MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 225


__ADS_3

Rocky mengerjapkan matanya dengan memegang kepalanya yang terasa sakit, matanya mulai terbuka dan dia mulai melihat sekeliling nya, Rocky merasa asing dengan tempat tidur yang dia tempati.


"Kau sudah bangun? " Suara Andreas mengagetkan Rocky.


"Kita di mana? " Tanya Rocky yang mulai turun dan duduk di tepi ranjang.


"Kita berada di rumah tuan Rayyan " Jawab Andreas singkat sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Tunggu dulu apa yang kau bilang? untuk apa membawa ku kesini? " Rocky tidak mengerti kenapa harus repot-repot membuatnya datang ke kediaman Aditama.


"Soal itu kau tanyakan saja pada Arion, aku juga tidak tau"


"Di mana dia, aku ingin menemuinya" Rocky berdiri dan ingin pergi namun di hentikan oleh Andreas.


"Lebih baik kau bersihkan dirimu dulu sebelum menemuinya, Rocky aku pikun keputusan Rayyan untuk membawamu kemari adalah keputusan tepat"


"Tepat! apanya yang tepat" Rocky dengan malas berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah selesai merapikan diri Andreas keluar dan meminta untuk bertemu dengan Angel, Andreas di antar ke kamar Angel "Bagaimana keadaan Nyonya apa sekarang? " Tanya Andreas yang membuat Angel tidak senang.


"Andreas kau marah pada Arion jangan membawa-bawa nenek tua ini, kenapa memanggil ku nyonya" Ucapan angel


"Nenek kau berlebihan aku sudah merelakan masa lalu, sebentar biar aku memeriksa mu" Andreas memeng seorang dokter profesional dia pergi bahkan tidak lupa membawa alatnya. "Wah seperti nya nenek sudah bisa berjalan dengan lancar"


"Hmm, Rayyan memanggil dokter terbaik di sini"


"Keahlian nya sangat bagus, aku jadi ingin bertemu dengan nya " Ucap Andreas penasaran dokter seperti apa yang merawat Angel.


"Besok pagi dia akan datang, kau bisa menemuinya, dia juga masih muda seperti mu tapi dia sangat berbakat" Angel memuji dokter pribadi yang Rayyan pekerjakan.


"Aku mengerti, jarang sekali guruku ini memuji orang aku yakin dia dokter yang baik" Andreas tersenyum.


"Hmm benar dia akan jadi rekan yang tepat untuk mu, oh iya Andreas bisakah membantuku pergi ke ruang makan, seperti nya ini sudah jam makan malam" Ucap Angel.


"Tentu saja " Andreas membantu Angel berjalan.


Terlihat beberapa orang sudah berada di ruang makan, hanya tinggal menunggu Arion, Aric dan Rayyan yang seperti nya masih ada di ruang kerja Rayyan.

__ADS_1


Di ruang kerja Rayyan.


"Jadi kau sudah menemukan dalang di balik semua yang terjadi? " pertanyaan itu tentu saja tertuju pada Arion.


"Pertanyaan bodoh apa yang kau tanyakan pada ku, jika semua belum selesai aku juga belum ada di sini" Jawab sombong Arion.


"Bagus, jadi kau bisa segera mempublikasikan pernikahan mu, bukankah sudah terlalu lama kau menyimpan istri mu itu" Ucap Rayyan.


"Jangan khawatir aku sudah memikirkan semuanya hanya saja aku ingin menunggu waktu yang tepat"


"Semua waktu tepat, jangan menunda lagi" Perintah tegas Rayyan.


