
"Dia tidak bisa menceritakan tentang ayahnya? apa dia? " ucap Arion yang baru saja mendengar percakapan Olivia dan Daniel, meski jarak mereka sangat jauh tapi Rafael yang mengerti tugasnya sebelum meninggalkan tempat itu menempatkan alat penyadap di kursi Olivia alat yang terhubung dengan Arion.
"Tuan muda apa kita akan tetap di sini? bisakah aku makan sesuatu? " Tanya Dion yang melihat tuan muda nya itu malah diam setelah melihat Daniel dan Olivia pergi
"Heh, kau mau makan! makan saja kau lupakan saja tugas apa yang aku berikan tapi ingat besok Untuk tidak kembali ke perusahaan!! " Ucap Arion sembari berdiri dari duduknya ingin meninggalkan restoran itu
"Ya Tuhan, Tuan muda kau ingin aku makan sekarang dan kelaparan untuk seumur hidup" Ucap Dion menyedihkan dia ikut berdiri dan meninggalkan begitu saja makanan yang mereka pesan tanpa menyentuhnya
Dion sedikit tidak ikhlas untuk melepaskan makanan mahal yang hanya di jadikan pajangan di atas meja.
Di depan restoran
Daniel menahan tangan Olivia membuat Olivia terkejut dan menampiknya "Ma.. maaf" ucapnya melihat Daniel canggung
"Apa aku mengejutkan mu? " Ucap Daniel menatap Olivia
"Se.. sedikit" Olivia tersenyum kaku
Daniel mengamati sekeliling dia belum menemukan Rafael, dia segera menarik tangan Olivia kali ini Olivia tidak terkejut namun dia merasa sedikit bingung namun tetap mengikuti langkah Daniel
"Tu.. tuan bukankah mobilnya ada di sebelah sana? " Ucap Olivia kesulitan menunjuk arah mobil yang berada di arah yang berlawanan dengan mereka saat ini
"Tidak apa aku ingin sedikit berolahraga dengan mu" Ucap Daniel namun Olivia mulai sulit mengimbangi langkah kaki Daniel karena sepatu hak yang dia pakai
Daniel menyadari Olivia yang sulit berlari dengan nya, Daniel menghentikan langkah nya "Apa kau sulit berlari? "
"emmm Ma..Maaf" Ucap Olivia tidak enak karena mempersulit langkah Daniel
Daniel berlutut melepaskan sepatunya dan kaus kakinya "Pakailah" ucapnya pada Olivia, Olivia melihat Daniel yang telanjangkaki membuatnya tidak tega.
Olivia tersenyum dan mulai melepaskan sepatu hak tinggi nya " Kita jalan Tuan"
"Kau bisa memanggil ku paman Daniel" Ucap nya
Olivia mengangguk dalam hatinya berat untuk memanggilnya paman, karena bagaimana pun dia hanya bawahan dari keluarga Mars tidak pantas untuk nya memanggil kerabat keluarga Mars dengan panggilan yang terdengar begitu akrab
Saat ini mereka berjalan untuk menemukan taksi tak berapa lama mereka menemukan taksi Saat mereka sudah mulai jauh dari restoran itu
__ADS_1
"Naiklah" Ucap Daniel pada Olivia, tapi Olivia sedikit ragu, ada rasa takut untuk mempercayai Daniel
"Aku tidak akan mencelakai mu, hanya ingin mengajak mu berolahraga" Ucap Daniel meyakinkan Olivia
Olivia masih takut namun dia juga tidak bisa terus membiarkan supir taksi itu diam menunggu nya masuk, pada akhirnya Olivia masuk
Di dalam taksi Olivia tiba-tiba teringat dengan kata-kata Rocki yang mengatakan kalau bisa saja Daniel tertarik padanya, dan Daniel mengatakan ingin mengajaknya berolahraga, olahraga apa malam-malam begini? pertanyaan itu sekarang ada di benak Olivia
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam sampai akhirnya Daniel membuka suara
"Apa kau takut aku akan macam-macam padamu Olivia? " Daniel menebak kenapa Olivia diam
"Ti.. tidak Tuan " Ucap Olivia yang ragu sebenarnya tebakan Daniel sangat benar
