
"Arion apa yang kau dengar? " bisik rocki membangunkan lamunan Arion
"Tidak ada hal penting" Ucap Arion yang berbalik Arah namun tak sengaja menyenggol guci di samping nya, membuat Daniel dan Derrel tersadar ada yang mendengar percakapan mereka.
Derrel dan Daniel bergegas ke asal suara "Tak kusangka Tuan Arion sangat suka menguping! " Ledek Daniel
"Tidak ada yang sedang mendengarkan pembicaraan mu, aku hanya lewat dan melihat kalian berbicara membuatku ingin menjauh! " Kilah Arion
"Arion jika kau sudah mendengar ucapan kami berdua bisakah kau ke rumah sakit? " Ucap Derrel to the poin, dia tidak ingin basa-basi tidak ingin hari ini dia mendengar kabar duka ketiga kalinya.
"Tidak! untuk apa ke sana? " Ucap dingin Arion, Rocki sedikit bingung tapi menangkap arah pembicaraan ini pasti mengarah pada Tiara yang berada di rumah sakit.
"Dia ibumu Arion!!!! " Derrel kehilangan kesabaran nya saat melihat tingkah dingin Arion dia benar-benar acuh pada wanita yang sudah melahirkan nya.
"Benarkah? apa aku harus memperlihatkan mu sebuah kartu keluarga milik ku, di sana hanya ada nama Nenek dan Rocki tidak ada nama lain! " Ucap Arion
"Arion cukup!! kau sudah tau apa yang aku bicarakan dengan paman Daniel bukan! ibumu dalam ambang kematian dia benar-benar kritis apa kau tidak bisa menemuinya untuk terakhir kali!! apa kau ingin keluarga Aditama berduka untuk ketiga kalinya dalam satu hari! Arion haruskan aku bersujud kepadamu! " Ucap Derrel mengeratkan giginya dia benar-benar bingung kali ini menghadapi keponakan yang keras kepala nya sama dengan nya.
"Bukan ide buruk jika seluruh keluarga Aditama bersujud di sini" Menunjuk tepat di bawah kakinya.
"Arion cukup! jangan mencoba menghina Papa ku! " Ucap Davian yang turun karena mendengar keributan di bawah.
"Hei-Hei aku tidak menyuruhnya, Tuan Derrel dia yang berinisiatif, aku hanya mengabulkan permintaan nya" Ucap Arion santai.
__ADS_1
"Arion kau benar-benar keterlaluan! aku tidak habis pikir kenapa bisa Bibi melahirkan manusia seperti mu! " Ucap Davian yang kali ini benar-benar kesal dengan tingkah sombong dan Arogan Arion.
Davian berjalan ke arah Arion berdiri tepat di hadapan Arion, kali ini emosi Davian membuncah ingin rasanya tangannya memukul wajah Arion.
"Ingin memukul? pukul saja aku bisa membalasnya dengan mematahkan kedua tanganmu! " Arion benar-benar menguji kesabaran dari Davian
"Sudahlah Davian kau tidak akan berhasil berbicara dengan sebuah batu yang di lapisi es yang membeku! " Ucap Daniel yang tidak ingin ada keributan lagi Kepala nya sudah hampir tidak bisa berfikir lagi hari ini benar-benar hati berkabung yang liar biasa.
Arion tidak ingin menanggapi mereka dan memilih berjalan pergi, Rocki menundukkan kepala kepada Daniel dan Derrel sekan meminta izin mengikuti Arion.
Arion duduk di taman bunga lily yang tadi dia lihat dari atas dan kini dia sudah duduk di antara bunga-bunga itu.
Arion mulai mengingat ucapan Daniel "Benarkah dia akan mati begitu saja" Ucap Arion dengan dingin namun jika di dengar dengan baik ada ke kekhawatiran di dalam kalimat nya.
"Arion apa kau benar-benar tidak ingin menemui bibi Tiara? " Tanya Rocki yang kini duduk di samping Arion.