"Tanpa kau perintah juga aku tau, hanya saja aku ingin menunggu Rocky sedikit pulih" Tentu saja di balik sifat sombong dan kejam Arion, Arion tentu sangat perduli pada perasaan sahabat sepupu sekaligus bawahannya itu


"Aku sudah mendengar masalah tentang Rocky, tapi seperti kau tau luka hati tidak akan mungkin bisa di obati dengan mudah"


"Aku tau makan dari itu aku membawanya kemari , aku ingin membuat suasana baru untuk nya"


"Arion seperti nya semua hal yang kita lakukan akan percuma jika yang memiliki hati tidak ingin menghapus lukanya. "


"Aku juga tau itu"


"Kebetulan aku ingin memberitahu pada papa, aku akan segera melamarnya, dan lagi aku bersedia meneruskan bisnismu bagaimanapun aku akan menghidupi Nona besar jika terus menolak permintaan mu aku takut aku akan jadi gelandangan"


"Bagus keputusan yang tepat, Arion apa kau ingin meminta sesuatu dari ku? aku memberikan semua bisnis ku kepada Aric dan Aleena apa kau ingin meminta saham atau properti juga"


"He! aku sudah sekaya ini apa aku butuh warisan dari mu, lagi pula aku ini sudah termasuk mendapat warisan dari keluarga Mama jadi tidak usah memikirkan ku"


"Baiklah, aku harap di kemudian hari kau jangan meminta bagian Aric atau Aleena karena kau sendiri yang menolaknya"


"Ayoyo kau membicarakan warisan apa kau sudah merasa ajalmu sudah semakin dekat pak tua"


"Tak.. Mana mungkin aku bisa mati secepat itu aku bahkan belum menimang cucu dan cicit ku" Rayyan memukul kepala Arion lumayan kuat.


"Tenang saja, sebentar lagi kau akan mendapatkan nya"


"Seperti nya kau harus banyak makan toge, kau terlalu lemah bukankah ini terlalu lama dan menantuku belum hamil" Sindir Rayyan.

__ADS_1


"Berisik!! dia akan segera hamil"


"Kau bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan papa bahkan hanya beberapa kali melakukan dan langsung mendapat kan udah, Arion jangan-jangan kau benar-benar lemah"


"Pak tua jangan sembarangan bicara! " Arion segera pergi seperti nya dia sangat kesal karena ledekan papanya.


"Pa apa papa tidak keterlaluan"


"Tentu tidak, itu akan mendorong nya untuk berusaha lebih keras, dan kau jangan sampai kalah dengan Arion"


"Ap.. apa yang papa bicarakan aku belum menikahi Fiona" Jawab Aric malu-malu.


"Tentu saja kau bisa melakukan nya setelah menikah! apa kau pikir aku menyuruhmu melakukan nya sekarang, dasar sifat mesum mu itu dosa turunkan oleh siapa apa kakekmu" Ucap Rayyan menggelengkan kepala nya.


"Tentu saja dari kalian berdua" Ucap Aric sembari pergi meninggalkan papanya.


"Ha! Sejak kapan aku mesum, Dasar! " Rayyan akhirnya mengikuti langkah kedua putranya untuk pergi ke ruang makan.


Saat ini mereka semua sudah berkumpul di ruang makan, mereka semua makan bersama, terlihat Aleena mencuri pandang ke arah Rocky yang terlihat begitu lesu dan tidak bersemangat.


Semua orang sudah selesai makan, Ranti, Tiara, Rayyan dan Angel memilih mengobrol di ruang keluarga banyak yang ingin mereka bicarakan sedangkan Aric dan Andreas pergi ke ruang baca, ada banyak hal tentang medis yang ingin Aric tanyakan.


Olivia tentu sudah di culik oleh Aleena sedangkan Rocky membawa Arion ke atap "Kenapa membawaku kemari" Tanya Arion yang sedari tadi mengikuti Rocky.


"Kenapa kau membawaku kemari? "


"Kau tentu sudah tau jawabannya bukan"


"Kau ingin mengubah suasana untuk ku, Arion masalahku biar aku selesai kan sendiri kau jangan khawatir"


"Aku tidak mengkhawatirkan mu, aku hanya malas melihat mu seperti mayat hidup"


"Arion sebenarnya aku sudah memikirkan rencana untuk hidup ku kedepannya aku harap kau akan menyetujui permintaan ku ini" Rocky menatap Arion serius membuat Arion curiga akan permintaan Rocky.


"Apa yang ingin kau katakan"


"Soal itu aku akan mengatakan setelah kau menikahi Olivia secara resmi"

__ADS_1


"Baiklah, pada saat itu jika permintaan mu tidak sulit aku akan mengabulkan nya"


"Terimakasih"


__ADS_2