MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 242


__ADS_3

Seusai pesan dari Arion, Andreas berjalan menuju kantin rumah sakit.


Dari jauh dia sudah melihat ke silauan dari lebih romantisan sangat penguasa sombong dan istrinya.


Andreas hanya bisa menghela nafasnya dan tetap berjalan kearah menyilaukan itu "Tuan Arion bisakah kau melihat tempat untuk bermesraan, apa kau tidak lihat seluruh mata memandang ke arah mu" Ucap Andreas yang akhirnya duduk bergabung dengan mereka berdua.


"Tidak bisa, aku tidak meminta mereka melihat kearah ku! " Arion dengan cuek terus menyuapi istrinya yang wajahnya sudah sangat merah karena dia tau sedari tadi dia menjadi pusat perhatian karena sikap suaminya.


"Apa kau tidak lihat istrimu hampir pingsan karena malu" Ledek Andreas.


"Jangan sembarangan bicara dia terlihat begitu bahagia, dia juga ingin menunjukan kalau aku adalah laki-laki miliknya" Ucapan Arion sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan nya.


"Boo ak.. aku sudah kenyang, lebih baik kita pulang ok" Olivia ingin menyudahi sikap Arion yang menjadi semakin berbeda dari kesana penguasa sombong yang dingin, dia bahkan tidak segan untuk menjilat krim yang tertinggal di ujung bibir Olivia, membuat Olivia menahan malu karena tatapan semua orang yang melihat kearahnya.


"Benarkah, baiklah kita harus pulang dan memberitahu kepada semua orang bahwa Arion junior akan segera lahir" Ucap Arion yang terlihat sekali tengah sombong dan pamer di depan sahabat nya yang jomblo itu.


"Benarkah, selamat kalau begitu Olivia kau harus menjaga diri dengan baik, dan kau tuan penguasa kau harus ekstra menjaga istrimu sekarang" Andreas terlihat ikut senang dengan berita yang Arion sampaikan membuat sindiran Arion tidak mempan terhadap Andreas.


"Tentu saja tanpa kau beritahu aku akan melakukan nya" Arion dengan senang merangkul istrinya yang juga tersenyum, aura bahagia menyelimuti calon orang tua muda itu.


Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke kediaman Aditama.


Andreas melajukan mobilnya sedikit pelan karena dia sedang membawa orang hamil sekarang.


"Andreas? bagaimana menurutmu jika minggu depan kita kembali, aku harus segera mengadakan resepsi sebelum perut istri ku membesar" Arion berkonsultasi pada sahabat nya itu "Bagaimana menurut mu sayang? " Tanya Arion.


"Hmm baiknya kita menunggu acara pernikahan Aric saja itu menurutku, lagi pula perut Olivia tidak akan tiba-tiba membesar bukan"

__ADS_1


"Aku setuju, boo jika kita pulang minggu depan itu akan sulit untuk ku kembali menaiki pesat dengan jarak tempuh waktu yang lama"


"Em aku benar-benar lupa tentang pernikahan Aric"


"Kau baru akan menjadi ayah sudah lupa dengan saudara mu bukankah kau begitu kejam " Gerutu Andreas.


"Berisik! itu hal wajar kau seharusnya segera merasakan bagaimana rasanya akan menjadi seorang ayah" Sindir Arion.


"Sial! istrimu baru hamil beberapa minggu kau sudah meledek ku! mentang-mentang aku tidak memiliki pasangan " Kesal Andreas.


"Untuk pasangan dokter Zulfa tidak buruk" Celetuk Olivia yang tanpa sadar mendapat anggukan dari Arion.


"Olivia apa yang kau katakan soal dokter Zulfa" Andreas tidak melanjutkan perkataan nya dia mengingat tatapan Zulfa pada Alister tadi.


"Tidak buruk! dia memiliki profesi yang sama dengan mu! aku dengar dari papa dia adalah cucu dari kakek beni mantan anak buah kakek Dennis, dia pasti orang baik." Jelas Arion.


