
Setelah kepergian Rocky, Daffin dan Davian turun bersama Aric berjalan ke dapur dan melihat pemandangan yang tidak biasa.
Langkah kaki mereka di dengar oleh Olivia, Olivia dengan panik mendorong tubuh Arion namun sebelum dorongan itu membuat jarak Arion segera memeluk Olivia kembali
Arion menatap tajam ke arah mereka bertiga, seakan berkata kalian mengganggu. Sedangkan Olivia merasa malu dan takut untuk di salah pahami.
Sekian detik hanya diam akhirnya Davian membuka suara "Ekhmm..aku dan Daffin akan pulang" Ucapnya canggung hanya itu yang dapat dia katakan.
"Pulang saja! kau tidak membawa dia sekalian? " Menatap ke arah Aric
"Aku masih ingin menjaga nenek, lagi pula dengan adanya aku kau bisa konsentrasi dengan mengejar calon kekasih" Sindir Aric yang mampu membuat wajah Olivia semakin memerah. Sedangkan Arion hanya diam dan tidak menyangkal nya
Olivia hanya diam dalam posisinya dia tidak tau harus bagaimana tapi yang jelas dia ingin lepas dari pelukan Arion, sedangkan Arion tidak ingin mereka semua melihat Olivia yang wajahnya masih di penuhi oleh Air mata.
Olivia akhirnya memberanikan diri memukul pelan dada bidang Arion, membuat Arion mengerti Olivia ingin pergi dari sana.
"Kalian sudah selesai bicara, aku akan pergi dan ingat jangan ada barang yang tertinggal! " Ucap Arion yang tidak suka barang orang lain berada di rumahnya.
Arion merangkul Olivia pergi tidak membiarkan mereka semua melihat wajah Olivia yang masih sembab karena menangis, Arion membawa Olivia ke mobil nya dan melajukan mobilnya begitu saja.
"Kalian semua di sini" Ucap Rocky yang melihat Daffin, Davian, Aric diam terpaku setelah kepergian Arion dan Olivia "Kenapa diam saja? " Tanya Rocky
"Apakah mereka sudah resmi? " Tanya Davian masih menatap kearah Arion membawa Olivia pergi.
Rocky hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Aric teringat dengan Fiona jika Fiona tau Arion sedang mendekati Olivia apa yang akan terjadi pada Fiona.
"Sudahlah hentikan membahas mereka, ayo kita harus segera ke bandara pesawat kalian sudah siap bukan? " Tanya Rocky mengakhiri pembahasan Arion dan Olivia.
Aric masih terdiam, sampai akhirnya Daffin menyenggol Aric "Apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Daffin yang mampu menyadarkan Aric dan memberikan respon menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu kau akan mengantarkan kami ke bandara? " tanya Daffin
__ADS_1
"Tidak aku akan menjaga nenek di rumah, kalian pergi saja" Aric tidak ikut ke bandara.
"Kalau begitu kami pulang, kau jaga diri baik-baik di sini, jika tuan penguasa sombong itu mengganggumu kau bisa menelpon ku" Ucap Davian yang menyombongkan dirinya seakan lebih hebat dari Arion
"Dia tidak bisa menggangguku, dia sedang sibuk mengejar wanitanya" Ucap Aric tertawa kecut, dia ikut senang Arion menyadari perasaan nya pada Olivia tapi dia juga memikirkan perasaan Fiona jika mengetahui hal ini dia pasti akan hancur.
"Baiklah kalau begitu kami pulang" Ucap Davian yang melangkah kan kakinya keluar dari rumah keluarga mars.
Setelah kepergian Rocky, Daffib dan Davian Aric pergi ke ruangan angel, di sana sudah ada dion yang menjaga nenek Angel.
"Kau di sini? " Tanya Aric
"Iya tuan Aric, Rocky yang menyuruh saya menjaga Nyonya angel " Jawab Dion
Aric melihat neneknya yang sedang terlelap dia mulai duduk di samping Dion "Kemana dokter Andreas? " Tanya Aric yang belum melihat Andreas, biasanya lagi sekali Andreas sudah ada di ruangan Angel.
