
Arion bergegas mengambil ponselnya menekan nomor Dion, Dion tidak pernah lama mengangkat telepon dari Arion.
Sekian detik mereka berbicara, Arion berjalan dengan lambat ke arah mereka membuat Aleena benar-benar tidak sabar.
"Kakak kau ini terlalu lama, Aleena sudah sangat ingin bermain" Aleena berlari kecil meraih tangan Arion dan menggandeng nya.
Mata Arion tak bisa lepas dari tubuh bagus istrinya itu, meski baju yang Aleena pilihkan tidak terlalu terbuka tapi Arion benar-benar tidak ingin ada mata yang melihat badan s*ksy milik istrinya itu.
Arion melirik Rocky dan Aric memastikan apakah mereka melihat Olivia atau tidak dan mata Rocky menatap sekilas Olivia itu membuat Arion tidak suka dia segera menyeret Rocky berjalan lebih dulu, namun langkah kaki Arion terhenti dia menengok ke belakang "Tunggu di sini lima menit!, Aric ikut!" Ucap Arion lagi membuat Aleena kesal.
"Kakak kau merusak liburanku! " Aleena menggembungkan pipinya.
"Berisik! tidak mengikuti mau ku kau pulang saja!" Ungkap Arion yang tak kalah kesal dengan Aleena yang memberikan baju renang seperti itu untuk Olivia.
"Aleena ikuti apa kata kakakmu ya" Olivia menenangkan Aleena membuat Aleena mengangguk, lima menit menunggu di ruang ganti tentu saja membuat Aleena kesal namun ternyata belum ada lima menit Rocky sudah kembali.
"Aleena ayo bermain" Ucap Rocky yang terlihat menahan tawa.
"Ada apa kak apa ada yang lucu? " Ucap Aleena yang sudah berada dalam gendongnya Rocky.
"Kau bisa lihat sendiri nanti" Rocky memainkan alisnya dan tersenyum kecil, membuat Aleena sedikit bingung apa yang sebenarnya terjadi
Aleena berjalan keluar dari ruang ganti menuju wahana bermain air itu namun mata Aleena kini fokus pada suasana taman bermain air itu "Kemana semua orang? " Tanya Aleena pada Rocky
"Sudah di tendang keluar oleh kakakmu" Ucap Rocky yang tidak habis pikir, se posesif itukah si penguasa sombong sampai dia menyuruh semua orang keluar dengan memberi imbalan uang untuk setiap orang nya.
"Benarkah? kakakku sangat hebat" Ucap Aleena yang malah terlihat kagum dengan perbuatan Arion.
__ADS_1
Fiona dan Olivia terkejut saat melihat tempat yang tadinya sangat ramai kini terlihat sangat sepi, bukan sepi lagi hanya tersisa mereka di sana sebagai pengunjung.
"Ada apa ini kenapa tidak ada orang? " Tanya Fiona yang melihat kiri kanan benar-benar tidak ada pengunjung hanya ada karyawan taman bermain air itu.
"Berisik mau main atau tidak! " Ucap Arion yang membuat semua orang berhenti bertanya-tanya.
Rocky menggelengkan Kepala nya, Arion menghabiskan banyak uang hanya agar tubuh wanitanya tidak di tatap orang lain *Mungkin jika kami bukan saudara kami juga akan di tendang keluar " Ucap Rocky dalam hati
"Main tentu saja Aleena ingin bermain yang itu " Aleena menunjuk seluncuran dengan tinggi 116 meter setara dengan tinggi bangunan 10 lantai.
"Tidak! " Ucap kedua kakaknya secara kompak aric dan Arion tentu tidak akan membiarkan adik kecil nya meluncur dalam ketinggian itu apalagi kecepatan meluncur nya 20m perdetik.
"Hmmm, bagaimana jika yang itu, Aleena ingin melewati seluncuran berbentuk pipa itu" Aleena menunjuk seluncuran lain yang tak kalah ekstrim.
"Aleena apa kau tau itu ada 4 pipa yang meliuk dan cukup curam kau masih sangat kecil untuk menaiki itu! " Ucap Aric memberikan pengertian kepada Adiknya.
