MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 96


__ADS_3

"Me.. menikah? apa yang kau katakan tuan muda? " Olivia tergagap mendengar ucapan yang bahkan seumur hidupnya tidak pernah terfikir kalimat itu akan keluar dari seseorang yang menurutnya sangat kejam padanya.


"Ka.. kau jangan berfikir macam-macam aku hanya tidak suka barang milik ku dekat dengan laki-laki lain, dan cara menghentikan nya adalah dengan cara menikah! " Kilah Arion padahal dia mengajak menikah karena cemburu banyak laki-laki yang tertarik pada Olivia, dari sahabat nya sendiri sampai anak dari sahabat papanya.


Olivia merasa sesak mendengar nya, dia sedih saat pernikahan yang di katakan hanya untuk memuaskan kepentingan Arion sendiri. Olivia menahan air mata yang mulai menggenang.


"Tuan kau harus menikah dengan wanita yang kau cintai!, pernikahan bukan sebuah permainan anak-anak yang saat kau ingin memainkan lalu kau mainkan!" Olivia mendorong tubuh Arion dan meninggalkan Arion yang terpaku dengan sikap Olivia yang berani mendorong nya.


Olivia segera masuk ke dalam kamarnya mengunci pintu kamar itu, dan tersenyum miris, dia menertawai hidupnya.


"Beraninya dia menolak ku! " Arion mengepalkan tangannya, dia bahkan tidak mengerti bahwa dia sudah menyakiti Olivia dengan meminta menikah dengannya, dengan seenaknya saja, semua wanita tentu saja ingin menikah atas dasar cinta bukan karena sebuah titah.


Olivia melihat Rania sudah tidur dia sedikit lega, dia langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya dan bersiap untuk tidur.


Arion bergegas pergi dari depan pintu kamar Olivia dia bergegas ke kamar neneknya dia berharap mendapatkan ketenangan setelah melihat wajah sang nenek.


Arion perlahan membuka pintu dia bersyukur malam ini yang berjaga adalah more, kalau tidak dia pasti akan kesal untuk kedua kalinya, selain Alister Andreas adalah orang kedua yang mampu membuatnya kesal.


"Tuan anda datang" Ucap More yang melihat Arion masuk.


"Hmm, kau keluarlah aku ingin berbicara dengan nenek ku" Ucap Arion pada More


Tanpa basa-basi More tentu langsung menurut dan memberikan ruang untuk cucu dan nenek itu.


"Nenek kau belum tidur? " Tanya Arion saat melihat dari dekat neneknya ternyata sedang memainkan ponselnya.


"Belum, nenek sedang melihat bebrapa dokumen rumah sakit dan Lab milik kita" Ucap Angel yang masih menatap layar HP nya.

__ADS_1


Arion merampas HP sang nenek "Kau belum sehat, semua nya baik-baik saja aku sudah menjaga rumah sakit mu dengan baik" Ucap Arion yang memang meng-handle semuanya setelah Angel koma, bahkan menyuntikkan dana menggantikan dana yang dulu bawa kabur oleh Mario Harris.


"Arion nenek bosan hanya ingin melihat perkembangan nya saja"


"Tidak perlu nenek, percayalah pada ku " Ucap Arion yang mengantongi HP sang nenek.


"Baiklah" Dengan berat hati Angel menurut dengan ucapan cucunya yang memperhatikan kesehatan nya.


"Nenek " Arion tiba-tiba memang tangan neneknya, Angel melihat ada kegelisahan di hatinya.


"Ada apa sayang? " Nenek Angel menatap serius cucunya itu namun Arion memilih menenggelamkan wajahnya di tangan neneknya.


"Apa ada yang mengganggu pikiran mu? coba katakan pada nenek" Angel mengusap kepala Arion dengan lembut.


Arion masih ragu untuk mengatakan niatnya, dia sendiri bahkan tidak yakin apakah dia benar-benar mau menikahi Olivia atau hanya ingin bermain-main.


"Kau diam? atau ini tentang Olivia? " Ucapan Angel ini mampu membuat Arion menatap sang nenek.