"Tadi seperti nya dokter Andreas keluar" Dion tentu tidak mengatakan jika Andreas pergi karena bertengkar dengan Olivia, dari mana Dion tau jika Andreas bertengkar dengan Olivia tentu dari sahabat nya yang terkadang suka bergosip yaitu Rocky.
Gadis cantik itu sedang membagikan momen dirinya makan eskrim bersama teman-teman nya, Aric tanpa sadar menyentuh layar HP nya yang menunjukkan pipi Fiona yang terkena eskrim seakan ingin mengusap noda eskrim itu. Namun tiba-tiba Aric menghela nafasnya saat dia tersadar itu hanya sebuah gambar.
*****
Di sisi lain Arion tengah memarkirkan mobilnya kesebuah taman kecil
Olivia lagi-lagi terkejut oleh sikap lain yang Arion tunjukkan akhir akhir ini "Tuan kenapa kau mengajak ku kemari? " Tanya Olivia wajah nya sekarang sudah tidak menangis dan lebih terlihat tenang.
"Turun kau akan tau" Ucap Arion, dia baru saja membaca sesuatu hal yang di anggap romantis oleh orang-orang dia ingin mempraktikkan nya.
Setelah Olivia turun mereka berjalan dan duduk di bangku taman yang bahkan taman itu lebih kecil dari taman yang ada di belakang rumah Arion.
"Duduk dan tunggu sebentar" Ucap Arion lagi yang membuat Olivia hanya bisa mengangguk menurut saja, terlihat Arion segera berlari ke mini market di depan taman itu.
__ADS_1
Tak lama Arion kembali dengan sesuatu di tangannya, Arion duduk di samping Olivia mengambil sesuatu yang dia beli dan menyodorkan eskrim berbentuk cone itu
Olivia tersenyum menatap Arion, mereka jauh-jauh ke taman hanya untuk memakan sebuah eskrim.
"Wajah ini lebih cocok dengan mu" Ucapan Arion membuat wajah Olivia memerah, dan masih menyodorkan eskrim di tangannya.
"Terimakasih" Ucap Olivia dan mengambil eskrim di tangan Arion "Tuan"
"Hmm" Melihat Olivia
"Terimakasih untuk usahanya" Ucapan Olivia membuat satu alis Arion terangkat "Sudah repot-repot mencari cara untuk menghibur saya" Ucap Olivia dengan nada yang malu-malu
"Sudah tugasku"
Deg..
jawaban singkat itu membuat wajah Olivia yang sudah memerah makin memerah bakan lebih merah dari pada buah tomat. Olivia tidak bisa berkata lagi dia benar-benar terdiam mendengar ucapan Arion, namun Olivia masih ragu tentang perlakuan Arion terhadap nya itu tulus atau hanya modus untuk balas dendam saja.
Olivia tidak berkata apa-apa dia memilih mengupas bungkus eskrim itu
Sedangkan Arion hanya memandang cara Olivia membuka bungkus eskrim itu, Olivia melirik sang penguasa itu.
Arion terlihat kesulitan mengupas eskrim itu bagaimanapun dia tidak pernah jajan eskrim di mini market dia hanya tau pergi ke restoran untuk makan apapun.
"Tuan bawa kemari aku bisa membantu kau untuk membukanya" Ucap Olivia yang tidak tega melihat wajah seorang ternama kebingungan hanya karena membuka bungkus eskrim yang melilit itu.
Olivia menyodorkan eskrim nya yang sudah di buka, kemudian membukakan eskrim milik Arion.
Olivia membuka bungkusnya dan memberikan eskrim yang siap makan itu untuk Arion, tapi saat melihat kearah Arion, Arion sudah memakan eskrim miliknya hampir setengah bagian. "Tuan ini eskrim m.." Ucap Olivia terhenti
"Kau makan saja eskrim ku, milik ku adalah milikmu juga, kelak ingat ucapan ku ini" Ucapan Arion itu mampu membuat Olivia semakin tidak mengerti apa yang sedang Arion lakukan, *apakah semuanya tulus? " pertanyaan itu sekarang membalut pikiran Olivia
__ADS_1