya benar-benar di tutup oleh putranya yang jenius itu.


"Ini sudah terlambat paman, lebih baik mengikhlaskan kematian kakek agar dia tenang di alam sana" Ucap Rocky dia sebenarnya ingin menyelidiki kematian kakeknya namun dia tidak berani karena takut hasilnya akan sama dengan apa yang dia pikirkan.


"Kalian sedang membicarakan apa? " Tanya Fiona yang tiba-tiba berjalan menghampiri mereka berdua dengan Tiara dan Aleena berada di belakang Fiona.


"Tidak ada, kau sudah selesai sayang" Ucap Rayyan menghampiri anaknya dan menggenggam tangan Tiara untuk membantu Tiara berjalan.


"Hmm sudah, kau dan Rocky terlihat sangat serius apa yang kalian bicarakan? " Tanya Tiara yang ternyata sedari tadi memperhatikan suaminya yang berbincang dengan Rocky.


"Hanya bertanya tentang bisnis Arion" Nikah Rayyan, Rayyan tidak ingin membahas Justin di depan Tiara yang merasa bersalah saat pemakaman tidak bisa menghadirinya.


Mereka kembali ke mobil Rocky segera melajukan mobilnya ke kediaman mars tanpa harus berhenti ke tempat lain.


Sesampainya di rumah Arion, mendengar mobil Rocky datang Bibi Margaret, Rania dan Olivia segera menghampiri mobil mereka untuk membantu membawakan barang-barang yang mereka bawa.


Tiara dan Rayyan tidak banyak membawa barang hanya beberapa baju dan oleh-oleh mereka tidak banyak membawa baju karena mereka bisa dengan mudah membelinya.


"Tuan Nyonya" Sapa Margaret bibi margareth tentu sudah mengenal tiara karena dia lumayan sudah lama bekerja di keluarga Mars.


"Bibi margareth apa kabar? " Tanya Tiara ramah dan sopan


"Saya baik-baik saja Nyonya, Nyonya juga saya harap baik-baik saja" Ucap bibi margareth


"Kakak " Aleena berteriak dan mengangkat kedua tangannya meminta pelukan dari Olivia, Olivia yang mengerti maksud Aleena langsung memeluk Aleena dan membawa nya kedalam gendongan nya.

__ADS_1


"Kak Olivia apa kau merindukan Aleena? " Tanya Aleena penuh dengan semangat


"Tentu saja, seperti nya Aleena bertambah tinggi ya" Puji Olivia yang membuat Aleena mempererat pelukan nya pada Olivia.


"Hei Aleena aku juga ingin melepaskan rindu ku dengan Olivia" Ucap Fiona yang tersenyum ke arah Olivia


Olivia tersenyum dan menurunkan Aleena, Aleena tidak mau turun tapi dia tidak boleh egois akhir nya Aleena turun dari gendongan Olivia


Olivia dan Fiona berpelukan dan saling menanyakan tentang kabar masing -masing sampai Aleena menarik Fiona menjauh dari Olivia.


"Kakak Fiona lepaskan kakak Olivia aku masih ingin memeluknya" Aleena lagi lagi mengulurkan tangannya dan membuat Olivia menggendong Aleena lagi.


"Aleena kau bukan anak kecil lagi, jangan membuat kak Olivia menggendong mu" Ucap Tiara yang tidak enak hati pada Olivia karena sifat manja Aleena


"Tidak masalah Nyonya" Olivia tersenyum begitu manis nan sopan kepada Olivia membuat Tiara merasa Olivia benar-benar gadis yang cocok dengan putranya yang sedingin es itu.


"Olivia harusnya kau tidak memanggilku Nyonya bukan? " Pertanyaan Tiara itu entah mengapa membuat Olivia merasa jantungnya berdegup dengan cepat dan membuatnya berfikir terlalu jauh


*Apakah Nyonya Tiara sudah tau aku menikah dengan Tuan Arion, tidak tidak tuan Arion tidak mungkin mengingkari janjinya bukan? " Olivia berdialog pada dirinya dalam diam


"Benar Olivia kau harus nya memanggil Tante seperti ku memanggil tante Tiara" Ucap Fiona masuk dalam pembicaraan


Tapi mendengar ucapan Fiona itu kenapa rasanya hati Olivia malah merasa sedih "Tidak.. Tidak.. " Ucap Olivia sungkan


"Kalau tidak memanggil tante bagaimana jika memanggilnya Mama, iyakan kak Olivia" Ucap Aleena


"Ap.. apa yang Aleena katakan ba.. bagaimana bisa aku memanggil Nyonya tiara Mama" Ucap gugup Olivia dalam pikiran Olivia akankah suatu saat itu akan terjadi


"Kenapa tidak kakak dan kak A.. " Ucapan Aleena di potong oleh Rocky


"Aleena ayo kita masuk sekarang ini akan semakin panas jika berada di luar " Ucap Rocky yang sebenarnya sudah memberitahu kepada Aleena apa yang terjadi pada Olivia dan Arion jika sampai Aleena membocorkan nya dia bisa mati di tangan Arion.


"Baiklah ayo kita masuk" Ucap tiara

__ADS_1


Fiona merasa ada yang aneh dengan mereka semua terutama dengan sikap Aleena tapi Fiona berusaha bersikap tenang mungkin kakak yang Aleena maksud adalah Aric karena saat pertama Olivia datang Aleena sangat menjodohkan Aric dan Olivia *Fiona jangan berfikir macam-macam Olivia tidak mungkin bersama dengan Arion".


"


__ADS_2