"Diam kau gadis kecil, naik ke sini, kau juga bermainlah lah di kolam ini berdua," Arion juga menunjuk ke arah Olivia "aku akan mewakili kau untuk naik semuanya apa kau dengar Aleena! " Ucap Arion kesal, Olivia sudah di bantu duduk di atas pelampung oleh Rocky sedangkan Aleena masih enggan "Kau gadis kecil nakal! " Ucap Arion yang langsung bertindak menggendong nya dan mendudukkan nya di atas pelampung besar itu.
"Hmm kak Fiona kenapa dia tidak ikut naik" Aleena merasa iri melihat Fiona yang masih berdiri di pinggir kolam itu
"Aku tentu saja akan meluncur bersama kak Arion" Fiona terlihat senang, namun seketika wajah Olivia terlihat sedih mendengar ucapan Fiona itu, ada rasa ingin berseluncur dengan Arion tapi apadaya Olivia tidak memiliki mental seberani itu.
"Aleena juga ikut" Aleena merajuk namun pelampung nya tiba-tiba di dorong bersama satu orang yang sudah naik ke atas "Kak Arion tidak jadi meluncur" tanya Aleena yang terkejut melihat kakaknya malah naik bersama dengan nya dan Olivia.
"Aric kau saja yang mewakili Aleena meluncur aku akan menemaninya bermain air di sini" Ucap Arion, mereka sudah mulai berjalan di kolam arus yang mengitari wahana bermain air itu.
Arion sebenarnya ingin meluncur tapi dia tadi melihat sekilas wajah Olivia yang terlihat sedih jadi Arion lebih memilih menemani Olivia dan Aleena, Arion sekilas menepuk kepala Olivia membuat Olivia merasa dirinya sangat di perhatikan.
__ADS_1
Arin bersiap meluncur dengan tangan sudah di depan dada pemandangan yang terlihat sangat mengerikan dari atas untuk orang biasa tapi bagi Aric ini hanya permainan kecil
Setelah Aric di ikuti dengan Rocky dan terakhir Fiona, Aric di bawah menunggu Fiona untuk turun.
Sedangkan Aleena sekarang sedang bermain di seluncuran untuk anak-anak meski Aleena tidak merasa puas tapi setidaknya dia bisa meninggalkan Olivia dan Arion sendiri di tepi kolam.
"Tuan tidak ingin berenang! " Tanya Olivia malu-malu saat dia melirik Arion yang seperti nya terus memandanginya.
"Kau harusnya memanggilku my boo, sayang kita hanya berdua" Deg..... panggilan sayang dari Arion itu mampu membuat pipi Olivia sangat memerah benar-benar seperti kepiting rebus.
"Ta.. tapi tuan kita tidak berdua" Olivia menyangkalnya
"Lalu apa kita duduk bertiga" Arion menikmati momen melihat wajah malu-malu Olivia saat di goda begitu menggemaskan ingin rasanya Arion mencium dan mendekap Olivia lalu menculiknya agar mereka bisa berdua saja.
"Tidak " Jawab singkat Olivia yang tidak bisa membantah lagi ucapan Arion
"Jadi? " Arion menunggu panggilan sayang keluar dari mulut Olivia
"M.. My boo" Olivia malu-malu memanggil Arion dengan panggilan yang dia buat sendiri itu.
Arion tidak tahan melihat wajah Olivia yang membuatnya sangat gemas itu, Arion menarik masuk Olivia kedalam kolam renang, Arion mendekat kearah Olivia dia memcium Olivia dan menarik Olivia ke bawahereka berdua menyelam dengan posisi berciuman, mereka berciuman cukup lama mereka saling bertukar oksigen sampai suara Fiona memanggil Olivia
"Olivia kau di mana? " Teriak Fiona membuat Arion kesal namun tidak melepaskan ciumannya, Olivia panik dia tidak ingin Fiona melihat adegan mereka berciuman dalam air, Olivia memukul dada bidang Arion.
Arion menyudahi ciumannya dan membuat Olivia muncul kepermukaan dan Arion ingin muncul tapi kepalanya di tekan oleh Olivia, Olivia tidak tau cara memberitahu Arion untuk tidak muncul bersama jadi dia hanya bisa memberikan kode dengan menekan kepala Arion
__ADS_1
*Berani sekali kau, lihat bagaimana aku menghukum mu" Ucap Arion dalam hati dan dengan hati-hati berenang menjauh saat Olivia mengalihkan perhatian Fiona