MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 176


__ADS_3

Rocky dan Dion berserta Rafael masih setia mengamati alat pelacak yang ada di tubuh Susan, titik yang menunjukkan keberadaan Susan terhenti.


"Titiknya berhenti, Apakah berhenti di sebuah rumah? " Tanya Rocky yang melihat lebih dekat titik itu.


"Bukan ini sebuah penginapan" Ucap Dion yang memperdekat titik nya dan terlihat dengan jelas susan di bawa kesebuah penginapan.


"Haruskah kita menyelidiki nya secara langsung? " Tanya Rafael yang mendapatkan anggukan dari Rocky.


"Kenapa tidak aku bisa kesana" Ucap Rocky dengan penuh percaya diri ingin melangkah pergi dari ruangan itu.


"Tunggu dulu, Rafael kau tetap awasi dari sini" Ucap dion memerintah Rafael yang mendapatkan anggukan dari Rafael.


"Kenapa kau harus ikut? kau di sini saja bersama Rafael, kau harus mengawasinya dengan baik" Ucap Rocky yang merasa dia tidak perlu di temani.


"Yang harusnya aku awasi itu kau! jangan sampai kau mengacaukan rencana tuan Arion" Gerutu Dion pada Rocky yang terlihat kesal dengan ucapan Dion.


"Hei kau berbicara seakan aku ini perusuh" Ucap Rocky kesal pada bawahan sepupunya sekaligus sahabat nya itu.


"Kau memang perusuh! " Ucap santai Dion yang berjalan mendahului Rocky, mereka berdua berdebat sepanjang jalan membuat Rafael menggelengkan kepalanya.


"Tuan Muda Arion semoga rencana mu tidak akan gagal karena mereka berdua" Ucap Rafael yang untung saja tidak terdengar oleh keduanya.


*****


Olivia perlahan keluar dari kamar Arion baru beberapa langkah dari kamar Arion tiba-tiba terdengar suara orang memanggilnya, Olivia menengok ke belakang dan terkejut melihat siapa yang memanggilnya.


"Nyo.. Nyona" Ucap gugup Olivia, saat ini wajah Olivia sangat pucat dia takut akan di tanyain ha macam-macam ataupun sampai di curigai sebagai pencuri karena diam-diam keluar dari kamar Arion. 'Apa nyonya Tiara melihat ku keluar dari kamar tuan, celaka bisa bahaya' Ucap Olivia dalam hati, Olivia mengatur nafasnya perlahan.


"Apa yang sedang kau lakukan di depan kamar Arion Olivia? " Tanya Tiara yang seperti nya tidak melihat Olivia keluar dari kamar Arion.

__ADS_1


"An.. anu Nyonya saya.. saya ingin membangunkan tuan muda" kilah Olivia, dia berdoa dalam hati semoga Tiara percaya akan ucapannya.


"Arion? bukannya dia sudah pergi seperti nya dia tadi pagi meminta sarapan pada bibi margareth" jawaban tiara itu membuat Olivia bingung harus menjawab apa.


"Benarkah? Nyonya " Olivia benar-benar tidak pandai untuk berbohong dia tidak tau lagi harus bagaimana sekarang, dia hanya berharap pembicaraan nya berakhir sampai di sini. "Ka.. kalau begitu saya akan kembali bekerja " Ucap Olivia ingin segera pergi sebelum di tanya banyak hal oleh Tiara.


"Oh iya Olivia ibu sudah minum obat kau bisa bersiap hari ini aku ingin berjalan-jalan dengan ibu keluar aku sudah berkonsultasi dengan dokter Andreas" Ucap Tiara yang membuat Olivia mengangguk.


"Baik Nyonya, maaf hari ini saya kesiangan" Hanya itu yang bisa menjadi alasan Olivia.


"Tidak masalah kemarin kau pasti lelah menemani Aleena jalan-jalan, oh iya Olivia apa kau tau kemana Aric seperti nya dia tidak pulang tapi kenapa tidak memberikan kabar pada ku ya, apa terjadi sesuatu pada nya? " Tanya Tiara yang merasa tidak enak dari sore kemarin.


"Ah so.. soal itu" Olivia tidak tau haruskah dia jujur atau berbohong, tapi untuk berbohong dia sangat sulit apa lagi Tiara mengatakan memiliki firasat tidak enak, bagaimanapun putranya tertembak wajar saja jika memiliki firasat tidak enak membuat Olivia tidak tega.


