
Cukup lama suasana menjadi canggung sampai akhirnya
"Ekhm, maaf Tuan dan Nona mau kemana ya? " Tanya Supir itu yang sedari tadi melirik dan tak mau menganggu tapi mereka sudah cukup lama berjalan tanpa tujuan.
Arion mengeluarkan HP nya dan memberikan pada supir taksi itu. " Ke alamat itu" Ucap Arion
Supir taksi itu mengambil HP Arion melihat sekilas alamat nya dan dia sangat tau di mana tempatnya.
Supir taksi itu melajukan mobilnya ke tempat yang Arion tuju. "Tuan dan Nona sudah sampai" Ucap supir itu.
Arion melihat Argo nya, memberikan uang lebih pada supir taksi itu tanpa berbicara apapun.
"Tuan ini kembalinya" Ucap supir itu sopan
"Kalau tidak mau buang saja" Ucap Arion dengan sombong nya.
"Terimakasih pak, simpan saja untuk bapak" Ucap Olivia sopan dia sekarang tau di balik sifat kejam dan sombong nya Arion sebenarnya tersembunyi sifat baiknya.
Arion turun terlebih dulu, sedangkan Olivia yang baru saja turun terbelalak melihat gedung apa di depannya "Tu.. Tuan apa yang ingin anda lakukan di sini? " Ucap Olivia panik ketika membaca Love hotel.
"Menurutmu? kalau ada dua orang yang masuk hotel untuk apa? " Entah mengapa sikap Arion
melunak dia malah ingin menjahili Olivia.
"Emm.. Itu? ak.. aku lebih baik ak.. " Olivia tidak tau apa yang harus dia ucapkan tiba-tiba dia merasa bingung dan malu wajahnya sekarang benar-benar memerah
"Hahahaha, bodoh! " Ucap Arion sembari mengacak-acak rambut Olivia, Olivia terpanah dengan tawa Arion yang menambah tampan laki-laki yang kini sudah berjalan lebih dulu darinya.
Tapi Olivia tidak berani bergerak dia tetap di tempatnya.
Arion menghentikan langkahnya dan menatap Olivia "Kau tidak ingin makan?! " Ucapan Arion membuat Olivia tersadar pikiran bya sudah terlalu jauh
*Olivia apa yang kau pikirkan" Olivia menahan merah wajahnya karena malu
__ADS_1
Arion tersenyum melihat tingkah lucu Olivia "Masih tidak bergerak! " Menatap Olivia tajam seketika ekspresi nya berubah benar-benar bisa secepat kilat ekspresi Arion berubah.
"Ba.. Baik Tuan" Ucap Olivia mengikuti langkah Arion. Baru saja melangkahkan kakinya semua mata menatap wajah berkarisma itu.
Olivia merasa sedang di awasi para wanita seperti nya mereka ingin memakannya hidup-hidup.
"Laki-laki itu sangat tampan" Bisik wanita yang berbaju merah.
"Benar sayang sekali dia sudah memiliki pacar" Ucap wanita berbaju hijau.
"Aku rasa dia bukan pacarnya" Ucap wanita berbaju hitam.
"Benar, meskipun dia cantik tapi jarak mereka begitu jauh" Wanita berbaju merah menambahi ucapan wanita berbaju hitam.
Dan semua ucapan itu di dengan oleh Arion, Arion menghentikan langkahnya sedangkan Olivia yang berjalan menunduk karena malu tanpa sengaja menabrak Arion " Auu" Ucap Olivia.
"Bodoh! " Satu kata terdengar dari mulut Arion, Arion tanpa berbicara lagi menggandeng tangan Olivia, Olivia tak lagi terkejut karena Arion memang suka melakukan itu secara tiba-tiba.
"Tu.. Tuan apa tidak masalah" Olivia juga mendengar wanita-wanita itu berbisik tentangnya.
"Diam! " Ucap Arion yang malah mempererat Genggamnya, seperti nya Arion mulai merasa nyaman karena sikap baik Olivia yang tulus menemani nya menghadapi masa lalunya
Arion dan Olivia duduk di restoran hotel itu, Arion memilih makan dulu sebum berakhir cek-in di hotel itu.