"Bagus kalau begitu, tapi kau harus waspada pada orang asing jangan sembarangan mengiyakan ajakan mereka, mengerti" Ucap Daniel menasehati sebagai orang yang lebih tua
"orang asing? Seperti Tuan Daniel" Ucap polos Olivia membuat suasana menjadi canggung
"Ahahaha kau benar aku termasuk orang asing bagimu" Ucap Daniel berusaha tenang, tapi bagi Daniel dia merasa familiar dan seperti sangat mengenal Olivia
"Bagus, ambil ini" Ucap Daniel melempar dolar yang begitu banyak
"In.. ini terlalu banyak Tuan" Ucap supir taksi itu
"Keep the change " Ucap Daniel membuka pintu setelah dia memakai sepatu nya tentunya
Olivia mengikuti Daniel turun
"Kita sudah sampai " Ucap Daniel
Di tempat lain
Rafael tengah kebingungan dia mencari keberadaan Daniel dan Olivia namun tidak menemukan mereka
Rafael mondar-mandir di halaman restoran itu
"Rafael apa yang sedang kau lakukan!! " Suara itu mengagetkan Rafael membuat Rafael refleks menghentikan langkah nya dan menengok langsung ke arah suara itu
__ADS_1
"Tu.. tuan Arion" ucapnya gagap dia tidak tau harus mengatakan apa jika tuannya itu tau Olivia menghilang
"Kau belum menjawab pertanyaan ku, apa yang sedang kau lakukan, pak tua itu sudah keluar dari tadi tapi kenapa kau masih di sini?!! " menatap Rafael penuh curiga
"Tu.. tuan itu Tuan Daniel dan Olivia tidak ada" Ucap Rafael terbata-bata
Arion terkejut menatap Rafael dengan wajah yang terlihat marah "Apa yang kau katakan!!!!! "
"Ma.. maaf tuan aku sudah mencari nuansa ke sekeliling hotel namun tak dapat menemukan nya"
"Kau benar-benar tidak berguna! " Ucap Arion kemudian mendarat kan satu pukulan di wajah Rafael Buuuu uuu uuuu uuuu uuuu uuuu kkkk "jika kau tidak dapat menemukan nya! tidak hanya satu pukulan tapi akan ku pastikan Rania akan kehilangan kakaknya!! " Ancam Arion
"Sa.. saya mengerti Tuan" Ucap Rafael
Arion kemudian melangkah pergi di ikuti Dion yang diam sedari tadi, Dion melangkah pergi dan menepuk pundak Rafael " Tunjukkan ke brutalnya mu kawan" Ucap Dion lirih pada Rafael
Rafael menyunggingkan bibirnya kemudian kembali ke mobil milik nya, mencoba menerobos CCTV yang ada di restoran untuk melihat arah kepergian Daniel dan Olivia
Sedangkan di mobil Arion
"Dion lacak keberadaan mereka berdua" Ucap Arion
"Baik Tuan Arion" Ucap Dion yang mulai mengotak-atik laptop yang berada di mobil mengecek CCTV restoran namun Daniel adalah si tua yang jenius dia tentu saja memilih jalur yang tidak tertangkap kamera
"Tuan hanya terlihat saat dia keluar dari restoran, Tuan Daniel memilih jalur yang tidak memiliki CCTV" Ucap Dion menjelaskan apa yang dia lihat di rekaman saat mereka keluar dari restoran
"Pak tua sialan beraninya berebut barang dengan ku!! apa kau pikir bisa membawanya pergi! tidak akan dia adalah barang milik ku" Arion mengeratkan giginya wajahnya semakin marah tangan nya mulai mengepal "Kembali ke rumah!! "
Dion segera menaruh laptop nya dan mengendarai mobilnya dengan cepat kembali ke rumah
di rumah Arion
Arion turun dari mobil, mencari keberadaan sepupunya benar saja dia sedang berbincang dengan More di ruangan neneknya
"Ikut aku" Menatap rocki yang sedang mengobrol
Rocki yang melihat wajah marah dari Arion memilih untuk segera berjalan ke arah Arion, rocki mengikuti langkah Arion dan mulai menyamakan langkahnya "Ada apa dengan mu Arion? " Tanya rocki yang tidak di jawab Arion
__ADS_1