"Apa benar-benar terjadi sesuatu? " Tanya Tiara makin khawatir melihat seorang ibu yang khawatir Olivia merasa tidak tega.


"Mama" Ucap Aleena yang memeluk mamanya dari belakang sebenarnya Aleena berlari memeluk Tiara karena mendengar pertanyaan Tiara pada Olivia.


"Aleena, jangan berlari bagaimana jika jatuh" Ucap Tiara penuh kelembutan.


"Tidak akan Aleena ini sangat kuat Mama" Ucap Aleena dengan melepas pelukan nya pada sang mama dan berpose layaknya binaraga yang menunjukan otot-otot nya.


Tiara tertawa dengan tingkah lucu putrinya itu tapi itu tidak membuatnya lupa dengan pertanyaan pada Olivia "Aleena apa kau tau kak Aric kenapa tidak pulang? " Kini giliran Tiara bertanya pada putri kecilnya.


"Tentu saja Aleena tau, kak Aric sedang pergi bersama kak Rocky, ada apa mama kenapa tiba-tiba menanyakan kak Aric dia sudah besar dan juga laki-laki bukankah hal biasa jika dia tidak pulang" Ucapan Aleena itu di kutip dari ucapan papanya dulu saat Aric tidak pulang tepat waktu sang papa akan bilang seperti apa yang dia katakan tadi.


"Haha kau ini seperti papa, ya aku rasa aku terlalu khawatir, ya sudah Olivia kau boleh bersiap kita akan segera berangkat" Ucap Tiara yang mendapati anggukan dari Olivia.


Olivia tersenyum "Ka.. kalau begitu aku akan bersiap nyonya" Olivia mengangguk pelan dan kemudian berjalan dengan pelan.

__ADS_1


Tiara mengernyitkan dahinya dia melihat Olivia seperti menahan nyeri di **** ********** nya "Olivia" Panggil Tiara yang membuat Olivia menghentikan langkahnya.


"Iya nyonya ada apa? " Tanya Olivia yang bingung kenapa tiba-tiba Tiara memanggilnya.


"Tidak apa-apa, maaf ya" Ucap Tiara yang tidak enak menanyakan tentang hal sensitif apa lagi tiara berfikir Olivia gadis yang baik tidak mungkin apa yang dia pikirkan itu benar-benar terjadi 'Apa yang aku pikirkan mana mungkin Olivia seperti itu, mungkin saja dia sedang haid tapi kenapa cara berjalannya seperti aku yang dulu baru saja kehilangan keperawanan ku?, ah apa yang aku pikirkan' Tiara segera mengubur prasangka buruknya pada Olivia dan menggelengkan kepala nya.


"Mama ada apa? kenapa menatap kak Olivia seperti itu? " Tanya Aleena yang merasa mamanya terlihat aneh.


"Tidak apa-apa sayang" Taira tersenyum dan mengusap kepala Aleena.


"Oh begitu, oh ya ma mama dan papa akan membawa nenek jalan-jalan bisalah Aleena ikut? " Tanya Aleena.


"Tentu saja kita akan segera berangkat, Mama mau ke kamar nenek dulu untuk menyiapkan nenekmu" Ucap Tiara yang berjalan ke kamar angel.


"Siap ma, aku akan menunggu di bawah. " Ucap Aleena dan berjalan cepat menuju tangga


"Sayang pelan-pelan saja" Ucap Tiara yang mendapatkan lambaian tangan dari Aleena.


Olivia baru saja ingin masuk ke kamarnya tapi tiba-tiba "Dooor" Rania mengagetkan Olivia.


"Ah Rania apa yang kau lakukan" Teriak Olivia sambil mengusap dadanya karena terkejut oleh kejahilan Rania.


"Haha Olivia jawab pertanyaan ku semalam kau tidur di mana? apa kau tidur bersama tuan muda " Bisik Rania yang membuat mata Olivia hampir


"Ba.. bagaimana bisa kau berkata seperti itu? " Tanya Olivia terkejut tak menyangka Rania akan bertanya soal itu..


"Tadi malam seperti nya aku melihat mu di tarik tuan muda kedalam kamar" Duaar ucapan Rania benar-benar membuat Olivia tidak tau lagu harus bicara apa.. "Apa kau benar-benar tidur bersama tuan muda? " Rania menatap Olivia menunggu jawaban.


"A.. aku" Olivia menelan ludahnya dengan sulit dia tidak tau harus menjawab apa.

__ADS_1


__ADS_2