MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 255


__ADS_3

"Aleena jangan pikirkan, kau ingin makan bukan aku akan menyiapkan nya untuk mu" Ucap Olivia yang mengambilkan makanan untuk Aleena, setelah membantu Aleena Olivia segera kembali ke kamar dengan anggur di piring untuk suaminya itu.


"Boo, ada apa denganmu? " Tanya Olivia saat masuk dan melihat suaminya duduk di sofa.


"Aku tidak apa-apa, kenapa bertanya seperti itu? " Tanya Arion.


"Habisnya sedari tadi kau bersikap sangat aneh, kau cemburu pada dokter yang ingin memeriksa kandungan ku, kau tiba-tiba ingin makan buah yang biasanya hanya kau minum, dan lagi kau marah hanya karena satu buah anggur bukankah itu aneh? " Tanya Olivia pada Arion.


"Itu tidak aneh! bukankah wajar jika aku cemburu, aku ingin sesuatu juga bukan hal aneh, aku marah karena ada sebab bukan" Arion tanpa benar-benar seperti anak kecil yang mudah merajuk.


"Tapi tidak dengan hal sepele bukan? " Gumam Olivia pelan


"Aku dengar itu! apa kau ingin aku menghukum mu" Arion membuka kancing atasnya.


"Tidak-tidak, sudahlah Boo lupakan saja aku akan menyuapi mu anggur yang sangat kau inginkan tadi aak... aak" Olivia menyodorkan anggur dan menyuapi nya pada Arion.


Arion menerima suapan pertamanya "Apakah manis? " Tanya Olivia tersenyum.


"Biasa saja" Ucap Arion sembari tersenyum, Olivia tau Arion menyukainya.


"Aak lagi? " Olivia mencoba menyuapi Arion lagi.


"Sudah aku sudah tidak ingin" Ucap Arion yang membuat Olivia bingung.


"Apa kau yakin Boo ini hanya satu suap saja loh" Olivia mencoba membuat Arion memakannya lagi namun buah yang ada di tangan Olivia itu di ambil dan di berikan pada Olivia


"Kau saja yang makan" Arion menyuapi anggurnya pada Olivia. Olivia hanya bisa pasrah menerimanya.


Suara HP berbunyi


Olivia mengambil handphone nya yang berbunyi mata elang Arion sudah mengawasi menatap tajam pada layar handphone Olivia. "Siapa? " Tanyanya dengan nada yang mampu membuat Olivia sulit menelan ludahnya.


"Di..Dion" Jawaban Olivia itu membuat Arion langsung mengambil handphone Olivia dan mengangkat nya.


[Ha.. ] Sebelum dion menyelesaikan kalimat nya di sebrang telepon itu Arion sudah memotong perkataan nya.

__ADS_1


[ Apa maksud mu menelepon istriku! Dion apa kau sudah bosan dengan hidupmu! berani sekali kau mengganggu istri bosku sendiri hah! katakan bagaimana aku harus membunuhmu? " Ucapan Arion yang di dengar Dion itu seketika membuat Dion tidak bisa bernafas.


'Ada apa dengan tuan Arion?, ya Tuhan apa salahku hanya menelpon untuk memberinya kabar kenapa aku harus kehilangan nyawa, Dion pekerjaan mu sangat berat' Ucap Dion dalam hati.


"Boo tenang dulu" Olivia mengusap pundak Arion.


[Tu.. tuan dengarkan dulu penjelasan ku] Suara Dion terdengar gugup karena takut kepada Arion.


