MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 244


__ADS_3

"Terimakasih Ranti, terimakasih" Daniel memeluk Ranti lagi, Daniel terlihat lega dan bahagia.


Ranti hanya diam tidak tau harus berkata apa, jujur saja dia senang melihat Daniel senang tapi dia juga ragu setelah mengetahui sapa Daniel apakah dia bisa bersikap seperti biasanya pada Daniel.


"Ranti, aku berharap kau akan bersikap seperti biasanya padaku, aku tidak ingin kau berubah" Ranti terkejut mendengar ucapan Daniel yang seakan tau apa yang dia pikirkan "Dan soal hatiku, itu tidak akan berubah aku akan menunggu sampai kau siap menerimaku " Daniel tidak akan melepas kesempatan untuk terus mengatakan bahwa dia benar-benar mencintai Ranti.


"Tuan maafkan aku seperti nya kau tak perlu menunggu, mungkin sampai akhir hayat ku aku tidak akan menikah lagi" Entah mengapa hati Ranti sakit mengatakan hal yang sudah dia pikirkan matang-matang sejak dia kehilangan suaminya.


"Aku akan tetap menunggu meski hingga di ujung hayat mu, Ranti dengar aku benar-benar mencintai mu dengan tulus aku tidak sedang merasa bersalah atau bersandiwara, semua yang aku katakan adalah kebenaran"


"Aku tau tapi tuan aku" Ranti tidak menyelesaikan perkataan nya saat jari Daniel sudah menyentuh bibirnya.


"Ranti apa yang kau katakan itu apakah benar-benar dari lubuk hatimu? aku selalu merasa kau juga menyukai ku atau ini hanya kepercayaan diriku yang berlebihan" Pertanyaan Daniel ini membuat Ranti terdiam dia sendiri belum yakin tentang perasaan nya.


Apakah dia masih akan terus memegang teguh perkataan nya tentang tidak akan menikah lagi atau dia akan berhenti dan menikah dengan sosok laki-laki yang ada di depan nya yang selalu melindungi nya dan bahkan bermain mengakui kesalahan nya, Daniel adalah sosok laki-laki yang tidak akan mudah di temukan lagi di dunia ini. Jika Ranti menolak akankah Ranti menyesalinya.


"Ranti aku mencintaimu dan aku ingin sisa hidupku di isi dengan segala kenangan bersamamu jadi tolong pertimbangkan aku Ranti. Kau tidak perlu menjawab sekarang" Daniel tersenyum penuh arti, membuat Ranti tidak bisa mendeskripsikan hatinya sekarang.


"Ayo kita pulang" Daniel meraih tangan Ranti dan menggandeng nya dia berjalan di depan Ranti membuat Ranti menatap punggung yang terlihat kekar meski sudah berumur paruh baya, dan anehnya Ranti merasa aman di belakang punggung itu.


*****


Andreas dan Rocky bersiap untuk menjemput Aleena "Apakah kau sudah tau alamat sekolah nya? " Tanya Andreas.


"Hmm bibi Tiara sudah memberikan alamatnya, kita hanya perlu mengikuti petunjuk nya" Jawab Rocky.

__ADS_1


"Rocky, bisakah aku meminta pendapat mu? " Tanya Andreas pada Rocky.


"Hmm katakan" jawab Rocky singkat.


"Misalkan aku jatuh cinta pada wanita yang mencintai laki-laki lain aku harus bagaimana? haruskah aku mengalah seperti dulu? " Andreas sebenarnya tidak tau pertanyaan yang dia tanyakan ini penting atau tidak untuk nya karena dia sendiri saja tidak tau perasaan nya sendiri.


"Kau bertanya itu padaku! apa kau sedang meledek ku" Rocky teringat dirinya yang dulu yang diam saja saat dia tau Silvia menyukai Arion bukan dirinya.


"Kau ini sekarang menjadi sangat sensitif aku hanya bertanya tidak ada yang meledek mu" Andreas mengatakan dengan penuh penekan bahwa dia memang sedang bertanya.


