
"Alasan bibi margareth mengkhianati kita adalah karena Mario Harris adalah ayah biologis dari Raisa" Jawab Andreas yang membuat Rocky dan Raisa terkejut.
Dari reaksi Raider seperti nya Raisa belum tau kalau orang yang dia anggap sebagai penyelamat nya adalah ayah kandung nya yang menelantarkan ibunya dan membuat nya berada di panti asuhan.
"Apa kau serius? " Rocky menatap Andreas dan mendapatkan anggukan dari Andreas.
"Tidak mungkin! dia dia bukan ayahku" Dari ucapan Raisa seperti nya dia menolak untuk percaya.
"Kau bisa menanyakan ibumu jika kau tak percaya" Ucap Andreas, Bibi margareth hanya bisa terdiam
"Apa bibi meracuni nenek untuk bersama Mario Harris, bibi apa sebegitu cinta nya bibi dengan laki-laki bajing*n itu" Rocky tidak tau lagi harus berbicara apa, dia sudah menganggap bibi margareth seperti ibunya sendiri.
Alister menggelengkan kepalanya, betapa menggelikan kedua wanita yang ada di depannya itu berani melakukan kejahatan hanya karena seorang laki-laki.
"Apa kau masih ingin membelanya! kau bicara akan membunuh pengkhianat nya tapi.. " Ucapan Arion di hentikan oleh Rocky.
"Cukup Arion, ak.. aku memohon hukum lah dia jangan sampai merenggut nyawanya, berikan dia sedikit kompensasi karena telah merawatku dari kecil, dan memberimu makan sampai saat ini" Rocky memohon kepada Arion untuk nyawa bibi margareth.
"Aku mengerti, jadi Raisa ada pesan terakhir yang ingin kau katakan pada ibumu! " Arion menodongkan pistolnya ke arah Raisa.
"AKU BENCI KALIAN SEMUA!! " teriak Raisa, Raisa terlihat sudah pasrah akan hidupnya.
"Tuan tukar nyawaku dengan nyawanya, semua Ini salahku, jika bukan aku yang menelantarkan nya dia tidak akan semarah ini pada kalian, dan lagi untuk pengkhianatan ku akau minta maaf tuan, aku di butakan oleh cinta, aku pikir setelah sekian lama aku akan berkumpul menjadi keluarga utuh untuk Raisa, tapi ternyata dia tidak kunjung muncul saat aku hampir ketahuan" Bibi margareth menangis.
"Tuan Muda ambil nyawaku tapi ampuni nyawa putriku" Bibi margareth menangis sejadi-jadinya memohon belas kasih Arion.
"Aku tidak bisa memaafkan kalian berdua, aku juga tidak biasa mengabaikan kebaikan mu meski itu tidak tulus bibi margareth! aku juga tidak berencana membunuh putrimu"
Ucapan Arion membuat Rocky terkejut, apakah dia benar Arion yang kejam yang tidak pernah memandang bulu semua musuh nya.
"Te.. terimakasih tuan terimakasih" Ucap Bibi margareth.
"Tapi kalian harus menderita dan mati perlahan-lahan! ".
Andreas tau, Arion adalah orang yang kejam tidak mungkin membiarkan musuhnya hidup begitu saja.
__ADS_1
" Patahkan satu kaki mereka berdua, patah akan satu tangan bibi margareth, dan beri minum obat yang sudah di siapkan Andreas ini akan membuat bibi margareth bisu untuk selamanya ".
Rocky tau itu hukuman teringan yang Arion berikan pada pengkhianat, dia bisanya akan membunuh dengan kejam dan sadis kali ini bisa membiarkan bibi margareth hidup sudah suatu keajaiban.
" Lalu Apakah Raisa hanya di biarkan dengan satu kaki patah saja" Rocky tidak berbalas kasihan pada Raisa, malah Rocky merasa tidak adil "kenapa bibi margareth mendapat hukuman seberat itu dan dia tidak"
"Hukumannya akan di lakukan setelah dia melahirkan" Ucapan Arion membuat semua orang terkejut kecuali Andreas karena Andreas yang menemukan tanda-tanda Raisa hamil.
"A.. apa aku hamil" Raisa terlihat sangat senang begitupula dengan bibi margareth.
"Anak siapa itu? " Tanya Rocky penasaran "Apa anak dari orang berjubah itu? " Tanya Rocky
Andreas mengangguk "Arion apa kau yakin dia anak dari pemimpin beruang hitam, orang yang mencelakai kita semua" Andreas sedikit takut tentang menyelamatkan anak itu.