Olivia dan Arion menikmati makan malam mereka, restoran itu termasuk restoran yang nyaman, mereka makan di iringi dengan musik yang sangat romantis, alunan biola membuat semua orang ingin berdansa.
Setelah mereka selesai makan, Arion segera memesan kamar.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan? " Ucap resepsionis cantik itu
"3 kamar Presidential suite " Ucap Arion memesan 3 kamar membuat Olivia bingung.
"Maaf Tuan hanya tersisa 2 kamar kosong satu standar room dan satu nya Presidential suite room " Ucap resepsionis menjelaskan
__ADS_1
"Tuan saya tidak keberatan tidur di standar room" Ucap Olivia sedikit berbisik.
"Lalu kau ingin tidur dengan mereka" Ucap Arion sembari melirik ke belakang Olivia, Olivia berbalik dan melihat Dion dan Rocky.
Ternyata Arion tidak meninggalkan Rocky namun menyuruh Dion untuk menjemput Rocky di rumah sakit, meski Olivia tidak tau apa alasannya Olivia merasa bersyukur Rocky bisa bersama dengan mereka lagi.
"Tuan Muda" Ucap Dion menghampiri Arion sedangkan Rocky merasa takut dan menyembunyikan dirinya di belakang Dion.
"Hei apa yang kau lakukan? " Dion merasa risih dengan tingkah Rocky yang membuatnya jadi tameng.
Suasana menjadi canggung saat Rocky bertatapan dengan Arion, Rocky menelan ludahnya, rasanya sangat sulit sekarang menelan ludahnya. "Arion.. Kau tidak benar-benar mengirim ku ke Afrika kan? " Menatap Arion penuh harap.
"Kenapa? bukannya kau yang mau ke sana?, dan lagi kau telah mengkhianati ku membantu pak tua sialan itu! " Arion benar-benar kesal meski ada sedikit kelegaan yang dia rasakan.
"Aku melakukan itu untuk kebaikan mu dan bibi, aku tidak tega dengannya, apa lagi paman meski aku tidak terlalu dekat dengan paman Rayyan melihat nya kehilangan kedua orang tuanya membuatku bersimpati dan bagaimana jika dia juga harus kehilangan istrinya, dan lagi ini tidak merugikan mu bukan? semua pertanyaan di kepala mu sudah terjawab kan"
"Hah! apa kau percaya dengan kata-kata mereka" Arion berusaha menampik semua yang di jelaskan Rayyan.
"Aku sudah menyelidiki kejadian 19 tahun yang lalu sebelum kau di bawa ke kediaman Mars, meski semua catatan di kunci, dengan kemampuan ku aku bisa menembusnya dengan mudah" Ucap Rocky dengan sombong nya.
"Bagus! berikan filenya padaku"
"Ada di laptop Dion, seperti nya paman tidak berbohong Rayyan"
"Sudahlah! itu kita bahas nanti, sekarang" Arion tersisa dia tengah berfikir, jika membiarkan Olivia tidur di kamar standar sendirian entah mengapa itu membuat Arion tidak tenang , apa lagi jika dia harus tidur bertiga dengan Dion dan Rocky, Arion terus berfikir sampai suara membangunkan lamunan nya
"Kau bingung? aku bersedia tidur dengan Olivia di kamar standar" Ucap Rocky yang membuat Arion hampir mengeluarkan matanya. Rocky sudah berada di samping Olivia ingin merangkul pundaknya namun Kalah cepat dengan Arion.
Arion menarik Olivia mendekat kearahnya, Arion mengambil kunci kamar Presidential suite dan membawa Olivia bersamanya membuat Rocky tersenyum
"Apakah Tuan Muda sedang marah? " Ucap Dion yang heran Tuan mudanya langsung pergi tanpa berkata.
"Apa kau tidak lihat dia hampir mengeluarkan matanya" Ucap Rocky yang merasa senang karena bisa menjahili sepupu nya, tapi tiba-tiba Rocky teringat "Dokter Andreas bisakah kau mengalah untuk sahabat mu" Gimana Rocky yang mencemaskan hubungan Andreas dan Arion.
__ADS_1