
Alister datang menemui kakaknya mereka sedang berbicara di ruang tamu keluarga Mars. "Kakak kenapa kau tidak menjawab telepon ku" itu adalah kata yang Alister tanyakan saat dia dan kakaknya duduk bersama.
"Ah maaf, kakak meletakkan nya agar tidak mengganggu kakak membantu Rania membuat makan siang"
"Pantas saja berkali-kali aku menghubungi mu kau tidak mengangkat nya"
"Jadi ada apa kau kemari? " Tanya Fiona serius
"Lihat saja telepon mu sekarang kau akan tau" Alister memainkan alisnya
"Tunggu sebentar aku akan mengambil HP ku" Fiona segera berjalan ke dapur untuk mengambil telepon nya.
"Kakak bawakan aku minuman kaleng ok" Ucap Alister yang tidak mendapat respon dari kakaknya itu.
Fiona mengambil HP nya dan mengambil satu buah minuman kaleng untuk adiknya "Ambil ini" Fiona melempar minuman kaleng dingin itu pada adiknya, diapun duduk dan memeriksa handphone nya.
Terlihat puluhan panggilan dari Alister dan juga dari luar negeri yaitu panggilan dari papinya "Alister kenapa papi menelepon berpuluh kali? apa ada yang terjadi" Tiba-tiba Fiona teringat akan maminya "Apakah mami sakit? "
Alister tidak langsung menjawab pertanyaan kakaknya itu karena dia mulai menenggak minuman kaleng di tangan nya itu "Ahh segar"
"Alister kau tidak mendengar ku, aku sedang bertanya apa mami sedang sakit? "
"Apa kau pikir aku anak kurang ajar, apa bisa aku sesantai ini jika mami sedang sakit" Alister menaruh kembali minuman kaleng itu di meja
"Lalu kenapa banyak sekali catatan memanggil dari papi? "
"Dia tidak mengirim mu pesan apa kau tidak membaca pesannya, dia sangat berisik mengatakan dia merindukan putrinya hingga dia hampir mati" Alister mengatakan nya dengan wajah kesal seperti nya karena Fiona tidak menjawab telepon dari kenzo, kenzo meneror telepon Alister.
"Hahaha apa dia meneror mu? " Fiona tertawa melihat wajah adiknya itu.
"Diam! kau segera hubungi dia ulang tahun pernikahan mereka akan segera datang doa pasti ingin kita merayakannya" Karena setiap tahun meskipun Alister dan Fiona sibuk mereka tidak tepatnya kenzo akan mengingatkan kedua anaknya tentang hari jadi pernikahan mereka.
"Ah kau benar, aku hampir lupa tentang itu dan lagi aku cukup lama di sini sebaiknya aku segera pulang lagipula masalah di sini sudah terselesaikan" Ucapan Fiona dengan mengambil minuman kaleng adiknya dan menenggaknya
__ADS_1
"Kakak apa yang kau lakukan itu minuman ku"
"Ahaha aku lupa, maaf ya" Fiona dengan santai memainkan matanya membuat Alister hanya bisa pasrah minuman nya di minum habis oleh kakaknya.
"Apa yang sedang kalian bicarakan kelihatan nya sangat seru" Ucapan arin yang baru saja tiba dan ikut duduk dengan Fiona.
"Ah ini, papi menelepon ku berkali-kali seperti nya dia ingin menyuruh kami pulang" Ucap Fiona yang mendapat anggukan dari Aric.
"Jadi apakah kau akan pulang? " Tanya Aric
"Tentu saja, sebentar lagi juga hari jadi pernikahan papi, papi setiap tahun merayakan dengan makan keluarga kami tidak akan bisa melewatkan nya atau hidup kami akan menderita" Fiona dan Alister terlihat bergidik ngeri seperti nya kenzo menyiksa mereka jika tidak merayakan hari jadi pernikahan nya itu.
"Baiklah kalau begitu aku juga akan pulang bersama kalian, toh di sini juga sudah tidak ada masalah"
"Apa kau yakin? apa kak Arion akan mengijinkan mu? "
"Tentu saja, aku akan berbicara padanya nanti"
"So, baiklah kalau begitu lusa kita pulang " Ucapan Fiona membuat kedua pria itu terkejut.