[Apa yang harus aku dengarkan! hah aku tidak perlu penjelasan mu! apa kau ingin merebut istriku dengan diam-diam menelepon nya! ] Suara Arion terdengar sangat marah membuat Dion sangat frustasi


[Ya Tuhan tuan apa kau pikir aku sudah gila! aku tidak akan melakukan nya]


[Jangan banyak alasan buktinya kau menelepon ny! ]


[Tuan aku menelepon nyonya Olivia karena nomor Tuan tidak bisa di hubungi! apakah tuan mematikan handphone tuan! saya hanya ingin mendiskusikan tentang pekerjaan dengan tuan] Dion menyelesaikan kalimat panjang itu dengan satu tarikan nafas agar tuannya itu tak salah paham


Arion melihat handphone nya yang ternyata mati karena lupa di cas [Oh ternyata seperti itu] Jawab Arion tidak merasa bersalah sudah hampir membuat Dion mati ketakutan.


Olivia hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari bernafas lega, melihat suaminya mulai tenang


"Tentu saja" Jawab Olivia menerima handphone suaminya.


'Kenapa bicaranya begitu lembut jika dengan istrinya, benar-benar hanya nyonya Olivia yang bisa menjadi pawang penguasa sombong ini' Gumam Dion yang mendengarkan pembicaraan Arion dan Olivia.


[Jadi apa yang ingin kau laporkan? ]


[Aku sudah mengirim beberapa e-mail tuan, tuan silahkan cek ada beberapa perusahaan yang mengajukan kerjasama, dan aku sudah mengirimkan beberapa laba yang kita peroleh dari kerjasama kita dengan perusahaan tuan Niko] jelas Dion.


[Aku mengerti aku akan mengecek nya sekarang] Arion mematikan telepon dari Dion dan mengambil laptop dan mengecek e-mail yang Dion kirimkan.


"Boo apa kau akan bekerja! " Tanya Olivia.


"Iya sayang, kau makanlah dulu dan minum vitamin mu dan tidur" Ucap Arion yang ingat istrinya belum makan siang.


"Aku sudah kenyang, apa kau lupa aku tadi makan roti di mobil" Ucap Olivia.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu minum vitamin nya dan tidur" Arion berjalan kearah istrinya dengan membawa laptop nya dan mencium kening Olivia.


"Baik" Olivia sangat bahagia karena perhatian yang di berikan Arion tidak pernah kurang.


Arion memilih duduk kembali di sofa dan mulai bekerja, wajah tampannya tidak pernah berkurang meski saat dia sedang serius bekerja "Lihat papa mu sayang dia sangat tampan" Gumam Olivia sembari mengusap perutnya.


Malam menyapa..


semua orang tengah berada di ruang makan, yang beda hanya Ranti sekarang tidak tinggal di rumah keluarga Aditama.


Tak.. tak.. tak.. semua orang menengok ke arah suara itu, semua saling melihat satu sama lain "Ada apa Arion? apa masakan mama tidak enak? " Tanya Tiara yang melihat Arion hanya mencincang daging yang di masak mamanya itu


"Bukan begitu hanya saja" Arion memegangi perutnya yang sedikit terasa nyeri dan sedikit merasa mual.


"Mama kak Arion hari ini sangat aneh, dia bahkan marah hanya karena aku makan satu anggurnya" Adu Aleena pada mamanya.


"Emm.. emmm" Arion terlihat sedang menanamkan sesuatu


"Arion apa kau mual karena daging ini? " Tanya Tiara, Arion mengangguk membuat beberapa orang di sanya tersenyum, Angel, Tiara dan Andreas tersenyum.


Arion melihat kearah Andreas yang tengah tersenyum " Kenapa kau tertawa? " Tanya Arion


"Aku tidak tertawa" Ucap Andreas


"Kau tertawa" Ucap Arion yang terlihat marah.


"Aku benar-benar tidak tertawa" Andreas menahan tawanya.


"kenapa kau tertawa! sialan kemari kau" Ucap Arion.


"Arion ada apa dengan mu! kau marah hanya karena Andreas tersenyum? " Ucap Rayyan.


"Pa, biarkan saja anakmu ini sedang ngidam" Ucapan Olivia itu membuat semua orang terkejut


"Ngidam" Ucap mereka bersama-sama kecuali Angel, Andreas dan Olivia yang sedikit sudah mulai curiga.

__ADS_1


__ADS_2