"He sejak kapan tuan penguasa sombong begitu tau tentang keluarga Aditama jangan-jangan, Olivia kau harus berhati-hati" Kali ini Andreas yang menggoda sahabat nya itu


"Siapa yang kau bilang mesum! kau yang tidak tau tempat mencium barulah di sebut mesum"


"Berisik! mencium istri sendiri di mana mesumnya! " Tegas Arion tanpa ada rasa malu atau bersalah sedikit pun "Sayang kau diam, kau percaya padaku bukan" Arion bertingkah manja pada istri nya


"Aku ini berfikiran sempit jika kau berani memikirkan wanita lain, aku akan memenggal kepala mu! " Olivia menirukan gaya khas penguasa sombong yang sedang cemburu membuat Andreas tertawa kecil.


"Baik, aku rela! karena itu tidak akan terjadi" Ucap Arion dengan penuh percaya diri.


"Boo jangan begitu serius aku percaya padamu sangat percaya" Ucapan Olivia otista membuat Arion memeluk Olivia

__ADS_1


Andreas melihat dari kaca mobil "Bisakah kalian berhenti merasa dunia ini milik kalian berdua" Gerutu Andreas.


"Kalau begitu segera nikahi dokter Zulfa agar kau memiliki dunia sendiri! "


Perkataan Arion itu membuat Andreas terdiam, dia sendiri tidak tau bisakah dia dengan cepat membuka hatinya Tapi melihat tatapan Zulfa pada Alister membuat hatinya merasa sakit.


****


"Untuk malam itu, maafkan aku Ranti" Ucapan Daniel seketika membuat Ranti terdiam air mata Ranti tiba-tiba membasahi pipinya, sepertinya Ranti mengerti arah dari perkataan Daniel karena sentuhan tubuh Daniel mengingatkan nya pada malam yang mengerikan untuk nya. "Ranti maaf"


"Apa yang kau bilang! " Ranti mendorong tubuh Daniel namun Daniel tetap mempertahankan pelukannya dia tidak ingin melepaskan Ranti lagi.


"Ranti maafkan aku, malam itu aku tidak bisa berfikir dengan jernih, maafkan aku! biarkan aku menebus kesalahan ku di masa lalu, maaf" Bibir Daniel bergetar dia benar-benar merasa bersalah, air matanya membuktikan ketulusannya.


Ranti tidak berbicara dia hanya terus memberontak dalam pelukan Daniel, dia ingin lepas dari Daniel.


"Ranti tidak bisakah kau memaafkanku Ranti aku mohon" Air mata terus membasahi pipi Daniel "Aku mencintaimu Ranti, aku ingin kita hidup bersama "


"Cinta apa kau yakin ini cinta? apa mungkin kebaikan mu selama ini hanya karena rasa bersalah mu" Bibir Ranti tak kalah bergetar menahan tangis yang sudah tak bisa tertahan.


"Bukan! kau jangan salah paham Ranti! malam itu tanpa aku sadari aku sudah jatuh cinta padamu, aku mencari mu tapi aku tidak menemukan mu di manapun, aku mencintaimu Ranti percayalah padaku"


"Apa kau bisa membuktikan semua ucapan mu bukan omong kosong belakang! " Ranti mengingat betapa pedihnya hidupnya setelah malam itu, namun juga dia mengingat betapa baiknya Daniel saat menemani dia ketika dia sakit.


"Perlu bukti apa lagi? Ranti aku tidak menikah hanya untuk mencari mu! dan aku ada di sini lakukan apapun yang bisa membuatmu percaya padaku" Ucap Daniel yang pelukannya mulai melemah.


Ranti terdiam dalam tidak bisa berkata lagi, rasa sakit, kesal, benci menjadi satu namun ada perasaan sedih tidak tega dan ingin terus berada di pelukan Daniel, semua perasaan berkecamuk pada dirinya.

__ADS_1


Ranti mendorong tubuh Daniel, dia menatap sendu Daniel membuat Daniel merasa hatinya sangat sakit orang yang di cintai nya terlihat begitu sakit.


Dengan bibir bergetar air mata mengalir Daniel berkata "Maafkan aku " Daniel mencoba merekatkan giginya untuk menhan tangisnya.


__ADS_2