"Aku ini bukan anak papi tapi anak berbakti buka seperti mu yang pulang hanya setahun sekali terlalu banyak pergi bersama paman niko"
"Aku bukan sembarang pergi aku ini bekerja apa kau tidak mengerti pergi dan bekerja adalah sesuatu hal yang berbeda"
"Alasan" Fiona tau itu Alister tidak ingin membangun perusahaan di wilayah black Drago, Fiona juga tau Alister melakukan itu karena dia tau dirinya bukan anak kandung kenzo dan Tina, padahal Alister sendiri tau dia di perlakuan sama dengan Fiona namun Alister selalu merasa tidak enak untuk membebani kenzo.
"Sudahlah kalian berdua jangan berdebat lagi, lebih baik kita bersiap untuk makan siang, aku sudah lapar"
"Baiklah aku akan membantu Rania lagi, hei jangan lupa buang sampah ya" ucap Fiona sebelum kembali ke dapur.
"Dasar! kau yang menghabiskan nya kenapa aku yang harus membuangnya" Gerutu Alister "Oh iya terimakasih sudah membuat suasana tidak menjadi canggung" Alister menyadari Aric yang tiba-tiba menyela di tengah pembicaraan mereka agar tidak membuat Alister merasa canggung dan tidak enak.
"Apa yang kau katakan aku memang lapar, Alister apa kau tau tidak semua darah lebih kental dari pada air, aku tau paman kenzo dan tante tina sangat menyayangimu terlepas dari kau anak kandung atau bukan, kau harus ingat mereka sangat menyanyangimu sama seperti dia menyayangi Fiona"
__ADS_1
"Aku tau itu"
"Jika kau tau, berhenti membuat mereka khawatir tentang asal usul mu, yang harus kau tau hanya satu hal mereka berdua adalah orang tuamu "
Alister terdiam dengan ucapan Aric dia selama ini terlalu memikirkan egonya padahal dia sudah tau dari awal kedua orang tua kandungnya sudah tidak ada, untuk apa dia lari dari kenyataan yang sebenarnya kalau orang tuanya sekarang hanya ada satu yaitu mereka berdua "Alister kau benar-benar bodoh"
"Tuan Daniel ingin mengatakan apa? " Tanya Olivia menatap Daniel membuat Daniel menelan ludahnya kasar, dia juga melirik tajam pada Arion dan Arion hanya merespon mengangkat bahunya.
"Ah ak.. aku aku ingin mengatakan " Arion menunggu Paman nya untuk membuat momen untuk mengatakan yang sesungguhnya pada Ranti.
Daniel melirik ke arah Ranti dan tanpa sengaja mata mereka berdua bertemu membuat Daniel merasakan hal yang tidak menentu, pergulatan dalam batinnya mulai menyerang.
"Dia ingin mengataka... " Daniel dengan reflek berteriak karena takut Arion yang menceritakan semuanya itu malah mungkin akan membuat Ranti salah paham
"Aaaaa aku ingin mengatakan, bagaimana.. " Daniel menggantikan lagi ucapannya, dia seangkatan berfikir untuk membuat alasan yang pas.
"Bagaimana? apa? " Tanya Arion dan Olivia bersama-sama.
"Bagaimana jika kalian berdua ikut aku kembali ke negera ku" Akhirnya Daniel mengatakan hal lain, yang sesungguhnya dia ingin berkata jujur.
"Untuk apa tuan Daniel? "
"Untuk" Daniel terlihat berfikir lagi.
"Tentu saja untuk menemui papa dan mama, ibu Ranti juga harus mengenal mereka, ide pak tua ini tidak buruk" Ucap Arion
"Itu bukankah terlalu cepat tuan Arion"
"Ibu, panggil Arion saja, semakin cepat semakin baik aku untuk kalian bertemu " Arion tiba-tiba mempunyai rencana
"Baiklah kalau begitu " Ranti setuju dengan permintaan Daniel dan Arion.
"Boo tapi Rocky? " Pertanyaan Olivia membuat Arion tersenyum
__ADS_1
"Tenang saja" Seperti nya Arion memiliki rencana nya sendiri tentang Rocky.