
Mereka sudah turun dari pesawat terlihat pemuda tampan yang seumuran dengan Rocki datang menjemput Daniel
"Daffin kau yang menjemput? " Tanya Daniel kepada keponakan nya adik dari saudara kembarnya
"Ya paman, Paman kai sedang mempersiapkan segala hal untuk mengantarkan nenek shina untuk peristirahatan terakhir nya" Ucap Daffin menjelaskan situasinya
"Aku tau" Ucap Daniel
Saat ini Daffin terkejut dia baru menyadari bahwa sepupunya itu tengah di ikat dengan tali "Paman apa yang kau lakukan? " Daffin tentu saja heran melihat Arion terikat seperti itu
"Menculik nya! membawanya dengan keadaan sadar tentu saja mustahil! " Ucap Daniel yang tidak mendapatkan bantahan dari semua orang
"Kalau begitu kita segera pulang"
"Rocki bawa Arion masuk"
"Baik Paman"
Saat Rocki membawa Arion masuk kedalam mobil, Daffin baru menyadari ada gadis cantik di belakang mereka
"Dia siapa paman? "
Olivia menghela nafasnya ada rasa takut di hatinya apakah dia akan benar-benar mati di negara orang.
"Dia... " Daniel sedikit ragu mengatakan asisten Arion tapi Arion di luar terlihat membencinya, ingin mengatakan pembantu dia takut menyinggung Olivia.
"Dia adalah perawat yang merawat nenek, aku membawa nya agar bisa merawat bibi Tiara juga di sana, tidak masalah bukan Tuan Daffin" Ucap formal Rocki, meskipun Rocky tidak membenci keluarga Aditama ataupun keluarga besar di sekeliling nya namun Rocky juga bukan orang yang dekat dengan mereka karena sikap Arion tentu saja Rocki tidak bisa dekat begitu saja dengan keluarga yang Arion benci.
"Tidak. Tidak masalah kebetulan sekali bila bisa merawat bibi, seperti nya paman Rayyan ingin memindahkan bibi untuk melakukan perawatan di rumah nantinya setelah kondisi bibi membaik".
__ADS_1
"Aish sudah bicara nya, cepat kembali atau kita telat untuk melakukan acara pemakaman nya" Ucap Daniel membuat mereka semua bergegas masuk ke dalam mobil.
Olivia menghela nafasnya, dia lega Rocki ada di sana bisa menutupi siapa identitas nya yang Arion cap sebagai anak seorang penjahat
Daffin melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang dia juga tidak mau melawat kan pemakaman Nenek Shina
Sesampainya di rumah keluarga besar Aditama tepatnya di rumah Miko.
"Bagaimana paman? apakah kita akan membangunkan nya? " Tanya Rocki
"Biarkan saja nanti dia juga bangun sendiri" Daniel membuka pintu mobil Daffin "Kau cukup lepas ikatannya" Ucap Daniel
"Tapi paman kalau dia kabur bagaimana? " Tanya Rocki
"Tenang saja semua aksesnya sudah aku ambil, dia hanya tinggal nama tanpa tanda pengenal dan uang sepeser pun dia tidak akan memiliki kesempatan untuk menghubungi siapapun" Daniel tersenyum setelah merampok Arion dengan terang-terangan
"Tu.. Tuan aku di sini saja" Ucap Olivia terdengar tidak enak, dalam hatinya berfikir siapa dirinya, Olivia merasa tidak berhak untuk menghadiri acara pemakaman itu
"Ka.. kalau begitu aku ikut" Ucap Olivia yang memilih ikut dari pada tinggal dan akan mendapatkan masalah
Saat ini kediaman Miko sudah ramai dengan banyak orang, Daniel, Daffin, Rocki dan Olivia menemui Miko yang duduk di kursi roda menatap potret cantik istrinya, senyum bahagia yang ada di potret itu membuat Miko meneteskan air mata, tak menyangka dia akan kehilangan terlebih dulu istrinya padahal dia ingin dirinya dulu yang pergi menghadap sang Pencipta.