"Anak itu tidak bersalah, biarkan dia hidup"
"Baiklah, kalian lakukan apa yang aku perintahkan, setelah itu bawa mereka ke markas terpencil kita di sebelah selatan di dekat hutan belantara" Perintah Arion pada anak buahnha
Anak buah Arion langsung saja mematahkan kaki bibi margareth "Aaaaaaaaa aaaaaa" Teriak Bibi margareth menahan sakitnya kaki yang di paksa untuk di patahkan. "Aaaaaaaaaaaa " Teriakan kedua terdengar saat tangannya di patahkan.
Rocky mendengar itu entah batinnya merasa sakit, dadanya merasa sesak, dia mendongakkan kepalanya ke atas dia takut air matanya jatuh 'Jangan menangis Rocky, untuk apa kau menangisi pengkhianat' Rocky meyakinkan dirinya untuk tidak menangis, tapi hati kecilnya juga merasa sakit.
Andreas menepuk pundak Rocky mencoba menenangkannya , Andreas tau Rocky tidak sekejam Arion dan hatinya tidak sedingin Arion.
Anak buah Arion berhasil meminumkan obat itu dan selama hidupnya bibi margareth tidak akan bisa berbicara lagi.
Anak buah Arion kemudian berpindah pada Raisa, dia bersiap mematahkan kaki Raisa "Ini hukuman yang terlalu ringan untuk mu, tapi aku masih ada hal lain yang perlu ku beritahu, di dalam tubuhmu sudah ada alat pelacak jika kau kabur aku akan menemukanmu, dan di mulut mu sudah ada racun kau bisa menggigit nya jika kau ingin mati! " Ucap Arion tersenyum menyeringai.
Raisa hanya diam mending ucapan Arion "Aaaaaaaaaaaaaaa" kaki Raisa telah di patahkan.
"Seret mereka berdua, bawa ke markas, beri saja obat penghilang rasa sakit biarkan saja tulang mereka seperti itu tidak perlu mengobati nya!! " Arion menatap para anak buahnya dan mendapat anggukan.
Margareth dan Raisa di seret keluar dari penjara ....
"Sa.. sekarang giliran tokoh utama nya" Arion bergegas pergi dari penjara itu di ikuti dengan Andreas dan Rocky.
__ADS_1
Namun Rocky berada di paling belakang, dia tidak tahan air matanya akhirnya tumpah karena melihat wajah kesakitan Margareth yang di seret paksa 'Bibi kenapa kau harus berkhianat' Rocky menekan dadanya dan kemudian berjalan mengikuti Andreas dan Arion.
Kali ini mata Rocky menatap Silia, Silia juga menatap Rocky, Andreas berhenti dan menyadari tatapan Silia pada Rocky "Rocky dia bukan Silvia aku sudah memeriksanya, Silvia meninggal karena bunuh diri".
" Jadi dia benar-benar kembaran Silvia? " Tanya Rocky, Andreas mengangguk mengiyakan.
****
"Rania" Panggil Olivia.
"Ada apa Olivia? " Tanya Rania.
"Ak.. aku ingin makan sesuatu yang asam" Olivia ingin makan yang membuatnya segar
"Yang asam? ini ada jeruk aku bisa mengupaskan nya untuk mu" Ucap Rania.
"Tidak ini kurang asam, ak.. aku ingin buah lemon " Rania mendengar itu merasa mulutnya penuh dengan air liur.
"Apa kau yakin? " Tanya Rania. Olivia mengangguk dengan wajah penuh senyum "Baiklah aku akan membelikan nya kau tunggu sebentar" Rania segera keluar dia melihat ada dua anak buah kakaknya di depan pintu.
"Hei kalian jaga Nona Olivia dengan benar, aku akan ke minimal market di sekitar rumah sakit ini" Ucap Rania.
"Baik " Ucap kedua penjaga itu bersamaan
Rania akhirnya meninggalkan Olivia, sedangkan Rafael masih mengejar wanita yang selalu mondar mandir di depan ruangan Olivia.
"Hei kau tunggu sebentar aku ingin buang air kecil" Ucap penjaga satu.
"Sana jangan terlalu lama" Ucap penjaga dua.
Setelah kepergian penjaga satu seorang perawat membawa nampan obat ingin masuk "Hei kau tidak terlihat seperti perawat biasanya" Ucap penjaga dua yang sedikit curiga pada perawat di depannya.
"Sa.. saya pengganti sementara, senior saya sedang beristirahat, saya hanya mengecek luka Nona Olivia" Ucapan perawat itu begitu meyakinkan jadi penjaga itu membiarkannya masuk.
Perawat itu segera mengunci pintunya dan berjalan ke arah Olivia yang sedang berbaring di ranjang pasien
__ADS_1
"Rania kau sudah data... " Ucapan Olivia terhenti saat perawat itu membuka maskernya... ,