"Jika laki-laki itu tidak menyukai wanita yang kau suka lebih baik kau kejar saja! hati manusia bisa berubah saat kita tepat menyentuh nya" Ucapan Rocky itu di katakan berdasarkan penyesalannya.


"Aku mengerti! " Andreas mengangguk dan kembali fokus menyetir. Rocky memberikan arah kepada Andreas ternyata sekolah Aleena terletak lumayan jauh dari rumahnya.


"Apa benar ini sekolahnya? ini terlihat seperti Universitas apakah anak sekolah dasar bersekolah di tempat begitu elit seperti ini? " Tanya Andreas dia benar-benar terpana dengan bangunan yang di bilang bangunan SD namun seperti sebuah universitas kerajaan.


"Seperti nya Aleena belum keluar lebih baik menunggu di dalam mobil saja" Andreas bergidik negeri melihat deretan ibu-ibu yang menunggu putra-putri nya itu, semua terlihat seperti ibu-ibu sosialita yang sulit untuk di hadapi, bagaimanapun Andreas tau itu karena dia memiliki banyak pengalaman dengan pasien yang seperti itu.


"Jika tidak keluar dia tidak akan tau kita sudah menjemput nya" Ucap Rocky yang ingin membuka pintu mobil namun ia hentikan oleh Andreas yang menarik baju Rocky.


"Tunggu apa kau tidak lihat" Andreas menunjukkan deretan ibu-ibu yang sedang menunggu itu.


"Lihat, lantas kenapa? " Rocky merasa aneh dengan tingkah Andreas yang tiba-tiba terlihat ketakutan.


"Kau tidak tau kekuatan ibu-ibu jika melihat laki-laki tampa.. n" Rocky tidak mendengar ucapan Andreas saat dia sudah melihat sosok kecil keluar dari kelasnya dan berjalan ke arah parkiran.

__ADS_1


"Aleena " Teriak Rocky sembari melambaikan tangan.


"Dasar" Andreas tidak bisa berbuat apapun dia malah tanpa sengaja ikut keluar saat melihat Rocky melambai pada Aleena.


Baru saja Andreas keluar puluhan ibu-ibu berjalan dan berkerumun melihat dua laki-laki tampan dengan aura yang berbeda.


"Ganteng siapa namanya, boleh tukeran WA gak? " Tanya ibu-ibu yang ada di barisan depan yang terlihat seperti toko berjalan.


"Permisi bu, kami ingin menjemput ad.. " Bumi selesai berbicara Andreas sudah di tarik untuk di ajak berfoto begitupun dengan Rocky.


Aleena dan temannya berjalan ke arah parkiran dan melihat banyak ibu-ibu berkerumun.


"Wah ada om-om tampan" Ucap teman Aleena yang berada di samping kirinya.


"Benar, om tampan yang menggunakan jaket itu benar-benar tampan" Ucap teman Aleena yang melihat Rocky.


"Tidak tidak om yang memaki kemeja putih itu lebih tampan" Ucapnya yang memuji Andreas.


"Tidak, om berjaket hitam itu sangat keren seperti seorang mafia tampan seperti di novel yang aku baca" Ucap temen Aleena yang sebelah kiri.


Semua teman Aleena mulai berlari ingin ikut berfoto dengan dua laki-laki tampan itu membuat Aleena kesal setengah mati apalagi banyak yang memuji Rocky entah mengapa Aleena sangat marah mendengar itu "Mereka ini senang sekali menarik perhatian! " Aleena mengepalkan tangannya sedikit melakukan gerakan pemanasan pada tangannya.


Aleena kemudian berjalan ke arah mereka berjalan dengan mengerahkan semua kekuatannya dia berjalan ke arah Rocky menarik Rocky, membuat Rocky melihat ke arah Aleena.


"Om sini dulu foto dulu om" Ucap teman-teman Aleena yang melihat Aleena menariknya.

__ADS_1


Aleena menghentikan langkahnya dan menarik nafasnya "BERHENTI! JANGAN BERANI MENDEKAT LAGI! " teriakan Aleena yang begitu keras membuat semua orang terkejut dan menatap Aleena tak terkecuali Andreas dan Rocky.


__ADS_2