Arion bingung kenapa tebakan neneknya sangat tepat, saat ini pikiran Arion di penuhi oleh nama Olivia, dan wajah kecewa yang Olivia perlihatkan saat dia memintanya menikah dengan nya.


"Kau diam berarti nenek benar? apa kau menyakiti nya lagi? " Angel menatap wajah cucunya penuh selidik.


"Menyakiti? aku tidak pernah menyakiti nya!" Jawab Arion penuh dengan kepercayaan diri..


"Arion hati wanita itu sangat lembut, Rocky sudah menceritakan secara detail nenek juga sudah meminta Rocky untuk mencari tau hubungan Andreas dan Olivia, mereka dulu adalah pasangan bukan? " Arion terkejut mendengar perkataan neneknya itu.


"Itu dulu! tidak ada hubungan nya dengan sekarang" Ucap Arion tidak suka membahas masa lalu Andreas dan Olivia.

__ADS_1


"Tapi nenek lihat Andreas masih mencintai Olivia, Arion jika kau tidak mencintai nya kau bisa membiarkan mereka kembali bersama" Nenek Angel Menatap Arion menunggu respon apa yang akan Arion berikan saat mendengar kata-kata nya.


"Kau hanya melihat dari sisi Andreas, Olivia sudah tidak mencintai nya! " Ucap Arion tegas.


"Lalu Olivia mencintai siapa? apakah menjadi urusan mu? " Nenek angel penasaran dia ingin memastikan sesuatu apakah cucunya benar-benar memiliki perasaan pada Olivia seperti tebakannya.


"Tentu saja dia adalah milik ku! tentu ada urusan nya denganku" Jawab Arion spontan tanpa pikir panjang.


"Barang atau wanita? " Pertanyaan nenek Angel membuat Arion terdiam lama, dia berfikir apa saja yang telah Rocky ceritakan pada neneknya, kenapa neneknya sampai bertanya seperti itu.


"Kau tidak bisa menjawabnya?, apakah kau sedang ragu pada hatimu? jika iya nenek akan membantu menetapkan hatimu" Ucap nenek Angel mengusap punggung tangan cucunya.


"Menetapkan hati? " Arion mengucapkan kata itu dengan ragu, tapi dia juga ingin tahu sebenarnya perasaan yang dia rasakan pada Olivia itu apakah benar-benar perasaan cinta atau hanya ilusi semata.


"Coba kau pejamkan mata mu, wajah siapa yang sekarang ada di pikiran mu? " Tanya nenek Angel


Arion memejamkan matanya wajah Olivia memenuhi kepalanya dia langsung membuka matanya membuat angel tau jawabannya siapa yang ada di pikiran Arion


"Apakah Olivia memenuhi pikiran mu?, kalau iya coba bayangkan besok Andreas akan melamar Olivia dan Olivia menerima lamaran Andreas" Ucapan angel seketika membuat wajah tampan itu berubah menjadi sangat marah menatap neneknya tajam baru kali ini Arion melakukan nya.


"Tidak ada! Olivia tidak akan menerima lamaran Andreas karena aku sudah meminta nya menikah denganku! " Ucap Arion tegas ketegasan yang bercampur emosi.


"Apakah dia menerima permintaan mu? " Nenek angel menunggu jawaban namun Arion hanya diam membuat angel mengerti apa yang terjadi.


"Arion, jika kau ingin meminta Olivia menikah denganmu, perlakuan dia sebagai putri perlahan ambil hatinya, buat dia jatuh cinta padamu, hati wanita itu sulit di mengerti tapi saat kau mengerti wanita yang kamu sukai itu akan jadi sangat mudah di mengerti, intinya cintailah dia sepenuh hatimu baru kau akan mendapatkan cintanya Sepenuh hati juga, Arion jangan biarkan cintamu pergi, nenek merestui mu dengan Olivia, dia gadis baik kau pantas memberikan yang terbaik untuk nya, turunkan egomu Arion"


Arion menghela nafas mendengar ucapan nenek angel, dia sadar sikapnya dan Alister sangat lah berbeda.

__ADS_1


*Apakah aku harus lebih lembut dengan nya? " Tanya Arion pada dirinya sendiri.


__ADS_2