"Jangan gunakan asumsi mu, coba berfikir dengan kejeniusan mu, seperti kau mampu menekan seluruh orang di negara kita, kau pasti mampu untuk mengetahui kebenaran ny, Arion aku yakin selama ini kau hanya salah paham" Ucap Rocki yang menunjukkan handphone nya
"Apa? " Tidak ingin menerima handphone yang Rocki berikan padanya
"Ambil dan lihat, susah payah aku meminta nya pada paman Daniel" Ucap Rocki yang harus kembali berlari ke arah Daniel untuk memohon handphone nya di kembalikan.
Arion dengan malas mengambil Handphone Rocki, dia melihat foto Tiara yang sedang menangis di bandara. "Foto ini membuktikan apa? kau ingin bilang dia menangis karena tidak dapat masuk ke negara kita? kau ingin membuat cerita sedih untuk ku membuka hati! itu tidak akan terjadi! dan kebetulan handphone mu sudah di tanganku lebih baik menyuruh Dion menjemput ku! " Arion menekan nomor Dion, dia benar-benar menghubungi Dion.
__ADS_1
"Arion kau sungguh-sungguh ingin pergi tanpa melihat ibumu? apa yang kau pikirkan itu bukan sebuah cerita sedih, tapi cerita nyata yang menyedihkan seorang anak kandung tidak ingin menemui ibunya bahkan di masa kritisnya" Rocki menggelengkan Kepala nya "Arion kau yakin, apa kau benar-benar tak punya hati? "
"Kau tau jawabannya Rocki hatiku sudah lama mati!! " Ucap Arion. Rocki tak dapat berkata lagi hanya bisa pergi meninggalkan Arion sendiri.
Rocki memilih mencari Olivia, Rocki menceritakan situasi nya pada Olivia.
"Dia benar-benar tidak punya hati, bibi Tiara sudah sangat kritis apa dia tidak ingin sekedar melihat kondisi nya, bagaimana pun dia ibunya" Keluh kesal. Rocki menceritakan nya pada Tiara
Olivia terdiam sejenak dia tidak berfikir seperti itu, karena dia teringat dirinya yang tertidur di luar saat itu Arion mau membawa nya tidur kembali di ranjang hangat, Olivia tidak percaya Arion tidak memiliki hati.
"Rocki aku ada ide tapi aku membutuhkan bantuan mu" Ucap Olivia kali ini dia ingin membantu Arion dan Tiara bertemu.
"Apa rencananya? " Menatap Tiara menantikan apa yang di rencanakan Tiara, Tiara membisikkan rencana nya pada Rocki, Rocki tiba-tiba membulatkan matanya. "Tidak aku tidak setuju Olivia ini terlalu beresiko, jika Arion tergerak itu masih terselamatkan tapi jika dia juga tidak perduli itu akan membuat mu terluka dan menahan sakit secara sia-sia" Ucap Rocki yang tidak menyetujui rencana Olivia.
"Ayolah Rocki hanya ini yang bisa aku pikirkan jika tidak apa kau ada rencana lain, apa kau ingin membuatnya pingsan kembali , atau membius nya itu tidak mungkin, dia tidak akan bisa terjebak dengan rencana yang sama. " ucapan Olivia membuat Rocki bingung rencana Olivia ini meski tidak terlalu berbahaya tapi juga berisiko.
Rocki terdiam sejenak dia tidak bisa memilih untuk melanjutkan rencana atau tetap diam dan melihat Arion pergi tanpa bertemu dengan ibunya yang sedang kritis.
"Tidak ada banyak waktu berfikir, Rocki kau harus setuju" Ucap Olivia memaksa
"Tapi Olivia apa kau yakin ingin melakukan itu? Apa kau tertarik dengan Arion sampai kau begitu ingin membuat nya bertemu dengan bibi"
"Kau ini di saat seperti ini kenapa berfikir seperti itu, aku hanya ingin Tuan Arion berbaikan dengan ibunya dan mungkin bisa bersama lagi, ini hanya sifat simpati kepada sesama" Ucap Olivia serius
__ADS_1
"Aku tau kau adalah gadis baik, semoga saja yang kau lakukan berhasil dan mampu membuat Arion kembali memiliki hati" Ucap Rocki, Meski tidak terlalu mengerti dengan ucapan Rocki tapos Olivia mengangguk
*Arion jangan mengecewakan ku, Tuhan biarkan rencana Olivia berjalan lancar dan tidak terlalu menyakiti nya" Ucap Rocki dalam hati