"Paman" Sapa Daniel
Miko hanya menangok sekilas pada Daniel pikiran nya hanya tertuju pada potret istrinya saja
"Daniel kau sudah datang, Ada Rocki juga di mana Arion apa kau bisa membawanya? " Tanya Derrel yang sebenarnya tadi menemani ayahnya namun ada sesuatu jadi meninggalkan ayahnya sendirian
"Dia ada di dalam mobil, dia masih tidak sadarkan diri" Ucap Daniel
__ADS_1
"Seperti dugaan ku kau pasti menculiknya, tapi itu lebih baik kondisi tiara masih sama dia belum memiliki tanda-tanda melewati masa kritis nya, Rasa rindunya yang teramat pada Arion dan syok akan meninggalnya Mama secara mendadak membuat nya harus mengalami kejadian yang naas itu" Ucap Derrel
"Se.. sebenarnya bibi kenapa paman Derrel" Rocki memberanikan diri bertanya pada Derrel dia beberapa kali bertemu dengan Derrel, Derrel juga mempercayakan Arion padanya jadi meski canggung tidak ada rasa takut terhadap Derrel
"Tiara jatuh dari tangga setelah mendapat telpon dari Rayyan yang mengatakan Mama meninggal, saat ini bukan hanya Tiara yang sakit Rayyan pun menyalahkan dirinya yang ceroboh, dia lupa bahwa istrinya sedang sakit dia tidak menyangka saat menelpon nya Tiara sedang berada di tangga" Derrel menjelaskan situasi yang terjadi
Olivia hanya terdiam dalam pikiran nya keluarga ini terlihat Saling menguatkan dan saling peduli satu sama lain, namun bagaimana bisa Arion sangat membenci keluarga ini, ini membuat Olivia bertanya-tanya sebenarnya ada apa sampai Arion bisa sangat membenci keluarga ini
"Jadi dia masih berada di rumah sakit? " Tanya Daniel memastikan keberadaan Rayyan
"Benar, Tiara belum melewati masa kritis nya, aku takut ini karena kesehatan mentalnya juga, dia benar-benar merindukan Arion meski Aric dan Aleena sudah berada di sisinya dia tetap merasa bersalah pada Arion yang menutup segala aksesnya untuk melihat nya"
Tiba-tiba Rayyan datang dari pintu utama "Kau datang? " Tanya Derrel terkejut
"Aku hanya ingin melihat Mama untuk terakhir kalinya dan kembali lagi ke rumah sakit" Ucap Rayyan
"Oh baiklah" Ucap Derrel
Rayyan tidak menyadari kehadiran Rocki dan Daniel dia hanya berbicara menatap Derrel dan kemudian pergi melihat Mama nya untuk terakhir kali
Di dalam mobil Arion mengerjapkan matanya kepala nya tentu merasakan pusing karena efek samping dari obat bius itu "Ck! merepotkan" Ucap Arion memegang kepala nya kemudian merenggang kan lehernya yang kamu terlalu lama tak sadar di atas jok mobil, Arion mengingat apa yang terjadi teringat penghianat Rocki yang malah membantu Daniel "Rocki! awas saja kau beraninya membantu pak tuan itu!! " Ucap Arion.
Arion melihat dari kaca mobil, jantung nya ntah mengapa berdetak begitu cepat melihat rangkaian ucapan bela sungkawa yang menuliskan nama neneknya, nenek yang pernah dia sayangi, namun Arion segera menghapus memorinya itu, Arion benar-benar tidak ingin terlibat dengan keluarga Aditama dia meyakinkan dirinya bahwa dia hanya memiliki satu identitas yaitu Arion Mars penguasa negara A.
"Aku akan segera pulang!" Gumam nya melihat kunci mobil tidak ada tapi pintu mobil sengaja di buka "Tidak ada kunci naik taksi tidak masalah, setelah itu aku akan menelpon Dion untuk menyiapkan pesawat pribadi untuk ku" Ucap Arion pada dirinya sendiri dan keluar dari mobil itu namun saat dia meraba seluruh kantong yang menempel di pakaian nya "Tidak ada, tidak ada, Tidak ada" Hanya itu yang terucap dari mulut nya
"Pak Tua sialan!! berani sekali dia merampas semua barang milik ku" Tebak Arion dia menebak bahwa paman nya yang mengambil semua barangnya
Dengan terpaksa Arion melangkah kan kakinya ke dalam rumah itu, manik matanya bertemu dengan mata orang yang sudah lama tidak dia lihat
__ADS_1
Rocki menelan ludahnya kasar, jantung Rocki berdebar lebih cepat karena dia takut akan terjadi sesuatu hal yang buruk.